Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2019

Prasati Pembangunan Kantor Leideng Palembang

Batu prasasti yang menceritakan tentang pembangunan kantor ledeng Palembang, adapun naskah yang tertulis di Prasati tersebut adalah :

DE GEMEENTERAAD VAN PALEMBANG BESLOOT IN ZIJN ZITTING VAN DEN 8 STEN MAART VAN HET JAAR 1928 TIJDENS HET BESTUUR VAN BURGEMEESTER D.E.E JLE COCO DARMANDVILLE TOT DEN AAMLEG VAN DE DRANK WATERLEIDING VAN PALEMBANG. IN DE ZITTING VAN DEN 26 STEN AGUSTUS VAN HET VOLGENDE JAAR WERED TIJDENS HET BESTUUR VAN BURGEMEESTER D,R.C.A.F.J NESSEL VAN LISSA BESLOTEN DEN WATERTOREN MET EEN NEIUW RAADHUIS TOT EEN GEHEEK TE VEREENIGEN. HET WERK WERD OVEREEBKOMSTIG DIENS PLANNEN AANGENOMEN DOOR Ir. S.S.NUIJF DIE HET TOT STAND BRACHT IN SAMENWERKING MET DE HOLLANDSCHE BETON Mij. DE WATERLEIDING WERD IN GEBRUIK GENOMEN OP DENISTEN JUNI VAN HET JAAR 1931. DEZE GEDENKSTEEN WERD GEPLAATST IN AUGUSTUS 1932 TEN TIJDE DAT HET BURGENEESTERSCHAO WERD WAARGENOMEN DOOR IR. F.C.Van LIER.

Dengan Terjemahan : 


DEWAN KOTA DARI PALEMBANG MEMUTUSKAN DALAM WAKTUNYA MULAI 8 MARET DARI TAHUN 1928 DI PRASASTI DARI…

Kosetan, Odol & Kantong Asoy

Sering tidak dalam kehidupan sehari-hari menyebutkan sesuatu nama produk yang di anggap sebagai nama benda padahal yang di sebutkan tersebut adalah merek dagang dari produk tersebut. Di dalam pelajaran Bahasa Indonesia di sebut dengan majas metonimia yang artinya menggunakan sepatah atau dua patah kata yang adalah merek kemudian di jadikan kata benda.
Seperti saat menyebutkan makanan anak-anak di sebut dengan kata-kata "Chiki", atau air mineral sebagai "Aqua", atau pemutih pakaian sering di sebut "Bayclin", atau  pembalut wanita sering di sebut dengan 'Softex", atau spatu snicker sering di sebut 'Keds" ataupun lain sebagainnya.
Baik di belahan dunia atau di Indonesia bahkan di Palembang pun kejadian seperti ini juga di anggap sudah lumrah, beberapa produk di Palembang yang menjadi lazim sebagai benda sehari-hari seperti :
Kosetan

Kosetan yang terbuat dari kayu batangan  yang banyak tersebar daerah Palembang saat itu, yang tertulis di kem…

Cuci cetak Foto Kilat Di Palembang

Generasi era 90-an pasti masih ingat mengenai kamera analog,  klesie,  negatif film dan cuci cetak foto kilat atau di sebut dengan afdruk. Ciri kas cuci cetak foto  kilat atau cuci cetak foto kaki 5 ini adalah dengan gerobak dorong yang kebanyakan berbahan kayu dilapisi triplek hal biru dengan dua roda di kanan dan kiri yang membuatnya mudah dipindahkan.
Gerobak tersebut menjadi "kamar gelap", tempat cetak foto. Di dalam gerobak ada perkakas pencetak foto. Rangkaiannya (dari depan): dua papan berkaca pembesar, selubung kain hitam, lensa, papan pembatas, dan kertas foto,  serta beberapa cairan kimia untuk membantu proses percetakan foto tersebut.
Di era 1990-an sampai akhir 2000-an masih banyak tukan cuci foto kilat ini di seputaran seberang  masjid agung Palembang,  Tengkuruk, pasar 16 sampai ke Jalan Rustam Effendi dan Jalan Kolonel Atmo,  begitu juga di kawasan JM Plaza dan di kawasan IP sampai ke Ilir barat permai banyak di temui cuci cetak foto kilat ini.
Begitupun di k…

Foto Bareng di depan Water Torren Palembang 1925

Dirgahayu Kota Palembang ke 1336 Tahun 2019 "Semoga Jaya Selalu"

Masakan Khas Palembang #2

Saat orang di suruh menyebutkan makanan khas Palembang pasti yang di sebut adalah mayoritas terbuat dari ikan dan terigu, semisal pempek, model, tekwan, pempek tunu (panggang), lenggang, lakso, burgo, dan beberapa jenis kue. Padaahal berdasarkan informasi dari dinas Pariwisata kota Palembang sampai saat ini, dari total makanan khas Palembang yang hampir berjumlah 200 macam, sekarang ini tinggal sekitar 100 macam jenis makanan yang ada di pasaran. Itu yang bertahan adalah makanan yang masih favorit dan sering dipesan.
Makanan khas Palembang yang jarang ditemukan lagi, kata dia, di antaranya mentu, dadar jiwo, gandus, putu embun, bangkit, tapel, pare, lumpang, manam sahmin, kumbu kacang dan puluhan jenis lain. Makanan tersebut terkadang hanya disajikan saat acara formal, tapi terkadang makanan tradisional ini ada keterkaitan antara satu daerah dengan yang lainnya hanya beda penyebutan nya saja seperti di daerah Palembang di kenal dengan kue apem sedang di Jawa Barat di sebut dengan ser…

Makanan Khas Palembang #1

Pempek Ada beberapa jenis pempek yang ada di Palembang, yang paling terkenal adalah pempek kapal selam. Inilah salah satu kehebatan orang palembang Kapal Selam bisa dimakan. Pempek ini sangat disukai karena rasanya pas dengan selera lidah orang Indonesia. Apalagi bila di dalamnya diisi telur, hmm? rasanya makin komplet. Dan lazimnya, pempek disajikan bersama kuah yang disebut saus cuka. Ada banyak macam pempek yang bisa kita konsumsi, seperti pempek bakar (pempek Tunu dan pempek santan yang makin jarang ditemui. Adapun jenis-jenis pempek yang sering ditemui di kota palembang selain Pempek kapal selam yaitu; Pempek Adaan, Pempek Lenjer, Pempek Panggang, Pempek kriting, Pempek telok kecik, pempek lenggang, pempek pistel, pempek kulit, pempek tahu, pempek udang, dsb
Pada awalnya pempek dibuat dari Ikan Belida, namun, dengan semakin langka dan mahalnya harga ikan belida, ikan tersebut diganti dengan ikan gabus, tetapi dengan rasa yang tetap gurih. Pada perkembangan selanjutnya, digunakan…

Kapal Van Der Wijk di Palembang

Siapa yang tidak kenal dengan kapal Van der Wijck, yang di tuangkan di dalam salah satu novel karya hamka Tenggelamnya Kapal Van der Wijck (1939) yang juga sudah di angkat ke layar lebar. Film tenggelamnya Kapal Van Der Wijck diperankan oleh Pevita Pearce sebagai Hayati, Herjunot Ali sebagai Zainuddin dan Reza Rahardian sebagai Aziz. Film ini rilis pada tahun 2013 dan mendapatkan beberapa penghargaan dalam industri perfilman Indonesia.

Nama Kapal Van Der Wijck diambil dari nama Gubernur Hindia Belanda yang menjabat pada masa itu, yaitu Carel Herman Van Der Wijck. Kapal ini merupakan kapal uap yang dimiliki oleh Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM), namun karena adanya Nasionalisasi KPM diubah menjadi Pelayaran Indonesia (PELNI) dan menjadi cikal bakal industri pelayaran di Indonesia. 

Kapal Van der Wijck memiliki panjang 97,5 meter, lebara 13,4 meter, dan tinggi 8,5 meter. Berat kotornya 2.633 ton; berat bersih 1.512 ton; dan daya angkut 1.801 ton. Kelas pertama mengangkut 60 oran…