CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.
2019

0



Jalan sehat ukhuwa yang di laksanakan oleh salah satu dari pasangan capres, sejak pukul 6 pagi sudah ramai memutihkan kawasan BKB, seluruh simpatisan dan pendukung capres tersebut datang dari berbagai penjuru, pukul 7 perserta jalan santaipun bergerak melintasi jalan Faqih Usman selanjutnya menuju ke Jl. Jenderal Sudirma dan berputar di kawasan cinde dan kembali ke BKB. Ribuan peserta ini rela basah pada saat hujan mengguyur dengan deras dan tetap mengikuti acara sampai selesai.
0

Dapat pengalaman baru hari ini yaitu Penukaran uang yang sudah robek di Bank Indonesia Palembang, beberapa hari yang lalu kebetulan melakukan penarikan ATM di salah satu SPBU , saat melakukan penarikan pecahan 100 ribu tersebut keluar dengan aman kecuali yang selembar ini, hanya ada 2/3 nya walaupun kondisi uangnya masih dalam keadaan bagus. 

Setelah kejadian tersebut, saya langsung menuju ke BI yang masih satu arah dari ATM tempat saya mengambil uang. Tidak sampai 5 menit sampailah saya ke BI Palembang di Jl. Jend Sudirman. "Siang.... Pak, mau tanya untuk Penukaran uang yg robek di mana pak? " Tanya ku ke security yg menjaga pos samping BI. 
"Siang Pak, didalam... Tapi Penukaran hanya di lakukan setiap hari Kamis saja" Jawab security
"Bisa lihat uang nya pak? " Tanya security tersbut. 
"Bisa pak" Jawabku sambil menyerahkan lembaran uang robek kepada security tersebut. 
"Ini bisa pak.... Karena masih 2/3... Tapi nanti hari Kamis pagi datangnya" Kata security tersebut sambil melipat-lipat uang robek tersebut yg di ukur dengan uang yg masih bagus. 

Pada hari ini Kamis (13/3) pukul 08:30 saya meluncur ke BI Palembang, setelah parkir kendaraan, saya menuju ke lokasi tempat penukaran uang yang ditunjukan oleh security tadi. Dari parkiran harus berjalan sedikit letaknya berada di basement gedung BI Palembang sebelah kiri. Setelah masuk keruangan Penukaran uang tersebut, maka security tersebut berkata: 
"Kalau hanya 1 lembar sampai 2 brood, bisa langsung saja pak di loket 3 & 4 tidak perlu nomor antri"

Loket penukaran uang BI Palembang
Operasional Penukaran uang baru di lakukan pada pukul 09:00 tepat petugas berseragam coklat dan menggunakan masker langsung menempati loket masing-masing. orang-orang yang mau menukar kan uang sudah antri sejak pukul 8 pagi, kalu di lihat banyak juga dari daerah dan juga pedagang-pedagang yang melakukan transaksi di pasar-pasar. Uang yg lusuh, rusak semuanya di cek satu persatu oleh petugas BI dengan teliti. 

Ada juga uang yang di tolak Penukarannya karena robek melebihi 2/3 uang utuh, atau nomor seri yang hilang dan lain sebagainya, alhamdulilah setelah di ukur uang dan di teliti oleh petugas BI, uang tersebut langsung di ganti dengan yg baru. Tidak sampai 5 menit kok dari sejak loket di buka sampai selesai penukaran.

Di kutip dari :  http://www.hipwee.com/  Kenali dulu seperti apa sih uang yang disebut tidak layak edar. Ternyata terbagi tiga, Rupiah Lusuh, Rupiah yang Sudah Dicabut dari Peredaran, dan Rupiah Rusak   
" Rupiah yang ukuran dan bentuk fisiknya tidak berubah dari ukuran aslinya, tetapi kondisinya telah berubah yang antara lain karena jamur, minyak, bahan kimia, atau coretan. (UU N0.7 Tahun 2011, Pasal 22 Ayat 3)."

Sedangkan uang cacat merupakan uang yang memang sudah cacat dari percetakannya. Kedua tipe uang tidak layak edar ini bisa ditukarkan asal keasliannya masih dapat dikenali.

Rupiah yang dicabut dan ditarik dari peredaran
Uang lama yang sudah tidak berlaku, masih bisa ditukarkan hingga 10 tahun sejak secara resmi ditarik dari peredaran. Sama dengan uang lusuh dan cacat sebelumnya, asalkan masih bisa dikenali keaslian uangnya.

Rupiah Rusak 
Rupiah yang ukuran atau fisiknya telah berubah dari ukuran aslinya yang antara lain karena terbakar, berlubang, hilang sebagian, atau Rupiah yang ukuran fisiknya berbeda dengan ukuran aslinya, antara lain karena robek atau uang yang mengerut. (UU N0.7 Tahun 2011, Pasal 22 Ayat 3).

Khusus untuk Rupiah Rusak, bentuknya minimal masih harus utuh 2/3-nya dan  nomor seri uangnya masih bisa terlihat. 

Penukaran Via Bank Pemerintah Lainnya

Untuk penukaran ke bank pemerintah lainnya seperti Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, dan lain-lain yang di lakukan adalah  :

Pertama, teller tersebut mengecek uang sobek di tunjukkan, lalu dia menjelaskan bahwa uang robek tersebut harus memiliki nomer seri utuh yang masih terbaca dengan jelas. 

Untuk di bank pemerintah lainnya, bahwa jika penukaran uang robek tersebut di setujui maka tidak bisa langusung di ganti dengan uang yang baru, melainkan harus di setorkan ke rekening aktif pada bank yang bersangkutan melakukan penukaran uang robek tersebut.

Jadi, jika kita mendapatkan uang kertas yang sobek, langkah-langkah yang dapat kita lakukan jika di tukarkan di bank pemerintah lainnya adalah:
  • Mengecek nomer seri uang tersebut apakah masih utuh atau tidak.
  • Datangi kantor bank milik pemerintah Indonesia terdekat.
  • Mengantri di bagian teller sekaligus mengisi form setoran.
  • Tunjukkan uang robek tersebut kepada teller.
  • Setorkan uang robek tersebut ke nomer rekening pribadi yang masih aktif.
Mungkin sebenarnya banyak orang yang tahu kalau uang lama atau uang rusak bisa ditukarkan di Bank Indonesia, tapi kayaknya baru sedikit deh orang yang mempraktikkannya. Entah karena malas harus jauh-jauh pergi ke bank atau tidak yakin uang ‘rusak’-nya masih berharga dan bisa ditukar. 

Padahal uang tidak layak edar itu emang seharusnya ditukar dengan yang layak edar. Jadi setelah paham ketentuannya, jangan ragu lagi untuk menukarkan uang tidak layak edarmu.
0
Puluhan ribu penduduk Palembang dan sekitarnya tumpah ruah ke Sungai Musi untuk menyaksikan perlombaan bidar tahun ini. Jembatan Ampera menjadi tribune-angkasa. Yang ingin menonton lebih dekat menggunakan sampan, motor boat, jukung dll.(Kompas/W)

KOMPAS.com - Momen peringatan HUT RI yang diperingati setiap 17 Agustus menjadi pesta rakyat. Nuansa merah putih ada di mana-mana. Berbagai perlombaan digelar menambah kemeriahan 17-an. Salah satu lomba yang masih dipertahankan dari dulu hingga kini adalah perlombaan Perahu Bidar di Sumatera Selatan. Apa itu Bidar ? Bidar merupakan perahu yang terbuat dari kayu. Di Palembang, Perahu Bidar juga digunakan untuk ajang perlombaan dayung perahu. Perlombaan yang paling besar adalah saat perayaan HUT Kemerdekaan RI. 

 Di Sumatera Selatan ada berbagai jenis perahu bidar, yang paling terkenal ada tiga yaitu: 1. Bidar Kecik (mini) dengan jumlah pendayung 11 orang 2. Bidar Pecalangan (menengah) yang bisa mengangkut lebih dari 35 orang. Perahu ini untuk acara di Sungai Musi dan daerah lain 3. Perahu Bidar yang bisa mengangkut 57-58 orang, digunakan sekali dalam setahun di Sungai Musi saat perayaan HUT RI. Sebuah perahu bidar yang digunakan untuk lomba memiliki panjang sekitar 26 meter (dari haluan ke buritan), lebar 1,37 meter (bagian yang terlebar), dan tinggi sekitar 0,70 meter (bagian yang paling dalam). Bagian jalur atau lunas perahu memiliki ukuran 20 meter dengan lebar 0,09 meter terbuat dari kayu jenis kempas, bungus atau rengas yang merupakan kayu kuat dan tahan terhadap air. 

Pada bagian kerangka perahu yang berbentuk balok-balok melengkung dengan ukuran sekitar 7x15 meter terbuat dari kayu bungus atau rengas. Bagian kerangka untuk memperkuat perahu juga berfungsi sebagai penghubung antara lunas dengan pinggiran atau dinding perahu. Bagian ini terbuat dari kayu merawan dengan ukuran panjang sekitar 26 meter, lebar 0,12 meter, dan tebal 0,03 meter. Perlombaan Bidar di Sungai Musi. Untuk merayakan HUT RI ke 40 masyarakat di pinggir Sungai Musi Palembang mengadakan lomba Bidar. 

Perlombaan Bidar di Sungai Musi. Untuk merayakan HUT RI ke 40 masyarakat di pinggir Sungai Musi Palembang mengadakan lomba Bidar. Bidar adalah perahu kecil yang bisa dikayuh oleh beberapa orang.(KOMPAS/Abadi Tumanggung)
Bidar adalah perahu kecil yang bisa dikayuh oleh beberapa orang.Sepanjang pinggiran bagian dalam perahu (kanan dan kiri) terdapat balok-balok kayu yang biasa disebut buayan. Bagian ini memiliki fungsi sebagai tempat dudukan palangan perahu dengan ukuran panjang 26 meter, lebar 0,5 meter, dan tinggi 0,10 meter. Palangan ini sebagai tempat duduk para pedayung, bentuknya papan selebar 15 centimeter yang dipasang melintang tepat di atas buayan. Pada bagian haluan dan buritan perahu terdapat lantai papan yang terbuat dari kayu merawan dengan ukuran sekitar 70x30 cm. Kayu papan pada bagian haluan digunakan sebagai tempat duduk juru batu (komandan atau pemberi aba-aba), sedangkan kayu papan bagian buritan digunakan sebagai tempat duduk penyibur (orang yang memberi semangat kepada para pedayung dengan jalan menyiburkan dayungnya ke air). 

Tradisi lomba Perahu Bidar Lomba Perahu Bidar tak bisa dilepaskan dari tradisi peringatan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Meski setiap tahun jumlah peserta lomba terus berkurang, tradisi lomba yang telah dimulai sejak puluhan tahun ini masih dipertahankan. 

Harian Kompas, 25 Agustus 1965, lomba ini merupakan permainan tradisonal yang dilestarikan di Kota Palembang. Pada tahun itu, antusisme penonton yang hadir begitu meriah. Petugas Jembatan Musi membolehkan penonton untuk naik ke atas jembatan dengan memungut biaya Rp 200 per orang.  Sejumlah perahu hias sedang memarken berbagai perhiasan di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (17/8/2005). Lomba perahu hias dan perahu bidar tradisional diselenggarakan Pemerintah Kota Palembang untuk memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-60 Republik Indonesia.Bidar-bidar yang diawaki sekitar 50-an orang dilepas melalui Kampung Serengam dan finish-nya di Jembatan Ampera. Saat itu, ada 16 bidar ikut bertanding yang pesertanya berasal dari berbagai elemen masyarakat. Tidak hanya menonton, antusiasme masyarakat juga ditunjukkan dengan mengarak bidar tersebut. 

Harian Kompas, 21 Agustus 1980, memberitakan, puluhan motor sungai (motor air) yang mengangkut penonton saling mendahului mengiringi bidar-bidar yang berlomba. Kini, peminat dan antusiasme itu semakin berkurang. Salah satu kendalanya adalah merawat Bidar. Selain membutuhkan biaya tinggi, bahan baku kayunya juga sulit didapatkan. Untuk mendapatkan kayu, masyarakat harus menempuh perjalanan jauh di hutan di kawasan Hulu Sungai Musi. Sementara, untuk membawanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 hari.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita "17-an": Lomba Perahu Bidar di Sumatera Selatan", https://regional.kompas.com/read/2018/08/13/17424021/cerita-17-an-lomba-perahu-bidar-di-sumatera-selatan
Penulis : Aswab Nanda Pratama
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
0
Sama seperti yang ada di kota tua Jakarta

Tempat yang dahulunya hanya trotoar biasa sepanjang 500 meter menjadi primadona warga Palembang, setelah tempat tersebut disulap menjadi spot bersantairia dengan beragam hiburan menarik di dalamnya.

Barongsai
Tampak sepanjang pedestrian diisi dengan berbagai aktivitas kegiatan anak muda.Mulai dari pertunjukan musik tanjidor, tarian dan nanyian lagu-lagu daerah, pertunjukan pantomim, pertunjukan komunitas reftil, dan aktivitas kegiatan anak muda lainnya bakal tersaji setiap malam di akhir pekan.Pedestrian ini keren sekali hampir mirip dengan Orcardnya Singapura. Kalau di Indonesia itu ada di Jogja dengan Jalan Malioboronya. Yang membuat destinasi ini banyak diminati karena murah meriah tanpa harus mengeluarkan biaya alias gratis untuk menikmti beragam hiburan di sana.


Pencinta Reptile
Pocong & suster ngesot pun ikut datang

Berbagai Cosplay


Khotmil Qur'an di pedestarian Sudirman Palembang



Yang membedakan pedrestarian sudirman ini dengan tempat lain selain ada hiburan-hibuan , ada juga kegiatan khotmil Qur'an atau "Palembang Mengaji" Yang diasuh oleh al mukarom K.H. A Nawawi Dencik Al-Hafizh yang diadakan setiap Sabtu malam.

Di harapkan dengan adanya kegiatan khotmil Qur'an bisa mencetak generasi penghafal Qur'an baik hafiz dan hafizah. 
Sebagian dari peserta melakukan murajaah surah dan yang lain menyimak, yang di pandu oleh ustad-ustad yang sudah berkompeten di hapalan al-quran.

Kegiatan ini bekerja sama dengann rumah tahfiz dan juga majelis taklim yang ada di kota Palembang. Selain itu kegiatan ini di isi dengan sholawat dan hadroh.

Pedestrian Sudirman, 09 Maret 2019
0