CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.
prasati pembangunan kantor leideng Palembang tahun 1925-1930 Foto : Tropen Museum
Batu prasasti yang menceritakan tentang pembangunan kantor ledeng Palembang, adapun naskah yang tertulis di Prasati tersebut adalah :

DE GEMEENTERAAD
VAN PALEMBANG
BESLOOT IN ZIJN ZITTING
VAN DEN 8 STEN MAART
VAN HET JAAR 1928
TIJDENS HET BESTUUR
VAN BURGEMEESTER
D.E.E JLE COCO DARMANDVILLE
TOT DEN AAMLEG VAN DE
DRANK WATERLEIDING VAN PALEMBANG.
IN DE ZITTING VAN DEN 26 STEN AGUSTUS
VAN HET VOLGENDE JAAR WERED TIJDENS
HET BESTUUR VAN BURGEMEESTER
D,R.C.A.F.J NESSEL VAN LISSA
BESLOTEN DEN WATERTOREN
MET EEN NEIUW RAADHUIS
TOT EEN GEHEEK TE VEREENIGEN.
HET WERK WERD OVEREEBKOMSTIG
DIENS PLANNEN AANGENOMEN DOOR
Ir. S.S.NUIJF
DIE HET TOT STAND BRACHT
IN SAMENWERKING MET DE
HOLLANDSCHE BETON Mij.
DE WATERLEIDING WERD IN GEBRUIK GENOMEN
OP DENISTEN JUNI VAN HET JAAR 1931.
DEZE GEDENKSTEEN WERD GEPLAATST
IN AUGUSTUS 1932 TEN TIJDE
DAT HET BURGENEESTERSCHAO
WERD WAARGENOMEN DOOR
IR. F.C.Van LIER.

Dengan Terjemahan : 


DEWAN KOTA
DARI PALEMBANG
MEMUTUSKAN DALAM WAKTUNYA
MULAI 8 MARET
DARI TAHUN 1928
DI PRASASTI
DARI WALIKOTA
D.E.E JLE COCO DARMANDVILLE
RUNTUHNYA
PASOKAN AIR MINUM DARI PALEMBANG.
DALAM BULAN AGUSTUS KE-26
DARI TAHUN BERIKUTNYA
DEWAN WALIKOTA
D, R.C.A.F.J NESSEL DARI LISSA
MENUTUP MENARA AIR
DENGAN BALAI KOTA BARU
UNTUK MENYATUKAN MENJADI SATU.
PEKERJAANNYA SESUAI
RENCANANYA DIADOPSI OLEH
IR. S.S.NUF
YANG MENCIPTAKANNYA
DALAM KERJASAMA DENGAN
HOLLANDSCHE BETON ME.
PIPA AIR DIMILIKI DALAM OPERASI
PADA DENISTEN JUNI TAHUN 1931.
KENANGAN INI DITEMPATKAN
DI AGUSTUS 1932 SAAT
BAHWA THE MASTERY WALIKOTA
DILINDUNGI

IR. F.C.VAN LIER.

apakah prasasti tersebut masih tertempel di kantor ledeng atau kantor walikota Palembang saat ini, atau sudah di hancurkan atau masih berada di negeri Belanda belum ada yang bisa memastikan.
0
Buat menyebut sneakers atau sepatu dengan sol fleksibel yang berbahan karet, cukup banyak yang mengucapkan “sepatu keds”. Padahal, Keds adalah merek sepatu sneakers asal Amerika Serikat yang hadir sejak tahun 1916, Awalnya, sepatu ini dikhususkan buat perempuan. Artis-artis Hollywood selevel Marilyn Monroe, Audrey Hepburn, sampai dengan Jennifer Grey berperan dalam pemasaran sepatu ini. Kini, merek ini udah tersebar di seluruh dunia, termasuk Indonesia dan penyebutan untuk sepatu olahragapun sering di sebut sepatu "keds"
Foto : www.moneysmart.id/.

Sering tidak dalam kehidupan sehari-hari menyebutkan sesuatu nama produk yang di anggap sebagai nama benda padahal yang di sebutkan tersebut adalah merek dagang dari produk tersebut. Di dalam pelajaran Bahasa Indonesia di sebut dengan majas metonimia yang artinya menggunakan sepatah atau dua patah kata yang adalah merek kemudian di jadikan kata benda.

Seperti saat menyebutkan makanan anak-anak di sebut dengan kata-kata "Chiki", atau air mineral sebagai "Aqua", atau pemutih pakaian sering di sebut "Bayclin", atau  pembalut wanita sering di sebut dengan 'Softex", atau spatu snicker sering di sebut 'Keds" ataupun lain sebagainnya.

Baik di belahan dunia atau di Indonesia bahkan di Palembang pun kejadian seperti ini juga di anggap sudah lumrah, beberapa produk di Palembang yang menjadi lazim sebagai benda sehari-hari seperti :

Kosetan

Produk geretan kayu bermerk Kosetan  Foto :mmzrarebooks.blogspot.com/

Kosetan yang terbuat dari kayu batangan  yang banyak tersebar daerah Palembang saat itu, yang tertulis di kemasannya adalah Reinh, Lange , Palembang ( masih belum jelas apakah Reinh, Lange itu nama daerah di kawasan larantuka & luwu atau nama daerah lain masih belum jelas). Di Palembang sendiri kosetan atau disebut juga korek api  (karena bisa di jadikan korek kuping oleh orang-orang di Palembang dulu), iklannya sempat menjadi salah satu "Brand" nama tempat di Palembang, seperti di simpang 4 pasar kertapati yang iklan besarnya menjadikan penyebutan tempat tersebut menjadi "Simpang Kosetan", sampai era akhir tahun 1990-an pun masih banyak masyarakat yang menyebut kawasan simpang 4 pasar kertapati tersebut sebagai simpang kosetan.

Pada saat dahulu kalau membeli korek api ini pasti menyebutnya sebagai "kosetan" walaupun mereknya polar bear, satu, pelangi ataupun lainnya, penyebutannya pasti kosetan, walaupun akhirnya bergeser ke penyebutan korek api.

Saat itu kemasan dari kosetan tersebut terbuat beda dengan geretan kayu/korek api jaman sekarang yang terbuat dari karton, jaman dulu kotaknya dibuat dari kayu, mereknya ditempel di kotak kayu tersebut. Untuk melepaskan merek dari kotaknya tidak mudah, butuh kehati-hatian, agar gambarnya tetap utuh.

Odol

Pasta gigi merek "Odol" Buatan Jerman foto : https://www.yukepo.com/
Dari sekian banyak merek pasta gigi di Indonesia, Odol adalah yang paling terngiang di kepala orang-orang Indonesia. Padahal merek Odol sudah puluhan tahun tidak beredar lagi di Indonesia. Orang-orang lebih mudah menemukan Pepsodent, Close Up, Colgate atau yang lainnya di toko kelontong. Tapi tidak merek Odol. Odol diingat karena distribusinya di masa-lalu hingga dikenal masyarakat Indonesia era kolonial dan beberapa tahun setelahnya.  Odol di masa lalu adalah merek milik perusahaan Jerman yang didirikan Karl August Lingner (1861-1916), yang bernama Dresden Chemical Laboratory Lingner. Odol yang beredar di Hindia Belanda, bungkus dan tube bertuliskan: Odol, lalu ada tulisan Tandpasta, yang artinya pasta gigi dalam bahasa Belanda. Versi Jerman, tulisannya di bawah Odol adalah: Zahnpasta—yang artinya pasta gigi dalam bahasa Jerman. Di dalam iklan terdapat tulisan Mooi tanden, yang artinya gigi bagus dalam bahasa Belanda. Pada zaman kolonial, kehadiran Odol di Indonesia juga mendapatkan saingan seperti Colgate atau Pepsodent. Keduanya dari Amerika. Namun, Odol masih menjuarai pasar. (Tirto.id)

Di Palembang sendiri dampak dari iklan odol ini juga sangat luas dan penggunaan odol yang meluas sejak zaman kolonial menggantikan penggunaan arang ataupun tumbukan batu bata/genteng untuk membersihkan gigi, di masyarakat Palembang bahkan di daerah-daerah sumatera selatan pun saat ini masih menyebut pasta gigi dengan odol baik pembeli atau penjual sekalipun, mungkin sudah saking melekatnya "brand mark"  tersebut sehingga sampai generasi ke generasi masih ingat walaupun peredarab produknya sudah berhenti puluhan tahun yang lalu.


Kantong Asoy
Ilustrasi Kantong kresek / Kantong Asoy Foto :khanzaya.wordpress.com/

Kantong kresek (karena bunyi saat di buka berbunyi kresek-kresek )  merupakan hal yang tidak asing lagi di kehidupan kita, Cerita punya cerita, kantong plastik yang biasa kita dipakai sehari-hari sebetulnya sudah populer pada pertengahan abad ke-19. Penemunya adalah Alexander Parkes, ahli kimia asal Inggris yang lahir di Birmingham pada 29 Desember 1813. Pada 1862, Parkes memamerkan benda bernama parkesine, cikal bakal plastik yang dibuat dari bahan selulosa, pada Great International Exhibition di London. Penemuan ini terus berkembang sehingga kantong kresek banyak dikenal di Amerika Serikat pada 1966. Pada 1977 tas belanja plastik mulai diperkenalkan industri supermarket sebagai alternatif wadah kertas. Indonesia sendiri kantong plastik secara umum dibagi dua macam. Tipe HDPE (High Density Polyethylene) dan LDPE (Low Density Polyethylene). (metro.tempo.co/)

Di Palembang sendiri pada saat awal masuknya kantong kresek di daerah era tahun 50-an ini produk yang pertama berdear  mengusung merek dagang "Asoy" di dalam kemasannya, sehingga dengan tingkat kemudahan dalam penyebutan kata-kata "Asoy" ketimbang "kresek" (apalagi "R" nya orang Palembang memiliki keunikan tersendiri), dengan luasnya penyebaran dari kantong plastik bermerk Asoy ini menjadikan lebih melekat di dalam pikiran masyarakt kota ini.

Berdasarkan informasi bahwa penyebarak kantong plastik bermerek Asoy ini meliputi wilayah Jambi, Lampung, Bangka & Belitung,Bengkulu, Pekanbaru dan sebagian daerah Padang, sehingga tidak heran kalau ke pulau Jawa mereka kurang mengerti kantong asoy tetapi mereka tahu nya kantong kresek.
0
Ilustrasi Cuci Cetak Foto Kilat Foto by : news.detik.com
Generasi era 90-an pasti masih ingat mengenai kamera analog,  klesie,  negatif film dan cuci cetak foto kilat atau di sebut dengan afdruk. Ciri kas cuci cetak foto  kilat atau cuci cetak foto kaki 5 ini adalah dengan gerobak dorong yang kebanyakan berbahan kayu dilapisi triplek hal biru dengan dua roda di kanan dan kiri yang membuatnya mudah dipindahkan.

Gerobak tersebut menjadi "kamar gelap", tempat cetak foto. Di dalam gerobak ada perkakas pencetak foto. Rangkaiannya (dari depan): dua papan berkaca pembesar, selubung kain hitam, lensa, papan pembatas, dan kertas foto,  serta beberapa cairan kimia untuk membantu proses percetakan foto tersebut.

Di era 1990-an sampai akhir 2000-an masih banyak tukan cuci foto kilat ini di seputaran seberang  masjid agung Palembang,  Tengkuruk, pasar 16 sampai ke Jalan Rustam Effendi dan Jalan Kolonel Atmo,  begitu juga di kawasan JM Plaza dan di kawasan IP sampai ke Ilir barat permai banyak di temui cuci cetak foto kilat ini.

Begitupun di kawasan kampus juga tidak lepas dari keberadaan tukang cuci foto kilat ini,  hanya dengan modal klesie foto saja tukan cuci cetak foto kilat ini bisa beraksi harga yang ditawarkan saat itu cukup murah di bandingkan dengan studio foto tapi dari kualitas juga berpengaruh karna kalau cuci cetak foto kaki 5 ini akan cepat menguning & terkadang hasilnya lengket.

Untuk harga perlembarnya sendiri biasanya sudah ditempel di dinding gerobaknya :
3 x 4 = Rp. 1.000,-
2 x 3 = Rp.  500,-.

Untuk solusi cepat terutama saat penerimaan siswa atau mahasiswa baru cuci foto kaki 5 ini adalah alternatif yang lumayan jitu,  krn kalau di studio foto untuk cetak foto saja bisa 2-3 hari dan harganya bisa jauh lebih mahal dari pada cuci cetak foto kaki 5. Dimana saat itu studio foto dunia di Jl.  Jend Sudirman menjadi pilihan utama untuk cuci cetak walaupun banyak juga studio lain di kota Palembang ini.

Saat ini sangat sulit menemukan lagi foto gerobak cuci foto kaki5 ini,  mungkin sudah tidak ada lagi,  karena kemudahan cuci cetak di foto studio pun bisa selesai dalam 1 jam,  membuat cuci cetak foto kaki 5 ini hilang tanpa sisa.
0
Foto Bareng para pejabat pemerintahaan Belanda dan pegawainya di depan Water Torren Palembang 1925
Foto : Troppenmuseum
Dirgahayu Kota Palembang ke 1336 Tahun 2019
"Semoga Jaya Selalu"
0
Saat orang di suruh menyebutkan makanan khas Palembang pasti yang di sebut adalah mayoritas terbuat dari ikan dan terigu, semisal pempek, model, tekwan, pempek tunu (panggang), lenggang, lakso, burgo, dan beberapa jenis kue. Padaahal berdasarkan informasi dari dinas Pariwisata kota Palembang sampai saat ini, dari total makanan khas Palembang yang hampir berjumlah 200 macam, sekarang ini tinggal sekitar 100 macam jenis makanan yang ada di pasaran. Itu yang bertahan adalah makanan yang masih favorit dan sering dipesan.

Makanan khas Palembang yang jarang ditemukan lagi, kata dia, di antaranya mentu, dadar jiwo, gandus, putu embun, bangkit, tapel, pare, lumpang, manam sahmin, kumbu kacang dan puluhan jenis lain. Makanan tersebut terkadang hanya disajikan saat acara formal, tapi terkadang makanan tradisional ini ada keterkaitan antara satu daerah dengan yang lainnya hanya beda penyebutan nya saja seperti di daerah Palembang di kenal dengan kue apem sedang di Jawa Barat di sebut dengan serabi, di bawah ini adalah daftar makanan khas dari jenis kue-kue-an kota Palembang.

Gunjing Apem Bekuwa Bolu 8 Jam
Jando Beraes  Nagosari    Bolu Maksuba
Srikayo       Bugis Bolu Kojo 
Bolu Suri  Dadar Gulung Bolu Lapis
Ongol-Ongol  Bubur Sumsum Bolu Engkak Ketan
Ulen-Ulen Pentul Pempek Kapal Selam
Gelenak Kinca   Pempek Telok
Kuipau  Pepes Pisang   Pempek Tahu
Dadar Jiwo Pepes Ketan Hitam   Pempek Kates 
Kelepon  Kue Tapel/Smprong    Pempek Lenjer
     
Mentu   Pempek Panggang
Kue Pare   Pempek Adaan
Kue Bangkit   Pempek Krupuk
Gomak   Pempek Kulit   
Bluder   Pempek Belah
Manan Shamin   Otak-Otak 
Putu Ayu   Lenggang 
Ketolo   Celimpungan  
Putu Mayang    Laksan 
Putu Embun   Tekwan
     
Ketan Punar     Model Ikan
Ketan Pupuk     Mie Celor 
Engkak Kecut     Burgo  
Engkak Medok    Lakso
Kue Lumpang     Model Gendum  
Gandus    Telok Ukan
Gulo Puan     Telok Pindang  
Sagon Gulung    Ketan Sepit 
Kumbu Kacang Merah     Ragit 
Kumbu Kacang Ijo     Martabak HAR  



Kue-Kue Khas Palembang

Gunjing
Gonjing merupakan makanan tradisional yang terbuat dari tepung beras dan kelapa. Lezat dimakan dengan ditaburi gula putih atau enak juga dengan saos sambal.

Jando Beraes
Kue ini sendiri mirip kue keranjang dengan permukaan yang berbintil kasar, tekstur lunak,kenyal dan lembut. Karena permukaan atasnya yang berwarna sangat mencolok seperti merah dan hijau, masyarakat Palembang sering menyebutnya dengan Jando Beraes.
Srikayo

Berbahan dasar utama telur dan daun pandan, berbentuk mirip puding. Kue berwarna hijau ini biasanya disantap dengan ketan dan memiliki rasa manis dan legit.
Bolu Suri
Kue Bolu Suri Palembang ini dinamakan Suri yang dalam bahasa Palembang artinya sisir karena serat-serar dengan kue yang mirip sisir. Penampilannya agak mirip Bika Ambon tapi bahan utama tepungnya hanya memakai terigu beda dengan Bika Ambon yg berbahan terigu + sagu/tapioka. Wangi, lembut dan manis.

Ongol-ongol

Teksturnya yang kenyal dan lembut, serta rasa manis nan gurih dapat dirasakan di dalam mulut saat menyantap kue basah dengan nama ongol-ongol ini. Dua hal inilah yang membuat ciri khas sekaligus daya tarik dari kue ongol-ongol. Kue ini memiliki banyak sekali varian, karena dapat dibuat dari beberapa bahan dasar yang berbeda, seperti tepung sagu, hunkwe, atau singkong.

0

Pempek

Ada beberapa jenis pempek yang ada di Palembang, yang paling terkenal adalah pempek kapal selam. Inilah salah satu kehebatan orang palembang Kapal Selam bisa dimakan. Pempek ini sangat disukai karena rasanya pas dengan selera lidah orang Indonesia. Apalagi bila di dalamnya diisi telur, hmm? rasanya makin komplet. Dan lazimnya, pempek disajikan bersama kuah yang disebut saus cuka. Ada banyak macam pempek yang bisa kita konsumsi, seperti pempek bakar (pempek Tunu dan pempek santan yang makin jarang ditemui. Adapun jenis-jenis pempek yang sering ditemui di kota palembang selain Pempek kapal selam yaitu; Pempek Adaan, Pempek Lenjer, Pempek Panggang, Pempek kriting, Pempek telok kecik, pempek lenggang, pempek pistel, pempek kulit, pempek tahu, pempek udang, dsb

Pada awalnya pempek dibuat dari Ikan Belida, namun, dengan semakin langka dan mahalnya harga ikan belida, ikan tersebut diganti dengan ikan gabus, tetapi dengan rasa yang tetap gurih. Pada perkembangan selanjutnya, digunakan juga jenis ikan sungai lainnya, misalnya ikan putak, toman, dan bujuk. Dipakai juga jenis ikan laut seperti tenggiri, kakap merah, parang-parang, ekor kuning, dan ikan sebelah. Juga sudah ada yang menggunakan ikan dencis.

Penyajian pempek ditemani oleh saus berwarna hitam kecoklat-coklatan yang disebut cuka atau cuko (bahasa Palembang). Biasanya masyarakat asli Palembang, cuko dari dulu dibuat pedas, menurut masyarakat untuk menambah nafsu makan. Berdasarkan cerita masyarakat “kalu pagi idak ngirup cuko, seraso belum makan” (jadi kalau pagi-pagi belum menyantap pempek dan cukanya rasanya belum sarapan). Satu pelengkap dalam menyantap makanan berasa khas ini adalah irisan dadu timun segar.


Pempek Kapal Selam



Pempek Telur Kecil




Pempek Tahu



Pempek Kates/Pepaya Muda



Pempek Lenjer




Pempek Panggang/Tunu




Pempek Ada’an



Pempek Krupuk



Pempek Kulit



Pempek Belah



Masakan Berbahan Dasar Ikan Lainnya

Otak otak

Merupakan olahan dari ikan yang memiliki adonan seperti pempek dan di kasih santan tetapi yang membedakannya adalah dengan kalau otak-otak di bungkus di daun pisang dan di bakar di bara api, otak-otak ini bisa di maka dengan cuka biasa seperti cuka pempek atau bisa di makan dengan cuka merah yang rasanya pedas asam manis.

Lenggang


Lenggang juga salah satu olahan yang berbahan dasar ikan , Pempek lenjer yang sudah dipotong kecil-kecil kemudian di masukan ke dalam daun pisang yang sudah di bentuk mangkok segi empat, dan di campur dengan adukan telur ayam atau telur bebek, kemudian di bakar di atas bara api, apabila telur dan pempek sudah matang maka daun pisang bisa di buang dan lenggang siap di santap bersama cuka.

Celimpungan



Bahan dasar celimpungan adalah adonan sagu dan ikan. Perbedaan antara pempek dan celimpungan terletak pada bentuk dan kuahnya. Celimpungan berbentuk bulat dengan diameter 10 cm dan tipis (pipih). Kuahnya terbuat dari santan dan di campur dengan daging ikan giling dan racikan bumbu-bumbu lainnya. Celimpungan dimakan bersama sambal gorengnya.


Laksan


Laksan adalah salah satu makanan khas Palembang yang berbahan dasar Ikan, yang di buat dalam bentuk oval dengan rasa yang sama seperti rasa pempek, tetapi di sajikan dengan menggunakan kuah santan yang agak berwarna merah karena bercampu dengan cabe.

Tekwan


Tekwan juga merupakan olahan dari ikan yang di bentuk seperti celimpungan tetapi lebih kecil dan sedikit tidak beraturan, untuk kuah memiliki rasa tersendiri perpaduan antara bumbu dan udang kupas yang di campur dengan jamur dan pelengkap lainnya, membuat rasa tekwan tidak bisa terlupakan.
Model Ikan

Model ikan juga di buat seperti pempek telur yang sedikit besar tetapi isi dalamnya adalah tahu, walaupun perkembangan saat ini membuat model ikan di isi bermacam-macam seperti telur, kejur, sosis dan lain sebagainya, pada saat penyajian model ikan ini di potong-potong kecil dan di kasih so'un, irisan timun dan di kasih kuah seperti kuah tekwan dan terakhir bawang goreng, jika rasa yang di inginkan saat memakan tekwan ataupun model ini kurang pedas bisa di tambahkan dengan cabe.



Masakan Khas Palembang Lainnya

Mie Celor

Mie yang ukurannya agak sedikit lebih besar dari pada mie pada umumnya yang di rendam di dalam air yang hangat bersama dengan kecambah/toge, kemudian di angkat dan di taruh di dalam piring. Proses perendaman ini lah yang di sebut dengan "di celor", biar semakin nikmat di tambah dengan kuah yang merupakan cacahan dari udang campuran tepun maizena.

Burgo

Burgo jadi salah satu hidangan Palembang dengan kuah santan. Terbuat dari tepung beras yang di lenggang di kuali atau besi datar panas (Seperti untuk menggoreng martabak har), sajian diberi guyuran kuah kental gurih yang di campur dengan daging ikan giling.

Lakso

Sama seperti burgo yang merupakan olahan dari tepung beras yang menggunakan alat khusus untuk menjadikan tepung beras tersebut menjadi seperti mie, sajian diberi guyuran kuah kental gurih berwarna kuning yang di campur dengan daging ikan giling.

Model Gendum
Berbeda dengan model ikan model gendum ini justru di buat seperti adonan roti dari gandum kemudian di goreng, jika ingin di sajikan model gendum di potong kecil-kecil dan di siram dengan kuahnya. Berbeda dengan kuah model ikan, kuah model gendum ini terbuat dari tetelan daging dengan campuran kentang yang sudah di haluskan sehingga tekstur kuahnya agak sedikit kental seperti kare. dan warnanya pun berubah seperti warna kentang bukan bening seperti kuah model atau tekwan.

Ragit
Ragit Merupakan makanan khas Palembang yang sudah terkena pengaruh dari keturunan Arab. Makanan ini terbuat dari terigu, telur, dan garam. Untuk kuah ada kentang, daging sapi, santan kelapa, dan bumbu kari.

Masakan Hari Raya atau Pernikahan

Bolu Delapan Jam


Dengan adonan mirip kue maksubah, kue ini benar – benar sesuai dengan namanya karena dalam proses pembuatannya membutuhkan waktu delapan jam. Kue ini bahan dasarnya dominan menggunakan telur bebek bahkan sampai 25 butir. Dikukus dengan menggunakan loyang (cetakan) berukuran 20 x 20 x 6 cm selama 8 jam dan dipanggang di oven.
Bolu Maksuba


Kue khas Palembang yang berbahan dasar utama telur bebek dan susu kental manis. Dalam pembuatannya telur yang dibutuhkan dapat mencapai sekitar 28 butir. Adonan kemudian diolah mirip adonan kue lapis. Rasanya enak, manis dan legit. Kue ini dipercaya sebagai salah satu sajian istana Kesultanan Palembang yang seringkali disajikan sebagai sajian untuk tamu kehormatan. Namun saat ini kue maksubah dapat ditemukan di seluruh Palembang dan sering disajikan di hari raya.
Bolu Lapis Kojo


Cara membuat lapis kojo hampir sama dengan cara membuat bolu lapis legit. Rasanya pun tidak kalah legitnya dengan bolu lapis legit. Kue ini bahan dasarnya dominan santan,telur dan tepung dan pewarna alami.Pewarna yg digunakan adalah daun pandan dan daun suji, kojo sendiri di ambil dari kata kata kemojo atau bunga kamboja.
Kue Engkak Ketan


Kue ini bahan dasarnya dominan tepung ketan dan santan kelapa. Dipanggang berlapis-lapis dengan menggunakan loyang (cetakan) berukuran 20 x 20 x 6 cm. Untuk penyimpanan dalam waktu yg agak lama, agar awet dan tetap empuk, kue harus dikukus lagi lebih kurang 10 menit.
Bolu Lapis Legit

Metode pembuatannya sama seperti pembuatan engkak ketan tetapi yang membedakannya adalah dalam melakukan pengadonan di tambah dengan bumbu khusus untuk membuat kue lapis menjadi legit dan harum.


Masakan Khas 17 Agustus-an di Palembang

Telok Ukan



Telok ukan adalah sebuah makanan khas palembang yang terbuat dari telor bebek yang dikeluarkan isinya, lalu di aduk dengan santan dan kapur sirih. setelah itu dimasukan lagi kedalam telur tersebut. Setelah itu di kukus.

Telok Pindang

Telok pindang adalah telor bebek yang di rebus di dalam kuah pindang yang di masak sampai kuah mengering dan meresap kedalam telur, selama perebusan telur di ketok-ketok sehingga resapan kuah pindang lebih cepat meresap ke dalam telur, sehingga telurnya berubah menjadi hitam.

Ketan Sepit




Ketan sepit adalah ketan yang sudah di masak atau di tanak di bungkus didalam daun pisang yang berbentuk segi tiga dan di sepit (baca :jepit ) dengan batangan bilah bambu , dan di bakar di atas bara api.
0
S.S Van der Wijck dari KPM, di tambatkan di sepanjang pelabuhan di Sungai Musi, selama bongkar Muat Boiler Tahun 1931 Foto: Tropen Museum
Siapa yang tidak kenal dengan kapal Van der Wijck, yang di tuangkan di dalam salah satu novel karya hamka Tenggelamnya Kapal Van der Wijck (1939) yang juga sudah di angkat ke layar lebar. Film tenggelamnya Kapal Van Der Wijck diperankan oleh Pevita Pearce sebagai Hayati, Herjunot Ali sebagai Zainuddin dan Reza Rahardian sebagai Aziz. Film ini rilis pada tahun 2013 dan mendapatkan beberapa penghargaan dalam industri perfilman Indonesia.

Nama Kapal Van Der Wijck diambil dari nama Gubernur Hindia Belanda yang menjabat pada masa itu, yaitu Carel Herman Van Der Wijck. Kapal ini merupakan kapal uap yang dimiliki oleh Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM), namun karena adanya Nasionalisasi KPM diubah menjadi Pelayaran Indonesia (PELNI) dan menjadi cikal bakal industri pelayaran di Indonesia. 

Kapal Van der Wijck memiliki panjang 97,5 meter, lebara 13,4 meter, dan tinggi 8,5 meter. Berat kotornya 2.633 ton; berat bersih 1.512 ton; dan daya angkut 1.801 ton. Kelas pertama mengangkut 60 orang; kelas dua 34 orang, dan geladaknya mampu menampung 999 orang. 

Kapal Van der Wijck di Sungai Musi 1931
Foto Troppenmuseum
Rute yang disinggahi kapal Van der Wijck menurut Pedoman Masjarakat (28/04/1937) antara lain: Makassar-Tanjung Perak (Surabaya)-Tanjung Mas (Semarang)-Tanjung Priok (Jakarta)-Palembang. Sebelum karam, kapal ini berlayar dari Makassar dan Buleleng.

Kapal Van Der Wijck merupakan kapal milik pemerintah Hindia-Belanda yang akan berlayar dari Bali ke Semarang dengan terlebih dulu singgah di Surabaya. Saat perjalanan dari Surabaya ke Semarang terjadi musibah sehingga mengakibatkan kapal tidak dapat dikendalikan dan akhirnya tenggelam di perairan Lamongan, tepatnya di wilayah Brondong Kabupaten Lamongan. Warga di sekitar tempat tersebut berbondong-bondong untuk membantu para penumpang yang menjadi korban tenggelamnya kapal tersebut.

Bagi wilayah Palembang sendiri kapal ini menjadi sarana angkutan yang luar biasa karena adanya industri minyak dan batu bara yang sedang berkembang saat itu selain dari kapal-kapal barang: Sawah Loentoe, Siaoe, dan Benkoelen. Semuanya adalah kapal uap.  Seperti pelrengkapan pabrikasi Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM), SHELL dan juga Lematang Maatschappij sebagai perusahaan penambangan "steenkolen" di Muara enim dengan stockpile di kertapati.

Tulisan di rangkum dari berbagai sumber
0