Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Pesona Puteri "Yang" dari Muntok Isteri Sultan Palembang

Sebagaimana diketahui, dulu, Pulau Bangka Belitung termasuk dalam bagian wilayah Kesultanan Palembang Darussalam. Sejak timah di Pulau Bangka telah di ketahui sekitar abad ke 17, timah menjadi salahsatu andalan sumber kekayaan bagi kesultanan selain lada. Produksi dan eksploitasi tambang timah mengalami peningkatan yang pesat setelah Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo (SMB l) menggarapnya secara serius dengan mengrekrut dan menambah jumlah tenaga kerja manusia (SDM). Sebagian besar SDM tersebut adalah orang-orang Cina peranakan Siantan dari Kepulauan Natuna-Riau. Jumlah mereka sekitar 1000 orang ditempatkan di Muntok, yang dikenal ahli dalam pertambangan. Komunitas keluarga Cina ini beragama Islam. Setiap kaum prianya bergelar "Abang", sedang perempuannya bergelar "Yang". Puteri Yang ini menjadi salahsatu isteri sultan-sultan Palembang dan mendapat gelar kehormatan 'Masayu Ratu'.
Selain itu, Muntok agaknya merupakan tempat spesial dan mempunyai kenangan…

BUYUT CILIK (CILI) Keramat Guguk Kumpe Berayun

Seorang tokoh kharismatik masa silam yang dikenal oleh masyarakat banyak memiliki karomah, terutama ketika ia telah wafat. Makamnya sering dikunjungi warga.
Nama lengkapnya Kemas Cilik Ibrahim, namun lebih dikenal dengan sebutan Buyut Cili (Cilik/kecil). Ayahnya Pangeran Krama Diraja bin Syekh Kms. Muhammad bin Syekh Kms. Ahmad bin Kms. Abdullah bin Kms. Nuruddin bin Kms. Syahid bin Sunan Kudus. Sedang ibunya bernama Raden Ayu Krama Diraja binti Sultan Mahmud Badaruddin Ternate (SMB ll).
Putera tunggal dari dua bersaudara, adiknya bernama Nyimas Maimunah menikah dengan Pangeran Nato bin Pangeran Kramo Jayo Perdana Menteri.
Sedangkan Kms. Cilik sendiri menikah dengan Masayu Chodijah binti Mgs.H Abdul Choliq dari guguk Kumpe Berayun. Dari pernikahannya ini beliau mempunyai seorang putera yang diberi nama Kms. Jalal Ismail.
Ayahnya, Pangeran Kramo Dirajo, selain ulama ia juga seorang pembesar keraton, pahlawan, Panglima Perang, Komandan Buluwarti sektor ulu BKB, Komandan Benteng Tambakb…

Asal Mula Guguk Talang Ratu

Tipikal keadaan tanah di Palembang setidaknya dikenal dengan 3 sebutan, yaitu: Tanah Endep, Talang, dan Bukit. Tanah endep adalah tempat permukaan tanah yang rendah yang selalu dimasuki air terutama pada waktu air pasang, daerah rendah ini biasa disebut lebak atau rawa-rawa. Talang, ialah tempat yang lebih tinggi dari tanah endep, sulit dimasuki air meskipun hujan sangat lebat. Dengan kondisi tanah yang cukup tinggi, talang sering juga dimanfaatkan untuk saluran penampung air hujan. Oleh karena itu, daerah ini biasanya cocok digunakan sebagai lahan untuk berkebun atau bercocok tanam. Sedangkan Bukit, ialah permukaan tanah yang lebih tinggi lagi dari talang. Di antaranya bukit yang terkenal di Palembang adalah Bukit Siguntang, Bukit Sangkal, dll.
Di Palembang banyak terdapat daerah-daerah atau tempat yang disebut talang, di antaranya: Talang Semut, Talang Keranggo, Talang Jawo, Talang Kelapo, Talang Betutu, Talang Buruk, Talang Jambe, Talang Makrayu, Talang Banten, Talang Ratu, dsb. S…