Musik Jidur Masa Kini








Musik "Jidur" yang Terpinggirkan


SEKITAR 20 tahun lalu, jenis musik tanjidor tak terpisahkan dari kegiatan pesta masyarakat di kawasan Kecamatan Sanga Desa dan Babat Toman, Musi Banyuasin, dari pesta sunatan, naik haji, sampai pernikahan. Namun seiring waktu, kini musik tradisional -- yang oleh warga setempat disebut "musik jidur" mulai terpinggirkan. 

Acara-acara yang digelar pun tidak lagi mengundang "musik jidur", tapi sudah beralih ke orkes melayu, yang lebih atraktif dan menggoda setiap pendengarnya untuk bergoyang. Bahkan, sejak sepuluh tahun terakhir musik jidur ini pun makin "terjepit", lantaran maraknya orgen tunggal.

Menurut Komar, warga Desa Ngulak, Sanga Desa, kian terdesaknya musik jidur cukup memprihatinkan. Padahal jenis musik ini pun sebenarnya tidak kalah aktraktif dengan orgen tunggal, karena pemainnya pun bisa mengikuti irama lagu-lagu terkini. "Ini mestinya menjadi perhatian pemerintah, karena ini aset budaya lokal," katanya. 

sumber tulisan : http://palembang.tribunnews.com/
Sumber Foto : facebook Urip Anwar

0 komentar:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Search This Blog

Palembang Dalam Sketsa. Powered by Blogger.

Newsletter

Blog Archive

Komentar

Copyright © 2015 • Palembang Dalam Sketsa
Blogger Templates