Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2016

Dua Investor Siap Biayai Sirkuit MotoGP Jakabaring

Sepang (K.Rakyat) – Gubernur Sumsel Alex Noerdin menegaskan saat ini sudah ada dua investor yang menyatakan berminat membiayai pembangunan sirkuit MotoGP di jabaring Sport City Palembang. Dengan demikian, pembangunan arena ini tidak akan mengusik dana APBN maupun APBD Sumsel. “Ini dari investor sudah ada. Saat tahu rencana kami, memang banyak investor yang berebut mau masuk. “Nanti kami adu saja [kemampuan Investor-red],” ujar Alex saat diwawancari beberapa wartawan asing di Sepang Minggu (30/10) lalu.  Alex mengungkapkan sejauh ini ada dua pemodal kuat baik dari dalam dan luar negeri yang getol berharap bisa membangun sirkuit di Jakabaring. Seperti diberitakan sebelumnya, Otoritas MotoGP, Dorna Motor Sport, secara prinsip menyetujui Sirkuit Jakabaring serta antusias terhadap rencana pengembangan akses transportasi menuju sirkuit yang diproyeksikan menjadi tuan rumah MotoGP Indonesia. Hal ini terungkap setelah Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin bertemu CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta, di…

Sidang Pleno Pertama DPRD Sumatera Selatan di Gedung Nasional Curup

Pada tanggal 13 Desember 1948 untuk pertama kalinya dilantik anggota DPRD Tingkat I Sumatera Selatan yang bertempat di Tapak Tuan, yang anggota-anggotanya berasal dari masing-masing sub Provinsi terdahulu. Dengan Undang-Undang No. 24/1956 dibentuklah Provinsi Palembang di bekas Keresidenan Palembang, dengan demikian Provinsi Sumatera Selatan otomatis menjadi tersendiri dari Keresidenan Sumatera Selatan. Sebagai pelaksana Undang-Undang No. 10/1974 dan Undang-Undang tertanggal 15 april 1948 tentang Penetapan Komisariat Pemerintahan Pusat di Sumatera yang kemudian diubah menjadi Peraturan Pemerintah No. 42/1948 maka komisariat ini menjalankan tugas Gubernur Sumatera sehingga tugas-tugas tersebut diserahkan kepada pelaksananya. Komisariat Pusat di Sumatera yang berkedudukan di Palembang dipimpin oleh Ketua DPRD.
Sekertariat DPRD dipimpin oleh seorang Sekertaris DPRD memegang peranan yang sangat penting dan Strategis karena diangkat dan diberhentikan oleh Keputusan Gubernur atas persetujuan…

Toyota Buaya

Pada masa orde lama bisa dibilang Toyota merupakan merk pendatang baru di pasar kendaraan Komersial Indonesia, saat itu kebanyakan kendaraan yang beredar di Indonesia merupakan merk merk dari Eropa dan Amerika seperti Thames Trader, Ford, GMC, Chevrolet, Dodge, dan Fargo.

Pada tahun 1960 an Toyota Mulai masuk pasaran Indonesia, tidak diketahui importir pertamanya siapa karena saat itu tahun 1960an PT Toyota Astra Motor belum berdiri. Disebut Buaya karena kepala truk yang besar dan ketika kap mesin dibuka seperti buaya yang lagi mangap. Informasi awal truk Toyota sudah masuk Indonesia  gara gara buku sejarah di sekolah, ada foto di buku ketika pasukan RPKAD naik Toyota Buaya dalam Rangka Penumpasan G 30 S PKI pada tahun 1965.
Nama Asli Toyota Buaya adalah Toyota DA ( Diesel ), dan Toyota FA ( Bensin), Toyota DA yang masuk ke Indonesia merupakan Toyota DA Generasi kedua yang dipasarkan secara resmi mulai bulan September 1964 dengan kode kendaraan Toyota DA 115C. Truk ini dipersenjatai den…

Tradisi Menamatkan Al-Quran/ Khataman Al-Quran Di Palembang Yang Mulai Di Tinggalkan Masyarakat

Adat yang paling utama dan masih dipakai oleh anak negeri waktu itu adalah tentang pemeliharaan anak . Anak yang telah berusia kira-kira 4-5 tahun, maka ia dibawa kepada seorang ustaz untuk belajar mengaji Alquran. Orangtua atau wali anak tersebut membawa satu rago (bakul/keranjang) berisi 20 keping opak, satu tandan pisang mas, sepiring nasi gemuk (uduk) dengan sebutir telor ayam yang direbus dibenamkan di tengah-tengah nasi itu dan satu botol minyak pasang yang maknanya supaya anak itu terang hatinya.
Kalau anak itu sudah dapat pertengahan Quran mengajinya, maka guru itu pun diberi pula nasi kunyit panggang ayam, opak, dan pisang mas selamatan. Setelah khatam (tamat) Alquran, apabila orangtuanya ada keluasan rezeki, maka anak itu diselamatkan tamat Quran. Waktu gurunya diberi sekurang-kurangnya 6 piring juadah (kue), 1 nasi dengan 6 piring gulai ayam, 2 gogok/geleta serbat (air jahe), 12 cangkir srikaya, 1 helai kain, baju, kopiah, dan satu sejadah petamatan namanya serta diberi uang…

Selamat Hari Guru 2016 - " Mulianya Seorang Guru dalam Perspektif Islam"

Mulianya Seorang Guru
Jika kita mencoba merenung dan berpikir siapakah orang yang paling berjasa dalam hidup kita setelah kedua orang tua kita? Jawabannya pastilah Guru. Guru ibarat pelita yang menjadi penerang dalam gulita. Jasa mereka tentu sulit untuk dinilai sebagaimana sulitnya menilai jasa para pahlawan bangsa yang telah rela mengorbangkan segala hal yang mereka miliki demi meraih kemerdekaan, termasuk mengorbangkan jiwa mereka. Bahkan guru adalah sang pahlawan itu sendiri walaupun tanpa tanda jasa.
Guru selalu memberikan santapan jiwa dengan ilmu, pembinaan akhlak mulia, dan meluruskan perilaku yang buruk. Oleh karena itu, guru mempunyai kedudukan tinggi dalam agam Islam. Dalam ajaran Islam pendidik disamakan ulama yang sangatlah dihargai kedudukannya. Hal ini dijelaskan oleh Allah maupun Rasul-Nya. Firman Allah Swt:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Artinya: "Allah akan meninggikan orang-o…

Tradisi khitanan Palembang yang sudah mulai di tinggalkan

Sehari atau dua hari sesudah itu, biasanya hari Selasa, anak itu disunat oleh seorang yang sudah biasa mengerjakan pekerjaan itu (dukun/manteri) yang sudah dipesan empat atau lima hari sebelumnya.
Pada hari anak disunat itu dari pukul 4 pajar anak itu direndam tubuhnya (dari pinggang) kebawa) dalam pasu/paso (tempayan) yang berisi air bercampur tanah liat, supaya jangan terlampau banyak mengeluarkan darah. Sedangkan orang-orang dirumah itu tidak diatur sepanjang malam (begadang), berjaga-jaga sambil bercerita-cerita supaya jangan mengantuk.
Pukul lima pagi anak itu disuruh berendam di sungai dan orang pergi memanggil tukang sunat. Kalau rumahnya jauh dijemput dengan perahu. Waktu tukang sunat tersebut datang, anak itu dibawa naik, llau disunat. Biasanya anak itu disuruh duduk di atas bokor (baskom). Setelah semuanya rampung, tukang sunat pulang. Ia diantar dengan perahu pula serta diberi 1 bokor beras, 1 kelapa, uang, dan ayam satu ekor.
Anak yang telah disunat itu didudukan pada sebu…

Rumah Rakit Palembang

Rumah Rakit merupakan rumah yang mengapung di atas Sungai Musi. Rumah ini terbuat dari kayu dan bumbu dengan atap kajang (nipah), sirap dan belakangan ini dengan atap seng (bahan yang lebih ringan).
Rumah Rakit adalah bentuk rumah yang tertua di kota Palembang dan mungkin telah ada pada Zaman kerajaan Sriwijaya. Dalam Komik China seperti Sejarah Dinasty Ming (1368-1643) buku 324, ditulis mengenai rumah rakit yang bentuknya tidak banyak berubah Pada Zaman Kesultanan palembang semua warga asing harus menetap di atas rakit termasuk warga Inggris, Spanyol, Belanda, Cina, Campa, Siam, bahkan kantor Dagang Belanda pertama berada di atas Rakit, lengkap dengan gudangnya.

Rumah rakit ini selain sebagai tempat tinggal juga berfungsi sebagai gudang, industri kerajinan. Bahkan pada tahun 1900 an di bangun Rumah sakit di atas rakit karena di anggap mereka lebih sehat dan indah karena dapat melihat kehidupan di sepanjang aliran sungai musi.
Sesuai dengan namanya, rumah rakit terapung di atas susunan b…

H. Abdul Rozak (HAR)

Siapa yang tidak kenal dengan Martabak HAR, salah satu makanan khas di kota Palembang perpaduan dengan martabak telor di tambah dengan kuah kari kental dan di tambah lagi dengan irisan cabe yang dicampur dengan kecap sebagai penyedap.
Tetapi siapakah HAR itu sendiri yang sering terpampang fotonya di dalam warung, Berdiri sejak tanggal 7 Juli 1947 toko martabak har yang pertama kali di Jl, Jendral Sudirman di dekat masjid Agung dan air mancur ini dulunya didirikan oleh Haji Abdul Rozak (seorang pedagang keturunan India yang kemudian menikah dengan perempuan asli Palembang) untuk resep martabak HAR sendiri pertama kali diciptakan dan diracik oleh saudaranya sendiri yaitu Haji Abdul Rahman. Keduanya sama-sama memiliki inisial HAR. Haji Abdul Rozak sendiri sudah wafat sejak tahun 2001 silam. 

Syahdan, Haji Abdul Rozak lahir di Kampung Chu Kunu, Madras, India, pada 1903. Pada usia 22 tahun, ia merantau ke Singapura. Tiga tahun kemudian, HAR meneruskan nasibnya ke Palembang. Di sini dia ber- …

Pembangunan Jembatan Musi 6

MUSI VI Bridge | Jembatan MUSI VI

Kontraktor Pelaksana: Nindya Karya
Konsultan: PT Maratana Cipta Mandiri
Sumber Dana: APBD tahun anggaran 2015-2017
Total Biaya: IDR 300 Milliar
Masa Pelaksanaan: 24 bulan
Ketinggian Jembatan dari atas permukaan air sungai: sekitar 16 meter
Mulai Konstruksi: November 2015
Panjang Jembatan: 710 meter
Bentang Tengah Jembatan: 350 meter
Dilengkapi Pelengkung Baja
Panjang pendekat sisi ulu dan ilir: 360 meter
Pile slab sisi ulu dan ilir: 220 meter
Lebar Jembatan: 11,5 meter
Jembatan menghubungkan: Jl SM Mansyur di wilayah Kecamatan Ilir Barat (IB) II dengan Jl Faqih Usman di Kecamatan SU I




SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Progres Jembatan Musi VI, kini fokus melakukan pembangunan tiang pancang. Bahkan akhir tahun ini, ditargetkan tiang pancang yang ada di Seberang Ilir tuntas. Dari pantauan Sripoku.com Senin (7/11/2016), pekerja sibuk melakukan pemasangan belasan besi bulat berdiameter satu meter dengan cara ditumbuk. Setelah itu, menggunakan mesin pompa raksasa, pekerja meng…

Pembangunan Jembatan Musi 4

MUSI IV Bridge | Jembatan MUSI IV
(sumber : http://www.skyscrapercity.com/)

Kontraktor Pelaksana: Adhi Karya
Sumber Dana: APBN tahun anggaran 2015-2018
Total Biaya: IDR 521 Milliar
Masa Pelaksanaan: 30 bulan
Masa Perawatan: 1.080 hari
Ketinggian Jembatan dari atas permukaan air sungai: sekitar 16 meter
Mulai Konstruksi: Maret 2016
Panjang Jembatan: 1,130 meter
Leber Jembatan: 12 meter
Lokasi: Kelurahan Kuto Batu dan Kelurahan Lawang Kidul di Seberang Ilir. Sementara di Seberang Ulu yakni di Jalan A Yani di Kelurahan 14 Ulu Kecamatan Seberang Ulu II Palembang
Final hand over (FHO): 16 Januari 2021





Sumber : Youtube

www.palembangdalamsketsa.com

Allhamdulilah bahwa pada hari ini blog palembangdalamsketsa.blogspot.co.id beralih domain nya menjadi www.palembangdalamsketsa.com semoga dengan peralihan ini makin profesional dalam menyajikan informasi-informasi Palembang dan Sumatera selatan.
Admin 

www.palembangdalamsketsa.com 18 November 2016 M 17 Safar 1438 H
Email : palembangsketsa@gmail.com
Fan page : https://www.facebook.com/palembangdalamsketsa/

Konflik Elit Politik Kesusltanan Palembang Darussalam Tahun 1803-1821

PERISTIWA PERANG 1819Babak I (Perang Menteng) Konvensi London 13 Agustus 1814 membuat Inggris menyerahkan kembali semua koloninya di seberang lautan kepada Belanda (Hanafiah,1989:72). Kebijakan ini tidak menyenangkan Raffles karena harus menyerahkan Palembang kepada Belanda. Serah terima terjadi pada 19 Agustus 1816 setelah tertunda dua tahun, itu pun setelah Raffles digantikan oleh John Fendall (Mahruf,1999:9).Belanda kemudian mengangkat Herman Warner Muntinghe sebagai komisaris di Palembang. Tindakan pertama yang dilakukannya adalah mendamaikan kedua sultan, Sultan Mahmud Badaruddin  II dan Ahmad Najamuddin II. Tindakannya berhasil, Sultan Mahmud Badaruddin II berhasil naik tahta kembali. Sementara itu, Ahmad Najamuddin II yang pernah bersekutu dengan Inggris berhasil dibujuk oleh Muntinghe ke Batavia dan akhirnya dibuang ke Cianjur (PemProv,1986:39). Pada dasarnya pemerintah kolonial Belanda tidak percaya kepada raja-raja Melayu. Mutinghe mengujinya dengan melakukan penjajakan ke ped…

Jejak Belanda di Tanah Jajahan Palembang

Perjalanan menjelajah tentang keberadaan Negara Belanda di kota Palembang, semua ini berawal dari keinginan saya dapat melanjutkan pendidikan master di negara Kincir Angin. Destinasi saya untuk membuka satu elemen dari negara Belanda yaitu elemen Api dimana menjelasakan secara detail pengaruh besar Belanda terhadap Negara Indonesia. Berbagai tempat salah satu sejarah kehidupan Belanda dimasa lalu saya telusuri lewat bangunan – bangunan. kata bung karno pernah berkata JAS MERAH “Jangan sekali kali melupakan sejarah”. dukungan dari orang orang disekitar saya yang selalu mensupport. Elemen Api disini menggambarkan pengaruh ilmu hukum belanda yang sampai sekarang masih melekat dengan Republik Indonesia dan disamping itu bangunan – bangunan sejarah yang telah di wariskan Belanda menggambarkan sebuah kobaraan api yang membara tanpa menghilangkan satu gumpalan asap. Bangunan pertama yang saya kunjungi adalah Museum Sultan Mahmud Badaruddin II sebuah Museum ini terletak di tepi sungai Musi di d…

Peran Sayyid dalam dunia Pendidikan Islam di Palembang 1938

PERAN SAYYID dalam dunia Pendidikan Islam di Palembang 1938


"ULAMA PENGULON PALEMBANG" berfoto di Masjid Agung th.1935, tengah dari kanan:
1. Hoofd Penghulu Kgs.H.Nang Toyib
2. Habib Salim Jindan (Jakarta)
3. Ki.Kms.H. Umar 19 ilir (datuk kulo)
4. Demang Cek Bakri

Sumber : andi.s.kemas

Perkembangan Pendidikan Islam di Palembang

Persaingan yang terjadi antara pedagang kaya di ibukota Keresidenan Palembang menyebabkan perubahan struktural di bidang pengajaran agama. Sesudah tahun 1925, pengajaran agama di Palembang masih bersifat tradisional. Pengajaran hanya diberikan di langgar dan masjid kepada kelompok murid dari usiayang berbeda-beda. Pertama-tama diajarkan mengaji Al-Quran tanpa terlalu memperhatikan pemahamannaskah yang dibaca maupun lagu yang tepat. Tahap awal ini kemudian disusul dengan pengajaran bahasa Arab yang terutama terdiri dari menghafal naskah sederhana. Mereka yang dengan cara ini telah menguasai bahasa Arab, diizinkan untuk mengikuti pelajaran yang diberikan ulama …