Langsung ke konten utama

Pembongkaran jembatan penyebrangan orang (JPO) Pusri


Jembatan penyebrangan orang (JPO) yang di bangun sejak tahun 1970-an atas bantuan dari PT. Pupuk Sriwijaya (Pusri) dan ada logo Pusri yang besar saat itu di tengah-tengah jembatan sehingga menjadi sebutan orang kalau jembatan penyebrangan ini ialah "Jembatan Pusri"

Dengan ada nya proyek LRT ini jembatan ini sepertinya harus pensiun dari tugasnya selama ini bersama beberapa jembatan penyebrangan orang lainnya di beberapa titik yang bersinggungan degan proyek LRT dan akan di gantikan dengan konsep jembatan penyebrangan yang baru yang akan di buat oleh pemerintah kota ini.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

JPO Jalur LRT Zona 4 Mulai Dibongkar

Detak-Palembang.com PALEMBANG – Jembatan Penyeberangan Orang (JPO)  yang terkena  jalur  pembangunan Light Rail Transit (LRT) di zona 4, Jalan Jenderal Sudirman akan segera dirobohkan.  Hal ini seiring dengan progres penyelesaian pembangunan LRT yang telah mencapai 65%.
Hal ini disampaikan Hendrianto pengawas lapangan PT. Waskita Karya, Zona 4 Pembangunan LRT. JPO yang sudah mulai dirobohkan tersebut berada di Zona 4 pembangunan LRT. Pihak PT Waskita Karya selaku pelaksana proyek pembangunan LRT mulai melaksanakan proses pembongkaran.
“Setidaknya sepanjang jalan Jenderal Sudirman, mulai dari simpang RK. Charitas sampai dengan Bundaran Air Mancur terdapat enam JPO yang akan segera dirobohkan. Proses pembongkaran ini membutuhkan waktu sekitar 10 hari,” jelas Hendrianto, Selasa (04/10).
Perobohan jembatan ini dilakukan untuk memperlancar proses pengerjaan pembangunan LRT. Dari pantauan Detak Palembang, salah satu JPO yang berada depan Pasar Cinde, proses pembongkaran sudah dilakukan beberapa hari ini secara manual.
“Pembongkaran sudah mulai dilakukan, JPO yang ada saat ini sudah tidak mungkin lagi digunakan. Kedepan akan dibangun jembatan baru sekaligus sebagai saran menuju penghubung stasiun LRtT,” ujar Hendrianto.
Akibat dari pembongkaran ini tersisa lima buah JPO yang masih bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana penyeberangan.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

JawaPos.com PALEMBANG - Pembangunan (light rail transit) yang sedang berlangsung di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) membuat jembatan penyeberangan orang (JPO) harus dibongkar.
Pembongkaran JPO tersebut lantaran, jarak ketinggian JPO itu dengan lintasan LRT sangat dekat. Hal itu sangat membahayakan terhadap keselamatan pada pejalan kaki yang berjalan di JPO.
Kepala Dinas Tata Kota Palembang, Gunawan, mengungkapkan, pembangunan LRT berimbas terhadap sejumlah utilitas. Seperti taman median jalan, lampu jalan, JPO dan papan reklame.
"Median jalan dan lampu jalan telah dibongkar. Kini tinggal JPO yang belum dibongkar," ungkap Gunawan yang dilansir Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group), Selasa (26/4).
Rencananya pembongkaran JPO dilakukan langsung oleh kontraktor yang mengerjakan LRT, yakni Waskita Karya, pada Mei mendatang.
Disebutkannya di sepanjang Jalan Kolonel H Barlian hingga Jalan Jenderal Sudirman terdapat 9 JPO. 
Jarak ketinggian JPO dengan lintasan LRT sangat dekat. Sementara jarak antara JPO dengan lintasan LRT minimal 4 meter. Sementara tinggi lintasan LRT 5,2 meter. Sedangkan ketinggian JPO 3 meter. Artinya jarak lintasan LRT dengan JPO ada 2,3 meter.
Jarak sedekat itu berbahaya bagi pengguna jalan yang melintas di bawah LRT.
Nantinya setelah pembongkaran JPO itu Pemkot Palembang bakal membuat semacam zebra cross, dilengkapi dengan traffick light.
Zebra cross itu dirancang agar pejalan kaki benar-benar aman saat melintas. Ke depannya Pemkot Palembang merencanakan membangun terowongan penyeberangan sebagai ganti JPO. (chy/iil/JPG).

Komentar