Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2015

Kue Ongol-Ongol khas Palembang

Bahan-bahan dasar membuat (membikin) kue ongol ongol spesial :
- Tepung sagu 125 gr

- Air 120 ml (untuk melarutkan tepung sagu)

- Gula merah 200 gr

- Kelapa parut 100 gr,dikukus

- Daun pandan 2 lembar

- Air secukupnya 

Cara membuat / mengolah kue ongol ongol spesial :
1. terlebih dahulu tepung sagu dilarutkan dengan air, diaduk rata. sisihkan.
2. air direbus bersama daun pandan dan gula merah, biarkan mendidih sampai gula larut. Angkat.
3. tuangkan larutan tepung ke dalam air gula sambil diaduk aduk supaya rata serta mengental. dimasak menggunakan api kecil. Angkat. tuangkan dalam wadah. Biarkan dingin. lalu dipotong menurut selera. Tata ongol-ongol dalam piring saji, taburi kelapa parut diatasnya.
4.Makanan tradisional kue ongol-ongol tepung sagu siap disajikan.
Demikianlah tips resep makanan tradisional indonesia dari kami tentang bagaimana cara membuat (membikin) dan mengolah (memasak) makanan tradisional sederhana yaitu kue ongol ongol spesial (istimewa) yang enak, gurih, sedap, nikmat, legit…

Tak Terawat, Rumput Stadion Bumi Sriwijaya Palembang Setinggi Pinggang

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG-- Di tengah gencarnya Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mempromosikan diri sebagai tuan rumah Asian Games 2018, kondisi memperihatinkan justru terlihat di salah satu stadion kebanggan wong Sumsel, yakni Stadion Madya Bumi Sriwijaya di Jalan POM IX Palembang. Stadion bersejarah yang terletak di pusat kota tersebut jauh dari kata terawat. Rumput di lapangan yang pernah menjadi homebase PS Palembang itu mencapai pinggang orang dewasa (tidak kurang dari 80 cm). Stadion ini bisa jadi tidak digunakan untuk arena bertanding saat Asian Games. Namun sebagai salah satu fasilitas olahraga di pusat kota, keberadaannya sangat bermanfaat bagi masyarakat jika dikelola dengan benar. Kondisi tidak terawatnya stadion pun sangat dikeluhkan oleh para pengguna lapangan tersebut. Terlebih mereka sudah membayar biaya sewa cukup mahal untuk bermain sepakbola. "Rumputnya tinggi sekali, aliran bola menjadi terganggu. Malah kalau ke pinggir, itu bola gak kelihatan lagi. Di bebera…

Sejarah Maulid 40 Malam (ARBAIN) di Palembang

20 TAHUN LEWAT INILAH ORANG2 PERTAMA YG MENGADAKAN MAULID 40 MALAM DI INDONESIA: Penuh perjuangan,fitnah dan cacian,semangat dan Cinta Nabi SAW sejati yg mengharukan :

SEJARAH MAULID 40 MALAM DIBALIK KISAH ASAL MULA MAULID 40 MALAM
يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ “Mereka ingin memadamkan cahaya Allah SWT dengan mulut2 mereka,tapi Allah SWT menyempurnakan cahaya Nya walaupun Dia benci terhadap orang2 kafir”-As-Shof 8
Kisah ini kami uraikan karena sudah terlalu lama dipendam,dan sejarahnyapun banyak yang tidak tahu sehingga membuat beberapa orang jahil mengklaim Maulid 40 malam ini adalah usaha mereka.
Padahal mereka tidak mempunyai andil apapun bahkan dulu merekalah yg paling kuat menghalang-halangi perjuangan dakwah Maulid 40 malam.Inilah sejarah yg sebenarnya:
Maulid 40 malam yg banyak diketahui diadakan dimana-mana sekarang ini. Bermula pertama kali diadakan di Palembang sekitar tahun 1995 di kota Palembang A…

Masih Mencari Nafka Meskipun Sudah Tua

Zainuddin warga jalan Pom 9 Lorong Muhajirin 4 ini masih semangat mencari uang dengan jadi tukang foto keliling meskipun umurnya sudah menginjak umur 70 tahun. Kakek 4 cucung tesebut mengaku tlah 14 tahun bekerja sebagai tukang foto keliling, dia mengaku sebelum jadi tukang foto keliling bekerja sebagai PNS di UNSRI, karena pensiunan yang diterima masih kurang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari sehingga dia milih untuk mencari tambahan penghasilan dengan jadi tukang foto keliling. Zainuddin mengaku biasa mangkal di kawasan Monpera dan Benteng Kuto Besak, sejak banyak HP kamera saat ini orang yang minta difoto tlah mulai bekurang. Kalau dulu katika waktu masih menggunakan kamera film dalam sehari dapat sampai 20 orang yang minta foto tapi saat ini 10 orang saja susah, untuk sebuah foto langsung jadi dihargai sebesar 15 ribu rupiah. Biasanya banyak orang yang minta foto ialah ketika hari minggu dan hari libur. Kebanyakan yang minta foto ialah pengunjung dari luar Kota Palembang kalau da…