Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2015

Mewahnya Pernikahan Wong Kito Jaman Dulu

Masyarakat Palembang di zaman Kesultanan Palembang Darusalam, mengenal adat nikahan dengan sebutan tujuh hari tujuh malam. Sesuai sebutannya, upacara pernikahan wong kito di jaman dulu berlangsung selama tujuh hari tujuh malam yang dilakukan dengan prosesi berbeda-beda dari hari ke hari. Namun, seiring berjalannya waktu, adat nikahan tujuh hari tujuh malam ini sudah sangat sulit dijumpai di Palembang di jaman sekarang. Pasalnya, adat ini butuh biaya banyak dan tenaga ekstra untuk melakukannya. Belum lagi, persoalan kesibukan sehari-hari yang jelas sudah sangat berbeda dengan jaman dulu. Tak heran, hanya segelintir masyarakat asli Palembang yang masih melakukan adat nikahan ini. "Adat nikahan itu tidak wajib dilakukan orang Palembang. Kalau punya uang banyak dan tidak terganggu dengan kesibukan sehari-hari, sah saja dilakukan," kata salah satu masyarakat Palembang asli, H Roni, belum lama ini.
Timbangan 
Dari satu buku yang ditulis oleh Hj Anna Kumari berjudul Tujuh Hari Tuj…

KEBIJAKAN EKONOMI JEPANG DI PALEMBANG

RESTU FAUZI/B/SI IV 

Hal ini sudah terbukti sejak jepang lebih mementingkan sumber daya ekonomi Palembang ketimbang untuk mengakomodasikan kepentingan politik lokal. Kedatangan jepang di kota palembang bertujuan untuk mengamankan sumber-sumber daya strategis dan ini sesuaidengan salah satu sasaran Perang Asia Timur Raya yang di kobarkan pada awal tahun 1942. Bahan bakar minyak merupakan kebutuhan utama yang sangat di perlukan jepang untuk melanjutkan perang dengan lawan-lawan perang nya seperti sekutu dan negara-negara eropa yang masuk dalam blok sekutu. Usaha jepang untuk mendapatkan minyak mentah dari Amerika Serikat, seperti perundingan yang juga di lakukan dengan pihak pemerintah Hindia Belanda selama tahun 1939-1940, gagal total. 

Jepang mencoba menyelesaikan persoalan dengan jalan perang, menyerbu negeri-negeri yang kaya akan sumber daya di kawasan selatan. Balatentara Jepang berhasil menduduki Sumatera. Palembang menjadi fokus dan tujuan utama Jepang dalam mengekploitasi seluruh …