CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN. MOHON MAAF....BLOG INI LAGI MENGALAMI GANGGUAN SAAT MIGRASI DARI HTTP KE HTPPS, SEBAGIAN GAMBAR MENJADI TIDAK BISA MUNCUL.

01 Desember 2013

Kue Putu Mayang/ Petolu

Resep Cara Membuat Kue Putu Mayang Enak Lezat
Kue Putu Mayang / Petolu
Resep Cara Membuat Kue Putu Mayang Enak Lezat – Mendapat pujian mengenai hasil masakan kue anda merupakan sebuah kebanggan tersendiri. Untuk mendapatkan hal itu tentunya bukan sesuatu yang mudah untuk dikerjakan, dan dibutuhkan referensi Info Resep Kue Tradisional yang tepat. Pada hari yang berbahagia ini ResepOnline.Infoberbagi seputar Info Kuliner untuk anda, yang mungkin dapat bermanfaat dan bisa anda terapkan dengan baik. Resep Membuat Kue Putu Mayang Enak Lezat bisa saja menjai hidangan istimewa yang nantinya akan anda sajikan
Untuk prosese pembuatan dan cara memasak hidangan ini tentunya ada langkah-langkah yang harus anda perhatikan sebelumnya. Tapi jangan khawatir karena langkah memasaknya tidak begitu merepotkan untuk anda praktekan
Bahan:
  • 150 gram tepung beras
  • 100 gram gula pasir
  • 1/2 sendok teh garam
  • 250 ml santan dari 1/2 butir kelapa
  • 50 ml air daun suji dari 30 lembar suji dan 3 lembar daun pandan
  • 50 gram tepung sagu
  • daun pisan
Bahan Taburan:
  • 100 gram kelapa parut kasar
  • 1 lembar pandan
  • 1/4 sendok teh garam
Cara membuat:
  • Taburan, campur semua bahan. Kukus diatas api sedang 15 menit hingga matang.
  • Larutkan tepung beras, gula pasir, garam, air daun suji, dan santan.
  • Masak sambil diaduk sampai bergumpal dengan api kecil.
  • Angkat. Pindahkan ke mangkuk. Tambahkan tepung sagu sedikit-sedikit sambil diuleni sampai rata
  • Masukkan dalam cetakan putu mayang. Semprot memanjang di atas daun pisang. Gulung.
  • Kukus diatas api sedang 15 menit hingga matang.
  • Sajikan dengan taburan kelapa.
  • Untuk 12 buah
Sumbe resep : http://reseponline.info/

03 September 2013

Gubah Ki Ranggo Wiro Sentiko / Gubah Penganten

Gubah Ki Ranggo Wiro Sentiko / Gubah Penganten
Gubah Ki Ranggo Wiro Sentiko atau yang biasa dikenal dengan Gubah Penganten merupakan salah satu bangunan bersejarah di kota Palembang. Terletak di Jl. Talang Keranggo tepat dibelakang kantor CPM lama. Usianya yang sudah cukup tua, membuatnya seolah sudah terlupakan.

Banyak cerita mitos yang beredar tentang gubah ini yang menceritakan tentang kematian tragis sepasang penganten yang baru menikah. Alkisah tersebutlah sepasang penganten yang baru menikah, keduanya meskipun saling mencintai namun tidak berani menunjukkannya secara terang-terangan sesuai dengan budaya Palembang di kala itu. Ketika malam datang dan mereka duduk berduaan, keduanya masih menunjukkan sifat malu-malu. Yang wanita membelakangi sang pria, yang pria tidak berani berbicara ataupun menyentuh sang wanita. Pada saat ada seekor nyamuk hinggap di punggung wanita tersebut, sang suami pun masih tak berani mengusirnya dengan tangan. Akhirnya ia mencabut keris yang terselip dipinggangnya dengan maksud mengusir nyamuk itu dengan kerisnya. Namun ia lupa, bahwa keris yang terselip dipinggangnya mengandung bisa yang sangat keras. Tak sengaja bilah tajam keris tersebut menggores kulit sang wanita dan meninggalkan racun yang mematikan. Tak lama kemudian wanita tersebut pun mati keracunan. Takut dihantui rasa bersalah sang pria akhirnya memutuskan untuk ikut mengakhiri hidupnya dengan menghujamkan keris yang sama yang telah membunuh istrinya.

Begitulah cerita mitos itu berkembang, tak tahu siapa yang memulai dan bagaimana cerita tersebut berasal. Hingga akhirnya masyarakat sekitar lebih mengenal gubah tersebut sebagai Gubah Penganten.

Padahal gubah tersebut merupakan tempat dimakamkannya salah seorang tokoh dari masa Kesultanan Palembang Darussalam yaitu di masa kekuasaan Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo (SMB I). Tokoh tersebut juga yang membangun komplek pemakaman di daerah Lemah Abang yang sekarang lebih dikenal dengan nama Kawah Tekurep. Beliau adalah Ki Ranggo Wiro Sentiko yang juga menjabat sebagai menteri di masa SMB I.

Asal mula dibangunnya Gubah Ki Ranggo Wiro Sentiko, yaitu ketika ia mendengar keinginan Sultan Mahmud Badaruddin untuk memiliki sebuah pemakaman. Oleh karena itu, bergegaslah beliau membangunkan sebuah gubah di tanah Talang dengan maksud menyenangkan hati sang Sultan.

Begitu selesai gubah tersebut, diberitahukannya kepada Sultan dan mereka sama-sama pergi melihat hasilnya. Namun setelah di amat-amati oleh baginda, bertitahlah ia kepada Ki Ranggo Wiro Sentiko, “Sungguh bagus kerjaanmu itu, Sentik. Tetapi gubah itu untuk perempuan kau perbuatkan. Bukan untuk aku, sebab memakai sumping. Sebab itu, ambil sajalah untukmu.”

Semenjak itu, gubah tersebut digunakan oleh Ki Ranggo Wiro Sentiko beserta keluarga dan para keturunannya. Tercatat beberapa nama anggota keluarga beliau yang dimakamkan di sana. Di antaranya yaitu Kemas Demang Wiro Sentiko Adenan, salah seorang cicit beliau yang juga menjadi adik ipar dari Sultan Mahmud Badaruddin Raden Hasan Pangeran Ratu (SMB II). Di masa beliau hidup, ia menetap di daerah Sungi Goren, Kecamatan 1 Ulu Palembang. Sehingga anak cucu beliau saat ini banyak yang menetap di sana, meskipun sebagian sudah banyak yang merantau ke daerah lain.

Gubah tersebut selesai dibangun tahun 1152 H atau tahun 1739 M, dan saat ini usianya sudah 273 tahun atau hampir 3 abad namun luput dari perhatian pemerintah kota Palembang. Hanya para keturunannya saja yang peduli hingga saat ini yang menjaga gubah tersebut dari tangan-tangan jahil para pendatang yang mulai membangun perumahan di sekitar areal makam. Semoga bangunan ini bisa tetap lestari sebagai salah satu tanda kebesaran dan keemasan zaman Kesultanan Palembang Darussalam.

Oleh Megatian Ananda Kemas, S.Psi

Daftar Pustaka

Akib, RM. 1930. Sejarah Melayu Palembang: Bandung. Druuk Ekonomi

http://kesultanan-palembang.blogspot.co.id/

13 Agustus 2013

Dadar Jiwo

Dadar Jiwo ala Bunda F3
Bahan-bahan untuk kulit :
- 500 gram tepung terigu
- 2 butir telur
- 3 gelas air
- pewarna kuning sedikit (bia pake kunyit)

Bahan-bahan untuk isi :
- 1 buah papaya muda yang masih setengah mateng uk sedang
- 3 siung bawang putih
- 250 gram udang yang sudah dicincang
- 8 buah bawang merah (3 siung dihaluskan, 5 buah dibuat bawang goreng)
- Setengah sendok the merica halus
- 1 gelas santan kental
- Garam secukupnya

Cara membuat kulit :
- Campurkan semua bahan dan diaduk sampai rata.
- Kemudian dengan menggunakan wajan anti lengket tuang 1 sendok sup adonan ke wajan dan dibuat dadar.

Cara membuat isi :
1. Pepaya muda diparut besar.
2. Bawang merah, bawang putih, merica, garam dihaluskan.
3. 5 buah bawang merah dibuat bawang goreng.
4. Panaskan minyak makan sebanyak 2 sendok.
5. Tumis bumbu-bumbu sampai harum/kuning.
6. Masukkan cincangan udang, pepaya yang sudah diparut. Aduk sampai rata dan matang.
7. Santan kelapa dimasak sampai keluar minyaknya (disebut gelondo).
8. Ambil satu lembar dadar dan isi dengan bahan isi tadi, lalu dilipat persegi panjang
9. Tata dipiring dan bagian atasnya diberi gelando kelapa dan dihiasi dengan bawang goreng dan irisan cabe merah


sumber : http://ikamasayu.blogspot.co.id/

02 Juni 2013

Kue Delapan Jam Khas Palembang

Menu Internasional - Kue Delapan Jam merupakan kue tradisional asli kota Palembang dan merupakan kekeyaan kuliner yang masih dilestarikan oleh masyarakat di daerah Sumatera Selatan khususnya selain Kue Jongkong. Namun meskipun begitu tidak mudah menemukan kue ini sehari-hari. Dari namanya yang unik dapat dijelaskan bahwa Delapan Jam merupakan waktu yang digunakan untuk membuat atau mengukus kue tradisional ini, ya memang butuh waktu selama itu untuk membuatnya. Oleh karena itu kue yang fenomenal ini mungkin menjadi kue yang paling lama dalam membuatnya di dunia.

Kue tradisional ini pada mulanya hanya bisa dan boleh di sajikan untuk kalangan bangsawan kala itu. Tidak ada yang boleh menikmati kue yang enak ini bagi kalangan masyarakat biasa. Namun berbeda pada saat ini karena kue yang legit dan nikmat ini sudah bisa dinikmati oleh semua kalangan masyarakat meskipun tidak setiap hari bisa ditemukan bebas di pasaran semua itu karena proses pembuatan nya yang memakan waktu tidak sebentar. 8 jam hanya untuk membuat kue bukanlah waktu yang sedikit bukan? Oleh karena nya untuk menikmati kue tradisional yang lezat ini anda bisa meluangkan waktu ke Palembang saat perayaan imlek atau hari besar keagamaan seperti Idul Fitri dan acara-acara penting yang lain atau acara adat di daerah setempat.

Namun tidak perlu khawatir jika anda tidak sempat ke Palembang atau biaya cekak untuk transportasi kesana. Karena akan selalu saya bagikan resep-resep spesial untuk kue-kue di nusantara yang pastinya akan sangat istimewa dalam hal rasa. Jika hanya di dapatkan saat hari-hari besar di daerah asalnya kini anda tidak perlu menunggu waktu lebih lama untuk membuatnya hanya perlu bersabar selama 8 jam untuk membuatnya di rumah anda. Dan hal yang perlu diperhatikan adalah saat mengukus selalu cek volume air segera tambahkan air mendidih jika air untuk mengukus sudah mulai habis. Dan setelah berhasil, waktu yang sangat lama untuk membuat kue ini akan dibayar dengan dengan kenikmatan yang tiada tara oleh rasa legit dan nikmat dari hasil kue buatan anda sendiri. 

Bahan-bahan dari kue ini sebenarnya sangat sederhana dan sangat mudah untuk mencarinya disekitar rumah anda. Nah daripada anda penasaran segera saja anda simak dan praktekkan cara membuat kue enak ini dalam resep spesial nya di Cara Membuat Kue Delapan Jam Khas Palembang Legit dan Nikmat yang berikut ini.
Cara Membuat Kue Delapan Jam Khas Palembang Legit dan Nikmat
Bahan-bahan :
  • 10 butir telur bebek, dikocok lepas
  • 150 gram gula pasir
  • 400 ml susu kental manis
  • 1 sendok teh esens vanili
  • 4 sendok makan mentega

Cara Membuat Kue Delapan Jam Khas Palembang Legit dan Nikmat :
  1. Campurkanlah semua bahan yang terdiri dari Telur bebek, gula pasir, susu kental, dan vanili dan mentega kedalam satu wadah kemudian aduk-aduk bahan hingga rata. Tuangkan adonan ke dalam loyang yang diolesi dengan menggunakan mentega dan ditaburi dengan tepung. Selanjutnya tutuplah dengan menggunakan aluminium foil agar air tidak menetes pada adonan kue.
  2. Langkah berikutnya adalah mengukus adonan kue selama waktu delapan jam, lalu masukkan kue yang telah dikukus kedalam oven dengan temperatur 1200C .Dan bakar dengan api bawah selama waktu 15 menit.
Nah penantian anda akan terbayar lunas dengan hasil yang nikmat dari kue delapan jam ini. Selamat mencoba dan berkreasi.

Tips : 
  • Jika waktu pengukusan kurang dari 8 jam hasil kue akan menjadi tidak akan lembut dan kenyal, dan tekstur nya akan menjadi mudah        hancur.
  • Jangan lupa untuk menambahkan air mendidih kedalam dandang kukus apabila air sudah banyak berkurang.
  • Untuk menghasilkan kue yang tahan lama bakarlah kembali kue selama 10 menit.

21 Mei 2013

Malbi Khas Palembang


RESEP MALBI

Malbi merupakan hidangan masakan daging khas masyarakat Palembang, Sumatera Selatan. Aslinya memang terdapat banyak variasi bumbu yang digunakan, ada pula berkuah pekat seperti semur daging. Menu ini biasa disajikan saat hajatan atau kenduri dan hari raya karena sangat enak dimakan bersama ketupat atau lontong. Berikut kreasi sederhana membuat malbi daging sapi.

Bahan dan Bumbu :
  • 500 gram daging sapi, iris-iris
  • 1 buah kelapa tua, kupas kulit ari, parut
  • 4 cm jahe, memarkan
  • 5 butir bawang merah, haluskan
  • 2 siung bawang putih, haluskan
  • 1 sendok teh ketumbar, haluskan
  • ½ sendok teh pala halus
  • 3 butir cengkih
  • 15 gram gula merah
  • 15 gram asam jawa, larutkan sedikit air
  • garam dan kecap manis secukupnya
CARA MEMBUAT MALBI KHAS PALEMBANG :
  1. Peras setengah bagian kelapa parut untuk diambil airnya, sisanya disangrai lalu dihaluskan.
  2. Tumis bawang merah, bawang putih dan ketumbar lalu masukkan jahe, tumis hingga harum. Masukkan irisan daging, aduk lalu masak hingga kecoklatan.
  3. Tambahkan pala halus dan cengkeh, beri sedikit air, gula merah, air asam setelah air mulai mengering. Masukkan santan, garam, kecap manis, aduk rata. Masak sebentar lalu angkat dan sajikan.
sumber resep : http://resepmasakankreatif.blogspot.co.id/

20 Mei 2013

Kebudayaan Seni Tari Pencak (Kestapes) Silat Bunga Rampai


keluarga besar kebudayaan seni tari pencak silat Bunga Rampai sumber http://pencaksilatbungarampai.blogspot.co.id/
yang merupakan pencak silat asli dari Palembang ini termasuk perguruan yang sudah lama berdiri, sebelum banyak pencak silat dari Jawa yang masuk ke Palembang dulu banyak masyarakat yang mengguanakan pencak ini untuk beladiri ataupun sekedar pergaan seni saat acara pernikahaan atau acara besar lainnya.

sespun perguruan bunga rampai
sumber : http://kestapesbungarampai.blogspot.co.id/
Silat yang memiliki sekretariat di Jl Dr M Isa Lr KI AA kuto batu, berlatih pada malam hari yaitu pada Senin malam, Kamis Malam dan Jumat Malam.

Dengan jumlah anggota di sekretariat +/- 100 orang perguruan ini sering tampil untuk mengisi acara-acara baik secara individu ataupun resmi pemerintahaan, dengan seragam khas pesilat hitam-hitam membuat perguruan ini juga sering mengisi acara-acara adat di Palembang.
Selain di sekretariat ada beberapa cabang yang telah di buka oleh Pencak Silat Bunga Rampai ini yaitu di daerah 1 Ulu, Makrayu dan beberapa tempat lainnya.
Dalam pembinaan sama seperti pencak silat lainnya ujian kenaikan tingkat di lakukan 6 bulan 1 x.

Perguruan Silat Bunga Rampai : Erwin Pelatih : Zaenal Nafiz 0711-7793084.
Saat mengisi acara pernikahan sumber : http://kestapesbungarampai.blogspot.co.id/


Untuk lebih lengkap mengenai silat Palembang bisa klik : 
https://www.silatpalembang.com/

02 April 2013

Kue Gandus Khas Palembang

Cara Membuat Kue Gandus Khas Palembang Lembut – Kue gandus khas palembang satu ini memang sangat spesial. Pasalnya selain rasanya yang enak, kue ini juga memiliki tampilan bersama toping yang menggoda selera. Bagi masyarakat palembang sendiri kue ini merupakan salah satu menu cemilan harian. Memang tangan-tangan kreatif masyarakat palembang ini kerap menghasilkan suatu sajian yang cukup populer. Seperti hasil sajian lainya seperti pempek, tekwan, model, kue maksuba, martabak har dan masih banyak lagi. 
Untuk menyajikan pannganan enak ini anda bisa membeli dan membuatnya dengan versi anda. Memang menurut kami dalam membuat kue gandus cukup mudah. Dan anda pun bisa membuatnya sendiri. Namun sebaiknya fahami dulu proses pembuatanya. Itu menjaga proses pembuatan kue gandus agar tidak gagal. Untuk itu, silahkan simak dan fahami dulu Cara Membuat Kue Gandus Khas Palembang Lembut  berikut.
kue gandus
Kue Gandus Khas Palembang
Bahan dan bumbu yang dibutuhkan :
  • Tepung beras sebanyak 250 gram
  • Garam dapur sebanyak 1/2 sendok teh
  • Santan kelapa sebanyak 850 gram
  • Ebi sebanyak 25 gram ( seduk dahulu lalu goreng )
  • Bawang merah sebanyak 3 butir ( iris tipis dan goreng )
  • Daun seledri sebanyak 1 tangkai ( cincang halus dan goreng )
Cara praktis membuat Kue Gandus :
  1. Masukan 350 ml santan kelapa pada panci kemudian masak hingga mendidih.
  2. Sambil menunggu santan kelap mendidih campurkan ebi yang telah digoreng, bawang merah yang telah digoreng dan daun seledri yang telah goreng. Sisihkan dahulu.
  3. Setelah itu campurkan tepung beras dan garam dapur aduk hingga rata.
  4. Masukan santan kelapa yang telah dipanaskan secara perlahan – lahan aduk kembali hingga rata.
  5. Tuangkan sisa santan yang tidah di masak aduk hingga benar – benar rata.
  6. Ambil loyang yang berukuran 20×20 cm lalu olesi dengan minyak.
  7. Masukan adonan pada loyang tadi, lalu masukan pada kukusan dan kukus hingga matang selama kurang lebih 15 menit.
  8. Angkat lalu beri bumbu yang telah dicampurkan diatasnya.
  9. Kemudian kukus kembali selama kurang lebih 15 menit atau sampai matang.
  10. Angkat dan Kue Gandus siap untuk disajikan.
Proses pembuatan Resep Kue Gandus Khas Palembang ini menghasilkan 16 porsi kue gandussaja. Jika ingin lebih banyak atau mau mengurangi, silahkan sesuaikan dengan resepnya. Demikian pembahasan kali ini semoga resep dapat di terima dan bermanfaat untuk anda semua.
sumber resep : http://www.resepkuerenyah.com/

10 Maret 2013

Resep Membuat Burgo Palembang.



Bahan burgo :
  • 100 gr tepung beras, ayak
  • 2 sendok makan tepung sagu
  • 1/2 sendok teh garam
  • 150 ml air mendidih
  • 1 sendok teh air kapur sirih
  • 300 ml air
Bahan untuk kuah :
  • 2 sendok makan minyak goreng
  • 2 batang sereh, ambil putihnya
  • 2 lembar daun salam 
  • 1000 ml air
  • 750 ml santan dari 1/2 butir kelapa
  • 1 1/2 sendok teh garam
  • 500 gr ikan gabus, rebus dan ambil dagingnya
 Bahan bumbu haluskan :
  • 5 siung bawang putih
  • 8 butir bawang merah
  • 2 cm kunyit
  • 2 cm jahe
  • 3 butir kemiri, sangrai
  • 1/2 sendok makn ketumbar, sangrai
  • 2 cm lengkuas
Bahan untuk pelengkap :
  • Telur rebus
  • Bawang goreng
 Cara membuat burgo :
  1. Untuk membuat burgo : Ambil 50 gr tepung beras yang telah di ayak, lalu seduh dengan air mendidih sedikit demi sedikit lalu aduk hingga rata
  2. Setelah rata, tambahakn tepung sagu, sisa dari tepung beras, air, air kapur sirih dan garam, aduk hingga rata
  3. Siapkan wajan anti lengket, lalu tambahkan dengan sedikit minyak, buatlah dadar tipis, lalu gulung dan angkat. Lakukan hingga semua adonan burgo habis
  4. Untuk membuat kuah :  Panaskan minyak, lalu tumis bumbu halus bersama dengan serai dan daun salam, tumis hingga harum
  5. Tambahakn gula, garam, air dan santan, aduk rata. Masukkan ikan gabus lalu masak hingga mendidih lalu masak dan segera angkat
  6. Sajikan burgo dengan cara di potong potong kecil, lalu siram dengan kuah dan di tambah dengan pelengkap
Sumber : http://kumpulan-resep-lengkap.blogspot.com

06 Februari 2013

Pelukis Arifin Menemukan SMB II

Foto By : http://sosok.kompasiana.com

Pelukis Arifin Menemukan SMB II
Oleh : Djoko Poernomo

Melukis wajah seseorang hanya berdasarkan data minim bukan merupakan pekerjaan gampang. Namun, hal itu mampu dilakoni Eden bin Nur Arifin (61) alias Eden Arifin, pelukis senior asal Palembang, Sumatera Selatan.

Eden dalam waktu 22 hari bisa menciptakan wajah penguasa Kesultanan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II memerintah tahun 1774-1803 ke atas kanvas secara pas. Lukisan wajah SMB II karya Eden itulah yang kini diakui banyak pihak.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, sebagai pemesan lukisan, cuma menyertakan data SMB II menyangkut usia, bijaksana, tampan, dan gagah berani.

”Enam hari pertama saya habiskan untuk membuat sketsa di atas kertas,” tutur Eden, bapak enam anak dan kakek enam cucu itu. Di sela-sela pencarian wajah SMB II itu ia sempat membaca buku sejarah tentang sepak terjang SMB II melawan Inggris dan Belanda pada abad ke-17. Hingga hari ketujuh pun apa yang ia cari belum juga ketemu.

Pada hari ke-12 Eden mencoba membuat sketsa lagi berdasarkan keterangan kerabat dekat SMB II. ”Sejak itu tangan saya merasa ringan saat menggoreskan kuas. Seolah ada yang membimbing perasaan dan pikiran untuk segera menyelesaikan lukisan yang hanya tersisa 10 hari...,” katanya.

Permukaan kanvas tertutup cat pada hari ke-13. Namun, sosok SMB II baru muncul pada hari ke-17 dengan rambut gondrong sebatas bahu. Sehari kemudian Eden melengkapi dengan pernik-pernik, semisal tanjak kepudang (tutup kepala), baju jubah kelamkari, keris kepala burung dari gading, badong, serta baju tekep dado (baju dalam) yang berhiaskan dua kalimat syahadat dalam huruf Arab.

Setelah pekerjaan ini dirasakan cukup, Eden melangkah ke pekerjaan berikut, yakni melengkapi latar gambar yang terinspirasi dari peperangan loji (kantor dagang) di Sungai Aur, Palembang, ketika SMB II berperang melawan Belanda, 1811.

Akan tetapi, kata Eden lirih, sosok SMB II yang berambut gondrong memperoleh banyak kritik dari seniman setempat yang sengaja ia undang untuk memberikan penilaian akhir sebelum gambar itu diserahkan kepada pihak pemesan.

Rambut gondrong memberi kesan SMB II garang dan kejam, padahal tidak demikian. Dalam waktu singkat Eden mengubah rambut gondrong SMB II menjadi pendek, seperti terlihat dalam gambar sekarang ini.

SMB II sendiri naik takhta menggantikan ayahnya, Sultan Muhammad Bahauddin. Ketika naik takhta, ia sudah siap memerintah Kesultanan Palembang Darussalam dengan segala permasalahan menghadapi Inggris dan Belanda.

Bambang Budi Utomo dari Puslitbang Arkeologi Nasional mencatat, SMB II wafat dalam pengasingan di Ternate pada akhir September 1852 (Kompas 21/11).

Ekspresi

Ada empat pelukis lain yang diminta menggambar SMB II. Namun, berdasarkan pemenuhan semua persyaratan, semisal ekspresi, ciri khas muka, watak dan mental, kemudian usia, serta aksesori yang dikenakan SMB II, karya Eden dinyatakan sebagai peraih nilai tertinggi. Atas karyanya ini Eden memperoleh penghargaan uang yang besarnya sangat relatif.

”Yang memotivasi bukan uang, tetapi pengakuan dari masyarakat luas bahwa gambar SMB II lahir dari tangan saya,” tutur Eden yang sebulan terakhir banyak berada di Jakarta.

Lukisan karya Eden pun berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Selatan 5 November 1982 ditetapkan sebagai gambar resmi SMB II. Dua tahun berikutnya, tepatnya 29 Oktober 1984, SMB II diputuskan menjadi pahlawan nasional. Sejak itulah Eden Arifin, pelukis yang mewarisi bakat seni dari almarhum ayahnya, Nur Arifin, dikenal sebagai pencipta gambar pahlawan nasional SMB II.

Wajah SMB II yang dibuat Eden kini dipasang di Kantor Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, sementara gambar duplikasi dipajang di gedung-gedung di provinsi yang sama, termasuk di bandar udara internasional di Palembang. Di dunia cuma ada satu lukisan SMB II, kata Eden menegaskan.

Band

Eden Arifin remaja menyukai berbagai bentuk kesenian. Bidang fotografi pernah dia geluti, demikian pula bermusik di bawah bendera The Little Poor Brothers Band di Kota Palembang.

Pada tahun 1966 Eden yang menikahi gadis asli Palembang, Murniati, mulai menekuni seni lukis, diawali kumpul bersama para seniman di sebuah sanggar di kawasan Pasar Tengkuruk 16 Ilir, Palembang. Beberapa sanggar pernah ia masuki sampai akhirnya mendirikan sanggar sendiri di kawasan Kebon Gede, Palembang, yang diberi nama Violet pada tahun 1973. Gaya lukisan Eden Arifin adalah realis.

Dia antara lain pernah menjadi karyawan Departemen Agama, Departemen Penerangan, guru empu di SMSR Palembang, serta mengajar di beberapa sekolah swasta.

Tahun 2001 Eden memperoleh penghargaan seni dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan atas kreativitas, produktivitas, dan dedikasi terhadap karya seni lukis.

”Untuk profesi seperti saya tidak ada kamus pensiun, ujar Eden mantap. Ia melukis selama 39 tahun dan ribuan lembar lukisan potret diri telah ia hasilkan. Ia pun akan terus berkarya.

Sumber : Kompas, Kamis, 12 Januari 2006

05 Februari 2013

Kue Putu Ayu

Resep Kue Putu Ayu
Kue Putu Ayu
RESEP KUE PUTU AYU ENAK DAN LEMBUT
Kue basah tradisional yang enak dan lembut ini merupakan salah satu dari aneka jajanan pasar yang hingga saat ini masih populer. Kue putu ayu atau sering disebut juga kue putri ayu ini memilki tampilan warna yang cantik, yaitu hijau dan putih dari kelapa yang diparut. Resep bikin kue putu ayu dan cara membuatnya :

Bahan :
  • 2 butir telur ayam
  • 200 gram gula pasir
  • 1 sdt SP
  • 150 gram tepung terigu
  • 200 ml santan
  • pewarna hijau secukupnya
  • 100 gram kelapa muda parut
  • garam secukupnya
CARA MEMBUAT KUE PUTU AYU ENAK :
  1. Kocok telur, gula pasir dan SP sampai mengembang dan putih. Kemudian masukkan terigu. Aduk rata.
  2. Tuang santan sedikit demi sedikit sambil diaduk rata. Masukkan pewarna hijau, aduk hingga rata.
  3. Campur kelapa dan garam, aduk rata. Masukkan ke dasar cetakan sambil sedikit ditekan supaya padat. Tuang adonan putu ayu ke dalam cetakan hingga penuh.
  4. Panaskan panci pengukus, kukus adonan hingga matang. Angkat dan sajikan untuk 18 buah.
Tips :
  • Jangan gunakan api yang terlalu besar agar kukusan tidak terlalu panas sehingga bisa menyebabkan kue merekah.
  • Agar kelapa tampil rapi dan menarik, gunakan kelapa yang cukup muda dan saat memasukkan ke dalam cetakan dengan cara sedikit ditekan agar lebih padat.

03 Januari 2013

Ketan Punar Khas Palembang

Ketan Punar Khas Palembang


Ketan Punar sangat susah menemukan dipasaran karena biasanya hanya dibuat pada acara perayaan tertentu, seperti marhaba bayi dan pernikahan. Khusus pernikahan, ketan punar wajib digunakan pada prosesi ‘cacap-cacapan’. Jenis ketan punar ada ketan yg bewarna kuning dg alas daun pisang, mirip nasi kuning, ada campuran kunyit dan santan, rasanya gemuk gurih gitu deh.
bahan:
  • 1 kg beras ketan (rendam 1 jam)
  • 350 ml santan encer
  • 5 cm kunyit (parut, ambil airnya)
  • 2 daun salam
  • 250 ml air
  • garam
pelengkap:
  • bawang goreng
  • dendeng manis
  • serundeng kelapa
  • emping
cara membuat:
  1. kukus ketan selama 30 menit
  2. didihkan santan bersama air, garam, kunyit, daun salam
  3. masukan ketan kedalam santan yang mendidih. Diamkan beberapa saat sampai santan terserap
  4. kukus sampai matang
  5. sajikan dengan pelengkap
  6. yummy!

RESEP RAGIT MAKANAN KHAS PALEMBANG


 Foto by : resepmasakannew.blogspot.com

Bahan Ragit :

  • 150 gram tepung terigu
  • 2 butir telur
  • ½ st garam
  • 400 ml air
Bahan dan Bumbu Kare Daging :
  • 500 gram daging terderloin/ has dalam, potong dadu 2 x 2 cm
  • 30 ml minyak sayur untuk menumis
  • 20 gram lengkuas, iris-iris
  • 2 batang serai, memarkan
  • 2 lembar daun salam
  • 3 lembar daun jeruk
  • 4 lembar daun kare
  • 1 liter santan sedang
  • 2 sdm bumbu kare bubuk
  • 1 sdt kaldu bubuk instan rasa daging
  • ¼ sdt garam
  • 1 sdt penyedap rasa
  • 2 sdm gula pasir
  • 10 buah cabe rawit
Haluskan :
  • ¼ sdt merica
  • 50 gr kemiri goreng
  • 3 bh cabe merah
  • 1 sdt ketumbar
  • ½ sdt jinten
CARA MEMBUAT RAGIT KHAS PALEMBANG :
  1. Campurkan semua bahan ragit menjadi satu. Aduk sehingga tercampur rata dan menjadi adonan yang licin, lalu saring..
  2. Tuang adonan kedalam cetakan bercorong atau plastik segitiga, dadar diatas pendadar seperti sarang laba-laba hingga matang. Angkat, lakukan hal yang sama hingga adonan habis. Sisihkan.
  3. Membuat Kare. Tumis bumbu halus, lengkuas, serai, daun salam, daun jeruk, dan daun kare hingga harum. Masukkan daging, aduk sampai berubah warna. Tuang santan, bubuhi bubuk kare, kaldu bubuk, garam, penyedap rasa, dan gula pasir. Masak sambil sekali-kali diaduk hingga matang dan bumbu meresap. Sesaat akan diangkat masukkan cabe rawit, aduk.
  4. Sajikan ragit bersama kare daging selagi hangat.
Sumber Tulisan : resepmasakankreatif.blogspot.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...