Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2012

Sejarah Pasar 16 Ilir Palembang

Geliat perekonomian 16 Ilir dan sekitarnya sesungguhnya sudah dimulai sejak Kimas Hindi Pangeran Ario Kesumo Abdulrohim memindahkan pusat kekuasaan dari 1 Ilir yang dibakar habis oleh VOC tahun 1659 ke Kuto Cerancang (kini kawasan Beringin Janggut, Masjid Lama dan sekitarnya) pada tahun 1662. Denyut perekonomian itu makin terasa saat cucu Kimas Hindi Sultan pertama Palembang yang bergelar Sultan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayidul Imam yaitu Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo memindahkan keraton ke Kuto Kecik, seiring pembangunan Masjid Agung pada tahun 1738.

Kawasan itu pun menjadi pemukiman tepian sungai, dengan sistem budaya tepian sungai (riverine culture) yang dianut rakyatnya. Sungai Tengkuruk dan Sungai Rendang yang bermuara ke Sungai Musi ersama Sungai Kapuran menjadi "benteng" bagi Masjid Agung dan Keraton Kuto

Kecik menjadi pusat perdagangan kala itu. Rakyat dari hulu dan hilir Sungai Musi membawa hasil alam dan menjualnya di sepanjang te…

Rubber Restrict Kanttor Palembang

Rubber Restrict Kanttor (kantor restriksi karet) yang dibangun pada tahun 1930-an memiliki peranan penting dalam menentukan kebijakan menghadapi krisis ekonomi dunia (malaise) 1920/1930. Berdasarkan sejarahnya dari dulu Palembang sangat di kenal dengan komoditi kopi dan Karet yang di kuasai oleh tiga kelompok besar yaitu kelompok Firma, Kelompok 3 eksportir & kelompok eksportir kolonial.

Apalagi saat terjadi rubber boom sekitar tahun 1912 dan 1915, orang-orang di Keresidenan Palembang (masuk seluruh daerah di Sumsel) demikian mudahnya membeli mobil. Peningkatan kemakmuran makin menjadi setelah tahun 1920. Dalam tahun 1920, mobil pribadi belum sampai 300 buah. Tetapi, pada tahun 1927, jumlahnya meningkat sampai 3.475 buah. Mobil ini terdiri atas berbagai mereka, antara lain Ford, Albion, Rugby, Chevrolet, dan Whitesteam (Djohan Hanafiah: Dicari, Walikota yang Memenuhi Syarat: 2005).
Betapa makmurnya para toke para dan pebisnis masa itu tampaknya menjadi "wajah&…

Pekan Olah Raga Mahasiswa IX Palembang Tahun 1971

Keberadaan POMNAS tidak terlepas dari sejarah perjalanan BAPOMI sebagai induk olah raga kemahasiswaan di Tanah Air. Pada awal 1950, perkumpulan dan organisasi olah raga mahasiswa telah terbentuk dan tumbuh berkembang. Di Jakarta telah membentuk suatu wadah olah raga mahasiswa yaitu UFIA (khusus untuk mahasiswa Jakarta UFI), di Bandung IOMA, dan di Bogor UFA yang telah mampu mengoordinasi dan melaksanakan kegiatan kegiatan olah raga mahasiswa.


Organiasi-organisasi itulah yang telah mendorong, menciptakan, dan mewujudkan suatu pertemuan para olah ragawan dalam suatu Pekan Olahraga Mahasiswa (POM). POM I berhasil diselengarakan pada Desember 1951, di Yokyakarta. Kegiatan tersebut terus berlangsung secara kontinyu setiap dua tahun sekali.

POM IX/1971 di Palembang, tercatat sebagai …

Palembang Tahun 1980-an

Kolam Renang Garuda Palembang

Sejarah Toko Hasan AS Palembang

Tepat di seberang Pasar Raya JM terdapat deretan pertokoan yang menjual buah tangan khas Palembang, perlengkapan orang meninggal, jamu-jamu, perlengkapan pengantin, akikah dan lain-lain yang lebih dikenal dengan Pertokoan Hasan AS.
Pertokoan yang sudah ada sejak tahun 1950-an ini dari dulu merupakan toko penjual makanan khas Palembang yang tidak ada duanya pada saat itu, sehingga banyak orang-orang yang dari luar Palembang jika ingin kembali lagi ke kotanya untuk membeli oleh-oleh di toko ini.
Di deretan toko ini juga terdapat Hidangan “SURYA “ yang cukup enak di kala itu sehingga banyak para penonton bioskop setelah selesai mampir di hidangan surya ini. Selain hidangan surya di sini juga pernah berdiri hotel melati yang sekarang sudah tidak beroperasi lagi.
Saat ini bentuk toko ini pun tidak banyak berubah dari dulu hanya satu tepat jualan yang saat ini di bagi-bagi menjadi beberapa blok dari anak keturunan hasan as, seperti toko Saidi Hasan AS, toko Roha Hasan AS, toko Fia Hasan AS dan…

Radio Pertama Di Palembang 1946

Tidak banyak masyarakat di lorong Kebangkan, Jl Segaran, Kelurahan 9 Ilir mengetahui jika kawasanya merupakan pusat penyiaran radio pertama para pejuang era kemerdekaan. Keterangan banyak di dapat para orang tua yang sudah cukup lama tinggal di kawasan tersebut. 
Hermanto (71), salah satu warga setempat mengingat, saat ia kecil, di RT 7 RW 02 saat ini terdapat rumah panggung besar. Rumah panggung ini merupakan tempat berkumpulnya para pejuang usai kemerdekaan sekitar tahun 1946. Dari rumah itulah, para pejuang menyiarkan berita seputar perjuangan membakar semangat masyarakat untuk mempertahankan kemerdekaan karena datangnya Belanda usai proklamasi.
Hanya saja, kini rumah panggung tersebut berubah total. Dibangun perumahan oleh warga setempat. “Waktu saya kecil, dulu memang ada empat tiang bambu untuk pemancar. Disini memang tempat RRI pertama kali,” ucap salah seorang nenek. 
Menyusuri Lrg Kebangkan, ternyata tembus ke Jl Veteran. Masuk dari jalan Veteran, terdapat lorong yang kini dinam…

Kawasan Internasional Plaza dan Sekitarnya

Foto yang satu ini di perkirakan pada tahun 1965 - 1970 an dimana lokasi yang di ambil adalah di jalan Jenderal Sudirman tampak diantara jajaran gedung tersebut antara lain :
Bioskop Internasional (sekarang menjadi Internasional Plaza), di bioskop ini dibagi kelas. Untuk paling depan didekat layar adalah kelas III, makin atas maka kelaspun makin tinggi, hingga yang kelas yang paling tinggi saat itu di Balkon. Di bioskop ini pernah diadakan  konser musik undergound THE PEELS yang di iringi oleh band asli Palembang “The Golden Wing’.
 Rumah Makan Kejora (Sekarang Martabak HAR). Uniknya  Di RM Kejora ini siapa yang makan di lantai atas, gulai dan nasinya “ditarik” menggunakan  bandul keatas, tidak di hidangkan dengan tangan seperti yang kita sering lihat di rumah makan padang saat ini, dan di atas sudah ada orang yang menunggu untuk mengambil gulai dan nasi tersebut, dan lucunya pernah kejadian bandul itu lepas sehingga nasi dan gulai jatuh berantakan. 
Toko Sepatu Bata dan Apotik Kinol (se…

Kambang Iwak Kecik Update

Gambar Kambang Iwak Kecik yang di ambil pada Minggu, 22 Juli 2012

Hotel Aston Palembang

Hotel Aston International secara resmi telah beroperasional dan menerima tamu. Hotel yang dulunya sempat vakum hampir dua tahun ini hadir dengan mengusung konsep yang lebih lebih fresh, modern dan minimalis dengan kelengkapan fasilitas yang jauh di atas sebelumnya. Grand opening telah dilakukan tanggal 23 Juli 2011. Hotel bintang empat ini memuat 163 unit kamar yang tersebar pada 11 lantai. Untuk ruang hiburan dipusatkan di lantai tiga, termasuk kolam renang, arena olahraga atau fitnes dan ruang spa. Tipe room hotel ini terdiri dari deluxe, deluxe premier, junior suite, dan executive suite, masing-masing dilengkapi AC, LCD TV, WiFi, mini bar, safe deposit box, dan fasilitas lain disediakan di kamar.
Sarana edutainment yang lengkap ini juga didukung akses di jalur strategis Palembang, yakni Jalan Basuki Rahmat yang menjadi salah satu kawasan pusat bisnis terbesar. Tarif normal menginap mulai Rp 950 ribu-Rp 5 juta/malam.
Hotel juga dilengkapi dengan restoran, ballroom yang …

Keripik Maicih di Palembang

Keripik Maicih Keunikannya Sedahsyat Pedasnya

View Jakarta dari 868

Sejarah Angkot Di Palembang

"Pada tahun 1950 itu berbagai jenis kendaraan bekas perang dunia II (dump) dan kendaraan lain tentara kerajaanBelanda dikumpulkan di bekas lapangan terbang Sekojo di Sungai buah dan ditanah kosong dekat kantor DPLAD di ujung jalan Bukit Kecil. Kendaraan-kendaraanbekas (dump) ini dijual kepada umum. Kendaraan-kendaraan inilah yang kemudian dijadikan truk angkutan barang dan opelet (di Palembang opelet ini disebut“taksi”) yang terbuat dari bekas jeep dengan body konstruksi kayu (semacam Jeepney di Manila dengan ukuran lebih kecil). “Taksi” Palembang didominasi oleh jeep hasil rekonstruksi dan renovasi yang kreatif ini".

Untuk angkot seberang ulu banyak menggunakan mobil-mobil chevrolet yang sering di sebut dengan "opel/oplet". sedangkan untuk di seberang ilir angkot banyak menggunakan Jeef willys.
Secara berangsur dengan mulai beroperasinya kembali perusahaan dealer yang sudah ada sejak sebelum kemerdekaan, seperti Koek & Co yang memasukkan kendaraan …

Wilhelmina park di Palembang

Hampir di setiap kota jajahan Belanda memiliki taman yang bernama Wilhelmina seperti di Jakarta Wilhelmina park nya terletak samping masjid Istqlal yang sekarang jadi bagian dari masjid Istiqlal sendiri, ataupun taman medeka yang dulunya merupakan Wilhelmina park di kota Semarang.
Begitu juga di  Palembang berdasarkan catatan sejarah Wilhelmina park yang tampak pada foto tertera tahun 1900 yang terletak Taman luasnya hanya 2-3 Hektar ini yang terbentang cukup luas yang berbatasan langsung dengan Jalan sluisweg ( Jalan Rumah Bari saat ini ), dan di Utara di hapit oleh sungai kapuran dan di sebalah barat dengan Jalan sekanak  dan untuk di sebelah selatan berbatasan dengan jalan kratonweg (jalan kraton). sebagai ilustrasi saat ini dari Kantor ledeng (watertoren), Balai prajurit (Bioskop Intium/Luxsor), dan Kantor Pol PP ( balai pertemuan).

Di seberang Wilhelmina Park tersebut berdiri bagunan Hotel Ratu Wilhelmina, yang pada saat itu mayoritas terbuat dari kayu  yang terdiri dari beberapa b…

Tradisi Nenggung di Palembang

Tradisi Meninabobokkan Anak di Palembang


KETIKA bayi atau anak kecil sulit tidur atau terbangun terus ketika sedang tidur, maka dengan bergegas Sang Ibu akan meninabobokkannya dengan berbagai lagu yang diiramakan yang disebut nenggung. Namun, sangat disayangkan tradisi nenggung di kalangan masyarakat Palembang dan sekitarnya hanyalah tinggal kenangan. Tradisi nenggung sekarang tinggal cerita. Orang tua masa kini sudah tidak dapat lagi meninabobokkan anaknya dengan nenggung karena sudah ada penggantinya. 
Nenggung sudah dapat digantikan dengan berbagai lagu anak atau lagu-lagu masa kini yang tentu saja yang dapat dihapal oleh Ibu si anak. Saat ini, banyak alternatif lagu atau musik yang lebih menjanjikan, antara lain radio, kaset, CD, bahkan DVD. Wajarlah, para ibu masa kini sudah tak dapat meninabobokkan anaknya dalam belaian atau buaian ibunya. 
Nenggung adalah nyanyian berupa pantun untuk menidurkan anak yang berisi ajaran agama, moral, dan nasihat yang berguna sehingga anak merasa nya…

PT. Pupuk Sriwijaya (PUSRI)

Pabrik pupuk ini didirikan pada 24 Desember 1958 dengan kegiatan usaha produksi pupuk urea. Pabrik ini menempati areal di bekas tapak Benteng Kuto Gawang, yaitu benteng Kerajaan Palembang yang habis dibakar VOC pada tahun 1659. Karena itu pula, di dalam kompleks PT Pusri (Persero) ini, masih banyak terdapat situs arkeologi. Produksi pertamanya pada tahun 1963, yaitu Pusri I dengan kapasitas produksi sebesar 100.000 ton per tahun. Sekitar sebelas tahun kemudian, 1974, dibangun Pusri II yang memiliki kapasitas produksi terpasang sebesar 380.000 ton per tahun dan kemudian ditingkatkan menjadi 570.000 ton per tahun pada tahun 1992. Pusri III dibangun tahun 1976 dengan kapasitas produksi terpasang 570.000 ton per tahun. Pengembangan terus dilakukan. Setahun berikutnya, dibangun Pusri IV, yang berkapasitas sama dengan Pusri III. Pada tahun 1990, dibangun Pusri IB, dengan kapasitas yang sama dengan pendahulunya. Pabrik ini sebagai pengganti Pusri I yang sudah dihentikan operasionalnya karena…

Losmen Jakarta Palembang

Losmen Jakarta yang terletak di Jalan Sayangan no 247 palembang ini, saat ini sudah berubah menjadi Hotel melati 3, pada tahun 2004 Losmen ini di lakukan renovasi sehingga berubah menjadi hotel 999 dengan perubahan alamat menjadi no. 769-A/B, dengan kapasitas 20 Kamar hotel melati 3 memberikan pelayanan yang cukup lumayan untuk hotel sekelasnya. Hotel yang terletak di pusat pasar ini banyak di isi oleh "Toke" (juragan-juragan) yang merupakan pedagang dari luar Palembang seperti terutama dari jalur sungai seperti, Telang, Jalur, Sungsang, Makarti, Karang Agung dan lain sebagainya.
Palembang, Sayangan, 0712, Dodi NP

Foto Udara : Sungai Musi & Jembatan Ampera

Foto yang di ambil dari pesawat GA 122 JKT - PLM tanggal 11 Juli 2012 pukul 17.20 di seat 29A
Palembang, GA 122 , 0712, Dodi NP

Foto Udara : Wilayah Palembang Lainnya

Foto yang di ambil dari pesawat GA 122 JKT - PLM tanggal 11 Juli 2012 pukul 17.20 di seat 29A
Palembang, GA 122 , 0712, Dodi NP

Foto Udara : Pulau Kemaro & PT Pusri

Foto yang di ambil dari pesawat GA 122 JKT - PLM tanggal 11 Juli 2012 pukul 17.20 di seat 29A

Palembang, GA 122 , 0712, Dodi NP

Talang Jambe Palembang

Wilayah yang masih termasuk di dalam kelurahaan Sukarami ini masih bisa di bilang cukup asri, dimana masih banyak petani yang bermukim di sini, petani semangka, cabe, singkong, karet ataupun pepaya california yang cukup terkenal, yang sempat di tinjau oleh menteri lingkungan hidup beberapa waktu yang lalu.
Walaupun di tengah keasrian lingkungannya, tetapi kegiatan galian tanah (galian C) dak pernah berhenti, banyak masih didapati truck yang masih beroperasi mengangkut tanah, sehingga jalan akses menuju kawasan ini tidak bisa bagus 100%.
Di dalam kawasan ini juga banyak terdapat pesantren dan lembaga pengembangan keagamaan Islam khususnya, tetapi  untuk sekolah umum baik SD, SMP ataupun SMA masih di rasa kurang, sehingga siswa-siswi untuk belajar menempuh jarak yang cukup jauh.
Palembang, Talang Jambe, 0712, Dodi NP

Taman Enterpreneur Palembang

Taman yang terletak di depan pasar cinde ini  berubah sejak Sea Games Nov 2011 menjadi taman enterpreneur yang sebelumnya merupakan taman yang menampilkan Tank dan beberapa senjata berat milik TNI yang di pindahkan di depan Monpera jalan Merdeka.
Palembang, Cinde, 0712, Dodi NP