Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2010

Kambang Koci

Situs Kambang Koci merupakan situs pemakaman yang terletak di areal parkir pelabuhan peti kemas milik Pelindo II di Boom Baru, Kecamatan Ilir Timur II, Kotamadya Palembang. Pemakaman ini termasuk salah satu aset budaya masa silam terutama masa Kesultanan Palembang Darussalam di Sumatera Selatan yang perlu dilestarikan.

Tanah pemakaman tersebut dinamakan Kambang Koci yang berasal dari kata-kata kambang (kolam) dan sekoci (perahu), karena jauh sebelumnya tempat itu merupakan tempat pencucian perahu

Di situs tersebut terdapat beberapa nisan kuno yang diidentifikasikan bertipe Demak-Troloyo dan Aceh dengan variasinya. Dari hasil pembacaan inskripsinya dapat pula diketahui bahwa angka tahun yang paling tua menyebutkan 1231 H. Nisan-nisan makam Kambang Koci merupakan tinggalan budaya masa lalu di Palembang yang sangat berharga bagi kajian arkeologi. Tinggalan tersebut dapat dikaji melalui beberapa pendekatan yanitu grafis, kaligrafi, filo-arkeologi dan linguistik.

Aadapun ya…

Komplek Pertamina Bagus Kuning

Disebut komplek “Bagus Kuning” karena di sana ada kuburan Ratu Bagus Kuning, pemakaman tua era Kerajaan Palembang. Lokasinya di tepi Sungai Musi, tepatnya di timur Palembang Ulu, atau sekitar lima kilometer dari Jembatan Ampera. Komplek perminyakan yang sudah ada sejak pada saat zaman kolonial Belanda dengan beroperasinya STANVAC/SVPM (Standard Vacum Petroleum Matschapij) dan BPM (British Petroleum Matschapij beroperasi kurang lebih 1904), dua perusahaan minyak besar yang memiliki kilang refinery yang terletak di Sungai Gerong yang beroperasi di tahun +/- 1926 dan Plaju tahun +/- 1900.
serta sumur-sumur produksi yang tersebar di sejumlah lokasi di sekitar Prabumulih, Pendopo, dan Jambi, dan lain-lain. sehingga banyak perumahan-perumahan atau komplek yang di buat untuk karyawan-karyawan perusahaan perminyakan ini.
Setelah zaman kemerdekaan dan di nasionalisasikan oleh pemerintah Indonesia tahun 1950 maka banyak orang asing yang selama ini mendiami komplek perumahan ini pergi kembali ke n…

Kawah Tengkurep

Kompleks Pemakaman ini sekarang masuk dalam kawasan Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang. Berdasarkan catatan lama, pemakaman ini dibangun tahun 1728 M atas perintah Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo (wafat tahun 1756 M), setelah pembangunan Kompleks Makam atau Gubah Talang Kerangga (30 Ilir). Nama kawah tekurep diambil dari bentuk cungkup (kubah) yang menyerupai kawah ditengkurapkan (Palembang: tekurep). Jika diukur dari tepian Sungai Musi, kompleks makam ini berjarak sekitar 100 meter dari sungai.

Sekelilingnya dipagari dengan batu bata, yang sebagian telah rusak. Di sisi yang menghadap Sungai Musi (arah selatan), terdapat gapura yang merupakan gerbang utama untuk memasuki kompleks makam. Di dalamnya, terdapat empat cungkup. Yaitu, tiga cungkup yang diperuntukkan bagi makam para sultan dan satu cungkup untuk putra-putri Sultan Mahmud Badaruddin, para pejabat dan hulubalang kesultanan. Berikut nama-nama tokoh yang dimakamkan: 
Cungkup I: 1. Sultan Ma…

Kue Maksuba Khas Palembang

Palembang memang sangat terkenal sekali dengan kue-kue yang sangat enak dan lezat, selai kue delapan jam, ada lagi kue maksuba yang tekstur kuenya mirip dengan kue lapis, namun lebih lembut dan enak tentunya. Kue maksuba ini biasanya laris dipasaran ketika moment spesial atau hari raya lebaran, dan biasanya pesanan maksuba berkali lipat saat moment itu datang. Mungkin bagi sebagian orang kue maksuba ini sedikit aneh ditelinga, namun bagi sebagian besar warga palembang kue yang satu ini sudah menjadi primadona tersendiri, dan wajib ada ketika hari besar-besar pada umumnya. Memangkue yang sangat lezat dan wajib untuk anda coba cicipi kelezatanya. Peroses pembuatan kue maksuba bisa dibilang memiliki tingkat kesulitan tersendiri, pokoknya hampir sama ddengan olahan kue lapis pada umumnya. Jadi dibutuhkan kesabaran ekstra dalam membuat makanan enak ini, tapi tenang saja sekarang anda akan sangat mudah membuatnya dengan bantuan resep dari kami, namun dalam hal memanggang dan melapisinya anda…