Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2010

Makam Sabokingking Palembang

Kompleks Makam Sabokingking juga terdapat di dalam kawasan PT Pusri. Tokoh yang dimakamkan di kompleks ini antara lain Pangeran Sido Ing Kenayan (1630-1642 M). Sido Ing Kenayan adalah Raja Palembang yang menggantikan pamannya, Pangeran Sido Ing Puro (1624-1630 M) dan kedudukannya kemudian digantikan oleh sepupunya, Pangeran Sido Ing Pasarean (1642-143 M). 
Makam ini berdampinngan dengan makam istri Pangeran Sido Ing Kenayan, yaitu Ratu Sinuhun. Di samping itu, terdapat pula makam guru agama raja, Habib Muhammad Imam Alfasah yang berasal dari Arab. Hingga kini, Ratu Sinuhun diyakini sebagai penulis kitab Simbur Cahaya. Kitab ini sering pula disebut Undang-undang Simbur Cahaya, yang isinya norma hukum adat. 
Ada pula keyakinan, Simbur Cahaya adalah pengesahan hokum adat (lisan) yang pada masa itu berlaku sudah berlaku pada masyarakat pedalaman Sumatera Selatan. Simbur Cahaya, pada dasarnya memang mengatur rakyat di luar Palembang atau dikenal dengan istilah uluan. Aturan…

Makam Sultan Agung Palembang

\Kompleks Makam Sultan Agung Komaruddin Sri Teruno (1718-1727 M) merupakan salah satu kekayaan arkeologi di Kota Palembang. Kompleks ini terdapat di kawasan Kelurahan 1 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) II, berbatasan dengan lingkungan PT Pusri (ada sebuah masjid, yaitu Masjid Sultan Agung yang menjadi jarak antara). 
Karena perkembangan kota, letak kompleks makam yang merupakan bagian dari Kota Plembang Lamo ini sekarang bersebelahan pula dengan Kantor Kelurahan 1 Ilir (sebelah selatan). Sebagaimana layaknya kompleks pemakaman kuno lain di Palembang, Kompleks Makam Sultan Agung berjarak sekitar 45 meter dari tepian sungai, yaitu Sungai Musi. Posisi tanahnya pun lebih tinggi dibandingkan dengan tanah di sekitarnya. 
Sultan ketiga di Kesultanan Palembang Darussalam berikut tokoh-tokoh lain yang dimakamkan di kompleks yang sama ini wafat sebelum Kompleks Kawah Tekurep selesai dibangun. Dengan demikian, makamnya pun terpisah dari kompleks makam Sultan Mahmud Badaruddin I Ja…

Rumah Sakit Pelabuhan Palembang

Rumah Sakit Pelabuhan Palembang bermula dari didirikannya unit kesehatan (UKES) pada tahun 1974 yang merupakan bagian dari organisasi BPP (Badan Pengusahaan Pelabuhan) Palembang sebagai sarana pelayanan kesehatan bagi karyawan dan keluarganya. Pada saat itu pelayanannya baru berupa Rawat Jalan, Rawat Inap Bersalin, dan Apotik.

Dengan adanya perkembangan Pelabuhan Palembang, maka pada tahun 1980 mulailah dibangun sebuah sarana Rumah Sakit yang terletak di Jalan Mayor Memet Sastrawirya dibekas daerah Asrama TNI AD, yang diresmikan pada tanggal 02 Oktober 1981 oleh Dirjen Perhubungan Laut dengan sarana pelayanan berupa Rawat Jalan + UGD, Rawat Inap Umum dan Kebidanan dengan kapasitas 50 bed, Apotik, Radiologi dan Laboratorium, dengan nama "Rumah Sakit Boom Baru".

Perkembangan Rumah Sakit Boom Baru tidak terlepas dari perkembangan/ perubahan status Perusahaan induknya yaitu Pelabuhan Palembang yang semula berbentuk PN. Pelabuhan, pada tahun 1984 berubah me…