Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2010

Sriwijaya, Sepenggal Sejarah yang Hilang

''Sebuah kerajaan bisa saja tenggelam, namun suatu saat akan muncul lagi. Sriwijaya sejak Indonesia merdeka belum menjadi pokok pembicaraan, mungkin dari Pagar Alam ini akan dimulai.''
Ungkapan yang disampaikan Gubernur Provinsi Bengkulu, Agusrin M. Najamudin, itu mungkin ada benarnya. Perjalanan sejarah bangsa Indonesia memang tak terlepas dari keberadaan kerajaan Sriwijaya sebagai salah satu kerajaan tertua Melayu kuno, dan memiliki pengaruh besar sampai ke wilayah Asia Tenggara mengingat kerajaan ini termasuk kerajaan maritim.
Sejarawan, Djohan Hanafiah dalam sebuah makalahnya yang disajikan dalam seminar bertajuk peradaban Besemah Sebagai Pendahulu Kerajaan Sriwijaya di kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, Sabtu (28/1), mengungkapkan sejak sejarawan Prancis, George Coedes tahun 1918 menyatakan Sriwijaya beribukota di Palembang silang pendapatpun terjadi. 
Puluhan pakar sejarah dan praktisi berbagai disiplin ilmu telah mengungkapkan beragam pendapat dalam berbagai semina…

"Jingok" Palembang dari Puncak Ampera...

KOMPAS.com - Rasanya tidak ada penduduk Palembang, Sumatera Selatan, yang belum pernah melewati Jembatan Ampera. Namun, pastinya tidak banyak yang pernah menaiki menara Jembatan Ampera. Padahal, dua menara Jembatan Ampera setinggi 60 meter itu bisa dinaiki meskipun butuh perjuangan dan keberanian.

Sejak bagian tengah Jembatan Ampera di Palembang yang diresmikan tahun 1965 itu tidak dinaik-turunkan lagi, praktis menara jembatan tak terawat. Selama hampir 40 tahun diabaikan. Sejak tahun 1973, kondisi menara Jembatan Ampera, baik di luar maupun di dalam, kotor.

Untuk mencapai puncak menara, tidaklah mudah. Saat Kompas berusaha menaiki puncak menara jembatan yang berada di sisi Seberang Ilir, Kamis (25/2) , bau pesing dan sampah bertebaran di kaki menara. Gelap dan pengap membayangi perjalanan mendaki lebih dari 230 anak tangga.

Penerangan hanya mengandalkan lampu hias yang tak membantu menerangi bagian dalam menara jembatan. Suasana yang demikian membuat kita harus berhati-hati.


Sampai di ru…

Kawasan Wisata Pasar Kuliner Kampung Kapitan

Tenda putih yang mirip tenda sirkus ini khabarnya akan di gunakan untuk kawasan pasar kuliner di Seberang ulu, tetapi saat ini masih banyak pekerja yang mempersiapkan segala infrastrukturnya, Meski sempat dua kali tertunda pengoperasian pasar kuliner dikawasan 7 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) I karena terkendala sarana dan prasarana pendukung lainnya.

Tahun ini dipastikan pihak pengelola Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) pasar kuliner akan beroperasi. Bahkan SP2J berkomitmen, kawasan kuliner 7 ulu tidak hanya menjadi kawasan wisata kuliner akan tetapi juga akan menjadi pusat rekreasi tempat hiburan bagi masyarakat kota Palembang.

Dua tenda ini akan didirikan menyamping dari tenda yang ada, sehingga untuk penempatan panggung hiburan yang akan khusus ditempatkan dikawasan tersebut tidak akan menganggu panggung utama untuk berbagai pedagang kuliner dan pernak-pernik khas Palembang. dengan rencana nya untuk memasuki kawasan ini akan di kenakan ticket masuk 5.0…

Cyber Park Palembang

"Cyber Park" yang terletak di taman bawah jembatan ampera ini di sediakan salah satu oleh perusahaan telekomunikasi di negeri ini dengan dukungan free WIFI, tetapi keamanan di cyber park ini di rasa kurang sehingga yang browisng dg laptop di sini belum pernah terlihat karena takut ada apa-apanya.
Begitu pun di tempat lain seperti di kawasan kambang iwak besak dan , fasilitas Cyber Park Government of Palembang di Taman Pesirah Simpang Polda sudah banyak rusak rusak. Begitu pula huruf timbul stainless bertuliskan “Cyber Park Government of Palembang” sejak beberapa bulan lalu hilang. Meja bagi pengunjung untuk berinternet dengan fasilitas wifi, kini tak mulus lagi, penuh coretan.
Booth-booth di taman itu kini tak lagi jadi tempat warga browsing atau ber-Internetan, tapi dijadikan tempat nongkrong dan tidur-tiduran anak-anak sekolah. Sejumlah warga memilih duduk di kursi taman (yang dipenuhi coret-coretan) untuk beraktivitas di dunia maya. Tentu saja, dengan kondisi …

Kesibukan Di Kapal Jukung di Dermaga 7 Ulu Palembang

kalau di lihat dari dekat seperti inilah aktivitas di atas kapal jukung yang sedang sandar di dermaga 7 ulu, ada yang bongkar muat barang, ada yang sedang menunggu penumpang,ataupun seperti saya yang hanya memperhatiakan aktivitas ini.
Meski angkutan transportasi darat dan sungai mulai dibuat dengan teknologi canggih dan dengan mesin super cepat, tetapi perahu jukung yang terbuat dari kayu bermesin bekas mobil truk atau mesin disel masih dibutuhkan warga.

Perahu jenis jukung ini untuk angkutan sembako dan hasil bumi warga yang bermukim di pinggiran sungai, seperti kawasan Desa Makarti Jaya, Karang Agung, jalur 17, 18 hingga Jalur 20 dan Sungsang.

Sama-Sama Lawas

Sejarah Scooter
Piaggio didirikan pada tahun 1884 di Italia oleh Rinaldo Piaggio. Pada awalnya Piaggio adalah pabrikan yang memproduksi peralatan kapal, rel kereta dan gerbong kereta api. Pada saat Perang Dunia Pertama berkecamuk, Piaggio memproduksi pesawat terbang.
Pada akhir Perang Dunia II, pabrik Piaggio di bom oleh pesawat sekutu. Setelah perang usai, Enrico Piaggio mengambil alih Piaggio dari ayahnya (Rinaldo Piaggio). Pada saat itu perekonomian Italia sedang memburuk, Enrico memutuskan untuk mendisain alat transportasi yang murah
Dibantu oleh ahli pesawat terbang Corradino D’Ascanio, Enrico menciptakan sebuah design alat transportasi roda dua dengan inspirasi dan teknologi dari pesawat terbang. Konstruksi suspensi monoshock untuk memudahkan mengganti ban diadaptasi dari roda pesawat terbang, bahkan produk pertamanya benar-benar menggunakan roda depan pesawat terbang. Starter dibuat dari bagian komponen bom, serta bodinya terbuat dari alumunium seperti bodi pesawat terbang.
Men…