Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2010

Srikaya/ Srikayo Palembang

Srikayo atau biasa disebutsrikaya asli palembangby by oldy. Hijaunya asli dari daun suji dan pandan makanan favorit suami. Cara mengetahui telur 1 gelas caranya dipecahin saja dulu bun satu-satu telurnya. Kalau sudah pas satu gelas, stop. Kalau tanya berapa butir tentunya nggak bisa jawab soalnya ukuran beda-beda. Resep di bawah ya bunda. Resep Srikaya Asli Palembang Bahan: 1 gelas telur1 gelas gula pasir1 gelas santanDaun suji dan daun pandan secukupnya
(Iris tipis-tipis campur air sedikit blender, lalu saring ambil airnya)Cara Membuat Srikaya Asli PalembangCampur semua bahan diatas, diaduk perlahan sampai tidak bergerindil.Masukkan ke dalam cetakan, kukus dengan api sedang 10-15 menit.
(Jangan terlalu lama dikukus).lebih enak di nikmati dengan ketan..sumber resep : http://www.resepkafe.com/

Model Ikan Palembang

Bahan-bahan untuk 20 porsi
Bahan Model
500 gram daging ikan tenggiri 200 gram tepung sagu 50 gram tepung terigu 200 ml air 2 sdm minyak 5 buah Tahu putih uk 5 cm, belah menjadi 2 segitiga (tahu dapat digoreng dahulu sebentar)
BUMBU :

Resep Cara Membuat Mie Celor 26 Ilir Palembang

Resep Cara Membuat Mie Celor 26 Ilir Palembang– Kuliner Palembang tidak hanya identik dengan pempeknya saja, salah satunya adalah Mie Celor. Mie Celor ini sendiri mirip seperti mie rebus, akan tetapi kuahnya kental yang merupakan perpaduan antara udang ,santan dan telur. Mie nya berukuran besar dan lurus seperti spaghetti dan disajikan bersama serpihan daging udang, potongan telur rebus dan bawang goreng. Rasanya yang asin dan gurih yang aduhai langsung menyergap disuapan pertama serta aroma udang dan telur begitu terasa. Rahasia untuk kelezatan Mi Celor ini terletak pada penggunaan udang sebagai pelezat utama kuah nya. Yaitu pada kaldu udang dan daging udang (terutama udang galah atau udang satang) yang di lembutkan sehingga dapat menghasilkan adonan kuah yang lembut, kental, gurih dan memiliki warna agak kemerah mudaan. Nah apakah anda tertarik untuk membuatnya, berikut ini saya akan memberikan bahan dan cara membuat Mie Celor 26 Ilir Palembang yang lezat, sebagai berikut :
Resep Cara…

Asal Mula Gelar Kebangsawanan Palembang Darussalam

Masyarakat Indonesia pada umumnya mengenal berbagai macam gelar kebangsawanan yang diwarisi turun temurun semenjak zaman Indonesia masih berbentuk kerajaan.Beberapa diantaranya adalah gelar yang saat ini masih digunakan oleh para keturunan priyai dari Palembang Darussalam. Adapun sistem pewarisannya menganut garis patrilineal (ayah/laki-laki). Artinya gelar tersebut hanya boleh diwarisi seseorang jika ayahnya merupakan keturunan dari si pemegang gelar tersebut.
Gelar-gelar yang dipakai adalah sebagai berikut: •Raden disingkat (R) gelar laki-laki dan Raden Ayu (R.A) gelar wanita. •Masagus disingkat (Mgs) gelar laki-laki dan Masayu (Msy) gelar wanita. •Kemas disingkat (Kms) gelar laki-laki dan Nyimas (Nys) gelar wanita. •Kiagus disingkat (Kgs) gelar laki-laki dan Nyayu (Nya) gelar wanita.
Ditinjau dari beberapa teori-teori yang telah berkembang, maka akan timbul pertanyaan, Sejak Kapan adanya gelar-gelar kebangsawanan Palembang? Siapa yang mempeloporinya? Bagaimana sistem kekerabatannya?
As…

Perkembangan Benteng Kuto Besak

Kuto Besak adalah pusat Kesultanan Palembang Darussalam.Sebagai pusat kekuasaan tradisional yang mengalami proses perubahan dari zaman madya mnenuju zaman baru di abad ke-19, baik perubahan nilai-nilai tradisional maupun encekamnya doktrin Barat tentang kapitalisrne dan kolonialisme, yang saling bertentangan dan berkepentingan, menjadikan sejarah Kuto Besak mempunyai keunikan sendiri.
Benteng Kuto Besak terletak di belahan sisi utara sungai Musi, pada bidang tanah yang dulunya merupakan pusat pemerintahan Kesultanan Palembang-Darussalam yang ketiga setelah Kuto Gawang dan Beringin Janggut. Pada saat Kuto Besak dibangun, di sebelah timurnya terdapat bangunan keraton Kuto Lama. Kompleks keraton ini dikelilingi oleh sungai dan parit. Di sebelah selatan terdapat sungai Musi, di sebelah barat mengalir sungai Sekanak, di sebelah utara mengalir sungai Kapuran yang bersambung dengan sungai Sekanak di sisi barat dan sungai Tengkuruk di sisi timur, dan di sebelah timur mengalir sungai Tengkuruk…

Kue Gomak Khas Palembang

Ini dia kue kesukaan saya, kue gomak. Bagi anda yang ingin mencari cara membuat kue gomak anda berada di tempat yang tepat karena kali ini kami akan berbagi resep cara membuat kue gomak. Kue gomak adalah kue yang dibuat dari singkong dan di kombinaskian dengan beberapa bahan dan bumbu yang membuatnya enak dan lezat. Berikut ini adalah cara membuat kue gomak.
Bahan 1 kg singkong2 butir telur1/2 kaleng susu kental1 ons gula pasir1 sendok makan garam1/4 butir kelapa
Cara membuat Singkong di kupas, diparut dan diperas untuk dibung airnya.Kalapa diparut, lalu campurkan dengan parutan dingkong.Kocok telur dan masukkan kedalam adonan tadi, masukkan susu kental dan aduk hingga rata. Buat bulatan bulatan dengan adonan tadi kemudian goreng hingga matang.Demikian tadi resep membuat kue gomak yang enak mudah dan praktis, temukan resep masakan khas daerah, resep kue baik resep kue basah maupun resep kue kering lainnya dengan menuju kategori sesuai dengan anda inginkan.

Djohan Hanafiah

Djohan Hanafiah dilahirkan di Palembang pada 5 Juni 1939 dari pasangan Raden Muhammad Ali Amin dan Raden Ayu Ning Fatimah. Dia merupakan anak sulung dari tujuh bersaudara. Sejak remaja Djohan Hanafiah senang berpetualang. Menggunakan kereta api atau kapal laut, Djohan sering mengunjungi banyak tempat di Sumatera dan Jawa. Selama perjalanan itu, dia menikmati segala kekayaan budaya pada masyarakat Indonesia.
Rasa senangnya akan kebudayaan Indonesia ini dipengaruhi oleh pemikiran Ki Hajar Dewantara melalui pendidikan di Perguruan Taman Siswa—Djohan Hanafiah sekolah SD, SMP, SMA di Perguruan Taman Siswa. Selain itu, juga didorong pemikiran Bung Karno dan AK Gani mengenai nasionalisme atau Indonesia. Pada zaman revolusi berkisar tahun 1945-1946, Djohan Hanafiah dititipkan ke keluarganya di 26 Ilir, sementara kedua orangtuanya bergerilya ke pedalaman Sumatera Selatan melawan tentara NICA (Nederlandsch IndiĆ« Civil Administratie).  
Ternyata keluarga yang ditumpangi Djohan Hanafiah ini pro ke…