Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2008

Kuli Pengangkut Pasir Musi 2

Pemandangan seperti ini menjadi keseharian di kawasan jembatan musi II, di mana saat kapal tongkang pengeruk pasir mendarat maka para pengangkut pasir ini beramai-ramai menurunkan pasir tersebut di pinggiran sungai.

Klinik Terapung Ki Merogan Kertapati

Klinik terapung atau puskesmas pembantu terapung ini berlokasi di kawasan sungai ogan Kertapati, ide yang di gagas oleh dinas kesehatan kota Palembang ini dapat menjangkau warga yang masih banyak tinggal di kawasan pinggiran sungai musi, untuk klinik terapung ini sendiri bisa melayani pengobatan umum, gigi, imunisasi, pemeriksaan ibu hamil dan KIA.

Senja di BKB

Senja di BKB banyak orang yang menunggu sunset di sini, memang indah.

Klik : BKB

Lantai Plaza BKB Yang Amblas

Lantai yang amblas di salah satu lokasi di plataran BKB ini selain membahayakan juga mengurangi keindahan dari tempat wisata ini.

Tugboat Di Sungai Musi

Ini Baru Awal

Pagelaran seni oleh seniman palembang dalam rangka kebangkitan 13 abad prasasti sriwijaya di BKB sabtu 24 Mei 2008.

Klik : Seni

Stadion Lapangan Hatta Palembang

Lapangan Hatta merupakan Sarana olahraga sepak bola pertama yang ada di kota palembang. saat ini lapangan ini sering digunakan untuk pertandingan sepak bola antar sekolah atau kompetisi amatir, juga di pakai sebagai sarana lapangan olahraga bagi sekolah-sekolah di sekitar stadion ini.
Kalu pada hari Minggu pagi kegiatan di stadion ini akan lebih ramai lagi baik dari jalan santai atau olahraga tai chi ataupun yang lainnya, tetapi tidak usah khawatir selesai berolah raga karena tepat di luar stadion ini sudah banyak para penjual kue dan makanan sudah menanti anda.

Perguruan Tinggi Yang Ada Di Kawasan Seberang Ulu

1. Universitas Bina Darma
2. Universitas Muhammadiyah Palembang

3. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Mulia Data Pratama Palembang

Penjual Dogan

Penjual dogan yang banyak terdapat di sepanjang jalan musi II.

Klik : Dogan

Penjual Foto Palembang Tempo Dulu

Pada beberpa minggu ini terlihat banyak para penjual foto-foto Palembang tempo dulu yang bertebaran baik di kawasan cinde pada minggu pagi atau pada event-event yang ada di kota Palembang, hampir seluruh foto di ambil dari situs yang menyajikan kumpulan foto-foto lama seperti salah satunya palembangtempodulu@multiply.com.
Dengan harga yang cukup murah yaitu foto 3R 5 ribu dan 10R 10 ribu jika di tambah bingkai bisa lebih mahal lagi, yang membuat saya prihatin bahwa mereka menjelaskan foto-foto tersebut asal-asalan saja, sehingga membuat sejara dari foto-foto palembang tersebut terpelintir.

Masjid Kiai Muara Ogan

Jangan Bermental Orang Miskin

Seperti itulah kalau di perhatikan di dalam kehidupan kita sehari-hari padahal banyak yang hidup dalam harta yang bisa di bilang berkecukupan di mana masih saja berusaha menggambil rezeki orang lain.
Seperti sekarang banyak program-program dari pemerintah yang membantu masyarakat yang hidup di garis kemiskinan di mana, program-program baik berupa fasilitas maupun bantuan uang tunai, seperti yang saya lihat di program BLT masih ada orang-orang yang "nota bene" tidak susah-susah banget di mana walau suami merupakan tukang ojek tetapi istri nya seorang pegawai negeri tetapi mereka mendapatkan fasilitas "BLT' yang seharga 700 ribu ini, atau saat konversi gas saat tim monitoring datang di suatu perkampung mereka mendapati sekitar 10 paket tabung dan gas yang tidak di berikan sebagai mana mesitnya.
Dan sekarang ini program berobat gratis yang di luncurkan oleh Bpk Alex Noerdin ini masih saja ada yang sebenarnya bukan menjadi haknya tetapi tetap di ambil, seandainya kalau pr…

Graffity Palembang

Graffity yang mulai banyak menghiasi dinding bangunan di kota Palembang

Klik : Graffity

Kampanye Pilkada 2008 Palembang

Kilik : Pilkada 2008

Pelataran 10 Ulu

Pelataran Pinggir Sungai Musi di kawasa 10 ulu sedang dalam proses pembuatan seperti yang ada di BKB.

Jelang Pilkada 2008 #2

Palembang On Top

Di bidik dari lantai parkiran Internasional Plaza tertinggi

Bantuan Langsung Tunai Palembang

PALEMBANG, KOMPAS.com- Bantuan langsung tunai atau yang sekarang disebut bantuan langsung sementara masyarakat hanyalah sekedar penenang sementara saat kenaikan harga BBM terjadi. Beban karena kenaikan harga dan biaya hidup tetap harus ditanggung masyarakat seterusnya. 
Demikian dikatakan Ketua 1 Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sumatera Selatan (Sumsel) Qisthy Yetti Handayani yang dalam unjukrasa ibu-ibu rumah tangga HTI Sumsel menentang kenaikan harga BBM bersubsidi di halaman gedung DPRD Sumsel di Palembang.
"Bantuan-bantuan pemerintah model BLT atau beras untuk masyarakat miskin itu penenang saja sifatnya, bukan penyelesaian. Beban berat masih harus ditanggung rakyat," katanya.
Menurut Qisthy, kenaikan BBM bersubsidi yang disebutkan akan berlangsung April mengatang merupakan bentuk kebohongan dan kekejaman penguasa. Penyelesaian sesungguhnya adalah mewujudkan kedaualatan energi di Indonesia dengan mengelola dan memanfaatkan sendiri sumber-s…

Demo Tolak Kenaikan BBM

Antrian BBM

Guratan Awan Di Sungai Musi