Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2007

Sejarah Gereja Santo Yoseph Palembang

Paroki St. Yoseph Palembang, merupakan paroki yang terbesar dan terluas wilayahnya. Lokasi dari Paroki ini berada di tengah kota, di jalan Jendral Sudirman atau berlokasi di Talang Jawa.

Awal mula berdirinya Paroki St. Yoseph ini bermula dari Tanah milik Rumah Sakit Charitas di Jalan Jendral Sudirman. Di dirikan sebuah gedung yang bernama Sint Pius pada tahun 1953. Pada waktu itu Sint Pius merupakan pusat kegiatan tokoh-tokoh aktivis dalam hidup menggereja dan sering mendapat julukan “ Centre of actualization “. Pertama-tama Sint Pius digunakan untuk kegiatan yang bernafaskan iman. Pelayanan iman umat di Sint Pius pada awal mula dilakukan oleh Pastor Van der Heyden. Pada tahun 1965 Pastor Middledorp ditetapkan sebagai pastor Paroki St. Yoseph yang kegiatannya masih terpusat di Sint Pius. Pada waktu itu Pak Atmo Pawiro dengan setia membersihkan dan menyusun kursi + 220 kursi yang disiapkan untuk perayaan Ekaristi.
Taman Maria terletak di halaman belakang Gereja Santo Yose…

Sejarah Hotel Musi Palembang

Bangunan yang sampai saat ini tidak lagi berfungsi sebagai penginapan dulunya merupakan hotel yang terbaik di Palembang pada tahun 1930-an. Pada awalnya hotel ini bernama Hotel Schwartz dan dibangun pada tahun 1903 dengan gaya Indis. Secara keseluruhan bangunan terdiri atas dua bangunan, yaitu bangunan utama dan bangunan penunjang. Pada bangunan utama terdapat dua bagian, yaitu ruang aula dan kamar tamu yang terdiri dari 20 kamar. Pada bangunan penunjang terdapat beberapa ruangan yang difungsikan sebagai gudang, dapur dan kamar mandi untuk kamar-kamar kelas ekonomi.

Hotel Musi yang strategis yang berdekatan dengan kantor ledeng dan pusat kota saat ini merupakan hotel yang paling bagus pada masanya.

Seiring waktu hotel tersebut mengalami keterpurukan sehingga pada saat 2000 awal menjadi hotel kelas rendahan, ada loket bus juga dan lain lain.

Hotel musi masih menghadapi polemic kepemilikan tanah dan bangunan dimana saat itu hotel musi di bangun oleh lim Kim Sik pada tah…

Sejarah Rumah Sakit Kusta Dr. Rivai Abdullah / Rumah Sakit Kusta Sungai Kundur, Banyuasin, Sumatera Selatan

Didirikan pada tahun 1914, pertamanya hanya sebagai tempat penampungan atau pengasingan penderita kusta. Lokasi pertama di daerah Kertapati (Seberang Ulu I)  + 25 Km dari lokasi sekarang. Pendiriannya diprakarsai oleh seorang nahkoda kapal Belanda (nama tidak diketahui), karena beberapa orang orang anak buah kapalnya menderita kusta, tempat penampungan ini diberi nama “KEMBANG PUMPUNG”.
Karena adanya protes masyarakat disekitar tempat penampungan itu maka lokasi penampungan dipindahkan ke lokasi sekarang yaitu ; Sungai Kundur – Kelurahan Mariana Kecamatan Banyuasin I Kabupaten Banyuasin Propinsi Sumatera Selatan yang jaraknya  + 20 Km dari kota Palembang dan terletak dipinggir Sungai Musi.
Dahulu lokasi RSK Dr.Rivai Abdullah Palembang seluas  + 120 Ha langsung diserahkan oleh BPM (Hindia Belanda). Tetapi setelah diukur ulang oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) dengan sertifikat Hak Pakai No. 02/Desa Mariana tahun 1993 ternyata lokasi tersebut tinggal + 27,5 Ha.
Sampai dengan tahun 1960 R…

Sejarah Nederlandsche Handel Maatschappij Palembang

NHM = Nederlandsche Handels Maatschappij didirikan pada tanggal 9 Maret 1824 oleh Raja Willem I. Dulu NHM bukan bank tapi perseroan perdagangan. Para penduduk Hindia Belanda memberikannya nama panggilan “Kompenie Ketjil”. Pengganti NHM pada jaman sekarang adalah Bank ABN-AMRO yang punya cabang di Indonesia juga.
NHM mengembangkan kegiatannya di sektor perbankan pada tahun 1870. Pemerintah Indonesia menasionalisasi perusahaan ini pada tahun 1960 menjadi salah satu gedung kantor Bank Koperasi Tani & Nelayan (BKTN) Urusan Ekspor Impor., dan selanjutnya pada tahun 1965 perusahan ini digabung dengan Bank Negara Indonesia menjadi Bank Negara Indonesia Unit II. Pada tahun 1968 Bank Negara Indonsia Unit II dipecah menjadi dua unit, salah satunya adalah Bank Negara Indonesia Unit II Divisi Expor – Impor, yang akhirnya menjadi Bank Exim, bank Pemerintah yang membiayai kegiatan ekspor dan impor. Pada tahun 1999 setelah melalui badai krisis ekonomi maka Bank Export import (Ba…