Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2007

Jembatan Kertapati Tahun 1950

Mobil Ketek, Angkot Sisa Orde Lama

"Hai oplet tua, dengan bapak sopir tua/ cari penumpang di pinggiran Ibu Kota/ sainganmu mikrolet, bajaj dan bis kota/ kini kau tersingkirkan oleh mereka..."("Barang Antik", Iwan Fals) SELAIN angkot dan bus kota yang full music, Palembang punya alat transportasi lain yang unik, berupa jip kuno merk Willis dan Mitsubishi. Masyarakat setempat menyebutnya mobil ketek, karena angkot-angkot itu berjalan lambat, laiknya perahu ketek yang hilir-mudik di sungai Musi. Dari wujudnya saja, terlihat betapa angkutan tersebut sudah teramat renta. Suara mesinnya terdengar kasar, sementara lajunya perlahan seperti menahan beban. Sebagian bodi mobil-mobil ketek sudah diganti dengan kayu, baik atap, tempat duduk, sampai lis kaca depan. Manakala berjalan, acap terdengar suara berderit-derit. Posisi bangkunya menyamping berhadap-hadapan. Sekali jalan mampu mengangkut sembilan sampai 10 orang penumpang. Jip-jip tua itu itu rata-rata dibuat pada masa Orde Lama, atau bahkan pendudukan Jep…