Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2006

Mimpi Yang Indah

Dedi dengan bangga melihat usahanya berkembang dengan bagus, walaupun usaha penjualan ATK dan fotocopynya merupakan usaha rumahaan yang di kelolah oleh istirinya, tetapi hasil yang di dapatkan dari usaha ini tidak bisa di bilang sedikit, dengan adanya mesin fotocopy dan juga beberapa peralatan lainnya, untuk menjilid dan vinil dan lengkapnya seluruh peralatan ATK membuat toko ini terkenal di perkampungan tersebut sebagai toko ATK terlengkap di kampung tersebut.
Dedi bisa menjadi orang kaya seperti ini karena mendapat ganti rugi tanahnya yang di gusur hampi sebesar 1 M, merupakan jumlah yang fantastis, dan sangat berlebih bagi Dedi di mana uang tersebut 70% nya di jadikan deposito untuk menunjang kehidupannya sehari-hari, dan sisanya di gunakan untuk membangun rumah, toko ATKnya dan membeli kendaraan, sehingga sangat jelas perbedaan antara sebelumnya yang merupakan tukang sayur keliling di kampung itu.
Makan yang selama ini seadanya sekarang berubah menjadi kreteria 4 seh…

Anugrah Terindah Itu Bernama Ibu

Saat masih di kelas 3 SMP Negeri di kota ini, ibu guru memberikan tugas untuk membuat tulisan yang topiknya tentang “ibu”, jujur saja saat itu saya sangat bingung karena apa yang saya bisa tulis dari seorang ibu yang hanya memiliki warung kecil dan seorang istri dari pegawai negeri rendahaan, sangat berbeda dengan temanku si Hendra yang ibunya seorang Angkatan Udara yang dengan bangganya dia menceritakaan tentang pekerjaan ibunya, atau si Iwan yang ibunya seorang Dokter yang banyak membantu menyembuhkan pasien, atau si Murni yang ibunya mengelolah sebuah show room mobil di salah satu jalan utama kota ini, ataupun ibu-ibu teman sekolah ku lainnya. Kegundahaan hatin ini semakin menjadi karena tulisan harus di kumpulkan pada esok hari padahal setitik inspirasipun belum menyentuk benak ini, pada malam itu hujan sangat deras dan petir dengan beratnya terus bergemuruh dan di tambah dengan lampu yang ikut mati membuat adik-adiku ketakutan, karena kami tidur satu kamar maka adik…

Serenada Terakhir Sang Penggesek Biola

“Nanda”..begitulah nama yang terucap dari bibirnya saat saya berkenalan dengannya sekitar 1 bulan yang lalu, memang baru kali ini Nanda terlihat di komplek perumahaan ini, sejak umur 6 tahun Nanda mengikuti keluarganya di Jogja dan baru saat ini kembali ke Kota ini setelah menyelesaikan study nya, ada hal yang menggelitik nurani ini kepiawaian nanda memainkan dawai biolanya sangat unik karena sangat jarang di kota ada ini ada pemain biola yang memainkan deretan serenda yang menyayat hati.
Memang Nanda belajar biola di kota pelajar saat ia menjalankan study di sana, sejak kedatangan Nanda komplek perumahaan ini pada saat malam menjelang di tambah menjadi syahdu dengan alunan serenada dari biolanya, secara jujur memang saya sendiri kurang mengenal Nanda berbeda dengan keluarganya yang lumayan akrab dengan saya, karena seringnya saya melintas di depan rumah Nanda sakarang ini setiap pergi dan pulang kuliah pasti selalu menyapa Nanda yang duduk di teras rumahnya. 
Suatu hari …

Kereta Tiba Pukul Berapa

“Kak, jemput adek besok jam 7 sampe ke Palembang, adek naik kereta malam dari Lampung..jangan sampai telat ya kak”. Begitu sebait sms yang masuk ke inbox hp ini, getaran yang terasa pinggang ini, segurat senyuman menghiasi wajah ini, “oke, jam 7 sudah di sana..salam rindu”,
demikian lincahnya jari jempol ini mengirim balik sms dengan kerinduan hati, motor langsung akau pacu walau tidak akan bisa terlalu cepat karena vespa 1965 merupakan motor lawas dan sesampai dirumah motor langsung di cuci biar “kinclong” untuk menjemput si dia esok hari.
Walau jam di dinding kamar sudah menunjukan pukul 10 malam tetapi mata ini masih susah di pejamkan, teringat hati ini dengan wajahnya yang esok hari akan mulai mengisi hari-hari indah ini lagi, maklum sudah hampir 3 bulan ini tidak bertemu dengan pujaan hati ini, entah pikiran terus menyentuh sudut-sudut plafond kamar dan entah kapan akan terpejam rinai hujan malam ini mulai menutup kelopak mata ini.
Aku di kejutkan dengan bunyi alaram …