Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2006

Delivery Service Daging Kurban

Terdengar di berita pagi tadi bahwa banyak penerima kurban yang berdesak-desakan untuk menukarkan kupon kurban mereka malahan ada salah satu kantor pemerintahan pagarnya roboh karena banyaknya masyarakat yang berkumpul untuk menukarkan kupon kurban tersebut dan ada juga yang terjepit dan sampai pingsan.
Aneh juga kalau setiap saat pembagian zakat atau kurban akan berakibat bahaya kepada masyarakat, seperti di tempat tinggal saya tiap tahun kami melakukan pemotongan dan pembagian kurban karena memang di tempat tinggal saya ada yang namanya tabungan kurban dan tiap tahun pasti ada jemaah yang ikut, seperti tahun ini kami bisa memotong 3 sapi dan 10 ekor kambing.
Tetapi sejak 5 tahun yang lalu kepanitiaan kurban di tempat kami tidak pernah membagikan kupon sama sekali, karena kami berpendapat bahwa selain repot untuk menyiapkan kupon tersebut juga mengatur warga yang jumlahnya ratusan bukan merupakan hal yang mudah.
Sehingga di tempat tinggal saya ada yang namanya “Delivery Service” dimana …

Guguk Pengulon & Penjual Roti Goreng

Permukiman tua melingkari masjid. Rumah-rumah panggung terbuat dari papan, tetapi kokoh dan tetap tegak, meski dimakan usia. Permukiman itu tumbuh sepanjang usia masjid yang dibangun Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo pada tahun 1738 hingga tahun 1748.
Kini, pemandangan lingkungan tua yang padat itu sudah berubah. Masjid Agung diperluas, dipercantik, dan diresmikan Presiden Megawati Soekarnoputri, Juni 2003 lalu. Jalan lingkar masjid diperluas, tentu saja puluhan rumah panggung tersingkir dari kawasan itu.
Di ujung jalan lingkar barat masjid terpasang papan nama Jalan Faqih Jalaluddin. Bersambung ke sisi utara masjid, terdapat ruas jalan pendek, kurang dari 100 meter, yang baru beberapa bulan lalu dinamai Jalan Tjek Agus Kiemas, nama mendiang ayah Taufik Kiemas, suami mantan presiden Megawati.
Meskipun papan nama jalan terpancang jelas, orang-orang, terutama orang tua di ibu kota Palembang, masih menyebut jalan lingkar masjid itu sebagai Jalan Guru-Guru. Hingga tahun 1980-an, kawasan …

Kurban Mang Sobri

Lembaran-lembaran Rupiah sudah di kumpulkan oleh Mang Sobri selama setahun ini dari yang tersimpan di dalam celengan tanah berbentuk ikan, segurat senyum terukir indah di wajah mang Sobri dan keluarganya saat rencana berkurbanya pada tahun ini akan terwujud walaupun hanya 1 ekor kambing.
Mungkin bagi orang lain yang memiliki uang kurban di anggap biasa saja, tetapi bagi Mang Sobri yang hanya seorang penarik becak kurban kali ini sangat luar biasa , karena kurbannya di kumpulkan dari tetesan keringat dari pekerjaannya menarik becak.
Sudah bertahun-tahun mang Sobri dan keluarganya menjadi penerima kurban, karena memang mang Sobri dan keluarganya bisa di bilang di bawah garis kehidupan yang layak, dimana sang istri juga ikut membantu mang Sobri dengan bekerja sebagai pencuci pakaian di beberapa rumah di tempat dia tinggal dengan penghasilan kurang dari 200 ribu Rupiah sebulan.
Setiap masjid ataupun panitia pemotongan kurban yang ada di lingkungan tinggal mang Sobri pasti memberikan kupon pe…