CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

14 Maret 2019

Penukaran Uang Robek di BI Palembang

Uang robek , no serinya sengaja di tutup

Dapat pengalaman baru hari ini yaitu Penukaran uang yang sudah robek di Bank Indonesia Palembang, beberapa hari yang lalu kebetulan melakukan penarikan ATM di salah satu SPBU , saat melakukan penarikan pecahan 100 ribu tersebut keluar dengan aman kecuali yang selembar ini, hanya ada 2/3 nya walaupun kondisi uangnya masih dalam keadaan bagus. 

Setelah kejadian tersebut, saya langsung menuju ke BI yang masih satu arah dari ATM tempat saya mengambil uang. Tidak sampai 5 menit sampailah saya ke BI Palembang di Jl. Jend Sudirman. "Siang.... Pak, mau tanya untuk Penukaran uang yg robek di mana pak? " Tanya ku ke security yg menjaga pos samping BI. 
"Siang Pak, didalam... Tapi Penukaran hanya di lakukan setiap hari Kamis saja" Jawab security
"Bisa lihat uang nya pak? " Tanya security tersbut. 
"Bisa pak" Jawabku sambil menyerahkan lembaran uang robek kepada security tersebut. 
"Ini bisa pak.... Karena masih 2/3... Tapi nanti hari Kamis pagi datangnya" Kata security tersebut sambil melipat-lipat uang robek tersebut yg di ukur dengan uang yg masih bagus. 

Pada hari ini Kamis (13/3) pukul 08:30 saya meluncur ke BI Palembang, setelah parkir kendaraan, saya menuju ke lokasi tempat penukaran uang yang ditunjukan oleh security tadi. Dari parkiran harus berjalan sedikit letaknya berada di basement gedung BI Palembang sebelah kiri. Setelah masuk keruangan Penukaran uang tersebut, maka security tersebut berkata: 
"Kalau hanya 1 lembar sampai 2 brood, bisa langsung saja pak di loket 3 & 4 tidak perlu nomor antri"

Loket penukaran uang BI Palembang
Operasional Penukaran uang baru di lakukan pada pukul 09:00 tepat petugas berseragam coklat dan menggunakan masker langsung menempati loket masing-masing. orang-orang yang mau menukar kan uang sudah antri sejak pukul 8 pagi, kalu di lihat banyak juga dari daerah dan juga pedagang-pedagang yang melakukan transaksi di pasar-pasar. Uang yg lusuh, rusak semuanya di cek satu persatu oleh petugas BI dengan teliti. 

Ada juga uang yang di tolak Penukarannya karena robek melebihi 2/3 uang utuh, atau nomor seri yang hilang dan lain sebagainya, alhamdulilah setelah di ukur uang dan di teliti oleh petugas BI, uang tersebut langsung di ganti dengan yg baru. Tidak sampai 5 menit kok dari sejak loket di buka sampai selesai penukaran.

Di kutip dari :  https://www.hipwee.com/  Kenali dulu seperti apa sih uang yang disebut tidak layak edar. Ternyata terbagi tiga, Rupiah Lusuh, Rupiah yang Sudah Dicabut dari Peredaran, dan Rupiah Rusak   
" Rupiah yang ukuran dan bentuk fisiknya tidak berubah dari ukuran aslinya, tetapi kondisinya telah berubah yang antara lain karena jamur, minyak, bahan kimia, atau coretan. (UU N0.7 Tahun 2011, Pasal 22 Ayat 3)."

Sedangkan uang cacat merupakan uang yang memang sudah cacat dari percetakannya. Kedua tipe uang tidak layak edar ini bisa ditukarkan asal keasliannya masih dapat dikenali.

Rupiah yang dicabut dan ditarik dari peredaran
Uang lama yang sudah tidak berlaku, masih bisa ditukarkan hingga 10 tahun sejak secara resmi ditarik dari peredaran. Sama dengan uang lusuh dan cacat sebelumnya, asalkan masih bisa dikenali keaslian uangnya.

Rupiah Rusak 
Rupiah yang ukuran atau fisiknya telah berubah dari ukuran aslinya yang antara lain karena terbakar, berlubang, hilang sebagian, atau Rupiah yang ukuran fisiknya berbeda dengan ukuran aslinya, antara lain karena robek atau uang yang mengerut. (UU N0.7 Tahun 2011, Pasal 22 Ayat 3).

Khusus untuk Rupiah Rusak, bentuknya minimal masih harus utuh 2/3-nya dan  nomor seri uangnya masih bisa terlihat. 

Penukaran Via Bank Pemerintah Lainnya

Untuk penukaran ke bank pemerintah lainnya seperti Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, dan lain-lain yang di lakukan adalah  :

Pertama, teller tersebut mengecek uang sobek di tunjukkan, lalu dia menjelaskan bahwa uang robek tersebut harus memiliki nomer seri utuh yang masih terbaca dengan jelas. 

Untuk di bank pemerintah lainnya, bahwa jika penukaran uang robek tersebut di setujui maka tidak bisa langusung di ganti dengan uang yang baru, melainkan harus di setorkan ke rekening aktif pada bank yang bersangkutan melakukan penukaran uang robek tersebut.

Jadi, jika kita mendapatkan uang kertas yang sobek, langkah-langkah yang dapat kita lakukan jika di tukarkan di bank pemerintah lainnya adalah:
  • Mengecek nomer seri uang tersebut apakah masih utuh atau tidak.
  • Datangi kantor bank milik pemerintah Indonesia terdekat.
  • Mengantri di bagian teller sekaligus mengisi form setoran.
  • Tunjukkan uang robek tersebut kepada teller.
  • Setorkan uang robek tersebut ke nomer rekening pribadi yang masih aktif.
Mungkin sebenarnya banyak orang yang tahu kalau uang lama atau uang rusak bisa ditukarkan di Bank Indonesia, tapi kayaknya baru sedikit deh orang yang mempraktikkannya. Entah karena malas harus jauh-jauh pergi ke bank atau tidak yakin uang ‘rusak’-nya masih berharga dan bisa ditukar. 

Padahal uang tidak layak edar itu emang seharusnya ditukar dengan yang layak edar. Jadi setelah paham ketentuannya, jangan ragu lagi untuk menukarkan uang tidak layak edarmu.

10 Maret 2019

Pedestarian Sudirman, malioboro-nya Palembang


Tempat yang dahulunya hanya trotoar biasa sepanjang 500 meter menjadi primadona warga Palembang, setelah tempat tersebut disulap menjadi spot bersantairia dengan beragam hiburan menarik di dalamnya.

Tampak sepanjang pedestrian diisi dengan berbagai aktivitas kegiatan anak muda.Mulai dari pertunjukan musik tanjidor, tarian dan nanyian lagu-lagu daerah, pertunjukan pantomim, pertunjukan komunitas reftil, dan aktivitas kegiatan anak muda lainnya bakal tersaji setiap malam di akhir pekan.Pedestrian ini keren sekali hampir mirip dengan Orcardnya Singapura. Kalau di Indonesia itu ada di Jogja dengan Jalan Malioboronya.

Yang membuat destinasi ini banyak diminati karena murah meriah tanpa harus mengeluarkan biaya alias gratis untuk menikmti beragam hiburan di sana.




Khotmil Qur'an di pedestarian Sudirman Palembang



Yang membedakan pedrestarian sudirman ini dengan tempat lain selain ada hiburan-hibuan , ada juga kegiatan khotmil Qur'an atau "Palembang Mengaji" Yang diasuh oleh al mukarom K.H. A Nawawi Dencik Al-Hafizh yang diadakan setiap Sabtu malam.

Di harapkan dengan adanya kegiatan khotmil Qur'an bisa mencetak generasi penghafal Qur'an baik hafiz dan hafizah. 
Sebagian dari peserta melakukan murajaah surah dan yang lain menyimak, yang di pandu oleh ustad-ustad yang sudah berkompeten di hapalan al-quran.

Kegiatan ini bekerja sama dengann rumah tahfiz dan juga majelis taklim yang ada di kota Palembang. Selain itu kegiatan ini di isi dengan sholawat dan hadroh.

Pedestrian Sudirman, 09 Maret 2019

03 Maret 2019

Alternatif rute Pejalanan Palembang - Yogyakarta selain menggunakan pesawat

Sudah beberapa bulan ini dengan naiknya ticket pesawat dan bagasi berbayar membuat banyak penumpang pesawat beralih menggunakan kendaraan darat ataupun kereta dengan ini saya berikan alternatif keberangkatan Palembang-Yogyakarta berdasarkan pengalaman saya :

Update tanggal 10 Februari 2019

1. Menggunakan Bus 

Hasil gambar untuk bus ramayana palembang
Bus Ramayana ; Sumber cektiket.id

Bisa jadi opsi menggunakan bus langsung ini menjadi pilihan yang lumayan ekonomis dan nyaman karena kita tidak perlu naik turun lagi kendaraan ini bisa menjadi pilihan terutama yang membawa keluarga dan anak kecil adapun bus dengan rute Palembang- Yogyakarta bisa menggunakan PO. Ramayana dan PO. Putra Remaja yang terletak di kawasan KM 12 dengan tarif Rp.450.000-Rp. 475.000,- per orang dan mendapatkan 1 kali makan, 1 kali snack. Berangkat dari pool di palembang +/- pukul 11.30 siang yang di estimasikan pukul 23:30 kesesokan hari nya, tidak usah khawatir kedinginan karena bus ini juga sudah menyediakan selimut bagi para penumpang

Lumayan hemat jika di bandingkan dengan pesawat yang saat ini tarifnya paling rendah di angka Rp. 650.000,- untuk rute Palembang -Jakarta untuk rute Palembang - Yogyakarta sudah mencapai angka 1 jutaan lebih belum lagi perhitungan bagasi berbayar saat ini,

Tetapi perlu di perhatikan bahwa pilihan menggunakan bus langsung ini akan memakan waktu +/- 36 jam ( 2 hari 1 malam) itupun jika tidak ada halangan di jalan, dan selama perjalanan itu akan ada lagi pengeluaran untuk makanan berat ataupun pengeluaran lainnya. untuk menghemat pengeluaran sebaiknya bawa bekal dari rumah, baik makanan berat yang di pisah antara nasi, lauk dan sayur biar tidak cepat basi, begitu juga cemilan.

Dan untuk pemberhentian terakhir yaitu terminal Jombor yang lumayan dekat jika ke pusat kota Yogyakarta.

Estimasi Perhitungan biaya perjalanan perorang :
Waktu tempuh +/- 36 Jam
Tiket Bus                                  = Rp. 450.000,- - Rp. 475.000,- *)

*) Ini di luar biaya makan dan keperluan lain-lain.

2. Menggunakan Kereta + Bus + Kereta

Kereta api di salah satu lintasan di stasiun tanjung karang
Opsi menggunakan kereta, bus dan kereta juga menjadi alternatif yang mudah dan meriah walapun lumayan menyita waktu tetapi demi menghemat ongkos alternatif ini bisa menjadi salah satu pilihan.

Kereta Api Rajabasa Palembang- Tanjung karang kelas ekonomi = Rp. 32.000,- / Orang
Berngkat pukul 08: 30 - 18:30 bisa di order via  KAI Access atau viaTraveloka

Lanjut naik Damri Tanjung Karang - Gambir Kelas Bisnis + Snack = Rp. 160.000,-/Orang

Pool damri di dekat stasiun Tanjung Karang bisa jalan kaki, Perjalanan kurang lebih 7 Jam sampai ke terminal gambir. Untuk pemberangkatan bisa pilih dari pukul 20:00-22:00, Ticket bisa di pesan via e-ticket damri dari play store. Berdasarkan pengalaman jika berangkat pukul 22:00 sampai ke gambir bisa pukul 05:00 pagi
Bus Damri kelas bisnis lokasi di Pool damri Gambir
Sampai di gambir bisa lanjut naik taxi/ tarsportasi online ke stasiun senin        = Rp,   25.000,-
Jika sendirian saja bisa menggunakan ojek online dengan harga +/- Rp.15.000,-
Naik Kereta ke Stasiun Lempuyangan (Ekonomi)                                              = Rp.   74.000,-/Orang 
Bisa naik kereta Begawan                 = Rp.  74.000,- Berangkat pukul 11:20
Bisa naik Kereta Gaya Baru Malam  = Rp. 98.000,- Berangkat pukul 10:15
bisa di order via  KAI Access atau viaTraveloka

Estimasi Perhitungan biaya perorang :
Waktu tempuh +/- 36 Jam
Tiket Kereta PLM - TNK         = Rp.   32.000,-
Ticket Damri TNK-Gambir     = Rp.  160.000,-
Taxi Ke Stasiun Senen             = Rp.   25.000,-
Tiket Kereta PSN - LPN          = Rp.   74.000,-
Jumlah Biaya                           = Rp. 291.000,- *)

*) Ini di luar biaya makan dan keperluan lain-lain.

3. Menggunakan Bus + Kereta


Menggunakan bus yang langsung ke Jakarta juga menjadi alternatif yang bagus terutama yang lagi bepergian bersama keluarga karena tidak terlalu repot untuk naik turun berpindah angkutan.

Bus Palembang - Terminal Kalideres  ( Bus PO. Laju Prima) 11:00-06:30      = Rp. 230.000,- / Orang

Informasi beberapa harga  bus lain dengan rute Palembang - Jakarta : Data update Februari 2019

Bus Arya prima Rp. 220.000,-                              Bus Pahala kencana Rp. 250.000,-
Bus Damri  Rp. 225.000,-                                     Bus Rosalia Indah Rp. 265.000,-
Bus BSI Rp. 260.000,-                                          Bus Lambersa Rp. 250.000,-
Bus Pelangi  Rp. 280.000,-                                   Bus Handoyo Rp. 265.000,-

Ada 4 Terminal yang menjadi tujuan akhir di Jabodetabek :
1. Terminal kalideres
2. Terminal Kampung Rambutan.
3. Terminal Poris Palawad.
4. Terminal Bus terpadu pulo gebang
5. Pool Damri Kemayoran - khusus Bus Damri.

Untuk ke stasiun pasar senen lebih baik di pilih ke pool damri kemayoran, terminal kampung rambutan atau terminal kalideres karena jaraknya yang lumayan dekat.

Sampai ke terminal kali deres naik angkutan Kopami P12 ke stasiun senen      = Rp. 5.000/Orang
Waktu tempuh 1 jam 30 menit
atau Bus Mayasari bakti P17 Jurusan Kampung Rambutan - Senen

Naik Kereta ke Stasiun Lempuyangan (Ekonomi)                                              = Rp.   74.000,-/Orang
Bisa naik kereta Begawan                 = Rp.  74.000,- Berangkat pukul 11:20
Bisa naik Kereta Gaya Baru Malam  = Rp. 98.000,- Berangkat pukul 10:15
bisa di order via  KAI Access atau viaTraveloka

Estimasi Perhitungan biaya perorang :
Waktu tempuh +/- 34 Jam
Tiket Bus PLM - JKT               = Rp. 230.000,-
Bus Ke Stasiun Senen              = Rp.    5.000,-
Tiket Kereta PSN - LPN          = Rp.   74.000,-
Jumlah Biaya                           =  Rp. 309.000,- *)

*) Ini di luar biaya makan dan keperluan lain-lain.

4. Menggunakan Kereta (Estafet/ Ngeteng)

Untuk estafet/ ngeteng atau istilah keren anak sekarang backpackeran juga menjadi alternatif yang murah untuk menghemat biaya perjalanan tetapi untuk model perjalanan ini tidak di rekomendasikan  untuk  pejalan wanita yang sendirian ataupun yang membawa keluarga  karena rawan bahaya.

Tempat duduk KA Ekonomi AC Rajabasa
Kereta Api Rajabasa Palembang- Tanjung karang kelas ekonomi                    = Rp. 32.000,- / Orang
Berngkat pukul 08: 30 - 18:30 bisa di order via  KAI Access atau viaTraveloka 
Lanjut naik Travel tembak  tarif Rp40 - 50 ribu pinter2 nawar                        = Rp.  50.000,-/Orang
Sampai Bakahuni beli ticket kapal ferry                                                           = Rp.  15.000,- /Orang
Kedermaga biasa saja karena kalau ke dermaga eksekutif tarifnya lebih mahal

Setelah turun dermaga istirahat dulu di pelabuhan merak sampai menunggu pagi
Jika mau ke Jakarta bisa menggunakan Bus Arimbi atau Primajasa                 = Rp. 35.000,-/Orang
Sampai ke terminal kali deres naik angkutan Kopami P12 ke stasiun senen      = Rp. 5.000/Orang
Waktu tempuh 1 jam 30 menit
Naik Kereta ke Stasiun Lempuyangan (Ekonomi)                                              = Rp.   74.000,-/Orang 
Bisa naik kereta Begawan                 = Rp.  74.000,- Berangkat pukul 11:20
Bisa naik Kereta Gaya Baru Malam  = Rp. 98.000,- Berangkat pukul 10:15
bisa di order via  KAI Access atau viaTraveloka

Estimasi Perhitungan biaya perorang :
Waktu tempuh +/- 30 Jam
Tiket Kereta PLM - TNK         = Rp.   32.000,-
Travel TNK- Bakahuni             = Rp.  50.000,-
Kapal Ferry Bakahuni-Merak   = Rp. 15.000,-
Bus  Ke Kalideres                     = Rp.  35.000,-
Bus ke Stasiun senen                = Rp.   5.000,-
Tiket Kereta PSN - LPN          = Rp.   74.000,-
Jumlah Biaya                           =  Rp. 211000,- *)

*) Ini di luar biaya makan dan keperluan lain-lain.

11 Februari 2019

Rute Perjalanan Anyer - Palembang via darat

Update tanggal Februari 2019 


1. Menggunakan Kereta + Travel + Kereta

Naik angkot silver ke arah anyer ke stasiun krenceng                              = Rp. 5.000,-/Orang
Naik kereta api lokal Merak jurusan Rangkasbitung- Merak                   =Rp. 3.000,-/Orang
Ticket Kapal Ferry                                                                                    =Rp. 15.000,-/Orang
Travel Pelabuhan Bakahuni - Terminal rajabasa                                      = Rp. 50.000,-/Orang   
Angkot Terminal rajabasa - Stasiun Tanjung karang                                = Rp.  5.000,-/Orang   

Kereta Binsis Sriwijaya Tanjung Karang- Palembang                              = Rp. 150.000,-/Orang
Berangkat pukul 21:00 s.d 06:10 


Kalau berangkat pagi dari anyer di pastikan akan sampai sore atau malam, alternatifnya bisa berangkat dengan kereta malam Bisnis Sriwijaya dengan harga Rp.140.000,- - Rp.185.000,-  atau mencari penginapan murah di dekat stasiun untuk berangkat ke esokan harinya menggunakan Kereta Api Rajabasa Palembang- Tanjung karang kelas ekonomi Rp. 32.000,- / Orang Berngkat pukul 08: 30 - 18:30 
bisa di order via KAI Access atau viaTraveloka

Estimasi Perhitungan biaya perorang :
Waktu tempuh +/- 19 Jam

Angkot Silver                        = Rp.    5.000,-
Kereta Lokal Merak              = Rp.    3.000.-
Tiket Kereta Ferry                 = Rp.  15.000,-
Ticket Bakahuni - Rajabasa  = Rp.   50.000,- 


Angkot Rajabasa - Stasiun    = Rp.     5.000,- 
Ticket KA Bisnis Sriwijaya  = Rp. 150.000,-
Jumlah                                       Rp.228.000,-      

Makan 3 Kali x Rp. 20.000,- = Rp.60.000,-
Pengluaran lainnya                = Rp. 35.000,- ( Untuk ke toliet , Ngopi, beli makanan kecil dll)
Total =                                   =  Rp. 323.000,-

Jadwal kereta api lokal Rangkas bitung
No KAJam KeberangkatanTujuan 
4623:50Merak
4647:45Merak
4669:50Merak
46812:45Merak
47014:35Merak
47220:00Merak

Waktu tempuh dari kereta api dari Rangkas bitung sampai ke merak +/- 2 Jam 

Jadwal kedatangan dan keberangkatan kereta lokal Merak dan Rangkas Bitung

2. Menggunakan Bus 

Naik angkot silver ke arah anyer ke stasiun krenceng                              = Rp.   5.000,-/Orang
Naik kereta api lokal Merak jurusan Rangkasbitung- Merak                   =Rp.     3.000,-/Orang
Bus Merak - Palembang                                                                            = Rp. 230.000,- / Orang
Bus terakhir berhenti KM 12

Estimasi Perhitungan biaya perorang :
Waktu tempuh +/- 20 Jam
Tiket Bus JKT - PLM            = Rp. 230.000,-
Kereta Lokal Merak              = Rp.    3.000.-
Angkot Silver                        = Rp.    5.000,-
Jumlah                                       Rp. 238.000,-   

Makan 3 Kali x Rp. 20.000,- = Rp. 60.000,-
Pengluaran lainnya                = Rp.  35.000,- ( Untuk ke toliet , Ngopi, beli makanan kecil dll)
Total                                       = Rp. 333.000,-

Rute Perjalanan Palembang-Anyer via darat


Update tanggal Februari 2019 


1. Menggunakan Kereta + Bus + Kereta
Bunda, nyai, kakak dan adek di dalam kereta api lokal merak

Opsi menggunakan kereta, bus dan kereta juga menjadi alternatif yang mudah dan meriah walapun lumayan menyita waktu tetapi demi menghemat ongkos alternatif ini bisa menjadi salah satu pilihan.

Kereta Api Rajabasa Palembang- Tanjung karang kelas ekonomi = Rp. 32.000,- / Orang
Berngkat pukul 08: 30 - 18:30 bisa di order via KAI Access atau viaTraveloka

Lanjut naik Damri Tanjung Karang - Gambir Kelas Bisnis + Snack = Rp. 160.000,-/Orang
Damri stop di merak, berjalan sedikit ke arah stasiun merak.

Naik kereta api lokal Merak jurusan merak – Rangkasbitung           =Rp. 3.000,-/Orang
Stop di stasiun krenceng sekitar +/- 30 menit dari stasiun merak kemudian
Naik angkot silver ke arah anyer dengan biaya                                 = Rp. 5.000,-/Orang

Estimasi Perhitungan biaya perorang :
Waktu tempuh +/- 15 Jam

Tiket Kereta PLM - TNK     = Rp.    32.000,-
Ticket Damri TNK-Merak    = Rp. 160.000,- 
Kereta Lokal Merak              = Rp.    3.000.-
Angkot Silver                        = Rp.    5.000,-
Jumlah                                       Rp. 200.000,-      

Makan 5 Kali x Rp. 20.000,- = Rp.100.000,-
Pengluaran lainnya                = Rp. 35.000,- ( Untuk ke toliet , Ngopi, beli makanan kecil dll)
Total =                                   =  Rp. 335.000,-

Daftar stasiun transit KA Lokal Merak - Rangkasbitung
Jadwal kereta api lokal Merak
No KA Jam Keberangkatan Tujuan 
461 5:00 Rangkasbitung
463 6:30 Rangkasbitung
465 10:20 Rangkasbitung
467 11:45 Rangkasbitung
469 15:35 Rangkasbitung
471 17:20 Rangkasbitung

Untuk di stasiun merak sekarang hanya ada kereta lokal Merak dengan tujuan rangkas bitung untuk kereta krakatau sudah di rubah menjadi kereta singosari dengan rute pasar senen - Blitar, jadi jika ingin melanjutkan perjalanan dengan kereta lain dari sasiun pasar senen atau stasiun gambir lebih baik turun di terminal kalideres, terminal kampung rambutan atau pool damri kemayoran.

Waktu tempuh dari kereta api dari Merak ke Rangkas bitung +/- 2 Jam 

2. Menggunakan Bus + Kereta

Menggunakan bus yang langsung ke Jakarta juga menjadi alternatif yang bagus terutama yang lagi bepergian bersama keluarga karena tidak terlalu repot untuk naik turun berpindah angkutan.

Bus Palembang - Terminal Kalideres ( Bus PO. Laju Prima) 11:00-06:30 = Rp. 230.000,- / Orang
Stop di merak
Naik kereta api lokal Merak jurusan merak – Rangkasbitung           =Rp. 3.000,-/Orang
Stop di stasiun krenceng sekitar +/- 30 menit dari stasiun merak kemudian

Naik angkot silver ke arah anyer dengan biaya                                 = Rp. 5.000,-/Orang


Estimasi Perhitungan biaya perorang :
Waktu tempuh +/- 9 Jam
Tiket Bus PLM - JKT            = Rp. 230.000,-
Kereta Lokal Merak              = Rp.    3.000.-
Angkot Silver                        = Rp.    5.000,-
Jumlah                                       Rp. 238.000,-   

Makan 5 Kali x Rp. 20.000,- = Rp.100.000,-
Pengluaran lainnya                = Rp.  35.000,- ( Untuk ke toliet , Ngopi, beli makanan kecil dll)
Total                                       = Rp. 373.000,-


3. Menggunakan Kereta (Estafet/ Ngeteng)
Add caption
Untuk estafet/ ngeteng atau istilah keren anak sekarang backpackeran juga menjadi alternatif yang murah untuk menghemat biaya perjalanan tetapi untuk model perjalanan ini tidak di rekomendasikan untuk pejalan wanita yang sendirian ataupun yang membawa keluarga karena rawan bahaya.

Kereta Api Rajabasa Palembang- Tanjung karang kelas ekonomi = Rp. 32.000,- / Orang
Berngkat pukul 08: 30 - 18:30 bisa di order via KAI Access atau viaTraveloka

Lanjut naik Travel tembak tarif Rp40 - 50 ribu pinter2 nawar = Rp. 50.000,-/Orang

Sampai Bakahuni beli ticket kapal ferry = Rp. 15.000,- /Orang
Kedermaga biasa saja karena kalau ke dermaga eksekutif tarifnya lebih mahal

Setelah turun dermaga istirahat dulu di pelabuhan merak sampai menunggu pagi
Naik kereta api lokal Merak jurusan merak – Rangkasbitung           =Rp. 3.000,-/Orang
Stop di stasiun krenceng sekitar +/- 30 menit dari stasiun merak kemudian

Naik angkot silver ke arah anyer dengan biaya                                 = Rp. 5.000,-/Orang

Estimasi Perhitungan biaya perorang :

Waktu tempuh +/- 15 Jam
Tiket Kereta PLM - TNK       = Rp. 32.000,-
Travel TNK- Bakahuni           = Rp. 50.000,-
Kapal Ferry Bakahuni-Merak = Rp. 15.000,-
Kereta Lokal Merak              = Rp.    3.000.-
Angkot Silver                        = Rp.    5.000,-
Jumlah                                       Rp. 105.000,-   

Makan 5 Kali x Rp. 20.000,- = Rp.100.000,-
Pengluaran lainnya                = Rp. 35.000,- ( Untuk ke toliet , Ngopi, beli makanan kecil dll)
Total                                       = Rp. 240.000,-

10 Februari 2019

Pulang ke kota ku

H8- Kepala semakin pusing, badan semakin nggak enak, lidah pahit... Ternyata ritual kerokan semalam tidak memberikan hasil.

Kamipun sarapan pada pukul 6 pagi, di coffe shop hotel.
"Lihat tidak ada mobil yang lewat di depan hotel" Kata datuk
"Mungkin ada car free day tuk... Ini kan hari minggu" Jawabku ke datuk

Dalam hati berkata "apakah bisa GO-CAR lewat depan hotel kalau seperti ini... mudah-mudahan bisa"

Sekitar pukul 7 kamipun order Go-Car langsung ke stasiun tanjung karang yang waktu tempuhnya tidak sampai 10 menit, untungnya hotel yang kita tempati itu di sebelah depan berhadapan dengan jalan. Raden intan dan di samping nya ada jalan S. Parman, jadi driver Go-Car menunggu di jalan tersebut.

"Memang pak kalau hari minggu ditutup ada car free day" Jawab driver Go-Car saat saya tanya mengapa kendaraan sepi melintas. 
Ternyata car free day di Tanjung Karang di mulai dari lingkaran jl. Raden intan- jl. RA. kartini yg di mulai dari pukul 7 s.d 11.

Tak lama kamipun sampai ke stasiun tanjung karang, setelah selesai cek-in (ticket ekonomi 32 ribu perorang di booking dari traveloka) dan menunggu beberapa saat maka tepat 08: 30 kereta api berangkat dari stasiun tanjung karang ke stasiun Kertapati Palembang.

Nyai dan Adek
Aku hanya terduduk di sudut kursi dekat dengan jendela, tidak banyak yang dapat ku perbuat, tongga dada makin sakit, batuk makin menjadi, obat batuk, obat flu sudah di makan tapi tidak ada perubahan yang berarti, kayaknya Allah lagi memberikan karunianya berupa sakit, si penggugur dosa.

Sekitar pukul 3 Sore saat adek tertidur di samping datuk, datuk bilang berbisik "azam ngompol"
Air ngompol nya sempat mengalir sampai kebangku di depan tapi tidak sampai mengenai barang penumpang..

Pukul 5: 30 kereta api tiba di stasiun Kertapati Palembang, mengakhiri perjalanan kami selama 7 hari ini.

Tamat
See you the next holiday journey from Dhinisa Family

09 Februari 2019

Gudeg pengobat rindu

Kantin stasiun gambir


Setelah check out dari hotel maka kami order Taxi online untuk menuju pool damri di stasiun Gambir. jalan pun tidak terlalu macet mungkin karena hari Sabtu dimana sebagian dari pekerja sudah pada libur semua.

Sesampai di kawasan pool damri gambir tak lama kemudian kami menuju ke kantin, datuk lebih fokus kepada kepulan asap rokoknya dan Nyai bilang sudah sarapan saat di hotel tadi,  kantin yang terletak di ujung ruang stasiun gambir lumayan nyaman untuk tempat makan banyak variasi makanan yang bisa di pesan di sini. 

Kakak pesan batagor, Adek pesan mie ayam berdua dengan bunda dan saya sendiri pesan nasi gudeg. lama tidak merasa masakan khas kota pelajar ini, nasi di campu dengan gudeg, telur dan juga krecek, dan sambal tempe menjadi sarapan kita hari ini.

"Manis ... ya" kata bunda saat mencoba nasi gudeg tersebut, karena bunda memang bukan penyuka makanan manis maklum masih ori lidah sumatera. 
"iya,... seperti inilah nasi gudeg" jawabku

Sambil menyuap nasi gudeg kedalam mulut, terbersit di hati next time Jogja menjadi tujuan liburan keluarga kecil ku saat Ayuk sudah selesai dari pondok pesantren. 


Bus Damri Bisnis tujuan tanjung karang
Tepat pukul 10 pagi bus damri bergerak menuju merak, bus yang memiliki seat 40 di ruangan ber-AC dan 3 di ruang merokok, dan di lengkapi dengan toilet ini. Jarak kursi yang lumayan sempit membuat posisi duduk harus benar di atur biar tidak mengganggu penumpang yang lain, mungkin sesuai dengan harga 160 ribu bisa sampai ke tanjung karang. 

Dengan waktu tempuh 2 jam lebih bus sudah mencapai pelabuhan Merak, dan setengah jam berikutnya bus sudah berada di atas ferry catylin. 

"Naik ke ruang ekonomi saja " Datuk bilang

Kamipun bergerak ke lantai 3, ternyata di ruang ekonomi ini lebih nyaman ketimbang kapal yang kami tumpangi saat keberangkatan kemarin. terdapat musolah, kemu musolah dan juga ada orgen tunggal yang bermain di kelas ekonomi. Kamipun makan siang di sini, memang bukan kelas pake AC tapi keluarga cukup menikmati, apalagi Adek bisa berlari kesana kemari. datuk pun sempat menyuanyikan lagu di iringi tabuhan orgen tunggal tersebut. 

Sekitar 30 menit lagi kapal akan bersandar ke pelabuhan Bakauheni terasa badanku tidak enak. "Bun.... Badan ayah rasa mau demam" Kataku kepada bunda
"Pakai jaket nya yah" Setelah bunda selesai mengoleskan freshcare ke kepala dan badanku. 

Bersin semakin menjadi begitupun batuk yang saling sahut bersahutan, membuat badan semakin meriang. 

Sepanjang perjalan di bus Damri batuk ini terus menyiksa sampai terasa sakit di rongga dada ini, kurang lebih 3 jam perjalanan akhirnya kamipun sampai di minta berhenti di central Plaza/matahari karena lebih dekat dengan penginapan kami di Jl. Raden Intan. 

Kakak & Adek saat menikmati bakso Sonny
Bakso son Haji sonny cabang ke V

Tidak samapai 10 menit driver Go-Car mengantar kami ke hotel dari central Plaza. Tepat saat azan magrib kami tiba di hotel, istirahat sebentar, sholat setelah itu tujuan kami adalah untuk mencicipi bakso sonny yang sudah di pesan oleh kakak Safira jauh hari sebelumnya. 

Tidak sampai 200 meter berjalan kaki kamipun sudah sampai ke bakso Sonny ini karena memang dekat dengan hotel tempat kami menginap yang merupakan cabang ke 5 dari Bakso son Haji sonny, tak lama setelah memesan maka  6 bakso, 4 es jeruk dan 2 es dawet pun tersedia di meja dan ternyata itu bakso yang terakhir untuk hari itu, karena banyak pelanggan yang datang dan pulang lagi karebna sudah kehabisan bakso. Setelah selesai makan baksonya dengan rasa yang puas dan membayarpun tidak terlalu mahal.

Kamipun beranjak untuk kembali kehotel yang sebelumnya mampir ke toko buku Gramedia yang  tidak terlalu jauh dari tempat Bakso son Haji sonny, karena hari sudah mau hujan akhirnya kami langsung buru-buru kembali ke hotel dan benar saja sekitar 2 ruko lagi hujan turun dengan deras, sehingga saya dan datuk berteduh di bawah tenda tukang martabak di depan toko alfamart. Sedangkan bunda, kakak, adek dan nyai membeli camilan untuk di kereta besok.

Setelah di tunggu-tunggu entah kapan berhentinya hujan, jam di tangan sudah menunjukan pukul 8 malam, kepala makin berat dan badan makin meriang akhirnya ritual lama saya lakukan dengan istri yaitu: "kerokan", semoga besok bisa sehat.

Next :

08 Februari 2019

Jakcard Monas & Kota Tua

Formasi Lengkap saat di Monas
Jakcard Monas

Adek berteriak " Tinggi yah.... Tinggi sekali"
Sedangkan kakak justru ketakutan pada saat naik lift ke puncak monas.

Cukup lama saya dengan keluarga tidak berkunjung apalagi ke puncak monas, terakhir 2011 saat itu kakak masih berumur 3 tahun dan Ayuk baru kelas 1 SD. Saat ini Ayuk tidak bisa ikut karena masih belajar di salah satu pondok pesantren di kota Palembang, itulah rasanya ada yg kurang saat membuat jurnal liburan ini.

Lihat : Ke Monas tahun 2011

Bada sholat jumat, kami menuju ke monas Cita-cita Adek untuk naik bajaj terwujud dengan tarif 25 ribu bajaj meluncur ke monas dg 4 penumpang: Adek, bunda kakak  dan nyai, krn nggak ada kapasitas bajaj untuk 6 orang.

Angkutan wisata di kawasan Monas
"Berangkatlah duluan nanti kami menyusul " Kataku
Akhirnya kami (saya dan datuk) menyusul dengan taxi Bluebird, setelah beberapa menit sampailah ke lokasi pintu masuk depan stasiun Gambir, ternyata sekarang kawasan souvenir, kuliner, permainan anak-anak dan musolah letak nya sudah terpisah.

Ada angkutan gratis yang mengangkut dari pos pemberhentian di lapangan monas sampai ke pintu masuk. Inilah yg tidak ku tahui akhirnya saya dan datuk berjalan mengitari MONAS yg saat itu matahari sedang panas-panas nya. Kami bertemu di pintu masuk dengan keringat yg bercucuran. Sampai di pintu masuk menuju lokasi pembelian ticket sdh bisa mendinginkan tubuh yg tadi panas.

Jakcard
Sistem pembelian sekarang tidak lagi menggunakan uang tunai tetapi sudah bekerjasama dengan bank DKI. Dalam bentuk jakcard yang bukan saja bisa di pakai untuk ke tempat wisata juga terintegrasi dengan modal angkutan di Jakarta. Bunda pun beli untuk 6 ticket ke cawan 4 ribu ke puncak 10 ribu dan untuk anak-anak separuh harga.,

Kartu ini merupakan bentuk elektronifikasi informasi dan transaksi sistem pembayaran. Kartu ini juga mengintegrasikan kartu-kartu yang sudah ada di Jakarta seperti, Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Jakarta Sehat.

Jakcard ini tidak hanya bisa digunakan di TMR saja. Melainkan, dapat juga digunakan masuk objek wisata lainnya seperti monumen nasional, museum-museum yang ada di Jakarta termasuk untuk naik bus transjakarta.


Adik menggunakan tropong di puncak monas
Tidak sampai 15 menit kita menunggu giliran kita naik ke puncak, Adek yg sangat histeris saat ke puncak monas yg selama ini hanya mendengar cerita dari kakak dan ayuk nya. Setelah beberapa kali swa foto maka kamipun turun untuk melanjutkan perjalanan berikutnya. Ke museum fatahillah atau ke kota tua.

Kota tua sejuta sejarah

Formasi Lengkap saat di Kota Tua, lihat ekspresi Adek
Dulu saat masih bekerja di sini sebulan bisa 3-4 kali, baru sekarang lagi bisa ke kota tua ini. Dari Monas kami bergerak ke museum fatahillah pukul 5 lewat untung driver gocar nyari jalan pintas biar tidak kejebak macet. Pukul 17: 30 lewat kami sampai saat sunset akan menerpa kawasan ini.

Kota Tua Jakarta, daerahnya berbatasan sebelah utara dengan Pasar Ikan, Pelabuhan Sunda Kalapa dan Laut Jawa, sebelah Selatan berbatasan dengan jalan Jembatan Batu dan jalan Asemka, sebelah Barat berbatasan dengan Kali Krukut dan sebelah Timur berbatasan dengan Kali Ciliwung.

Lokasi Kota Tua yang strategis tersebut dulunya pernah menimbulkan perebutan kekuasaan wilayah.
Mulai dari Kerajaan Pajajaran, Kerajaan Tarumanegara, Kesultanan Banten, VOC, hingga Jepang dulu turut memperebutkannya. Kota Tua Jakarta dikenal pula dengan sebutan lamanya yaitu “Oud Batavia” atau Batavia lama. Seperti yang kita ketahui bahwa Batavia dulu juga merupakan nama untuk kota Jakarta sekarang. Wilayah Kota Tua yang luasnya sekitar 1,3 km2 ini dulunya sempat disebut sebagai “ Permata Asia” serta “Ratu Dari Timur’’. Wilayah ini merupakan pusat perdagangan yang sangat strategis di Asia, apalagi begitu banyak hasil yang melimpah di tempat ini. Wajar saja, banyak pemimpin yang tidak rela melepaskan kekuasaannya di wilayah ini.

Di kiri kanan kawasan ini masih seperti dahulu saat masih sering kesana tapi lebih cantik karena sudah banyak perbaikan dan renovasi untuk mempercaktik kawasan ini, baik itu museum wayang, cafe batavia, museum seni rupa dan lain sebagainya.

Dan banyak seniman yang unjuk kebolehan di sini dari manusia patung, band, tukang tatto dan lain sebagainya, dan sore saat matahari tenggelam ternyata kawasan ini makin ramai terutama oleh anak-anak muda yang menjadikan kawasan ini menjadi tempat tongkrongannya. Kakak dan Adek azam sempat berfoto dengan beberapa karakter, begitu juga nyai dan Datuk.

Adek yg rewel saat masuk ke kawasan wisata ini karena dari monas sudah tertidur, karena jarak yang tidak terlalu jauh dan tidur kurang nyenyak itu yg menyebalkan ia rewel.Akhirnya setelah di bujuk-bujuk maka maulah di menurut setelah di belikan mainan pelontar.  

Haripun mulai gelap jam di tangan pun sudah menunjukan pukul 19:00, saat taxi online menjemput kami maka petualangan hari ke 6 ini pun berakhir.

Next :

Buta GPS

Stasiun Gambir
H6- Setelah menghitung-hitung perjalanan estafet ke tanjung karang, belum lagi barang-barang yang cukup berat kami bawa maka kami putuskan untuk menggunakan armada damri, armada angkutan plat merah ini sudah lama tidak aku gunakan mungkin sejak kecil saat sering mudik itulah terakhir menggulingkan bus Damri.

Antrian di loket damri
Pada pukul 7 pagi aku meluncur dari penginapan ke arah pool damri gambir menggunakan GO-JEK, mas gojeknya jago cari jalan yg nggak kena macet., sesampai di pool damri gambir ternyata masih kepagian. Memang loket untuk kelas Royal sudah di buka pukul 7 sedangkan loket kelas executive dan bisnis baru di buka pada pukul 8.

Karena lama menunggu kuputuskan untuk kliling stasiun Gambir, sambil nongkrong di salah satu cafenya. Pukul sudah menunjukan pukul 8 kurang 2 menit, aku beranjak kembali ke loket bisnis ternyata antriannya sdh lumayan panjang.

"Ngantri di belakang mas" Kata calon penumpang yang akan membeli ticket untuk hari senin (11/02/19) ke metro yang saat aku sampai sempat berbincang-bincang denganku.
"Iya, mas" Jawabku.

Sebenarnya di HP ini sudah di install aplikasi ticket damri bisa beli secara online tapi karena belum pernah di coba dan mumpung dekat dengan penginapan sekalian saja ke pool nya.

5 ticket aku beli itupun tuk tempat duduk di bagian belakang, karena karena untuk kelas bisnis ada 40 seat ber-ac, 3 di smoking room dan ada toiletnya. Dengan estimasi sampai ke Tanjung karang +/- pukul 5 sore.

"Lumayan sempit ini kursinya... Semoga anak-anak tidak rewel" Pikirku dalam hati


Buta GPS

Jumat pagi masih di putuskan kan untuk ke pasar grosir tanah abang lagi karena untuk ke Monas dan kota tua nanti akan di lakukan setelah sholat jum'at.

Masih seperti sore kemarin Bunda dan nyai wisata belanja disini datukpun ikut karena ingin tahu perkembangan pasar tanah abang, karena di era tahun 1970-an datuk pernah punya toko kasur di kawasan ini.

Kakak dan Adek aku yang menemani kami terpisah karena azam mulai rewel entah apa yg dia mau. Bunda, Nyai dan Datuk terus menyusuri jalan sedangkan Aku, kakak,  dan Adek.

Saat kami tepat di depan pasar jaya blok F. Ternyata setelah kutanya terus ia ingin balon tiup.
"Iya nanti dek nanti kalau ada kita beli" Tegas ku.

Rengekannya mulai berhenti saat membeli harum manis (gulali) yg kebetulan lewat di depan kami.

"Yah... Pengen naik gereja" Seru Adek sambil tangannya menunjuk ke arah depan.
"Hahaha hahahaha" Sontak aku dan kakak tertawa karena gereja yg di maksudnya adalah kendaraan Bajaj.
"Bukan gereja dek... Tapi bajaj" Kataku
"Iya... Yah naik bajaj" Kata Azam lagi
"Nanti ya saat ke monas saja lebih enak" Kata ku
Pukul sudah menunjukan pukul 10:30 kakak & Adek mulai mengeluh panas.
"Bunda... Di mana posisi? " Tanyaku
"Di depan toko ini yah" Jawab bunda.
" Waduh... Gimana mencarinya,, bisa kirim lokasi GPS nya nggak via goggle map?" Tanyaku
"Bunda... Coba ya " Jawab bunda , Tenyata yg di kirim via WA adalah foto maps dalam bentuk jpg. 
"Bunda, bukan dalam bentuk GPS.... Harusnya begini caranya
" Ku jelaskan via telpon cara share lokasi via Google maps. 
Ternyata walau sudah di jelaskan masih tetap keliru juga.

"Mungkin aplikasi goggle maps nya ada masalah" Pikirku dalam hati.
"Posisi sekarang di mana Bunda? " Tanya ku kembali
"Jalan jati baru yah" Jawab Bunda di seberang telpon menjelaskan ada jembatan penyeberangan ke arah stasiun tanah abang.
"Lurus saja ke kiri biar bisa balik ke arah tanah Abang" Jawabku

Setelah beberapa menit masih juga belum ada tanda-tanda kedatangan Bunda.
"Bun... Kami duluan balik ke hotel ya.. Anak-anak rewel, sekalian mau jumatan" Kataku ke Bunda
"Iya.. Yah kami menyusul" Jawab Bunda

Bunda.......bunda....perlu training Google maps kayaknya

Next :

07 Februari 2019

Kembali kerangkas bitung dengan sejuta koper

Stasiun besar Rangkasbitung
KA Lokal St. Kenceng - St.Rangkasbitung & KRL. St. Rangkasbitung - St. Tanahabang

Mobil ku kebut dengan kecepatan 60km/jam karena harus mengejar kereta pukul 10: 36 di stasiun kernceng, jangan sampai seperti kejadian "pacar ketinggalan kereta" lagi.

Mobil lumayan padat isi 9 orang termasuk juga koper ransel dan bawaan lainnya. Memotong beberapa trailer dan mobil pembawa peti kemas, pas pukul 10: 20 kami tiba di stasiun krenceng.

"Bun, langsung beli ticket untuk 6 orang" Seruku ke bunda
"Siap ya" Jawab bunda sampai setengah berlari menuju loket, dan Alhamdulillah akhirnya kami masih bisa mendapatkan ticket KA ekonomi tersebut.

Gerbong tidak terlalu ramai banyak anak-anak TK yg naik juga satu gerbong dengan kami.

Saat menuju ke stasiun krenceng pegangan troli koper kami patah tersangkut batu saat mau naik kereta terpaksa koper itu di tenteng juga, mana resleting nya juga mulai bermasalah. Kalau di lihat umur memang sudah lumayan lama koper ini mengikuti kami liburan kami atau perjalanan dinas saya.

Pukul 10: 36 peluit panjang kepala stasiun sudah di buniyikan, kereta mulai berangkat menuju 8 stasiun sebelum menuju ke stasiun akhir yaitu stasiun besar Rangkasbitung. 


Bunda, Tante, adek dan Nyai saat di stasiun krenceng

Di perjalanan di sisi kiri dan kanan banyak di hiasi dengan hamparan sawah dan tampak rombongan burung bangau putih yang terbang dan hinggap secara bergerombol juga, juga sebagian petani lagi bekerja disawah merupakan pemandangan yang sangat langkah untuk orang yang tinggal di perkotaan.

Dengan waktu tempuh yang +/- 2 Jam tidak terasa kalau kereta sudah memasuki stasiun besar Rangkas bitung.


Di peron 3 & 17 stasiun 

"Ibu belum pernah naik kereta ya? " Tanya petugas kereta api di stasiun Rangkasbitung.
"Bukan belum pernah naik pak tapi belum pernah beli ticket" Jawab bunda

Kartu Comutter Line
Begitu bunda bilang ke saya pada saat bunda selesai membeli ticket, saya baru keluar musholah,

"Kalau beli ticket KRL beda dengan ticket lokal, ada deposit dan harga ticket jadi sperti distasiun ini (Rangkasbitung) kita kena 18 ribu per orang tapi 10 ribunya di kasih dalam bentuk ticket dan bisa di Reffund di stasiun Tanahabang" Jelasku kepada bunda.

Masih sekitar 20 menitan lagi KRL tujuan tanah abang masih belum nampak justru kereta pengangkut barang yang masuk ke peron 1.
"Bun, lapar? kata Kakak

Di stasiun rangkas bitung sudah dilengkapi dengan tenant CFC dan roti O,.

" Mau, makan nasi atau roti? Tanya bunda
"Nasi" Jawab kakak dan adek serentak
Maka masuklah ke gerai CFC, kebetulan ada SMS promo dari CFC yg masuk ke HP istri.

Saat KRL memasuki peron 3 penumpang sudah pada berdiri untuk mencari tempat duduk, lumayan kan kalau berdirinya sampai 2,5 jam sampai stasiun tanah abang.

Gerbong commuter line
Saat di kerta mulailah paket cfc, mereka berdua mulai makan sampai selesai, kita saat itu nggak tau kalau ada larangan makan di KRL, itu pun tau saat pintu KRLnya tertutup.

"Yah, tadi petugas KRLngasih kode nggak boleh makan?

" Kata bunda, saat Safira dan azam makan paket CFC nya tadi. "Biar sajalah dari mereka rewel, kalau sudah makan kan bisa tidur " Kataku.

Pukul 13.15 kerta melaju menuju 17 stasiun seblum sampai ke stasiun tanah abang.

"Yah, mau pipis? " Bisik Safira
"Bisa ditahan nggak kak, tinggal 5 stasiun lagi, krn di KRL nggak ada toiletnya" Jawab ku
"Iya yah" Jawab Safira sambil mukanya ditekuk

Dan tepat pukul 15: 09 kereta sampai di stasiun tanah abang, dan sempat ketemu te Vivi dan suaminya yang akan berbulan madu ke malang dan Jogja.  Welcome to Jakarta, petualangan akan di mulai kembali

Surga belanja & starbuk keliling

Sambil menenteng koper yang patah pegangannya dan ransel yang beratnya lumayan termasuk kulit kerang dan karang, yang di ambil dari pantai berok, menjadikan ujian tersendiri.....sabar....sabar...sabar, yang masalah si beratnya bukan sabarnya.....hahahha.

menyelusuri selasar stasiun tanah abang lumayan panjang tetapi untungnya ada escalator yang mempermudah perjalanan, setelah di pintu keluar stasiun dan menukar kartu deposit commuter line kamipun memesan taxi online untuk menuju ke penginapan. dan alhamdulliah tidak terlalu lama taxi online pun datang di antara macetnya jalan yang di penuhi pedagang dan kerdaraan.

Pukul 16: 00 kami sampai di penginapan di kawasan kampung bali, tanah abang, rencana awal yaitu wisata belanja ke tanah abang.

Setelah makan siang, sholat makan kami keluar dengan berjalan kaki ke kawasan tanah abang karena jaraknya +/- 400m dari penginapan kami, ini alasan saya memilih penginapan di sini via aplikasi online airy.

Pasar Tanah Abang yang dulu dikenal dengan Pasar Sabtu berdiri sejak tahun 1735. Yustinus Vinck adalah sosok yang dikenal sebagai pendiri pasar perdagangan ini atas izin dari Gubernur Jenderal Abraham Patramini.

Bunda mencoba starbak keliling
Tak hanya dikenal dengan Pasar Sabtu, kabarnya orang-orang Belanda saat itu juga memanggilnya De Nabang. Sebab, di sana konon terdapat banyak pohon nabang atau pohon palem yang tertanam di sekitar kawasan itu. Kemudian, masyarakat Batavia mulai merubah panggilan pasar tersebut menjadi Tenabang.

Bunda dan nyai langsung menyelusuri pasar tanah abang di mulai dari blok A samapai blok F, sejujurnya saya malas jika acara belanja dengan emak-emak, taulah sendiri.


Next : Buta GPS

Ini pantai berok bukan kambing berok

Pantai Berok
H5 - Hujan melanda anyer sejak sebelum subuh dan makin bertambah deras, anak-anak masih pada tidur.
"Yah... Kalau Anak-anak bangun pasti nanyain kapan ke pantai" Kata. Bunda sambil melipat mukena
"Tunggu hujan reda... Kalau masih hujan takut petir" Kataku Saat anak-anak bangun
"Ya... Jadi ndak ke pantai? " Tanya azam sambil menggoyang kan kaki ku. 
Sambil melihat hujan yang belum juga berhenti "nanti ya tunggu hujan reda takut ada petir" Kataku
"Iya tunggu hujan reda dahulu" Datuk ikut menyahuti. 

Sampai jam 07: 00 hujan akhirnya reda tapi masih grimis yang lumayan deras,
"Ya, ke pantai sudah nggak hujan lagi? " Rengek azam
"Iya.. Sebentar lagi" Jawabku
"Bawa mobil saja kak, biar bisa banyak yang ngikut" Kata tante yang merupakan istri acek si pemilik rumah.
"Iya... Te, Terima kasih... Nunggu rekaan sedikit lagi" Jawabku

Pukul 07: 30 hujan berhenti, sambil menanyakan kepada tante lokasinya tepatnya dengan dicocokan dengan membuka goggle maps. 

Mobil bergerak maju ke arah pantai berok nggak sampai 5 menit enam orang yang ikut di dalam mobil, dan tak lama berselang tante mampir bersama cicik sbelum ke pasar.

Dulu pantai berok ini cukup terawat tetapi sejak penginapan di sana tutup maka pantai berok pun tidak terurus. Karang dan cangkang keong yang banyak tersebar di pinggir pantai, terdapat pula beberapa perahu nelayan.

Beberapa orang terlihat terapi kaki dengan sebaran karang dan kulit keong yang ada di sepanjang pantai.

Sekitar 1 jam di sini anak-anak menyelesaikan bermain di pantai, Acik wancik yang mencari kerang mengumpulkan hampir setengah karung dan bunda mencari kulit kerang dan karang 1 kantong yang lumayan berat.

Tak lama berselang kami kembali ke rumah di pandawaa, untuk bersiap berangkat ke Jakarta menggunakan kereta api.

Next : Kembali ke Rangkasbitung dengan sejuta koper
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...