CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

28 November 2016

Toyota Buaya

Toyota Buaya Foto : Google
Pada masa orde lama bisa dibilang Toyota merupakan merk pendatang baru di pasar kendaraan Komersial Indonesia, saat itu kebanyakan kendaraan yang beredar di Indonesia merupakan merk merk dari Eropa dan Amerika seperti Thames Trader, Ford, GMC, Chevrolet, Dodge, dan Fargo.


Pada tahun 1960 an Toyota Mulai masuk pasaran Indonesia, tidak diketahui importir pertamanya siapa karena saat itu tahun 1960an PT Toyota Astra Motor belum berdiri. Disebut Buaya karena kepala truk yang besar dan ketika kap mesin dibuka seperti buaya yang lagi mangap. Informasi awal truk Toyota sudah masuk Indonesia  gara gara buku sejarah di sekolah, ada foto di buku ketika pasukan RPKAD naik Toyota Buaya dalam Rangka Penumpasan G 30 S PKI pada tahun 1965.

Nama Asli Toyota Buaya adalah Toyota DA ( Diesel ), dan Toyota FA ( Bensin), Toyota DA yang masuk ke Indonesia merupakan Toyota DA Generasi kedua yang dipasarkan secara resmi mulai bulan September 1964 dengan kode kendaraan Toyota DA 115C. Truk ini dipersenjatai dengan mesin diesel Inline 6 silinder berkapasitas 6494 cc mampu menghasilkan tenaga maksimal cukup besar hingga 130 ps, keunggulan lain adalah sistem indirect Injection, sehingga tidak terlalu peka dengan kualitas solar.

toyotabuaya
Iklan toyota buaya

Selain mesin Diesel, ada juga truk Toyota Buaya yang menggunakan mesin bensin dengan kode FA, seperti halnya Toyota DA, Toyota FA yang masuk Indonesia merupakan generasi kedua dengan Kode Toyota FA 100 , Mesin bensin yang digunakan merupakan bensin 6 silinder seri F andalan Toyota ( dipakai juga di land crusier ) , dengan kapasitas 3878cc, mesin ini mampu menghasilkan tenaga maksimal 130 ps .


Meskipun berumur tua, Hingga saat ini masih bisa Toyota Buaya mash bisa dijumpai di beberapa daerah Indonesia, biasanya di pinggiran kota dan digunakan sebagai sebagai truk angkutan galian, bagi awb Truk Toyota buaya mah seperti Kijang “ Memang Tiada Duanya” . Sumber : https://awansan.com/

Di Palembang sendiri kendaraan ini dulunya banyak di gunakan untuk angkutan pupuk dan angkutan karyawan/transport pada PT. Pupuk Sriwijaya (Pusri) dan juga  pada angkutan semen, walaupun saat ini bisa di hitung beberapa lagi yang terseisa di Palembang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...