CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

23 November 2016

Rumah Rakit Palembang


Rumah Rakit merupakan rumah yang mengapung di atas Sungai Musi. Rumah ini terbuat dari kayu dan bumbu dengan atap kajang (nipah), sirap dan belakangan ini dengan atap seng (bahan yang lebih ringan).
 
Rumah rakit di sungai Musi tahun 1948 foto : Kitlv
Rumah Rakit adalah bentuk rumah yang tertua di kota Palembang dan mungkin telah ada pada Zaman kerajaan Sriwijaya. Dalam Komik China seperti Sejarah Dinasty Ming (1368-1643) buku 324, ditulis mengenai rumah rakit yang bentuknya tidak banyak berubah Pada Zaman Kesultanan palembang semua warga asing harus menetap di atas rakit termasuk warga Inggris, Spanyol, Belanda, Cina, Campa, Siam, bahkan kantor Dagang Belanda pertama berada di atas Rakit, lengkap dengan gudangnya.


Rumah rakit ini selain sebagai tempat tinggal juga berfungsi sebagai gudang, industri kerajinan. Bahkan pada tahun 1900 an di bangun Rumah sakit di atas rakit karena di anggap mereka lebih sehat dan indah karena dapat melihat kehidupan di sepanjang aliran sungai musi.

Sesuai dengan namanya, rumah rakit terapung di atas susunan balok kayu atau bambu, sedangkan lantai rumah dari bahan papan. Bentuk atap rumah pelana dengan penutup atap dari daun nipah, alang-alang (ijuk) yang diikat dengan tali rotan. Atap pelana yang melengkung lebih tinggi di ujung diperkuat oleh sistem konstruksi Cina yang berbentuk segi empat. Dalam persiapan pembangunan rumah rakyat tepian sungai Musi-Palembang, yang pertama dilakukan adalah pemilihan kayu dan bambu yang cukup tua dengan diameter tertentu. 

Rumah rakit di sungai musi tahun1935 Foto : kitlv
Kondisi tepian air memerlukan jenis kayu dan bambu tua dengan serat yang cukup padat dan menghindari cacat kayu dan bambu, terutama bambu yang akan dipakai pada bagian bawah (pondasi) bangunan yang selalu berhubungan langsung dengan air dan tiang-tiang terbuat dari kayu sebagai tiang atau belandar/cagak/tiang utama rumah. Adapun jenis kayu yang dipilih adalah kayu yang mempunyai kwalitas paling baik yaitu kayu tembesu. Khusus rumah rakit, bagian bawah atau pondasi digunakan bambu dengan syarat ukuran tertentu dan lurus. Kayu seru yang mempunyai kwalitas tahan tarik yang cukup tinggi dipakai pada bagian atas rumah yaitu untuk alang-alang (nok dan gording) atau rangka atap. Bagi keluarga yang tingkat ekonominya lebih baik bahkan dinding dan lantai rumahnya menggunakan kayu tersebut. Rumah rakit berbentuk empat persegi panjang, dan mempunyai bentuk atapnya pelana. pada rumah tradisional palembang disebut atap kajang. Ukuran rumah rakit pada awalnya 36 sampai 64m2. (di rangkum dari berbagai sumber)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...