CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

15 Oktober 2016

Bus Surat


Kotak warna perak yang terdapat di pelataran masjid Agung SMB II Palembang saat ini merupakan celengan masjid dimana terdapat di dua sisi yaitu di samping kiri dan samping kanan masjid, pada awalnya warna bis surat ini orange, bis surat peninggalan Pemerintah Kolonial Belanda, tertulis di bagias atas Brievenbus yang bearti adalah bis surat.

Dalam sejarahnya di Indonesia, pos sudah ada sejak zaman VOC berkuasa di tahun 1602. Kemudian seiring berjalannya waktu maka pos kemudian menyebar di Indonesia yang kantornya dimulai dari Batavia atau Jakarta pada tahun 1746.

Penggunaan kotak ini kabarnya pertama kali digunakan di Pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1829 di Kantor Pos Batavia. Sedangkan penggunaannya untuk umum disediakan di Semarang pada tahun 1850 dan Surabaya pada tahun 1864.

Bus surat yang ada di halaman masjid Agung SMB II ini memang cukup unik, karena merupakan peninggalan langsung. Tingginya +/- 1,5 meter  dan di cor semen dengan tulisan Brievenbus di bagian atas dan tulisan buslichting (pengangkatan bus/surat) di bagian bawah. Sebenarnya, dibawah tulisan buslichting ada angka 1,2, dan 3 yang mengartikan jika kotak surat itu diangkat sehari tiga kali. 

Masih menjadi pertanyaan mengapa bis surat ini ada di pelataran masjid Agung ini, apakah memang sengaja di pindahkan atau memang letak awalnya di sana mengingat dari dahulu jarak masjid agung SMB II dan kantor pos besar Palembang memang tidak berjahuan. sedangkan di gerbang masuk kantor pos besar Merdeka juga terdapat 2 buah seperti ini yang masih di cat dengan warna orange.
Bus surat yang terletak di gerbang masuk Kantor pos besar Merdeka Palembang

Fungsi dari bus surat ini pun juga tidak seperti dulu lagi yang menampung surat-surat yang sudah di beri prangko dan petugas pos mengangkuta dan mendistribusikan ke tujauan masing-masing.


Saat ini fungsinya menjadi tempat celengan masjid Agung SMB II Palembang di mana disalah satu sisi terdapat tulisan arab melayu dan satu sisi terdapat tulisan latin yang tulisannya "MASUKANLAH UANG DALAM TJELENGAN UNTUK KEPERLUAN INI MASDJID". Jika di lihat dengan teliti huruf latin K di ganti dengan huruf  Kaf karena memang di kota ini orang-orang dulunya lebih ahli baca arab melayu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...