CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

17 Agustus 2013

Liburan Kepulau Bangka Part 1

Mercusuar Tanjung Kalian 
Pulau Bangka merupakan salah satu wilayah yang berada di bawah kekuasaan Kesultanan Palembang, karena runtuhnya kekuasaan Kesultanan Palembang kemudian wilayah Bangka diserahkan ke tangan Inggris pada 1812. Pada tahun 1814, oleh pemerintah Inggris pulau Bangka dibarter dengan Cochin di India yang tadinya milik Belanda. Pada masa perang dunia ke-2 pemerintah Jepang yang menjadi pemenang pada saat itu menguasai pulau Bangka dari tahun 1942 hingga 1945

Setelah Jepang pada tahun 1945menyerah tanpa syarat pada Sekutu seperti halnya hampir seluruh wilayah Indonesia mengalami kekosongan kekuasaan, maka pulau Bangka setelah proklamasi kemerdekaan menjadi bagian dari Indonesia pada 1949. Pulau Bangka bersama dengan pulau Belitung pada awalnya merupakan bagian dari provinsi Sumatera Selatan hingga tahun 2000 setelah terjadi perubahan peta politik di Indonesia dan terjadi pergolakan pada tahun 1998 yang berujung jatuhnya kekuasaan rezim Suharto, atas desakan masyarakat di pulau Bangka dan Belitung kemudian pada tahun 2000 pulau Bangka dan pulau Belitung kemudian disahkan sebagai sebuah provinsi dan melepaskan diri dari Sumatera Selatan dan disahkan menjadi sebuah provinsi bernama Kepulauan Bangka Belitung.

Bangka menurut bahasa sehari-hari masyarakat Bangka mengandung arti "sudah tua" atau "sangat tua", sehingga pulau Bangka dapat diartikan sebagai "pulau yang sudah tua". Bila merujuk pada kandungan bahan galian yang terdapat di daerah ini, pulau Bangka banyak mengandung bahan-bahan galian mineral yang tentunya terjadi dari proses alam yang berlaku berjuta-juta tahun. Salah satu contohnya adalah bahan galian timah, oleh karenanya masyarakat menyebutnya dengan sebutan Pulau Bangka Sebuah pulau yang terletak di sebelah timur Sumatra  Luas pulau Bangka ialah 11.693.54 km².
Kata bangka dapat juga berasal dari kata wangka yang artinya timah. Karena di daerah ini ditemukan bahan galian timah, maka disebut Pulau Timah. Karena pergeseran atau bunyi bahasa yang berubah maka masyarakat lebih lekat memanggil pulau ini dengan kata Pulau Bangka atau pulau bertimah. Menurut cerita rakyat, Pulau Bangka tidak mempunyai penduduk asli, semua penduduk adalah pendatang dari suku yang diberi nama suku sekak. Masyarakatnya masih menganut animisme. Kemudian masuk bangsa melayu dari daratan malaka dengan membawa agama Islam yang kemudian berkembang sampai sekarang.

Lantai dasar mercusuar
Ada untuk memasuki pulau ini jika dari kota Palembang, bisa menggunakan pesawat terbang dengan durasi 5 penerbangan perhari, sedangkan untuk jalur air bisa menggunakan jet foil dari dermaga Boom Baru Palembang ataupun jika kita membawa kendaraan pribadi bisa menggunakan kapal ferri melalui pelabuhan Tanjung Api-Api dan akan merapat di pelabuhan tanjung kalian.

Sesampai di pelabuhan ini sudah ada objek wisata yang dapat kita nikmati yaitu mercusuar tanjung kalian, mercusuar ini di bangun oleh penjajah Belanda pada tahun 1862, tengan menjulang kokoh dengan ketinggian kurang lebih 65 meter dan memiliki 117 tangga batu yang berbentuk melingkan dimana sebanyak 19 anak tangga terbuat dari kayu, letaknya di bagian atas. Setiap anak tangga yang berjumlah 10, maka akan ada ruang dengan sebuah jendela yang berbentuk lingkaran sedang, dimana kita bisa melihat keluar dari menara.

Di bagian atas mercusuar terdapat perangkat lampu yang masih asli dengan kekuatan sorot 40 mil dengan kekuatan 1.000 watt, setiap di nyalakan di butuhkan 20 liter solar yang bisa bertahan sampai dengan 12 jam. untuk menaiki mercusuar ini setiap orang di kenakan biaya Rp.5.000,- (Lima ribu Rupiah) kepada penjaga mercusuar ini, tapi untuk yang punya sakit jantung ataupun tekanan darah tinggi yang akut tidak di sarankan untuk menaiki mercusuar ini.
Plat produksi yang di tempel di dalam ruangan di bagian atas
Capeknya pool bro, ambil nafas sebelum ke atas
on the top.... can see all
Lubang pintu untuk melihat keluar sumber foto : http://www.kompasiana.com/
Didalam mercusuar ini ruangan antar anak tangga begitu sempit, sehingga jika ada pengunjung yang ingin naik bertemu dengan pengunjung yang akan turun maka salah satu diantara mereka harus mengalah menepi dahulu ke ruangan yang berjendela itu. Didalam mercusuar Bagi saya, anak tangganya lebih besar daripada anak tangga yang normal, jadi harus melangkahkan kaki cukup tinggi supaya tidak tersandung, bahaya loh kalo tersandung dan jatuh dari tangga, fatal akibatnya, jangan ditanya lagi. 
Anak tangga kayu yang berada di atas : http://www.kompasiana.com/
Bagian dalam mercusuar : http://www.kompasiana.com/
Konon menara ini juga merupakan tempat eksekusi gantung para tahanan Jepang, jadi jangan heran jika aura mistik disini begitu kuat. Waktu saya akan masuk ke mercusuar saja, bulu kuduk saya merinding berdiri sendiri. Tapi walaupun begitu katanya, sang penjaga mercusuar, makhluk-makhluk disitu tidak menganggu, hanya saja residu dari tragedi masa lalu yang pahit, pantas saja “Mister Tukul Jalan-Jalan” sampai pernah meliput disitu, ternyata oh ternyata penyebabnya itu loh. Anak tangga dari kayu yang berada diatas Didekat pintu masuk mercusuar ada sebuah sumur yang berukuran cukup sedang, katanya menurut penjaga mercusuar juga, sering nampak wanita yang sedang duduk dipinggir sumur sambil memainkan rambutnya yang panjang. Wah kalo itu sih saya antara percaya dengan enggak juga, mana mungkin makhluk abstrak menampakkan rupa, sedangkan rupa mereka begitu buruk, makanya jangan heran kalo lihat yang begituan, ada yang teriak, nangis, takut, dan sebagainya, karena wajah mereka itu buruk, kata ibu saya itu sih, tapi kalo dipikir-pikir lagi, ada benarnya juga sih wajah buruk dengan respon korban yang melihatnya, hehehe. Walaupun sekarang sudah berumur kurang lebih 153 tahun lamanya, menara ini masih dalam kondisi sehat, hampir tak ada cacat sama sekali, walaupun sudah melewati 1 abad lamanya, hanya saja diatas, memang banyak coretan nama yang ditulis oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, walaupun begitu, tak mengurangi nilai estetiknya menjadi sebuah tempat wisata dan sangat bersejarah. Selain itu juga pekarangan halamannya juga bersih, sangat enak untuk dipandang oleh mata para pengunjung.
Aktiftas dari pelabihan tanjung kalian di lihat dari atas mercusuar : http://www.kompasiana.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...