CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

01 Desember 2013

Kue Putu Mayang/ Petolu

Resep Cara Membuat Kue Putu Mayang Enak Lezat
Kue Putu Mayang / Petolu
Resep Cara Membuat Kue Putu Mayang Enak Lezat – Mendapat pujian mengenai hasil masakan kue anda merupakan sebuah kebanggan tersendiri. Untuk mendapatkan hal itu tentunya bukan sesuatu yang mudah untuk dikerjakan, dan dibutuhkan referensi Info Resep Kue Tradisional yang tepat. Pada hari yang berbahagia ini ResepOnline.Infoberbagi seputar Info Kuliner untuk anda, yang mungkin dapat bermanfaat dan bisa anda terapkan dengan baik. Resep Membuat Kue Putu Mayang Enak Lezat bisa saja menjai hidangan istimewa yang nantinya akan anda sajikan
Untuk prosese pembuatan dan cara memasak hidangan ini tentunya ada langkah-langkah yang harus anda perhatikan sebelumnya. Tapi jangan khawatir karena langkah memasaknya tidak begitu merepotkan untuk anda praktekan
Bahan:
  • 150 gram tepung beras
  • 100 gram gula pasir
  • 1/2 sendok teh garam
  • 250 ml santan dari 1/2 butir kelapa
  • 50 ml air daun suji dari 30 lembar suji dan 3 lembar daun pandan
  • 50 gram tepung sagu
  • daun pisan
Bahan Taburan:
  • 100 gram kelapa parut kasar
  • 1 lembar pandan
  • 1/4 sendok teh garam
Cara membuat:
  • Taburan, campur semua bahan. Kukus diatas api sedang 15 menit hingga matang.
  • Larutkan tepung beras, gula pasir, garam, air daun suji, dan santan.
  • Masak sambil diaduk sampai bergumpal dengan api kecil.
  • Angkat. Pindahkan ke mangkuk. Tambahkan tepung sagu sedikit-sedikit sambil diuleni sampai rata
  • Masukkan dalam cetakan putu mayang. Semprot memanjang di atas daun pisang. Gulung.
  • Kukus diatas api sedang 15 menit hingga matang.
  • Sajikan dengan taburan kelapa.
  • Untuk 12 buah
Sumbe resep : http://reseponline.info/

03 September 2013

Gubah Ki Ranggo Wiro Sentiko / Gubah Penganten

Gubah Ki Ranggo Wiro Sentiko / Gubah Penganten
Gubah Ki Ranggo Wiro Sentiko atau yang biasa dikenal dengan Gubah Penganten merupakan salah satu bangunan bersejarah di kota Palembang. Terletak di Jl. Talang Keranggo tepat dibelakang kantor CPM lama. Usianya yang sudah cukup tua, membuatnya seolah sudah terlupakan.

Banyak cerita mitos yang beredar tentang gubah ini yang menceritakan tentang kematian tragis sepasang penganten yang baru menikah. Alkisah tersebutlah sepasang penganten yang baru menikah, keduanya meskipun saling mencintai namun tidak berani menunjukkannya secara terang-terangan sesuai dengan budaya Palembang di kala itu. Ketika malam datang dan mereka duduk berduaan, keduanya masih menunjukkan sifat malu-malu. Yang wanita membelakangi sang pria, yang pria tidak berani berbicara ataupun menyentuh sang wanita. Pada saat ada seekor nyamuk hinggap di punggung wanita tersebut, sang suami pun masih tak berani mengusirnya dengan tangan. Akhirnya ia mencabut keris yang terselip dipinggangnya dengan maksud mengusir nyamuk itu dengan kerisnya. Namun ia lupa, bahwa keris yang terselip dipinggangnya mengandung bisa yang sangat keras. Tak sengaja bilah tajam keris tersebut menggores kulit sang wanita dan meninggalkan racun yang mematikan. Tak lama kemudian wanita tersebut pun mati keracunan. Takut dihantui rasa bersalah sang pria akhirnya memutuskan untuk ikut mengakhiri hidupnya dengan menghujamkan keris yang sama yang telah membunuh istrinya.

Begitulah cerita mitos itu berkembang, tak tahu siapa yang memulai dan bagaimana cerita tersebut berasal. Hingga akhirnya masyarakat sekitar lebih mengenal gubah tersebut sebagai Gubah Penganten.

Padahal gubah tersebut merupakan tempat dimakamkannya salah seorang tokoh dari masa Kesultanan Palembang Darussalam yaitu di masa kekuasaan Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo (SMB I). Tokoh tersebut juga yang membangun komplek pemakaman di daerah Lemah Abang yang sekarang lebih dikenal dengan nama Kawah Tekurep. Beliau adalah Ki Ranggo Wiro Sentiko yang juga menjabat sebagai menteri di masa SMB I.

Asal mula dibangunnya Gubah Ki Ranggo Wiro Sentiko, yaitu ketika ia mendengar keinginan Sultan Mahmud Badaruddin untuk memiliki sebuah pemakaman. Oleh karena itu, bergegaslah beliau membangunkan sebuah gubah di tanah Talang dengan maksud menyenangkan hati sang Sultan.

Begitu selesai gubah tersebut, diberitahukannya kepada Sultan dan mereka sama-sama pergi melihat hasilnya. Namun setelah di amat-amati oleh baginda, bertitahlah ia kepada Ki Ranggo Wiro Sentiko, “Sungguh bagus kerjaanmu itu, Sentik. Tetapi gubah itu untuk perempuan kau perbuatkan. Bukan untuk aku, sebab memakai sumping. Sebab itu, ambil sajalah untukmu.”

Semenjak itu, gubah tersebut digunakan oleh Ki Ranggo Wiro Sentiko beserta keluarga dan para keturunannya. Tercatat beberapa nama anggota keluarga beliau yang dimakamkan di sana. Di antaranya yaitu Kemas Demang Wiro Sentiko Adenan, salah seorang cicit beliau yang juga menjadi adik ipar dari Sultan Mahmud Badaruddin Raden Hasan Pangeran Ratu (SMB II). Di masa beliau hidup, ia menetap di daerah Sungi Goren, Kecamatan 1 Ulu Palembang. Sehingga anak cucu beliau saat ini banyak yang menetap di sana, meskipun sebagian sudah banyak yang merantau ke daerah lain.

Gubah tersebut selesai dibangun tahun 1152 H atau tahun 1739 M, dan saat ini usianya sudah 273 tahun atau hampir 3 abad namun luput dari perhatian pemerintah kota Palembang. Hanya para keturunannya saja yang peduli hingga saat ini yang menjaga gubah tersebut dari tangan-tangan jahil para pendatang yang mulai membangun perumahan di sekitar areal makam. Semoga bangunan ini bisa tetap lestari sebagai salah satu tanda kebesaran dan keemasan zaman Kesultanan Palembang Darussalam.

Oleh Megatian Ananda Kemas, S.Psi

Daftar Pustaka

Akib, RM. 1930. Sejarah Melayu Palembang: Bandung. Druuk Ekonomi

http://kesultanan-palembang.blogspot.co.id/

19 Agustus 2013

Liburan Kepulau Bangka Part 3

Pantai Martas

On action
Pantai Matrasmerupakan salah satu pantai terfavorit di Bangka.Pantai landai berpasir putih halus sepanjang 3 km dilatarbelakangi pepohonan kelapa dan aliran sungai alami. Terletak di desaMatras, Kelurahan Sinar Jaya, Kecamatan Sungailiat, yang terletak disebelah Timur Laut Pulau Bangka.
Panjangnya mencapai 3 km dan lebar 20 -30 meter. Matras dilatar belakangi pepohonan kelapa dan aliran sungai alami, hingga sering disebut sebagai Pantai Surga. Matras selalu ramai dikunjungi terlebih pada musim liburan. Pantai Matras merupakan salah satu daerah tujuan wisata pantai andalan di Bangka BelitungPantai Matras amat indah dan landai.

Bermain air dan pasir
Pantai ini terletak di desa Sinar Baru, Kecamatan Sungailiat, disebelah Timur Laut Pulau Bangka dan berjarak sekitar 40 km dariPangkalpinang atau 7 km dari kota Sungailiat. Pantai indah ini terkenal dengan nama Pantai Matras karena terletak di desaMatras, Kelurahan Sinar Jaya, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka.
Di pantai ini, pengunjung akan menemukan pemandangan yang mempesona. Hamparan pasir menyatu dengan bebatuan indah di sekitarnya seperti mutiara yang terbentang di depan mata. Pantai ini terdiri dari pasir putih yang halus, dengan panjang sekitar 3 km, dengan lebar 20 sampai 30 meter, pantai yang dilatar-belakangi oleh pepohonan kelapa ini menampilkan pula laut yang bening dan pemandangan indah serta aliran sungai yang alami sehingga acapkali disebut sebagai Pantai Surga.
Di antara pantai-pantai indah yang ada di Bangka Belitung, pantai ini merupakan yang paling banyak dikunjungi wisatawan, baik oleh masyarakat Bangka sendiri ataupun wisatawan luar daerah dan mancanegara.
Pasir yang halus, Nyiur melambai-lambai dan ombak air laut yang alami
Keistimewaan pantai ini adalah pasir putihnya yang halus, nyiur yang melambai-lambai, dan aliran ombak air laut yang alami. Keistimewaan lain, lokasinya yang nyaman dan tenang akan memberikan keleluasaan kepada para pengunjung untuk menyantap makanan sambil bersandar di bebatuan alam dan menikmati keindahan suasana pantai. Dikawasan pantai Matras juga telah dibangun banyak tempat peristirahatan berupa bungalow sederhana yang kian menambah betah pengunjung.
Perjalanan dari Pangkal pinang menuju ke lokasi pantai Matras kurang lebih membutuhkan waktu 1 jam dengan jalanan yang naik turun (bergelombang). Di tempat ini pengunjung yang masuk hanya dikenakan biaya masuk pada saat memasuki gerbang pantai, besarnya sekitar IDR 5.000,- perorang.
Di sekitar lokasi pantai terdapat beberapa hotel, penginapan, layanan tour/travel, dan tempat hiburan. Terdapat juga pusat-pusat penjualan souvenir dan makanan khas Bangka seperti Kemplang Panggang, Kerupuk Ikan, Keretek Ikan/Cumi, Rusip, Belacan/Trasi, Lada Bubuk, dan sebagainya.
Untuk lokasi hotel yang terdekat adalah Hotel Parai Beach Resort, yang dapat di temui pada jalan sebelum menuju pantaiMatras. Kurang lebih berjarak 2 km antara hotel tersebut dengan pantai Matras.Kawasan ini telah dijadikan sebagai kawasan wisata utama di Kabupaten Bangka Induk, karena beberapa pantai di daerah itu rata-rata sangat indah. Seperti Pantai Parai Tenggiri, Pantai Teluk Limau, Pantai Tikus, dan Pantai Batu Bedaun.
Pantai matras adalah destinasi yang wajib anda kunjungi bila berkunjung ke Bangka Belitung. Kami yakin setelah menikmati panorama matras anda akan merasakan sesuatu yang berbeda dan tak kalah dengan pantai-pantai di Pulau Bali.

Pemandian Air Panas Tirta Tapta Pamali
Air Panas pemali bangka
Wahana rekreasi di Tirta Tapta, Bangka sumber foto : http://bangkatour.com/
Pemandian air panas Tirta Tapta PemaliBangka, merupakan objek wisata yang terletak didesa Pemali Kecamatan PemaliKabupaten Bangka. Objek wisata yang satu ini berjarak sekitar 20 km dari Kota Sungailiat. Lokasi sumber air panas di Pemalipertama kali ditemukan pada zaman kolonial Belanda. Kala itu dilakukan eksplorasi timah oleh perusahaan B.T.W. (Bangka Tin Winning Bedrijt) yaitu perusahaan milik Belanda yang khusus bergerak disektor pertambangan timah di Pulau Bangka.

Salah satu kolam air panas nya
Pemandian Air panas Bangka, berasal dari air tanah aktif yang mengeluarkan belerang. Zat ini sangat cocok bagi wisataan yang ingin menghilangkan rasa penat atau pegal-pegal. Bahkan tidak sedikit masyarakat yang percaya bahwa pemandian air panasBangka ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit, khsususnya penyakit kulit. Ini pula salah satu daya tarik objek wisatapemandian air panas Pemali yang membuat banyak wisatawan local, domistik maupun mancanegara yang sengaja datang ke pemain air panas Tirta Tapta Pemali ini.

Kini objek wisata pemandian air panas tirta tapta Pamali telah dikelola secara professional. Selain menyediakan tiga kolam air panaspemandian yang dibangun di atas lahan 8,2 hektare itu juga sudah tersedia kolam air dingin untuk anak-anak dan keluarga. Kawasan wisata pemandian air panas Bangka ini juga sudah dilengkapi beragam fasilitas, di antaranya kanalwisata sebagai arena bermain sepeda air, arena bermain, plaza, cafee, arena games, dan tersedia pula panggung hiburan lengkap dengan kebun binatang mini.
Tidak heran pada hari-hari biasa jumlah wisatawan yang mengunjungi tempat pemandian air panas Bangka bisa mencapai 500 orang. Pada event tertentu pengunjung objek wisata ini bisa melonjak hingga 2.000 orang. Di pemandian ini wisatawan bebas berenang di air dingin atau air panas. Pengunjung juga bisa memilih fasilitas lain di luar penggunaan sepeda air, mandi bola, dan menaiki kinciran.
Bagi Anda yang ingin tour atau berwisata ke Bangka Belitungpemandian air panas Tirta Tapta, PemaliBangka amat rugi jika tidak Anda kunjungi. Apalagi keindahan di sekitar pemandian air panas Bangka ini cukup menarik.
Info HTM perorang Rp.25.000,- (Dewasa)
selain pemandian air panas di sini juga ada kebun binatang mini, bebek air, mandi bola
Sumber tulisan : http://bangkatour.com/

17 Agustus 2013

Liburan Kepulau Bangka Part 2


Prasasti peringatan pemboman kapal Australia & Pembantaian oleh Jepang
Prasasti peringatan yang tidak jauh dari mercusuar tanjung kalian ini merupakan bukti sejarah keganasan  perang dunia ke II, prasasti yang di buat pada 2 Maret 1993 ini di dedikasikan  untuk pasukan "8TH AUSTRALIAN DIVISION &  2ND AUSTRALIAN IMPERIAL FORCE" oleh salah seorang exs perawat yang masih hidup, dimana pada saat itu korp perawat angkatan darat Australian yang bertugas di kepulauan Bangka pada masa perang dunia ke II dari tahun 1942-1945. dan kejadian ini di kenal dengan Pembunuhan Massal (Banka Massacre).

Bangkai Kapal Vyner Brook di Lepas Pantai Bangka
Dimana kapal Vyner Brooke milik Australian di bom oleh angkatan udara Jepang di lepas pantai Bangka pada tanggal 14 Februari 1942 yang membawa prajurit Australia yang terluka dan 64 perawat Australia dari Singapura. Sampai saat ini bangkai kapal Vyner Brooke masih bisa di lihat di lepas pantai Bangka dan menjadi salah satu tempat favorit untuk berfoto.

Sebagian yang masih hidup di bunuh di lepas pantai Bangka pada 16 Februari 1942, sebagian lainnya meninggal dalam kamp tawanan Jepang dan tawanan lainnya berhasil kembali ke Australia setelah sebelumnya menjadi tawana perang periode 1942-1945.

Pantai Tanjung Kalian berpasir putih dan tidak memiliki batu-batu granit raksasa seperti kebanyakan pantai di Bangka Belitung. Terdapat banyak Pohon Ketapang di pantai. Pantai ini juga menjadi saksi sejarah karena menjadi salah satu pantai yang sering dikunjungi Bapak Pendiri Bangsa, Ir. Soekarno, saat dibuang di masa – masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Sumber foto : https://contenttugas.wordpress.com/

sumber foto : http://restu-melina.blogspot.co.id/
Salah satu yang sempat kita nikmati adalah otak-otak bakar khas Bangka yang banyak terdapat di seputaran pantai tanjung kalian.

Dengan harga yang cukup murah yaitu Rp.1.500,- s.d Rp.2.000,- sudah dapat menikmati otak-otak bakar khas Bangka yang di buat dari Ikan tenggiri tersebut, dengan di cocol saus pedas menambah kenikmatan kuliner ini.














Pantai Tikus

12
Pantai tikus sumber foto : http://ketahui.com/
Pagoda yang ada di atas pantai tikus sumber foto : http://www.ragamtempatwisata.com/
Pantai ini letaknya ada di sebelah timur kota sungailiat dan dapat ditempuh dengan waktu sekitar 15 menit jika Anda dari pusat kota dan sekitar 45 menit jika Anda dari kota pangkal-pinang ibukota dari Bangka Belitung. Pantai Tikus Sungailiat Bangka ini merupakan salah satu pantai yang panjang jika dibandingkan dengan pantai - pantai lainnya di sungailiat Bangka.


Karena pantai ini begitu panjang, terkadang masyarakat sekitar menyebut bagian-bagian dari pantai tikus bangka ini dengan sebuah penanda khusus tersendiri seperti pohon mangga, pohon akasia, pantai cinta, pantai vihara dan lain sebagainya.

Pagoda di atas Pantai tikus
Terkadang Pantai Tikus ini juga biasa disebut dengan nama pantai pagoda, di sebut demikian karena memang pada bagian ini ada sebuah pagoda vihara yang sangat besar dan megah sekali.

Lokasi Pagoda ini terdapat di atas bukit pantai tikus, dan dari pagoda ini para pengunjung dapat melihat pemandangan pantai tikus indah menawan dan luas. 

Saat kami berkunjung ke pantai ini Pagoda ini masih dalam konstruksi, sehingga belum bisa terlihat asli nya, dan di kanan kiri juga masih banyak matrial-material yang berserakan.

Untuk menuju pantai tikus ini perjalannya menyusuri sepanjang pantai di mana akan di suguhkan birunya laut dengan jalan yang berkelok, menanjak dan menurun.

Ornamen naga Pagoda

Liburan Kepulau Bangka Part 1

Mercusuar Tanjung Kalian 
Pulau Bangka merupakan salah satu wilayah yang berada di bawah kekuasaan Kesultanan Palembang, karena runtuhnya kekuasaan Kesultanan Palembang kemudian wilayah Bangka diserahkan ke tangan Inggris pada 1812. Pada tahun 1814, oleh pemerintah Inggris pulau Bangka dibarter dengan Cochin di India yang tadinya milik Belanda. Pada masa perang dunia ke-2 pemerintah Jepang yang menjadi pemenang pada saat itu menguasai pulau Bangka dari tahun 1942 hingga 1945

Setelah Jepang pada tahun 1945menyerah tanpa syarat pada Sekutu seperti halnya hampir seluruh wilayah Indonesia mengalami kekosongan kekuasaan, maka pulau Bangka setelah proklamasi kemerdekaan menjadi bagian dari Indonesia pada 1949. Pulau Bangka bersama dengan pulau Belitung pada awalnya merupakan bagian dari provinsi Sumatera Selatan hingga tahun 2000 setelah terjadi perubahan peta politik di Indonesia dan terjadi pergolakan pada tahun 1998 yang berujung jatuhnya kekuasaan rezim Suharto, atas desakan masyarakat di pulau Bangka dan Belitung kemudian pada tahun 2000 pulau Bangka dan pulau Belitung kemudian disahkan sebagai sebuah provinsi dan melepaskan diri dari Sumatera Selatan dan disahkan menjadi sebuah provinsi bernama Kepulauan Bangka Belitung.

Bangka menurut bahasa sehari-hari masyarakat Bangka mengandung arti "sudah tua" atau "sangat tua", sehingga pulau Bangka dapat diartikan sebagai "pulau yang sudah tua". Bila merujuk pada kandungan bahan galian yang terdapat di daerah ini, pulau Bangka banyak mengandung bahan-bahan galian mineral yang tentunya terjadi dari proses alam yang berlaku berjuta-juta tahun. Salah satu contohnya adalah bahan galian timah, oleh karenanya masyarakat menyebutnya dengan sebutan Pulau Bangka Sebuah pulau yang terletak di sebelah timur Sumatra  Luas pulau Bangka ialah 11.693.54 km².
Kata bangka dapat juga berasal dari kata wangka yang artinya timah. Karena di daerah ini ditemukan bahan galian timah, maka disebut Pulau Timah. Karena pergeseran atau bunyi bahasa yang berubah maka masyarakat lebih lekat memanggil pulau ini dengan kata Pulau Bangka atau pulau bertimah. Menurut cerita rakyat, Pulau Bangka tidak mempunyai penduduk asli, semua penduduk adalah pendatang dari suku yang diberi nama suku sekak. Masyarakatnya masih menganut animisme. Kemudian masuk bangsa melayu dari daratan malaka dengan membawa agama Islam yang kemudian berkembang sampai sekarang.

Lantai dasar mercusuar
Ada untuk memasuki pulau ini jika dari kota Palembang, bisa menggunakan pesawat terbang dengan durasi 5 penerbangan perhari, sedangkan untuk jalur air bisa menggunakan jet foil dari dermaga Boom Baru Palembang ataupun jika kita membawa kendaraan pribadi bisa menggunakan kapal ferri melalui pelabuhan Tanjung Api-Api dan akan merapat di pelabuhan tanjung kalian.

Sesampai di pelabuhan ini sudah ada objek wisata yang dapat kita nikmati yaitu mercusuar tanjung kalian, mercusuar ini di bangun oleh penjajah Belanda pada tahun 1862, tengan menjulang kokoh dengan ketinggian kurang lebih 65 meter dan memiliki 117 tangga batu yang berbentuk melingkan dimana sebanyak 19 anak tangga terbuat dari kayu, letaknya di bagian atas. Setiap anak tangga yang berjumlah 10, maka akan ada ruang dengan sebuah jendela yang berbentuk lingkaran sedang, dimana kita bisa melihat keluar dari menara.

Di bagian atas mercusuar terdapat perangkat lampu yang masih asli dengan kekuatan sorot 40 mil dengan kekuatan 1.000 watt, setiap di nyalakan di butuhkan 20 liter solar yang bisa bertahan sampai dengan 12 jam. untuk menaiki mercusuar ini setiap orang di kenakan biaya Rp.5.000,- (Lima ribu Rupiah) kepada penjaga mercusuar ini, tapi untuk yang punya sakit jantung ataupun tekanan darah tinggi yang akut tidak di sarankan untuk menaiki mercusuar ini.
Plat produksi yang di tempel di dalam ruangan di bagian atas
Capeknya pool bro, ambil nafas sebelum ke atas
on the top.... can see all
Lubang pintu untuk melihat keluar sumber foto : http://www.kompasiana.com/
Didalam mercusuar ini ruangan antar anak tangga begitu sempit, sehingga jika ada pengunjung yang ingin naik bertemu dengan pengunjung yang akan turun maka salah satu diantara mereka harus mengalah menepi dahulu ke ruangan yang berjendela itu. Didalam mercusuar Bagi saya, anak tangganya lebih besar daripada anak tangga yang normal, jadi harus melangkahkan kaki cukup tinggi supaya tidak tersandung, bahaya loh kalo tersandung dan jatuh dari tangga, fatal akibatnya, jangan ditanya lagi. 
Anak tangga kayu yang berada di atas : http://www.kompasiana.com/
Bagian dalam mercusuar : http://www.kompasiana.com/
Konon menara ini juga merupakan tempat eksekusi gantung para tahanan Jepang, jadi jangan heran jika aura mistik disini begitu kuat. Waktu saya akan masuk ke mercusuar saja, bulu kuduk saya merinding berdiri sendiri. Tapi walaupun begitu katanya, sang penjaga mercusuar, makhluk-makhluk disitu tidak menganggu, hanya saja residu dari tragedi masa lalu yang pahit, pantas saja “Mister Tukul Jalan-Jalan” sampai pernah meliput disitu, ternyata oh ternyata penyebabnya itu loh. Anak tangga dari kayu yang berada diatas Didekat pintu masuk mercusuar ada sebuah sumur yang berukuran cukup sedang, katanya menurut penjaga mercusuar juga, sering nampak wanita yang sedang duduk dipinggir sumur sambil memainkan rambutnya yang panjang. Wah kalo itu sih saya antara percaya dengan enggak juga, mana mungkin makhluk abstrak menampakkan rupa, sedangkan rupa mereka begitu buruk, makanya jangan heran kalo lihat yang begituan, ada yang teriak, nangis, takut, dan sebagainya, karena wajah mereka itu buruk, kata ibu saya itu sih, tapi kalo dipikir-pikir lagi, ada benarnya juga sih wajah buruk dengan respon korban yang melihatnya, hehehe. Walaupun sekarang sudah berumur kurang lebih 153 tahun lamanya, menara ini masih dalam kondisi sehat, hampir tak ada cacat sama sekali, walaupun sudah melewati 1 abad lamanya, hanya saja diatas, memang banyak coretan nama yang ditulis oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, walaupun begitu, tak mengurangi nilai estetiknya menjadi sebuah tempat wisata dan sangat bersejarah. Selain itu juga pekarangan halamannya juga bersih, sangat enak untuk dipandang oleh mata para pengunjung.
Aktiftas dari pelabihan tanjung kalian di lihat dari atas mercusuar : http://www.kompasiana.com/

13 Agustus 2013

Dadar Jiwo

Dadar Jiwo ala Bunda F3
Bahan-bahan untuk kulit :
- 500 gram tepung terigu
- 2 butir telur
- 3 gelas air
- pewarna kuning sedikit (bia pake kunyit)

Bahan-bahan untuk isi :
- 1 buah papaya muda yang masih setengah mateng uk sedang
- 3 siung bawang putih
- 250 gram udang yang sudah dicincang
- 8 buah bawang merah (3 siung dihaluskan, 5 buah dibuat bawang goreng)
- Setengah sendok the merica halus
- 1 gelas santan kental
- Garam secukupnya

Cara membuat kulit :
- Campurkan semua bahan dan diaduk sampai rata.
- Kemudian dengan menggunakan wajan anti lengket tuang 1 sendok sup adonan ke wajan dan dibuat dadar.

Cara membuat isi :
1. Pepaya muda diparut besar.
2. Bawang merah, bawang putih, merica, garam dihaluskan.
3. 5 buah bawang merah dibuat bawang goreng.
4. Panaskan minyak makan sebanyak 2 sendok.
5. Tumis bumbu-bumbu sampai harum/kuning.
6. Masukkan cincangan udang, pepaya yang sudah diparut. Aduk sampai rata dan matang.
7. Santan kelapa dimasak sampai keluar minyaknya (disebut gelondo).
8. Ambil satu lembar dadar dan isi dengan bahan isi tadi, lalu dilipat persegi panjang
9. Tata dipiring dan bagian atasnya diberi gelando kelapa dan dihiasi dengan bawang goreng dan irisan cabe merah


sumber : http://ikamasayu.blogspot.co.id/

02 Juni 2013

Kue Delapan Jam Khas Palembang

Menu Internasional - Kue Delapan Jam merupakan kue tradisional asli kota Palembang dan merupakan kekeyaan kuliner yang masih dilestarikan oleh masyarakat di daerah Sumatera Selatan khususnya selain Kue Jongkong. Namun meskipun begitu tidak mudah menemukan kue ini sehari-hari. Dari namanya yang unik dapat dijelaskan bahwa Delapan Jam merupakan waktu yang digunakan untuk membuat atau mengukus kue tradisional ini, ya memang butuh waktu selama itu untuk membuatnya. Oleh karena itu kue yang fenomenal ini mungkin menjadi kue yang paling lama dalam membuatnya di dunia.

Kue tradisional ini pada mulanya hanya bisa dan boleh di sajikan untuk kalangan bangsawan kala itu. Tidak ada yang boleh menikmati kue yang enak ini bagi kalangan masyarakat biasa. Namun berbeda pada saat ini karena kue yang legit dan nikmat ini sudah bisa dinikmati oleh semua kalangan masyarakat meskipun tidak setiap hari bisa ditemukan bebas di pasaran semua itu karena proses pembuatan nya yang memakan waktu tidak sebentar. 8 jam hanya untuk membuat kue bukanlah waktu yang sedikit bukan? Oleh karena nya untuk menikmati kue tradisional yang lezat ini anda bisa meluangkan waktu ke Palembang saat perayaan imlek atau hari besar keagamaan seperti Idul Fitri dan acara-acara penting yang lain atau acara adat di daerah setempat.

Namun tidak perlu khawatir jika anda tidak sempat ke Palembang atau biaya cekak untuk transportasi kesana. Karena akan selalu saya bagikan resep-resep spesial untuk kue-kue di nusantara yang pastinya akan sangat istimewa dalam hal rasa. Jika hanya di dapatkan saat hari-hari besar di daerah asalnya kini anda tidak perlu menunggu waktu lebih lama untuk membuatnya hanya perlu bersabar selama 8 jam untuk membuatnya di rumah anda. Dan hal yang perlu diperhatikan adalah saat mengukus selalu cek volume air segera tambahkan air mendidih jika air untuk mengukus sudah mulai habis. Dan setelah berhasil, waktu yang sangat lama untuk membuat kue ini akan dibayar dengan dengan kenikmatan yang tiada tara oleh rasa legit dan nikmat dari hasil kue buatan anda sendiri. 

Bahan-bahan dari kue ini sebenarnya sangat sederhana dan sangat mudah untuk mencarinya disekitar rumah anda. Nah daripada anda penasaran segera saja anda simak dan praktekkan cara membuat kue enak ini dalam resep spesial nya di Cara Membuat Kue Delapan Jam Khas Palembang Legit dan Nikmat yang berikut ini.
Cara Membuat Kue Delapan Jam Khas Palembang Legit dan Nikmat
Bahan-bahan :
  • 10 butir telur bebek, dikocok lepas
  • 150 gram gula pasir
  • 400 ml susu kental manis
  • 1 sendok teh esens vanili
  • 4 sendok makan mentega

Cara Membuat Kue Delapan Jam Khas Palembang Legit dan Nikmat :
  1. Campurkanlah semua bahan yang terdiri dari Telur bebek, gula pasir, susu kental, dan vanili dan mentega kedalam satu wadah kemudian aduk-aduk bahan hingga rata. Tuangkan adonan ke dalam loyang yang diolesi dengan menggunakan mentega dan ditaburi dengan tepung. Selanjutnya tutuplah dengan menggunakan aluminium foil agar air tidak menetes pada adonan kue.
  2. Langkah berikutnya adalah mengukus adonan kue selama waktu delapan jam, lalu masukkan kue yang telah dikukus kedalam oven dengan temperatur 1200C .Dan bakar dengan api bawah selama waktu 15 menit.
Nah penantian anda akan terbayar lunas dengan hasil yang nikmat dari kue delapan jam ini. Selamat mencoba dan berkreasi.

Tips : 
  • Jika waktu pengukusan kurang dari 8 jam hasil kue akan menjadi tidak akan lembut dan kenyal, dan tekstur nya akan menjadi mudah        hancur.
  • Jangan lupa untuk menambahkan air mendidih kedalam dandang kukus apabila air sudah banyak berkurang.
  • Untuk menghasilkan kue yang tahan lama bakarlah kembali kue selama 10 menit.

24 Mei 2013

2 Hari di Kota Udang Cirebon Part 2

Hari Ke 2-


Pagi-pagi sekali kami sudah mulai menyusuri kota Udang ini setelah selesai dari hotel maka kami bergegas berwisata kuliner kembali dan sasaran kami kali ini adalah Nasi Lengko H. Barno, ternyata tidak hanya nasi lengko + sate yang kami dapatkan tetapi tahu gejrot pun tersedia di depannya.

Nasi Lengko H. Barno
Nasi lengko sebagai kuliner khas Cirebon memang kalah kesohor dibanding dengan nasi jamblang yang juga berasal dari Kota Udang. Selain karena penjajanya lebih sedikit ketimbang nasi jamblang, nasi lengko ini sangat sederhana. Berbeda dengan nasi jamblang yang dilengkapi berbagai lauk pauk, nasi lengko lebih mirip penganan vegetarian lantaran bahan-bahannya 100% nonhewani.
Tahu salah satu yang tidak terpisahkan dari nasi lengko
Tapi, bicara soal rasa, nasi lengko yang mendapat julukan nasi pecel ala Cirebon punya kelezatan yang bakal Anda sesali jika tidak mencobanya. Dan, salah satu pusat penjual nasi lengko paling terkenal di Cirebon ada di Jalan Pagongan. 
Saking populernya, jika Anda minta rekomendasi lokasi kedai nasi lengko ke warga Cirebon, kebanyakan akan kompak menyebut Jalan Pagongan. Di Jalan Pagongan, ada dua kedai yang dikenal paling sedap nasi lengkonya. Pemiliknya masih tergolong kerabat dekat. Cuma, yang paling ramai dikunjungi dan akrab dengan lidah orang Cirebon adalah: Warung Nasi lengko H. Barno di Jalan Pagongan Nomor 15B. 
Nasi lengko + Sate & kecap cap matahari
Jadi, jika Anda berkunjung ke Cirebon, jangan lupa menyambangi kedai milik Barno ini. Lokasinya juga gampang ditemukan. Kalau datang dari arah Jakarta melalui Jalan Raya Indramayu Cirebon, terus saja pacu kendaraan Anda menuju Kota Cirebon via Jalan Siliwangi. Setelah melewati Kantor Wali Kota Cirebon, Anda akan menemui Jalan Karanggetas. 
Setelah menemui perempatan pertama, belok kanan dan Anda memasuki Jalan Pagongan. Nah, Warung Nasi lengko H. Barno ada di sebelah kiri, sekitar 500 meter dari mulut jalan yang sekarang bernama Jalan Surya Negara tersebut.
Nasi Lengko + Tahu Gejrot
Penampakan kedai ini sangat sederhana. Meski begitu, ruangannya luas dan bisa menampung 100 pengunjung. Hanya, bagi yang ingin makan dengan tenang, hindari jam makan siang karena pengunjung biasanya membeludak. Oh, iya, kedai ini buka mulai jam enam pagi hingga sepuluh malam. 
Waktunya makan. Dari segi penampilan, nasi lengko racikan Barno minimalis seperti nasi lengko kebanyakan. Sepiring nasi putih dengan irisan timun segar, daun kucai, taoge rebus, bawang goreng, tempe goreng, dan tahu goreng, plus siraman bumbu sambal kacang. 
Sedikit tips saja sebelum makan. Pertama-tama, jangan lupa tambahkan kecap manis yang tersedia di atas meja. Lalu, aduk bumbu kacang dan kecap sampai tercampur merata sama nasi dan lainnya. Kalau tidak, rasa nasi lengko yang bakal Anda santap akan berbeda. 
Seperti kebanyakan penjual nasi lengko di Cirebon, kedai ini menyediakan kecap cap Matahari. Si hitam manis buatan lokal ini sudah menjadi brand yang melekat pada nasi lengko. Keistimewaannya, kecap ini punya rasa manis yang sopan alias tidak kebangetan sehingga tak membuat enek perut. sumber http://lifestyle.kontan.co.id/
Tahu Gejrot
panganan yang terbuat dari tahu ini juga sempat kami rasakan saat di kota Cirebon, makanan yang terdiri dari tahu goreng yang diiris tipis dimakan dengan kuah kecap manis bersambal pedas dengan campuran bawang putih dan bawang merah lumayan menambah selera makan di makan dengan menggunakan tusuk gigi sebagai pengganti sendok.
Tahu Gejrot
Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan kami ke pusat batik trusmi di mana kota Cirebonmemiliki destinasi wisata batik di Desa Trusmi yang tidak kalah menarik dengan Yogyakarta, Solo atau Pekalongan. Dari destinasi yang sayup terdengar, Trusmi kini semakin terkenal.

Salah satu corak batik trusmi
10 Tahun yang lalu, tidak banyak wisatawan mengetahui Batik Trusmi di Cirebon. Kecuali penggemar berat batik, atau mereka yang berdomisili di Bandung atau sering pergi ke Cirebon. Namun kalau pergi ke sana hari ini, Anda akan melihar pusat grosir batik dengan parkiran luas dan jejeran butik-butik batik dari yang sederhana sampai mewah.
Perubahan Batik Trusmi menjadi destinasi wisata populer, baru terasa dalam 5 tahun terakhir. Daerah wisata batik sekarang memanjang dari Trusmi sampai pusat wisata kuliner Empal Gentong di daerah Battembat.



Berawal dari satu desa yaitu Trusmi, kini produksi batik menular ke 3 desa lain yaitu Panembahan, Kali Tengah dan Kali Wulu. Namun untuk penjualan, Desa Trusmi masih menjadi andalan. Seberapa besar kawasan wisata batik Trusmi sekarang?


Sebagai gambaran, jika keluar Tol Cipali-Palikanci di Gerbang Tol Plumbon ke arah Kota Cirebon, di perempatan Plered Anda akan melihat gapura bertuliskan Kawasan Wisata Sentra Batik Trusmi di sebelah kiri. Dari gapura itu ke arah Kota Cirebon sampai kawasan wisata kuliner empal gentong, disebut Erwin sebagai daerah wisata batik Trusmi.

"Sejak Tol Cipali jadi, tingkat kunjungan wisatawan naik sekitar 200 persen. Wisatawan dari Jakarta atau Bandung sekarang bisa PP hanya untuk membeli batik di sini. Pagi datang, belanja batik, makan siang wisata kuliner ke sebelah, beli oleh-oleh terus pulang deh.

Bisa dibilang, Batik Trusmi makin eksis seiring keberadaan Cirebon yang semakin menjadi primadona wisata di Jawa Barat ketika orang sudah jenuh dengan Bandung. Sementara dari segi desain dan filosofi, Batik Trusmi konsisten dengan motif tapi sangat terbuka dengan modifikasi.



Untuk yang belum tahu, Batik Trusmi punya motif utama bernama mega mendung. Motif awan ini merupakan akulturasi budaya China dan Islam sejak era Wali Songo. Motif ini terus dijaga sampai sekarang, namun kemudian lahir aneka variasi warna, motif dan bahan. Produk turunan mulai aneka jenis busana, sampai pernak-pernik batik juga tersedia.


"Kalau Rajjas Batik sekarang bermain dengan warna lembut. Tapi kita juga memperhatikan tren warna untuk satu tahun ke depan dan tren motif yang akan disukai orang. Harus kuat dengan inovasi," kata Erwin berbagi resep agar batik tetap eksis.

Erwin menceritakan batiknya diproduksi oleh ibu-ibu setempat di Desa Panembahan. Mereka yang mengurus anak, boleh mengerjakan batiknya di rumah. Dalam seminggu mereka menghasilkan 20 lembar batik tulis dan 50 lembar batik cap ukuran 1x2,5 meter.

Erwin rajin mengikuti pameran ekonomi kreatif di Jakarta sambil mencari pembeli. Batik Trusmi produksi Rajjas Batik sudah melanglang buana sampai Jepang. Namun menurutnya, wisatawan domestik tetap merupakan konsumen utamanya.




"Tetap saja yang paling banyak beli itu wisatawan domestik. Saya juga memasukan barang ke sejumlah departemen store di Jakarta," kata dia.


Rentang harga batik yang dia jual mulai Rp 25 ribu sampai Rp 1 juta. Kain yang paling mahal adalah batik tulis bermotif Paksi Naga Liman, nama kereta kerajaan milik Keraton Kasepuhan.

Rajjas Batik adalah satu dari puluhan gerai batik yang ada di Trusmi, selain tentu saja one stop shopping yang paling besar yaitu Pusat Grosir Batik Trusmi. Saran detikTravel, luangkan waktu Anda keluar masuk gerai batik agar bisa membandingkan harga dan motif demi mendapatkan Batik Trusmi yang terbaik di Cirebon. sumber : http://travel.detik.com/
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...