CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

16 Mei 2012

Sejarah Gereja Siloam Palembang / White Church

Gereja Gereformeerde di Palembang 1935 (Sumber Foto: Kitlv.nl)
 Berawal dari kebijakan pemerintah Hindia Belanda menyelenggarakan kolonisasi dari Jawa sejak tahun 1905 ke daerah Gedong Tataan (1905), Wonosobo (1921), Metro (1935), Sukadana (1935), Belitang (1937), Lubuk Linggau (1937) dan Bengkulu / Kepahiang (1909). Kegiatan yang terkait dengan kolonisasi ialah pembukaan lahan, pemukiman (bedeng), pembangunan bendungan/saluran irigasi (Way Sekampung dan Komering), jalan-jalan, lintas kereta api Tanjungkarang - Palembang - Lubuk Linggau dan sekolah-sekolah.
Gereja Siloam Palembang (2008)
Di samping kolonis, banyak juga trasmigran spontan dan ini juga berlanjut sesudah kemerdekaan pemerintah RI menyelenggarakan transmigrasi untuk mengurangi kepadatan penduduk di Jawa. Pemerintah RI juga membuka daerah-daerah baru di Sumbagsel. Orang-orang Kristen dari Jawa ikut serta dalam kolonisasi dan transmigrasi ini.
Dan dampak dari kebijakan pemerintahan hindia Belanda ini membuat perlunya peribadatan di tempat yang baru maka penjajakan di lakukan oleh tim GKSJ (Greja Kristen Jawa Sumatera sekarang menjadi Greja Kristen atau GKSBS) maka, pada tahun 1936 telah digagas kerjasama antara GKJS dengan Gereja Gereformeerd di Palembang. Gereja tersebut berdiri tanggal 13 Agustus 1933, beranggotakan orang-orang Belanda dan Cina sejumlah 144 orang. Mereka memiliki gedung gereja (sekarang menjadi GKP Siloam).

Sebelum mandiri, jemaat tersebut merupakan kelompok dari gereja Gereformeerd di Batavia. Pada tahun 1938 itu pula disepakati kerjasama itu. GKJS melayani daerah Lampung dan Gereformeerd Palembang melayani Sumatera Selatan dan Bengkulu. Tetapi dalam perkembangannya, Gereja Gereformeerd Palembang juga membantu pemberitaan Injil di Lampung.
Sampai saat ini gereja ini masih kokoh berdiri tanpa banyak perubahaan dari sejak pembangunan awal sebagian jemaatnya juga sering menyebut gereja ini sebagai gereja putih / white church, karena memang warna keseluruhaan berwarna putih.

Sumber tulisan : di rangkum dari berbagai sumber.

1 komentar:

  1. TERIMAKASIH TULISANNYA, TAPI MASIH KURANG LENGKAP

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...