CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

30 April 2012

Amanzi Waterpark Palembang


Background wahana permainan di Amanzi Waterpark
Sejak beroperasi akhir tahun lalu, Amanzi Waterpark telah menjadi salah satu icon wisata di Kota Palembang.Tentu ini membanggakan masyarakat  Kota Palembang. Bagi wisatawan yang datang ke Kota Palembang,  tidak sempurna jika belum merasakan sensasi yang luar biasa dengan bermain air di Amanzi Waterpark yang berada di kawasan perumahan CitraGrand City. Jika sudah begitu, tentu masyarakat Kota Palembang  akan lebih menyesal lagi jika belum menikmati Amanzi Waterpark yang memiliki wahana permainan komplit berikut fasilitas pendukungnya yang dapat membuat enjoy dan rileks.

Program yang sudah berjalan di Amanzi Waterpark antara lain : Student Rate  (rate khusus untuk pelajar/mahasiwa), Birthday Package  (paket khusus yang akan merayakan ulang tahun), Friends & Family Package, dan Voucher Ticket (bisa digunakan untuk souvenir atau program promosi).

Bermain air bersama keluarga atau teman di Amanzi Waterpark memang sangat menyenangkan. Bagaimana tidak, sarana rekreasi dan olahraga air yang bisa dinikmati semua  level usia, dari balita sampai dewasa ini memiliki berbagai wahana yang mengasyikan dan menegangkan sehingga membuat pengunjung betah bermain air berjam-jam. Wahana permainan di Amanzi Waterpark terintegrasi antara satu dan yang lainnya. Sehingga pengunjung tak perlu berjalan jauh menikmati berbagai permainan air yang ada di  Amanzi Waterpark.
Di beberapa lokasi Amanzi Waterpark.
Faktor keamanan mendapat perhatian penuh di Amanzi Waterpark. Hampir di setiap arena permainan, seorang penjaga keselamatan atau life guard berdiri mengawasi dan siap memberi pertolongan. Setelah lelah bermain air, pengunjung bisa istirahat melepas penat dengan mengisi perut yang kosong di Amanzi Cafe yang lokasinya tak jauh dari arena permainan. Bagi pengunjung yang ingin membeli cinderamata Amanzi Waterpark atau ingin berfoto bersama bisa datang ke Amanzi Store. Pengunjung semakin nyaman karena Amanzi Waterpark juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti Free WiFi, Locker Room, Cabana Rental, Medical Room, Prayer Room, dan ATM Center.  

Dan kini masyarakat semakin mudah jika ingin ke Amanzi Waterpark. Pasalnya, taksi Blue Bird akan membuka pangkalannya di Amanzi Waterpark. Selain itu akan segera dibuka jalur Transmusi Bandara – Terminal Alang-alang Lebar via Amanzi Waterpark. Jadi tunggu apalagi, datanglah ke Amanzi Waterpark dan rasakan serunya bermain air bersama keluarga dan teman.  Waktu operasional Amanzi Waterpark setiap hari mulai dari pukul 10.00 - 18.00 WIB.

Dan berikut ini adalah Informasi Harga
  • Harga Tiket Masuk Umum
    Senin – Jumat : Rp. 50000/orang
    Sabtu : Rp. 75000/orang
    Minggu atau hari libur : Rp. 100000/orang
  • Harga Tiket Masuk Khusus
    Usia>60 tahun senin-jumat : Rp. 30000/orang (tunjukkan KTP)
    Usia>60 tahun sabtu : Rp. 50000/orang (tunjukkan KTP)
    Usia>60 tahun minggu : Rp. 65000/orang (tunjukkan KTP)
  • Harga Sewa Ban
    Single : Rp. 10000/unit
    Double : Rp. 15000/unit
    Deposit ban single : Rp. 10000/unit
    Deposit ban double : Rp. 15000/unit
  • Harga Sewa Loker
    Personal (kecil) : Rp. 5000/@ 1 coin
    Family (sedang) : Rp. 5000/@ 2 coin
  • Deposit Smart Card : Rp. 20000/buah (berlaku 1 bulan)
  • Harga Sewa Cabana
    Senin – Jumat : Rp. 100000/unit/check in
    Sabtu & minggu/libur : Rp. 200000/unit/check in
    Deposit Cabana (setiap hari) : Rp. 50000/unit/check in
Sumber Tulisan : Grand City 

Palembang, Citra Grand City , 0512, Dodi NP

28 April 2012

Bus Rapit Transit (BRT) Trans Musi Palembang

Bus Trans Musi sedang menunggu penumpang di terminal Karya Jaya
Kondisi di dalam Bus Trans Musi
Keberadaan Bus Rapit Transit (BRT) Transmusi bagi masyarakat Kota Palembang merupakan bentuk upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mewujudkan pelayanan terbaik di bidang transportasi.

Bidang angkutan umum yang satu ini merupakan salah satu program Pemkot Palembang dalam penyelenggaraan green transportation atau transportasi hijau karena Transmusi merupakan moda angkutan berbahan bakar gas. Sistem transportasi hijau dari Transmusi ini sesuai dengan keputusan wali kota untuk menjadikan Palembang sebagai kota yang bermoto Green,Clean, and Blue.

Selain memberi pelayanan terbaik berupa kenyamanan dan keramahan lingkungan, dasar program pengadaan transportasi massal Transmusi juga untuk meredam sekaligus menghilangkan kesan ketidakaturan angkutan jenis bus kota yang terkadang tanpa memperhatikan aspek keselamatan.

Untuk itu, Pemkot Palembang menargetkan keberadaan angkutan bus kota tidak boleh beroperasi lagi di ruas jalan protokol kota paling lambat akhir tahun 2013 mendatang. Salah satu strateginya tidak memperpanjang lagi trayek bus kota tapi memperbanyak jumlah unit Transmusi.

Pemkot Palembang juga menambah sekitar 80 unit armada bus Transmusi yang dananya diserap melalui APBD sebesar Rp15 miliar ditambah APBD Perubahan sebesar Rp25 miliar. Estimasi satu unit Transmusi besar sekitar Rp1,3 miliar.Di samping armada,Pemkot juga menyiapkan SDM terbaik.

Para awak dan pramugara Transmusi diberikan pendidikan dan latihan khusus yang bertujuan memberikan pelayanan maksimal terhadap masyarakat pengguna jasa transportasi massal.Adapun operasional Transmusi dimulai sekitar pukul 06.00-18.00 WIB dengan tarif penumpang sekitar Rp3.000 (Per Desember 2011 berubah menjadi Rp.4.000,-) untuk Route Indralaya atau Pangkalan Balai Rp.7.000,-. Roundtrip per hari sekitar 6 kali dengan headway sekitar 10-15 menit.

Load factor Transmusi pun cukup tinggi diangka 75% dengan jumlah penumpang 7.500 orang/hari dan rata-rata penumpang per bulan mencapai 225.000 orang Sistem tiket Transmusi juga dikembangkan dengan menerapkan smart card atau kartu pintar.

Selain itu, dikembangkan Intelligent Transport System (ITS) melalui pembuatan traffic control room yang dapat melakukan kontrol terhadap operasional Bus Trans Musi maupun kondisi lalu lintas di Kota Palembang. Sarana pendukung lainnya seperti halte juga terus dipersiapkan dengan rincian halte dibangun menggunakan APBD Kota Palembang dan sisanya dibangun pihak ketiga.

Sebanyak 60 halte yang dibangun berada di kawasan Seberang Ulu dan sebagian lagi berada di daerah Seberang Ilir dengan rincian 20 halte dibangun di koridor Plaju-Kertapati, 20 halte di koridor Jakabaring-PS Malldansisanya diSeberangIlir. Program angkutan massal ini sesuai dengan apa yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan.

Pembangunan halte busnya sendiri tergolong prosesnya cepat. Walaupun konsepnya seperti busway di ibu kota tapi nggak sepenuhnya dibuat sama persis. Jalur jalan Trans Musi ini sama seperti jalur kendaraan umum lainnya, dia nggak punya jalur khusus. Bedanya Trans Musi ini memberikan kenyamanan menggunakan jasa angkutan umum. Sebenarnya proyek ini untuk menghilangkan bus kota yang ada di Palembang. Secara berkala setiap tahun bus yang habis masa trayeknya maka nggak boleh diperpanjang lagi.

Ini merupakan kewajiban pemerintah untuk menyediakan angkutan umum dengan penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Tujuan pengembangan angkutan perkotaan adalah bagaimana angkutan umum menjadi pilihan dan idola masyarakat dalam bertransportasi.

Sumber Tulisan : Sindo

Koridor Reguler
Harga: Rp 4000

1. Koridor 1: Ampera – Alang-Alang Lebar
2. Koridor 2: Sako Kenten – Palembang Indah Mall (PIM)
3. Koridor 3: Jakabaring – Palembang Square (PS) Mall
4. Koridor 4: Plaju – Terminal Karya Jaya
5. Koridor 5: Bandara SMB II – Alang-Alang Lebar
6. Koridor 6: Pusri - Palembang Square (PS) Mall
Next : Koridor 7 Bandara SMB II - Bukit

Koridor Khusus
Harga: Rp 7000

1. Koridor Pangkalan Balai: Alang-Alang Lebar – Pangkalan Balai
2. Koridor Indralaya: Terminal Karya Jaya - Indralaya

Next : Koridor khusus CBD (Central Business District)
Airport Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II - Masjid Agung - IP - PIM - PS dan CBD lainnya



Trans Musi, Terminal Karya Jaya, 0412, Dodi NP

22 April 2012

Bentor Baturaja

Bentor yang menjadi salah satu transportasi alternatif di kota Baturaja.

Bentor merupakan singkatan dari 'Becak Bermotor'.seperti di kota-kota lainnya yang merupakan angkutan alternatif pengganti becak atau bendi yang sudah tidak beroperasi lagi, dengan menggabungkan kereta penumpang yang digabungkan dengan sepeda motor. Bentuk keretanya beroda dua mirip becak. Kereta itu kemudian digabungkan dengan sepeda motor dan menjadi alat angkut beroda tiga yang populer di masyarakat.

Seperti di daerah Baturaja juga dapat kita lihat sejumlah bentor berkeliling mengitari kota untuk mencari penumpang dengan tarif di kisaran 10 - 20 rb. Bentor di Baturaja sendiri ada 2 jenis ada yang seperti Bentornya Gorontalo dimana  kereta penumpangnya ada di depan dan ada juga seperti Bentor Siantar yang menyamping. Di  Sumatera Selatan sendiri hampir di setiap kota kabupaten memiliki bentor dengan ciri khas masing-masing seperti di Palembang, OI, Lahat dan beberapa tempat lainnya.

Baturaja, Pasar Baru, 0412, Dodi NP

Baturaja, OKU, Sumatera Selatan

Beberapa sudut Pasar baru, Baturaja, OKU
Nama Kabupaten Ogan Komering Ulu diambil dari nama dua sungai besar yang melintasi dan mengalir di sepanjang wilayah kabupaten OKU, yaitu sungai Ogan dan Sungai Komering. Berdasarkan sejarah, sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Nomor 9 Tahun 1997 tanggal 20 Januari 1997, Tahun 1878 ditetapkan sebagai tahun kelahiran nama Ogan Komering Ulu. Sedangkan berdasarkan peraturan perundang-undangan, Kabupaten Ogan Komering Ulu terbentuk dengan keluarnya Undang-undang Nomor 11 Tahun 1950 tentang Pembubaran Negara Bagian Sumatera Selatan dan Peraturan Pemerintah Penganti Undang-undang Darurat Nomor 3 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Sumatera Selatan menjadi Propinsi didalam Negara Republik Indonesia.

Daerah Pasar Baru di Baturaja.
Selanjutnya melalui Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Nomor GB/100/1950 tanggal 20 Maret 1950, ditetapkan batas-batas wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu dengan ibu kota kabupaten di Baturaja. Sejalan dengan Undang-undang Darurat Nomor 4 Tahun 1956 yang diperkuat dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II Kotapraja di Sumatera Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 73. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1821), Kabupaten Ogan Komering Ulu menjadi daerah otonom yang berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri.

Sesuai dengan semangat Otonomi Daerah, berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan dan Kabupaten Ogan Ilir di Provinsi Sumatera Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 152, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4347), pada tahun 2003 Kabupaten OKU resmi dimekarkan menjadi 3 (tiga) Kabupaten, yakni 
(1) Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU TIMUR) dengan Ibukota Martapura
(2) Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU SELATAN) dengan Ibukota Muaradua dan 
(3) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dengan Ibukota Baturaja.

Sumber Tulisan : www.okukab.go.id/

 Baturaja, pasar Baru, 0412, Dodi NP

21 April 2012

Sejarah Yayasan IBA

Gedung serba guna IBA tempo dulu sumber : iba.ac.id
Gedung Serba guna IBA saat kini sumber : Facebook IBA
Kesempatan memperoleh pendidikan, sebelum revolusi dan pada awal kemerdekaan, sangatlah terbatas. Banyak anak-anak yang tidak dapat sekolah. Keprihatinan ini membangkitkan kehendak almarhum Bapak Bajumi Wahab, yang didukung isterinya almarhum Ibu Sajidah, untuk menyelenggarakan pendidikan bagi masyarakat. Sehingga ada generasi penerus yang mampu menciptakan dan membangun dunia usaha.

Foto Gedung Yang saat ini di pakai sebagai gedung Olahraga dan ruangan anak-anak TK.

Salah satu peragaan tari oleh anak-anak SMA IBA saat ada acara seni budaya sumber : Facebook IBA
Pendiri Yayasan

Foto Gedung IBA tempo dulu sumber : Facebook IBA
Maka kemudian, Bapak Bajumi Wahab, sebagai donator tunggal, dibantu kerabat beliau almarhum dr. M. Isa, almarhum Nasaruddin Nuch dan almarhum Dentjik Wahab, mendirikan yayasan pendidikan yang diberi nama Yayasan IBA, yang merupakan kesatuan dari nama Ida dan Bajumi. Secara legal, Yayasan IBA disahkan pada tanggal 01 September 1959 dihadapan Notaris Tan Thong Kie, tercatat dalam akte no. 48 dan tambahannya no. 61 tanggal 29 Juli 1960. Serta dimuat dalam lebaran Negara no. 60 tahun 1960.


Foto Gedung IBA saat kini sumber : Facebook IBA
Perguruan IBA
Selesai proses legal tersebut, dimulailah pembangunan gedung, yang dirancang oleh arsitek lulusan Amerika, Oen Poo Haw.  Gedung tersebut diresmikan pemakaiannya oleh Ibu Sajidah pada tanggal 06 Nopember 1960. Pada awal operasinya, gedung ini menampung siswa-siswi Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan.



  

Universitas IBA
Pertengahan tahun 1980-an, walaupun pemerintah telah mendirikan tambahan 32 Perguruan Tinggi Negeri, universitas dan Institut, masih banyak siswa yang tidak tertampung di perguruan tinggi.  Hal ini dialami calon mahasiswa di luar pulau Jawa, termasuk diantaranya wilayah Sumatera Selatan. Sehingga pada tanggal 1 November 1986, Yayasan IBA mendirikan Universitas IBA.

Arti logo Universitas IBA
Lambang UNIVERSITAS IBA berpaut pada logo “YAYASAN IBA” yang mengandung makna sebagai berikut :

Bentuk dasar logo berupa segitiga sama sisi, melambangkan keseimbangan yang harmonis antara dimensi Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Moral, sebagai cerminan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Tulisan “IBA” yang terdapat dalam segitiga sama sisi dibangun melalui tarikan garis-garis yang pasti (terukur), menyiratkan arti bahwa pendidikan merupakan aktivitas yang jelas, tepat dan terarah dalam konteks:

- Ibu Bapak Anak : Merupakan Nukleus Sosial Masyarakat
- Iman Berilmu Amal – Bakti : Sebagai Nuansa Pendidikan
- Ilmu Budaya Akhlak : Wujud Citra Kualifikasi Alumnni
- IBA : Ungkapan Rasa dan Kasih Sayang
- IBA : Akronim dari Ida dan Bajumi, Pendukung dan Pendiri YAYASAN IBA

Dalam penataan tulisan “IBA” terdapat 5 (lima) buah segitiga sama sisi, sebagai pernyataan bahwa gerak aktivitas YAYASAN IBA,  senantiasa mengandung nilai-nilai Pancasila.

Sebagai satu kesatuan, logo YAYASAN IBA secara struktural dibentuk dengan komposisi yang terkait antara satu sama lain sebagai lambang fundamental untuk membangun dan mendisplinir kepandaian, ketrampilan pengenalan akan kemampuan dan batas-batas kemampuan diri serta kehormatan diri sesuai dengan kodratnya. 

Sumber tulisan dan Foto lawas : http://www.iba.ac.id 

Palembang, Sekip , 0412, Dodi NP

Aseli Cibaduyut Ceritanya Awet Sampai Buyut

Iklan produk dalam negeri dari kementiran Perdagangan RI bekerjasama dengan trimakasihku.com

Unik juga iklan yang saya temui satu ini, awalnya dikirain hanya iklan biasa tetapi setelah di perhatikan dengan seksama kenunikannya ada pada kata-kata dan gambarnya, dengan mengusung tulisan "Aseli Cibaduyut Ceritanya Awet Sampai Buyut" memperlihatkan sepatu kulit kotor yang tahan lama, Ikaln yang bekerja di sponsori oleh Kementerian Pedagangan Republik Indonesia merupakan bentuk promosi akan cinta 100% produk Indonesia, yang uniknya di situ juga ada trimakasihku.com sang "spesialis" berbagi cerita.

Dengan posisi iklan yang tepat berada di simpang empat Jakabaring, merupakan sarana yang pas untuk menggugah orang cinta kepada produk dalam negeri

Palembang, Simpang 4 Jakabaring, 0412, Dodi NP

20 April 2012

Kapal Feri Penghubung Palembang & Pulau Bangka

Kapal feri yang menyusuri sungai musi dan akan bersandar di Pelabuhan 35 Ilir.

Bangka dan Belitung yang identik dengan kota timah dan memiliki gususan pantai yang menjadi asset pariwisata, dari kota Palembang sendiri untuk mencapai kawasan ini ada beberapa alternatif sarana transportasi seperti :Pesawat, Kapal Feri ataupun kapal cepat.

Seperti foto diatas kapal Feri yang baru datang dari Bangka ke Palembang yang akan bersandar di pelabuhan 35 ilir. Untuk kapal feri merupakan transportasi yang paling murah di bandingkan dengan pesawat terbang ataupun kapal cepat walaupun dengan lama perjalanan kurang lebih 5 - 6 jam, di tambah lagi jika kita ingin membawa sendiri Mobil kapal feri merupakan pilihan yang pas.

Sejarah Kapal Feri di Palembang


Kapal Roda lambung di perairan sungai Musi sumber : Kitlv.nl
Pada era 1800-an, pola perdagangan di Sumsel adalah moda angkutan air. Terutama pada tahun 1880, perdagangan di daerah ini –baik dari wilayah pedalaman maupun dari Kota Palembang sebagai sentral dilayani oleh kapal uap, yang lazim disebut Hekwieler atau "kapal roda lambung" atau kapal "Marrie".

Kapal-kapal ini melayari Sungai Musi, Sungai Komering, Sungai Ogan, dan Sungai Lematang membawa barang konsumsi impor. Selanjutnya, di daerah tujuan, barang impor –umumnya berasal dari Sungapura-itu dijual. Dari “pasar” pedalaman ini, pemborong besar pedalaman membeli hasil bumi, terutama karet dan kopi.

Selain untuk sarana pengangkutan kapal ini juga berfungsi bebagai sarana troasportasi penduduk untuk bepergian, dulu dermaga kapal roda lambung ini adalah di kawasan seebelah hulu (Deramga di sebelah hulu yang berada di bawah jembatan Ampera).

Kapal Marrie di Sungai Musi dan Sungai Muara Enim Sumber :Kitlv
Saat mulai terbukanya akses menggunakan kereta api pada tahun 1927 maka dimulailah persaingan antara kapal roda lambung dan kereta api. Seperti halnya angkutan kapal roda lambung, karet yang dibawa kereta api berhenti di Stasiun Kertapati. Lalu, getah karet itu dibawa dengan kapal kecil untuk “curah” di gudang rakit sepanjang Kertapati-Sekanak.


Memasuki masa 1930-an, angkutan kereta api mulai mendominasi. Akibatnya, para pedagang Palembang pemilik kapal roda lambung mulai mengurangi frekuensi pelayarannya. Kondisi ini diperparah pula oleh krisis ekonomi atau malaise pada era 1930-an, setelah sempat terjadi rubber booming pertengahan 1920-an.

Kapal roda lambung yang biasa melayari Lematang, Ogan, dan Komering mulai berkurang, bahkan nyaris lenyap pada tahun 1937. Bahkan, para penduduk desa, yang biasanya naik ke kapal untuk membeli barang-barang impor, juga berkurang.

Kapal-kapal itu masih dapat bertahan hidup hanya di wilayah Musirawas, yang kala itu belum ada rel kereta api milik ZSS (Zuid Sumatra Staatss-poorwegen).

Palembang, Jembatan Ampera, 0412, Dodi NP

14 April 2012

Tanggo Rajo - Ancolnya Jambi

Keadaan Ancol Jambi saat malam hari.

JAMBINEWS-Hampir sebagian besar objek wisata di Kota Batanghari Jambi, didominasi taman rekreasi buatan, baik yang dikelola pemerintah maupun swasta, museum dan situs peninggalan bersejarah, wisata budaya, belanja dan wisata kuliner, serta hiburan rekreasional. Sedangkan untuk objek wisata alam lebih banyak terdapat di kawasan kabupaten di dalam Provinsi Jambi.

Kota Jambi yang dibelah Sungai Batanghari, mempunyai beberapa objek wisata menarik. Kawasan Tanggo Rajo misalnya, yang merupakan ikon Kota Jambi. Objek wisata ini berada di tepian Sungai Batanghari.

Wisatawan dapat ber-kongkow ria melihat pemandangan sunset Sungai Batanghari, sambil menikmati jajanan sore khas Kota Jambi, seperti jagung bakar dan air tebu. Selain itu di seberang kawasan Tanggo Rajo, terdapat sentra Batik Jambi. Uniknya wilayah sentra Batik ini dipenuhi oleh rumah-rumah penggung tempo dulu khas Kota Jambi.

Jagung Bakar dan Es Tebu menu favorit di sini.
Tak heran jika kawasan Tanggo Rajo ini sering dikunjungi sebagai tempat rekreasi keluarga menikmati panorama Sungai Batanghari, memancing, atau menikmati jajanan di sepanjang jalan raya di pinggir sungai terpanjang di Pulau Sumatra ini.

Dari Tanggo Rajo inilah tiap tahun Gubernur melambaikan bendera star dalam even tahunan "Lomba Perahu Tradisional", dalam rangka HUT RI 17 Agustus. Wisata kuliner dan panorama dari tepi Sungai Batanghari menjadi daya tarik bagi para pengunjung. Kawasan di depan rumah dinas Gubernur Jambi, Jln. Sultan Taha, Kec. Pasar Jambi.

Seperti dilansir Galamedia, kawasan Tanggo Rajo ini kerap pula disebut sebagai Ancolnya Jambi. Hampir setiap hari kawasan Ancol Jambi selalu ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada malam hari. Suasana tampak lebih ramai lagi saat malam Minggu tiba .

Kawasan Ancol Jambi menjadi salah satu tempat nongkrong, terutama bagi muda-mudi yang ingin menghabiskan waktu bersama malam mingguan di tepian Sungai Batanghari. Tentunya sambil menikmati semilirnya angin malam, pengunjung juga taklupa menyantap makanan dan minuman yang banyak dijajakan di sepanjang kawasan tersebut.

Suasana Ancol Jambi di siang hari sumber : Jambinews.com
Realitanya memang demikian, di sepanjang kawasan Ancol Jambi khususnya di depan rumah dinas Gubernur Jambi, banyak ditemukan pedagang makanan dan minuman. Beragam makanan dan minuman dapat dinikmati dengan harga yang cukup terjangkau, mulai dari jagung bakar, bakso, mi ayam, sate ayam, sate kambing, es tebu, aneka jus, roti bakar, opak, pempek, tekwan, model, nasi goreng, dll.

Namun yang cukup favorit adalah jagung bakar dan es tebu. Sehingga tak heran bila pedagang jagung bakar mendominasi dari puluhan pedagang yang ada. Jagung bakar bisa dinikmati dengan beraneka macam rasa seperti asin, manis, dan pedas.

Banyaknya pedagang makanan dan minuman yang ada di kawasan Ancol Jambi, memang menjadi daya tarik tersendiri. Khususnya bagi mereka yang sangat menyukai jalan-jalan sambil kuliner. Apalagi area pusat jajanan di kawasan Ancol Jambi ini tertata dengan rapi.

Sejatinya kendati anak-anak Kota Jambi sudah sering datang ke objek wisata ini, namun panorama Tanggo Rajo seakan mempunyai kekuatan magis dan memiliki daya tarik tersendiri. Tak berlebihan bila objek wisata yang memiliki banyak anak tangga ini, selalu ramai dikunjungi bukan hanya oleh warga Kota Jambi, melainkan pula wisatawan dari luar Kota Jambi.(jun)

Sumber Tulisan : http://www.jambinews.com/

Jambi, Tanggo Rajo - Ancol, 0412, Dodi NP 

Candi Muaro Jambi

Salah satu Candi di komplek candi Muaro Jambi.
Situs Purbakala Kompleks Percandian Muaro Jambi adalah sebuah kompleks percandian agama Hindu-Buddha terluas di Indonesia yang kemungkinan besar merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu. Kompleks percandian ini terletak di Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Indonesia, tepatnya di tepi Batang Hari, sekitar 26 kilometer arah timur Kota Jambi. Koordinat Selatan 01* 28'32" Timur 103* 40'04". Candi tersebut diperkirakakn berasal dari abad ke-11 M. Candi Muaro Jambi merupakan kompleks candi yang terbesar dan yang paling terawat di pulau Sumatera. Dan sejak tahun 2009 Kopleks Candi Muaro Jambi telah dicalonkan ke UNESCO untuk menjadi Situs Warisan Dunia.

Kompleks percandian Muaro Jambi pertama kali dilaporkan pada tahun 1823 oleh seorang letnan Inggris bernama S.C. Crooke yang melakukan pemetaan daerah aliran sungai untuk kepentingan militer. Baru tahun 1975, pemerintah Indonesia mulai melakukan pemugaran yang serius yang dipimpin R.Soekmono. Berdasarkan aksara Jawa Kuno, pada beberapa lempeng yang ditemukan, pakar epigrafi Boechari menyimpulkan peninggalan itu berkisar dari abad ke-9-12 Masehi. Di situs ini baru sembilan bangunan yang telah dipugar,dan kesemuanya adalah bercorak Buddhisme. Kesembilan candi tersebut adalah Candi Kotomahligai, Kedaton, Gedong Satu, Gedong Dua, Gumpung, Tinggi, Telago Rajo, Kembar Batu, dan Candi Astano.

Dari sekian banyaknya penemuan yang ada, Junus Satrio Atmodjo menyimpulkan daerah itu dulu banyak dihuni dan menjadi tempat bertemu berbagai budaya. Ada manik-manik yang berasal dari Persia, Republik Rakyat Cina, dan India. Agama Buddha Mahayana Tantrayana diduga menjadi agama mayoritas dengan diketemukannya lempeng-lempeng bertuliskan "wajra" pada beberapa candi yang membentuk mandala.

Admin blog dengan Background Candi

Kompleks percandian Muaro Jambi terletak pada tanggul alam kuno Sungai Batanghari. Situs ini mempunyai luas 12 km persegi, panjang lebih dari 7 kilometer serta luas sebesar 260 hektar yang membentang searah dengan jalur sungai. Situs ini berisi 61 candi yang sebagian besar masih berupa gundukan tanah (menapo) yang belum dikupas (diokupasi).Dalam kompleks percandian ini terdapat pula beberapa bangunan berpengaruh agama Hindu.

Di dalam kompleks tersebut tidak hanya terdapat candi tetapi juga ditemukan parit atau kanal kuno buatan manusia, kolam tempat penammpungan air serta gundukan tanah yang di dalamnya terdapat struktur bata kuno. Dalam kompleks tersebut minimal terdapat 85 buah menapo yang saat ini masih dimiliki oleh penduduk setempat. Selain tinggalan yang berupa bangunan, dalam kompleks tersebut juga ditemukan arca prajnyaparamita, dwarapala, gajahsimha, umpak batu, lumpang/lesung batu. Gong perunggu dengan tulisan Cina, mantra Buddhis yang ditulis pada kertas emas, keramik asing, tembikar, belanga besar dari perunggu, mata uang Cina, manik-manik, bata-bata bertulis, bergambar dan bertanda, fragmen pecahan arca batu, batu mulia serta fragmen besi dan perunggu. Selain candi pada kompleks tersebut juga ditemukan gundukan tanah (gunung kecil) yang juga buatan manusia. Oleh masyarakat setempat gunung kecil tersebut disebut sebagai Bukit Sengalo atau Candi Bukit Perak.

Sumber :Kompleks_Candi_Muaro_Jambi

Jambi, Muaro Jambi, 0412, Dodi NP
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...