CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

25 Februari 2011

Kereta Api Ekonomi, Bajaj & Monas

Setelah selesai dari Karang Bolong keesokan harinya Kami berencana untuk ke Jakarta dengan tujuan Monas menggunakan Kereta Api, karena memang sebelumnya kami belum pernah menggunakan apa lagi dari Anyer, jam 5 kami sudah bertolak menuju stasiun kereta Api di Anyer dengan membayar ticket 5 ribu per orang untuk rute Anyer - Stasiun Tanah Abang, karena saat kereta ekonomi-lah yang sudah berhenti di stasiun Anyer, kondisi masih sepi dan Annisa dan Sarah pun masih senang, tetapi sudah beberapa stasiun pemberhentian tepatnya di Stasiun Karangantu penumpang mulai memadati kereta dan semakin lama semakin padat, ini yang tidak terbayangkan sebelumnya, karena kalau saya sendiri dengan kereta kelas ekonomi sudah familiar terutama jurusan Bekasi - Jakarta, tapi di luar dugaan saya untuk kondisi kereta api ini juga terjadi untuk rute Anyer-Tanah Abang, "bercampur aduk" perasaan sebelum sampai di stasiun tanah abang tapi inilah yang menjadi pengalaman beharga kami tentang "transportasi massal" yang nggak terlupakan :)

Sesampainya di stasiun tanah abang dengan segala "Kelegaan" kami turun dari kereta ekonomi, maka tujuan pun berjlanjut ke Monas, sebelumnya saya sudah menjanjikan ke anak-anak saya kalau di Jakarta akan naik "bajaj" atau "Bemo" karena selama ini anak-anak saya hanya mendengan cerita tentang bajaj dan keunikannya dari saya, karena memang anak-anak kami baru kali pertama ini ke Jakarta, dengan 10 ribu Rupiah kami pun menuju Monas dengan irama knalpot sang bajaj.

Sesampai di Monas, kamipun langsung antri untuk membeli ticket untuk ke "puncak", kami harus bersabar antri di elevator (lift) karena antrian saat itu cukup panjang dan cuaca juga mulai mendung, Lift ini berkapasitas 11 orang sekali angkut. yang bisa membawa pengunjung menuju pelataran puncak berukuran 11 x 11 meter di ketinggian 115 meter dari permukaan tanah. Pelataran puncak ini dapat menampung sekitar 50 orang, serta terdapat teropong untuk melihat panorama Jakarta lebih dekat. Pada sekeliling badan elevator terdapat tangga darurat yang terbuat dari besi. Dari pelataran puncak tugu Monas, pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta. Tapi sayang saat itu cuaca yang kurang bersahabat membuat kami tidak bisa berlama-lama di Puncak Monas tersebut.

Selesai dari Monas kami langsung bergerak ke terminal bus Rawa mangun, karena dari sana si "Kramat Djati" sudah siap mengantar kami ke Palembang


Sumber Foto :Foto Kereta Api, Foto Bajaj

Anyer - Jakarta, Monas, 0211, Dodi NP 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...