CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

07 Agustus 2009

Pembangunan Turap Di kawasan 10 - 12 Ulu Palembang





Turap yang di bangun di pinggiran sungai musi ini di kawasan 10 ulu rencananya akan di bangun sepanjang 73 m sampai ke anak sungai kedemangan, program pemerintah kota yang menajadikan pinggiran sungai musi menjadi tempat rekreasi dan wisata sepertinya terus berlanjut biar tetap indah kota ini.
--------------------------------

(Sumatera Selatan) Pemkot Palembang bersama Balai Besar Sungai Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berencana memperpanjang turap (retaining wall) di sepanjang Sungai Musi.                   

Setelah sebelumnya pembangunan turap kawasan 9/10 Ulu,  Kecamatan Seberang Ulu (SU),  tahun 2011 pembangunan ini tersebut diperpanjang 140 meter ke arah Kelurahan 11–12 Ulu.   Tak tanggung-tanggung, dana yang diperlukan untuk merealisasikan proyek ini sebesar Rp 2 miliar.   Kepala Badan (Kabag) Agraria dan Batas Wilayah Pemkot Palembang Sunarto mengatakan,   saat ini pihaknya mulai melakukan pendataan untuk pembebasan lahan di kawasan 11–12 Ulu.   Sementara ini, tercatat 15 rumah panggung dan rakit yang terkena ganti rugi lahan untuk pembangunan memperkuat dinding Sungai Musi tersebut.       

"Nilai ganti rugi belum bisa kita pastikan berapa besarannya.  Tapi yang pasti, ganti rugi disesuaikan dengan nilai jual objek pajak (NJOP)-nya. Ini juga setelah kita melakukan tahapan berikutnya inventarisasi, sosialisasi, dan negosiasi. Setelah itu, baru akan dilakukan pembayaran,  untuk dananya pemkot mendapat bantuan dari APBN Balai Sungai Besar Kementerian PU sekitar Rp 2 Miliar," ujar Sunarto.   Dana Rp 2 miliar ini sebagian besar akan dipakai untuk membayar ganti rugi lahan milik warga di kawasan 11-12 Ulu.   Sisanya akan digunakan untuk mengganti rugi lahan warga di Pasar 16 Ilir.        

Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mengatakan, pembangunan turap sangat penting sebagai salah satu upaya untuk penataan pinggiran Sungai Musi dan terus dibangun,  meski bertahap.  "Dananya memang dari APBN karena kalau pakai dana Pemkot itu sulit," jelasnya.   Eddy menjelaskan,  pembangunan retaining wall atau turap di Sungai Musi, sebenarnya telah berjalan pada 2009.  

Namun,  untuk program ini dana didapat dari pinjaman (loan) ke Jepang.  "Kita dapat pinjaman (loan) dari Jepang senilai Rp 46 miliar.   Untuk normalisasi Sungai Bendung (lanjutan),  Sungai Sekanak,  Sungai Aur,  dan Sungai Bayas.    

Sumber tulisan :tender-indonesia.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...