CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

31 Desember 2009

Selamat Tahun Baru 2010 Selamat Tinggal Tahun 2009

Jalan Merdeka Menjelang Senja

SELAMAT TAHUN BARU 2010

Muara Dua, Ogan Komering Ulu Selatan


Senja  di Muara Dua Oku Selatan

salah satu desa di muara dua
Muaradua adalah salah satu kota tingkat kabupaten dan merupakan pemekaran dari ogan komering ulu. Induk muaradua adalah ibu kota ogan komering ulu selatan yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani kopi, nilam dan lada. Struktur dan perkembangan perekonomian di sana lebih berpatok pada harga dan bursa kopi, nilam atau pun lada tersebut. Selain itu muaradua mempunyai tempat wisata di salah satu kecamatannya, yaitu kota wisata Danau Ranau.

Kota yang pada tahun 2003 berdasarkan UU RI no 37 memisahkan diri dari Ogan Komering Ulu ini menjadi Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU SELATAN) dengan Ibukota Muaradua , karena ibu kota kabupaten baru secara infrastruktur kota ini masih harus banyak berbenah, baik dari kelistrikan, air bersih, sarana kesehataan, parkir, hotel, sarana olahraga  dan lain sebagainya.

Jalan Menuju Ke Danau Ranau

Listrik pun masih sering mati di sini seperti pengalaman saya di BANK BNI di Muara Dua dalam jangka waktu 2 jam saja hampir 4 kali mengalami "mati lampu". Di saat malam bukan hal yang aneh lagi kalau daerah ini menjadi gelap gulita sampai ke esokan harinya. Hal ini berkaitan jarak antara GI Baturaja ke Muara Dua yang kurang lebih 82 KM dan masih banyak hutan yang cukup rimbun dan salah satu kendala listrik di sana adalah ranting ataupun dahan pohon yang mengenai kabel listrik.

BBM di sini juga menjadi "Emas" karena hanya ada 1 unit SPBU itupun dalam 2-3 jam sudah tidak bersisa, hal ini di sebabkan banyak juga "Pengecer" yang menggunakan derigen di SPBU tersebut, tetapi untuk premium atau solar di tingkat "Pengecer" mudah walaupun harganya sudah mencapai 6 ribu Rupiah per liter.
 
Masih banyak memang yang harus di benahi oleh kota ini biar investor tertarik untuk melakukan investasi di sini.
Jalan Menuju Ke Kota Muara Dua


OKUS, Muara Dua, Dodi NP
Didedikasikan untuk "mining team Muara Dua"

30 Desember 2009

Fantasy Island Palembang

Salah satu wahana di Fantasy Island Palembang


Salah satu objek wisata yang sedang menanjak di Palembang adalah Fantasy Island. Letaknya di Jalan Indralaya, Palembang. Sebuah wahana permainan air, dan relatif masih baru. Meski tidak terlalu besar, Fantasy Island banyak dikunjungi wisatawan di akhir pekan dan hari libur. Ada berbagai wahana seperti Play Pool, Sky, Tsunami River, Water Boom, Dragon Tower, Bun Slide dan Go Kart. Fantasy Island ini masih mungkin untuk terus dikembangkan dan ditambah arena bermainnya.

Harga tiket masuk ke Fantasi Island adalah Rp. 35.000,- untuk hari Senin hingga Jumat, dan Rp. 45.000,- untuk hari Sabtu, Minggu dan libur nasional. Harga tiket masuk ini tidak dibatasi waktunya, dan pengunjung bisa datang dari pagi hari hingga Fantasi Island tutup. Wahana yang menjadi favorit pengunjung adalah kolam arus dan papan seluncur. Bisa meluncur dan berputar dari ketinggian dan menceburkan diri di dalam kolam.
Untuk masuk ke dalam Fantasy Island, pengunjung akan dicap tangannya seperti ketika memasuki Dunia Fantasy Ancol, namun cap yang dibubuhkan berbentuk sangat sederhana, hanya angka lima dalam lingkaran. Tetapi karena harus menunjukkan tiket yang jakan dirobek oleh petugas, tetap saja tidak akan ada pengunjung yang bisa lolos tanpa membeli tiket.

Selain kolam arus deras dan beberapa wahana yang khusus dibuat untuk remaja dan dewasa, Fantasy Islang juga menyediakan kolam yang digunakan bermain dan berenang untuk anak-anak, sedalam 50 cm saja dan airnya sangat dangkal. Anak-anak juga akan dihibur oleh badut-badut yang berkeliling Fantasy Island. Ada juga taman dan food court yang bisa anda manfaatkan untuk beristirahat dan makan jika anda lapar sehabis berenang. Namun biasanya di hari libur, kondisinya sangat ramai, makanya disarankan untuk membawa makanan sendiri dari rumah. Anda boleh membawa makanan masuk ke dalam Fantasy Island.

Sumber Tulisan : www.jalanjalanyuk.com/

Ornamen Masjid Agung SMB II Palembang

Ornamen di salah satu sisi atap Masjid Agung SMB II Palembang
 Sejarah Renovasi Masjid Agung Palembang

Palembang - biasa disebut Masjid Agung Palembang oleh Masyarakat Palembang, nama lengkap masjid ini adalah Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II. dibangun pada tahun 1738 oleh Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo. dulunya masjid ini bernama masjid Sultan, sebagai bentuk penghargaan kepada Sultan Mahmud Badaruddin I sebagai pendiri nya. Masjid Agung berada di kelurahan 19 ILIR Palembang di persimpangan Jalan Merdeka dan Jalan Jendral Sudirman tepat di Pusat Kota Palembang. awal dibangun masjid agung ini memiliki sentuhan Arab, Jawa, China dan Melayu. tetapi setelah di renovasi Masjid Agung lebih mengadopsi Gaya Eropa yang beraliran Mediterania dan Timur Tengah. seni arsitektur Eropa terlihat dari pintu masuk di gedung baru masjid, yang besar dan tinggi. Sedangkan seni arsitektur China yang masih bertahan dapat dilihat di bagian masjid utama, yang atapnya seperti kelenteng.
Pemakaian Resmi
tanggal 26 Mei 1748 masjid agung resmi di pakai, dengan luas bangunan awal seluas 1080 meter persegi dengan daya tampung 1200 jemaah. sebagaimana Masjid masjid tua pada zaman dahulu, masjid agung yang dulu tidak memiliki menara.

Perluasan Pertama
tahun 1897, Masjid Agung mengalami perluasan untuk pertama kali nya, wakaf dari Sayid Umar bin Muhammad Assegaf Altoha dan Sayid Achmad bin Syech Sahab peluasan ini di pimpin oleh Pangeran Nataagama Karta mangala Mustafa Ibnu Raden Kamaluddin

Pembangunan Menara Masjid Agung
tahun 1758 - 1774 pada masa pemerintahan Sultan Ahmad Najamudin, di bangun lah menara Masjid Agung yang terletak terpisah di sebelah barat, Bentuknya seperti pada menara kelenteng dengan atap berujung melengkung. di bagian luar badan menara terdapat teras berpagar yang mengelilingi bagian badan menara.

Renovasi dan Pembangunan Masjid Agung Palembang
mulanya perbaikan dilakukan oleh pemerintah Kolonial Belanda setelah terjadinya perang besar di tahun 1819 dan 1821. kemudian dilakukan pula perluasan pada tahun 1893, 1916, 1950-an, 1970-an, renovasi dan pembangunan di tahun 1970-an yang di lakukan oleh Pertamina, meliputi pembangunan menara sehingga mencapai bentuk yang sekarang. Menara asli dengan atapnya yang bergaya Cina tetap di pertahankan.

Perluasan Masjid Agung
Perluasan kedua kali dilakukan pada tahun 1930. dan di tahun 1952 dilakukan lagi perluasan oleh pihak Yayasan Masjid Agung. kemudian tahun 1966-1969 membangun tambahan lantai kedua sehingga luas mesjid menjadi 5520 meter persegi dengan daya tampung 7.750 jemaah.

Pemugaran Besar Besaran
Tahun 1999 dilakukan pemugaran besar-besaran oleh Mantan Gubernur Sumatera Selatan Haji Rosihan Arsyad, orisinalitas arsitektur masjid Agung kembali ditonjolkan.kondisi lingkungan dan bangunan masjid tampak lebih di permegah.sedangkan bangunan-bangunan yang menghalangi pandangan mata kearah Masjid Agung pun dibongkar.

28 Desember 2009

Sungai Gasing - Banyuasin

Sungai Gasing, Banyuasin
Gasing, kalau didengar sekilas mungkin orang-orang mengira adalah permainan tradisional , tapi kali ini saya akan membicarakan sebuah desa yang terletak di Kabupaten Banyuasin, Kecamatan Talang Kelapa, dengan jumlah penduduk ±5011 jiwa (2007). “GASING” nama desanya, sebuah desa yang 30 tahun lalu hanya bisa ditempuh dengan jalur air dari kelurahan Kenten Laut yang menghubungkan ke desa Gasing lewat sebuah anak sungai yang bermuara ke sungai Gasing.

Letak geografisnya, sebelah utara berbatasan dengan desa Tanjung Lago, sebelah selatan berbatasan dengan kota Palembang, sebelah timur berbatasan dengan Kelurahan kenten Laut, dan sebelah barat berbatasan dengan Sukajadi. Dengan luas ±27 KM, Berada pada dataran rendah dan 80% rawa-rawa pasang surut serta dilintasi sungai Gasing dan dua anak sungai lainya.

Perumahaan dan Kapal di sungai Gasing- Banyuasin
Sekarang, desa Gasing bisa ditempuh dengan waktu ± 1,5jam dari Palembang menggunakan kendaraan pribadi, maupun angkutan perintis DAMRI tujuan Tanjung Api-Api, karena jalanya yang tidak terlalu mulus, banyak kerusakan-kerusakan yang terjadi diakibatkan kendaraan yang bertonase berat.

dengan pola pemukiman penduduk yang mengikuti alur sungai. Dengan rumah-rumah panggung yang tradisional disertai unsur-unsur modern menjadikan Gasing enak dipandang. Tidak salah kalau remaja-remaja Gasing menyebutnya sebuah kota mini “Gasing City“ walaupun sebutan itu agak berlebihan, namun itu merupakan wujud dari kecintaan dan kebanggaan mereka terhadap tanah kelahiranya.

Aliran Sungai yang menjadi background menambah keunikan desa Gasing, ditambah jembatan yang menghubungkan ke pelabuhan Tanjung Api-Api, jembatan yang dahulunya setiap sore ramai dijadikan tempat refresing bagi penduduk sekitar maupun luar daerah yang ingin menikmati hembusan angin dan aroma sungai Gasing, tapi sekarang kenyataanya hanya diramaikan oleh kendaraan-kendaraan yang membawa hasil tambang Batubara yang terkadang membuat goyang rumah-rumah disekitar jembatan. 

16 Desember 2009

Jalan Rajawali Palembang Dari Atas Hotel Classie

Jalan Rajawali di bidik dari atas Hotel Classie



Aktivitas di sepanjang Jalan Rajawali yang di bidik dari atas Hotel Classie.

07 Desember 2009

Festival Musi 2009 Palembang #3

Lomba Perahu Naga Di Sungai Musi


Sejarah Perahu Naga

Perahu naga (Hanzi tradisional: 龍舟 atau 龍船; Hanzi sederhana: 龙舟 atau 龙船; Pinyin: lóngzhōu, lóngchuán) adalah perahu yang sangat panjang dan sempit yang digerakkan oleh tenaga manusia dan digunakan pada olahraga dayung perlombaan perahu naga. Dalam perlombaan, perahu ini biasanya dihiasi dengan kepala dan ekor naga dan diharuskan untuk membawa genderang besar dalam perahunya. Masyarakat Tionghoa suku Han sering menggunakan istilah "Turunan Naga" sebagai identitas etnis mereka. Di luar kegiatan lomba, hiasan naga biasanya tidak digunakan, tapi genderang tetap dibawa dalam perahu untuk kepentingan latihan.
 
Lomba perahu naga sesuai tradisi diadakan untuk memperingati kematian Qu Yuan. Lomba ini merupakan satu-satunya olahraga yang diperingati sebagai libur nasional. Menurut kalender Imlek, acara ini diadakan pada tanggal 5 bulan 5 yang bisanya jatuh pada suatu tanggal di bulan Juni.

Sumber tulisan : id.wikipedia.org/

Festival Musi 2009 Palembang # 2

Perahu Naga yang di ikuti oleh ibu-ibu
PALEMBANG, KOMPAS.com - Guna mendongkrak kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara, Pemerintah Kota Palembang menggelar Festival Musi 2009 pada 3-6 Desember mendatang. Kegiatan yang dikemas dalam berbagai agenda kegiatan ini memanfaatkan momen pari wisata akhir tahun yang biasanya disertai dengan peningkatan pergerakan wisatawan domestik dan mancanegara.

Menurut Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kota Palembang Apriadi Busri, Rabu (25/11), kepada wartawan di Palembang, pelaksanaan kegiatan Festival Musi 2009 ini sudah melalui berbagai tahap, mulai dari pengamatan, pembahasan, dan perbaikan dari even tahun sebelumnya.

Sejumlah kegiatan pokok dalam Festival Musi 2009 tersebut meliputi Festival Internasional Perahu Naga Internasional, Festival Tari Nusantara dan Pameran Pembangunan Pendidikan. Pemerintah menargetkan ratusan ribu wisatawan bakal datang ke Palembang untuk melihat momen ini.


"Pemerintah berpikir perlu ada kegiatan menarik terutama menjelang akhir tahun. Ini memanfaatkan momen peningkatan pergerakan wisatawan. Motonya, wisatawan datang, maka sektor pariwisata berdenyut," kata Apriadi.

Selain ketiga agenda diatas, even ini juga akan menghadirkan Festival Kuliner Nusantara . Sebanyak 40 stan makanan dan minuman khas daerah di Tanah Air akan meramaikan kegiatan ini. Jika dirinci, sebanyak 22 stan akan digunakan untuk atraksi demo masak di tempat, sedangkan sisanya 18 stan untuk pameran makanan jadi.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Palembang Baharuddin Ali, digelarnya Festival Musi ini juga bertepatan dengan peringatan ke-4 hari Wisata Sungai, sejak di-launching tahun 2005 lalu. Diharapkan, festival ini dapat menarik kunjungan wisatawan ke Palembang.

Biasanya saat akhir tahun kan banyak yang ingin berlibur. Nah kita ambil momen itu. Dengan harapan banyaknya kegiatan ini dapat menarik minat wisatawan baik asing maupun domestik, ke Palembang , jelas Baharuddin, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kepala Bidang UKM pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palembang Ade Jaya Martin, mengatakan, sebelumnya, even ini bernama Festival Dragon Boat dan tidak berskala nasional.

Namun, tahun ini, untuk pertama kalinya even ini berubah nama menjadi festival Musi dan skalanya berubah menjadi skala nasional. "Untuk ke depannya, rencananya even ini akan menjadi agenda tahunan," sebut Ade Martin, kemarin.


Terpisah, Asisten II Setda Kota Palembang Apriadi Busri mengatakan, digelarnya Festival Musi ini sudah melalui pengamatan dan pembahasan yang mendalam.

"Memang diperlukan banyak kegiatan menarik pada saat menjelang akhir tahun. Nah, kita harapkan festival ini mampu menyedot pengunjung ke Palembang. Sehingga, denyut pariwisata kita akan terus bergerak," kata Apriadi. 

Sumber Tulisan : Kompas.com 

Festival Musi 2009 Palembang

Gerbang festival kuliner nusantara di Festival Musi 2009



Pemerintah Kota Palembang akan menyediakan sebanyak 40 stan untuk menyelenggarakan festival kuliner Nusantara yang berlangsung pada 3-6 Desember 2009. Kepala Bagian Ekonomi Pemkot Palembang Irwan Destra di Palembang, Senin (26/10), mengatakan, pihaknya akan menyediakan sebanyak 40 stan pameran untuk festival kuliner nasional di kawasan pinggiran Sungai Musi atau Plaza Benteng Kuto Besak, Palembang. ”Undangan bagi peserta festival telah disampaikan ke pemprov dan kota serta kabupaten di Indonesia,” katanya. Menurut dia, festival kuliner Nusantara tersebut diharapkan mampu menggali potensi wisata kuliner di berbagai daerah; tidak hanya Palembang, tetapi juga kota-kota lain di Indonesia.Dengan demikian, kuliner khas Indonesia tidak hanya dikenal masyarakat di negeri ini, tetapi juga dapat diekspor sehingga makanan tradisional juga dapat dinikmati warga dunia, tambahnya. Ia mengatakan, konsep festival kuliner Nusantara itu mengombinasikan makanan tradisional siap saji dan yang menyajikan proses memasak sampai dengan menghidangkan makanan. 

Sumber Tulisan : Antaranews

04 Desember 2009

Memancing Dari Atas Ketek di Sungai Musi Palembang

Pemancing di atas "Ketek"
Mengisi waktu senggang menunggu penumpang yang belum naik ke atas "Ketek" para penumpang dan pemilik berinisiatif untuk memancing, sepertinya ketek ini di tumpangi oleh satu keluarga yang sedang berbelanja keperluan di Palembang.

02 Desember 2009

Idul Adha 1430 H di WTP PT. Adhya Tirta Sriwijaya

Teman-teman tampak memotong daging kurban di kantor saat Idul Adha 1430 H / 27 November 2009,




Acara potong kurban bersama teman-teman di kantor saat Idul Adha 1430 H / 27 November 2009, beberapa hari yang lalu.

26 November 2009

Pembersihan Sungai Karang Kuang Palembang


Alat berat sedang melakukan pengerukan di Sungai Karang Kuang
Pembersihan sungai bayas di kawasan 10 ilir ini sudah berlangsung sejak beberapa minggu yang lalu dengan di lakukan pengerukan sungai dan juga perbaikan bantaran sungai, dan "rupa" sungai ini pun sedikit berubah sejak di lakukannya pembersihan ini. jadi ingat progam yang sudah lalu "PROKASI" (Program Kali Bersih).
 
Dengan pembersihan ini kawasan ini tidak akan menjadi sasaran banjir lagi, dan selain itu juga di kawasan ini akan di  buat  jalan di sepanjang sungai baik dari sisi kiri dan sisi kanan yang rencananya akan tembus sampai ke jalan Jl. HM Rasyid Nawawi.

25 November 2009

Taman Bermain Di Bawah Jembatan Ampera Palembang

Taman bermain di bawah jembatan ampera

PALEMBANG – Memboyong anak-anak bermain dan berlibur bukan permasalahan besar lagi bagi masyareakat Kota Palembang.

Datang saja ke taman kota yang berada di bawah Jembatan Ampera yang dilengkapi beragam permainan untuk anak-anak.Berdasarkan pantauan SINDO,meskipun panas matahari menyegat pukul 12.00 WIB, tidak sedikit masyarakat Kota Palembang berkunjung ke taman kota di bawah Jembatan Ampera. Terlihat kumpulan anakanak bermain mobil-mobilan bertenaga accumulator dan dinamo.

“Sebenarnya tidak sengaja lewat sini. Ternyata ada permainan mobil-mobilan dan motor-motoran. Jadi saya ajak anak saya untuk bermain,” jelas Heri, warga Bom Baru 3 Ilir yang datang bersama kedua anaknya dan istri. Menurut Heri, keberadaan tempat dibawah jembatan ampera bukan permasalahan yang harus di khawatirkannya. “Dari pada di mall-mall mahal mas! Lebih baik disini cukup terjangkau untuk kami,” katanya. Dia pun merasa terbantu dengan arena permainan yang tersedia.Tak hanya itu, dirinya mudah mendapatkan makanan dan minuman yang disuka.
“Disini cukup nyaman juga dingin dan.Untuk mencari makanan dan minuman tidak susah. Memang biasanya saya suka mengajak anak-anak bermain di mal,tapi mahal karena beberapa menit saja permainan sudah habis,”jelasnya. Ditempat yang sama, Siti, warga Jalur 12, mengaku sengaja membawa anaknya berkujung ke Palembang dan menikmati liburan di bawah Jembatan Ampera. “Memang sengaja mau ajak anak kesini.Kasihan kalau liburan hanya di rumah tidak ada kerjaan.Awalnya saya tidak sengaja kesini dan akhirnya jadi sering berkunjung membawa anakanak,” ucapnya.

Sementara Zainal, pemilik mobil-mobilan di bawah Jembatan Ampera mengaku sudah dua tahun memulai usaha tersebut.“ Memang permainan ini dikatakan moderen tidak juga moderen. Karena hanya pakai dinamo dan accumulator. Tetapi cukup lah membuat anakanak senang dengan berputarputar,” katanya. Dengan hanya memberikan uang Rp10.000, pengujung taman kota bawah Jembatan Ampera dapat menikmati permainan. “Awalnya bisa menempati disini karena sudah izin ke kantor pemerintah pariwisata dan kantor wali kota.

Dari pada tempat ini seram dan tidak ada permainan saya diizinkan. Alhamdulillah tidak sepeser pun keluar uang,”ungkapnya. Dikatakan Zainal, uang yang disediakan dirinya tidak sedikit untuk merintis usaha tersebut. “Saya memiliki lima mobil-mobilan dengan modal awal pertama Rp40 juta. Alhamdulilah sekarang sudah kembali modalnya. Kalau hari biasa sulit mendapatkan uang terkecuali hari libur,” pungkasnya. 

Sumber tulisan : www.seputar-indonesia.com/

24 November 2009

Gedung Telkom Jl Merdeka Palembang

Gedung Telkom di Jalan Merdeka
Gedung yang terletak di jalan merdeka ini mirip banget dengan konstruksi gedung sate di bandung walaupun dalam bentuk mini, awalnya gedung ini merupakan kantor telegram yang beritanya di hitung perkata dan tercepat pada masa itu.
-------------------------------------------------------

Perkembangan Alat Telekomunikasi

Surat
Berdasarkan prasasti dan dokumen yang ditemukan, surat-menyurat di Indonesia sudah ada sejak zaman Kerajaan Mulawarman, Sriwijaya, Tarumanegara, Mataram Kuno, Purnawarman, dan Majapahit. Masuknya agama Budha dan Hindu memicu budaya maneulis dan surat menyurat. Namun, biasanya hanya dilakukan antara bangsawan dan biarawan. Bentuknya sederhana, mengunakan batu, kayu, kulit kayu, bambu atau lontar, dan menggunakan bahasa sansakerta.

Ketika VOC berkuasa (sekitar abad 17 dan 18), surat menyurat dilakukan antara Pulau Jwa dan daratan Eropa. Saat itu surat hanya boleh ditujukan kepada para pejabat resmi dan isinya tidak boleh menceritakan kegiatan VOC di Indonesia. Pengirimannya melalui kapal yang berlayar dari Belanda ke Indonesia atau sebaliknya. Tak berapa lama jasa pengiriman pas pun muncul melalaui kantor pas. Pengiriman surat pun semakin lancer saat Jalan Raya Pos (de Grote Posweg) dari Anyer ke Panarukan (1.000 km) mulai dibangun. Waktu yang dibutuhkan untuk mengirim surat dari Jawa Barat ke Jawa Timur semakin singkat.

Merpati Pos
Merupakan alat komunikasi dengan menggunakan burung merpati sebagai mengantar surat atau pesan, Merpati dipilih karena burung ini pintar, memiliki daya ingat kuat, kemampuan navigasi dan naluri alamiah untuk kembali ke sarang, metode ini berasal dari orang-orang Persia yang melatih burung-burung merpati. Pertama kali digunakan oleh Sultan Bagdad, Nuruddin (1416) untuk mengirimkan pesan sekitar kerajaannya. Orang Romawi menggunakan merpati pos untuk mengirim pesan kepada pasukan militernya. Orang Yunani memberitahukan pemenang olimpiade melalui merpati pos. pada masa perang dunia pertama (1914-1918) pun pasukan Amerika menggunakan permati pos untuk komunikasi.

Telegraf
Telegraf merupakan alat untuk mengirim dan menerima pesan dari jarak jauh. Alat ini ditemukan oleh seorang warga Amerika, Samuel F.B. Morse bersama asistennya Alexander Bain pada tahun 1837. pesan pertamanya dikirim pdaa 6 Januari 1838. pesan yang dikirimkan oleh perator menggunakan kode morse. Pesan ini sering dinamakan pesan kabel atau kawat. Media ini sangat efektif dan dulu menjadi primadona meskipun yang bisa mengirim dam menerima hanyalah orang yang paham kode Morse. Untuk keperluaan peperangan, media ini sangat diperlukan agar pesan rahasia tetap terjaga. Pesan ini pun diistimewakan karena umumnya pesan tersebut adalah pesan penting. Perkembangan selanjutkan, media ini melahirkan media baru seperti teleprinting dan faksimile. Di Indonesai pemanfaatan telegraf dimulai sejak saluran telegraf pertama dibuka 23 Oktober 1855, oleh Pemerintah Hidia Belanda. Telegraf pun dapat dirasakan masyarakat di 28 kantor telegraf. Tidak hanya menghubungkan Batavia (Jakarta) dan Buitenzorg (Bogor), telegraf pun bisa menghubungkan Jakarta dan Singapura, Jawa dan Australia.

Telefon
Penemuan telepon dipicu oleh permintaan penggunaan telegraf yang semakin berkembang dan meningkat. Telefon pun ditemukan pada sekitar tahun 1876 oleh Alexander Graham Bell. Di Indonesia telefon lokal pertama digunakan sejak 16 Oktober 1882 yang diselenggarakan pihak swasta. Jaringan telefon pertama ini menghubungkan Gambir dan Tanjung Priok (Batavia). Selanjutnya jaringan telefon dibuat di kota-kota besar lainnya. Tahun 1906, perusahaan jaringan telefon diambil alih dan dikelola Pemerintah Hindia Belanda. Melalui PTT (Post, Telegraf, Tetefon) Dienst. Seiring perkembangan, kebutuhan telekomunikasi meningkat jaringan telekomunikasi pun diperluas. Tahun 1967 PT Indosat (Indonesia Satelite Corporation) mulai membangun jaringan telefon gelombang mikro. Dimulai dengan jaringan Trans Sumatra dan Indonesia Timur. Selanjutnya, tahun 1976, satelit Palapa A-1 diluncurkan sehingga mengungkinkan jaringan telefon Indonesia meluas hingga mencapai luar negara.

Telegram
Telegram baru dipopulerkan pada tahun 1920-an. telegram barisi kombinasi kode yang ditransmisikan oleh telegraf. Telegram ini tarif mengirimannya lebih murah dari telefon, meskipun tarifnya dihitung berdasarkan jumlah karakter termasuk tanda baca. Namun waktu yang dibutuhkan pun sangat singkat, kurang dari satu hari, tidak seperti surat. Di Indonesia, telegram dipopulerkan oleh perusahaan Telkom. Ada dua jenis telegram, telegram biasa dan Indah. Tetegram biasa berwarna biru muda, sedangkan telegram indag biasa dikirmkan pada hari-hari khusus seperti hari raya ratau tahun baru.

Pager
Pager atau radia panggil merupakan alat telekomunikasi untuk menyampaikan dan menerima pesan pendek. Sekarang mungkin sudah jarang ditemukan, tetapi alat ini masih sering dipakai untuk orang-orang yang bergerak dibidang jasa seperti jasa informasi dari kesehatan. Pager ditemukan tahun 1956 oleh Multitone Electronic di Rumah Sakit St. Thomas London oleh dokter-dokter yang sedang bertugas dalam kondisi darurat. Sejak itu pager semakin berkembang. Sebelum telefon seluler berkembang, pager digunakan sebagai pengganti untuk layanan telefon lokal dan internasional. Di Indonesia pager muncul sebelum tahun 1997. pelanggannya mencapai 800.000. namun karena harga perangkat yang terus menerus melambung pelangan pun perlahan menurun. Apalagi telah munculnya teknologi telefon seluler.

Surat Leletronik (E-mail)
Merupakan sarana mengirim surat melalui jaringan komputer, misalnya internet. Surat elektronik mulai dipakai pada tahun 1960-an. Saat itu internet belum terbentuk, tetapi surat terkirim melalui jaringan yang berbentuk dari kumpulan “mainframe”. Mulai tahun 1980-an mulai bisa dipakai oleh umum.

Internet
Rangkaian yang membentuk iuternet (kependekan dari interconnected-networking) diawali pada tahun 1969 sebagai ARPANET. Rangkaian ini dibangun oleh ARPA (United States Department of Defense Advanced Research Projects Agency). Tahun 1983. ARPANET menukar protokol rangkaian pusatnya dari NCP ke TCP/IP, yang merupakan awal dari internet yang kita kenal. Di Indonesia, sejarah internet dimulai pada awal tahun 1990-an. Tahun 1992 hingga 1994, beberapa nama muncul diawal pembangunan internet salah satu diantaranya Onno W. Purbo. Tahun 1994 IndoNet menjadi ISP (Internet Serveci Provider) komersial pertama di Indonesia. Saat ini pihak Pos dan Telekomunikasi belum melihat celah bisnis internet. Mulai 1995 mucul jasa akses Telnet ke luar negeri, sehingga pemakai internet di Indonesia bisa mengakses internet (HTTP).

Telepon Genggam
Penemuan telefon genggam tak terlepas dari perkembangan radio. Berawal pada tahun 1921, Departemen Kepolisian Detroit Michigan mulai menggunakan telefon mobil satu arah. Kemudian tahun 1940, Galvin Manucfatory Corporation (sekarang Motorola) mengembangkan Handle-talllkle SCR536 untuk keperluan komunikasi di medan perang saat perang Dunia II. Namun, penemuan telefon genggam yang sebenarnya terjadi pada tahun 1973 oleh Martin Cooper dari Matorola Corp. telefon ini kemudian dikenal sebagai telefon genggam generasi pertama atau 1G. dari model inilah kemudian muncul telefon genggam berikutnya. Tahun 1990-an generasi kedua atau 2G muncul dengan teknologi GSM dan CDMA. Teknologi ini dilengkapi dengan pesan suara, panggilan tunggu dan sms (short message service). Ukuran dan berat yang lebih kecil menjadi unggulan teknologi ini. Kini, teknologi telefon genggam sudah mencapai generasi ketiga (3G) dan keempat (4G). teknologi ini memberikan jangkauan yang lebih luas lagi termasuk internet. Fitur telefon seluler pun bahkan mendekati fungsi PC. Bahkan untuk teknologi 4G memiliki heterogenitas jaringan hingga memungkinkan pengguna menggunakan beragam system kapan saja dan dimana saja. di Indonesia, teknologi telefon genggam pertama kali hadir pada tahun 1984 dengan bberbasis teknologi Nordic Mobile Telephone (NMT). Telefon genggam pun mulai beredar tahun 1985-1992, tetapi dengan bentuk yang masih besar dan berat. Tahun1993, PT Telkom memulai proyek percontohan seluler digital GSM (Global System for Mobile) yang dimulai di dua pulau, Batam dan Bintan. Setahun kemudian (1994) operator GSM pertama di Indonesia beroerasi melalui PT Satelindo. Selanjutnya mulai bermunculan operator GSM lainnya.

Pesan Instan (Instan Messaging)
Merupakan sebuah teknologi internet di mana para pengguna jaringan internet dapat mengirimkan pesan-pesan singkat pada saat yang bersamaan (real time). Istilah pesan instan ini mengacu pada teknologi yang dipopulerkan oleh America Online (AOL), kemudian diikuti Yahoo! (Yahoo Massenger), Google dan Microsoft (Windows Live Messenger). Bermula ketika orang-orang marak menggunakan teknologi secara online awal tahun 1990. para pengembang peranti lunak menciptakan software chat room, yakni suatu grup atau perseorangan bisa mengirimkan pesan kepada setiap orang di ‘room’ tersebut. Tahun 1996, pesan instan ini meledak saat diperkenalkan ICQ, sebuah pesan gratis. Namun AOL, menjadi pionir dalam kemunitas online pada tahun 1997, karena AOL bisa memberikan kemampuan pengguna berkomunikasi dalam waktu yang sama. Dari sinilah semakin berkembang perusahaan-perusahaan lainnya yang menciptakan mesin pesan instan.

Blackberry.
Blackberry menjadi perangkat telefon genggam yang popular dan fenomenal beberapa tahun terakhir. Blackberry menjadi sangat fenomenal karena memiliki teknologi yang mampu menyampaikan informasi melalui jaringan data nirkabel dari layanan perusahaan telefon genggam. Produk andalam blackberry dan digemari pengguna adalah fitur email cepat (push e-mail). Blackberry juga memiliki kemampuan untun chatting melalui Balcberry Messenger (BBM). Blackberry hadir pada tahun 1997 oleh perusaaan Canada, Research in Motion (RIM). Sementara di Indonesia pertama kali hadir pada pertengahan Desember 2004.

Sumber Tulisan : Kania D.N./Periset, Pikiran Rakyat

23 November 2009

Lalu Lintas Di Bawah Jembatan Ampera

Lalu Lintas Di Bawah Jembatan Ampera

Seperti inilah suasana di bawah proyek yang di penuhi lalu lalang kendaraan, sekarang tempat ini sudah menjadi 2 jalur kendaraan dimana awalnya merupakan terminal dari angkutan kota.

20 November 2009

Iklan 3 Dimensi di Pasar Cinde Palembang

Iklan Tiga Dimensi yang berada di atas Pasar Cinde Palembang
Pertama kali lihat iklan yang ada di atas pasar cinde ini, adalah orang yang sedang bekerja memasang iklan tetapi setelah di perhatikan betul-betul ternyata iklannya yang 3 dimensi dimana media iklannya memakai alat-alat "Safety" / alat pelindung diri, keren juga iklan seperti ini.

 ---------------------------------------
Sejarah PT. Jamsostek

Penyelenggaraan program jaminan sosial merupakan salah satu tangung jawab dan kewajiban Negara untuk memberikan perlindungan sosial ekonomi kepada masyarakat. Sesuai dengan kondisi kemampuan keuangan Negara, Indonesia seperti halnya berbagai Negara berkembang lainnya, mengembangkan program jaminan sosial berdasarkan funded social security, yaitu jaminan sosial yang didanai oleh peserta dan masih terbatas pada masyarakat pekerja di sektor formal.

Sejarah terbentuknya PT Jamsostek (Persero) mengalami proses yang panjang, dimulai dari UU No.33/1947 jo UU No.2/1951 tentang kecelakaan kerja, Peraturan Menteri Perburuhan (PMP) No.48/1952 jo PMP No.8/1956 tentang pengaturan bantuan untuk usaha penyelenggaraan kesehatan buruh, PMP No.15/1957 tentang pembentukan Yayasan Sosial Buruh, PMP No.5/1964 tentang pembentukan Yayasan Dana Jaminan Sosial (YDJS), diberlakukannya UU No.14/1969 tentang Pokok-pokok Tenaga Kerja, secara kronologis proses lahirnya asuransi sosial tenaga kerja semakin transparan.

Setelah mengalami kemajuan dan perkembangan, baik menyangkut landasan hukum, bentuk perlindungan maupun cara penyelenggaraan, pada tahun 1977 diperoleh suatu tonggak sejarah penting dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) No.33 tahun 1977 tentang pelaksanaan program asuransi sosial tenaga kerja (ASTEK), yang mewajibkan setiap pemberi kerja/pengusaha swasta dan BUMN untuk mengikuti program ASTEK. Terbit pula PP No.34/1977 tentang pembentukan wadah penyelenggara ASTEK yaitu Perum Astek.

Tonggak penting berikutnya adalah lahirnya UU No.3 tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK). Dan melalui PP No.36/1995 ditetapkannya PT Jamsostek sebagai badan penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Program Jamsostek memberikan perlindungan dasar untuk memenuhi kebutuhan minimal bagi tenaga kerja dan keluarganya, dengan memberikan kepastian berlangsungnya arus penerimaan penghasilan keluarga sebagai pengganti sebagian atau seluruhnya penghasilan yang hilang, akibat risiko sosial.

Selanjutnya pada akhir tahun 2004, Pemerintah juga menerbitkan UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, yang berhubungan dengan Amandemen UUD 1945 dengan perubahan pada pasal 34 ayat 2, dimana Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) telah mengesahkan Amandemen tersebut, yang kini berbunyi: "Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan". Manfaat perlindungan tersebut dapat memberikan rasa aman kepada pekerja sehingga dapat lebih berkonsentrasi dalam meningkatan motivasi maupun produktivitas kerja.

Kiprah Perseroan yang mengedepankan kepentingan dan hak normative Tenaga Kerja di Indonesia terus berlanjut. Sampai saat ini, PT Jamsostek (Persero) memberikan perlindungan 4 (empat) program, yang mencakup Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) bagi seluruh tenaga kerja dan keluarganya.

Dengan penyelenggaraan yang makin maju, program Jamsostek tidak hanya bermanfaat kepada pekerja dan pengusaha tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian bagi kesejahteraan masyarakat dan perkembangan masa depan bangsa. 

sumber tulisan : http://www.jamsostek.co.id/

19 November 2009

Hotel Musi Terkini

Hotel Musi Update

Salah satu bangunan bersejarah di kota ini adalah hotel MUSI yang beberapa waktu yang lalu mengalami pemugaran dan beralih fungsi di mana hotel ini sudah di perbaiki dengan mempertahankan bentuk aslinya dan fungsinya juga akan di peruntukan bagi aktivitas pemerintahaan yaitu kantor BKD Palembang.

18 November 2009

Taman Kolam Retensi Simpang Polda Palembang

Proses pembangunan taman kolam retensi simpang polda Palembang


Taman Simpang Polda Sedot Rp1,5 Miliar

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang segera melakukan pembangunan terhadap taman kambang (Kolam retensi) Simpang Polda Palembang.

Kepala Dinas Penerangan Jalan dan Utilitas,Taufik Syahroni melalui Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan dan Lampu Hias, Komaruddin mengatakan,pekerjaan dengan dana Rp1,5 miliar tersebut tengah dalam persiapan pelaksanaan tender pada Juli mendatang. Menurut dia, untuk pembangunan taman tersebut telah disiapkan anggaran dalam APBD kota Palembang tahun 2009 sebesar Rp1,5 miliar.

“Karena dananya cukup besar mencapai Rp1,5 miliar tentu harus tender, dan itu segera dilakukan pada bulan Juli 2009 ini,” ujarnya di Palembang, kemarin. Nantinya, lanjut Komaruddin, pada kolam tersebut akan dibangun air mancur, penanaman pohon dan jalur jogging seperti yang terdapat di taman Kambang Iwak (KI) Palembang.

Selain itu juga akan dihiasi dengan berbagai jenis pohon, dan lampu hias yang akan menambah keindahan kolam yang berada di samping jembatan layang tersebut. “Ini bagian dari flyover, jadi akan bertambah indah dilihat dari atas jembatan itu,”katanya. Komaruddin menambahkan, sebenarnya kebutuhan hingga taman tersebut rampung layaknya taman KI yang berada di Jalan Tasik, dibutuhkan dana sebesar Rp4 miliar.

Namun, karena kemampuan anggaran hanya memberikan sebesar Rp1,5 miliar tersebut,maka pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan menggunakan anggaran yang tersedia.“Selebihnya, sesuai dengan petunjuk dari Wali Kota, akan kita libatkan peran pihak ketiga atau swasta. Seperti di KI, itu bekerjasama dengan Bank Sumsel, ”ungkapnya.

Jalur jogging yang dibuat nantinya juga melingkar mengitari taman tersebut, sehingga masyarakat sekitar jalan Basuki Rachmat, Jalan KolHBurliandanlainya dapat menggunakan taman tersebut untuk santai dan jogging.“Kalau sekarang mungkin jauh ke Kambang Iwak, nantinya tidak lagi,”ungkapnya.

Kembali pada penggunaan anggaran Rp1,5 miliar, Komaruddin menegaskan, pengerjaan tersebut dipastikan dimulai pada tahun 2009 ini juga, dan diharapkan dapat rampung sebelum memasuki tahun 2010 mendatang. “Untuk pengerjaan selanjutnya, mungkin ada bagian yang belum sempurna akan dilakukan pada tahapan selanjutnya.

Mudahan saja, ada pihak swasta yang berminat. Apalagi kawasan itu sangat strategis, berada di perempatan dan berada di samping Jembatan flyover,” pungkasnya. Sebelumnya,Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mengatakan, penyediaan taman kota akan terus dilakukan.

Selain untuk memperindah kota, juga menyediakan ruang yang segar dan hijau bagi udara dalam kota. “Palembang ini, setidaknya dibangun beberapa taman lagi.Kalau untuk kolam kecil di samping masjid Taqwa, Provinsi yang akan bangunnya,” katanya sembari menyebutkan, dunia sangat mendukung upaya pembangunan taman hijau dan segar. (berli zulkanedi/sindo)

Sumber tulisan : www.seputar-indonesia.com/

17 November 2009

Taman Nusa Indah Palembang

Kondisi taman nusa indah Palembang saat ini

Dari Masa Ke Masa, Pesonanya Memudar, Tak Lagi “Menggairahkan”

Taman Nusa Indah bisa jadi taman kota pertama di metropolis. Taman ini diyakini dibangun setelah selesainya pembangunan Jembatan Ampera sekitar tahun 1965 lalu. Hingga era tahun 1990, taman Nusa Indah sangat dikenal.

Mulai era tahun 2000, pesonanya seperti memudar tak lagi “menggairahkan”.  Apa sebab?, Cukup sulit menggambarkan wajah lama Taman Nusa Indah. Tak banyak lagi orang-orang tua, apalagi yang mengingat kondisi suram menggambarkan wajah lama kota Palembang kala itu. Salah seorang tokoh masyarakat Palembang yang juga Sejarawan, M Ali Mansyur mengatakan, munculnya Taman Nusa Indah dipastikannya setelah dibangunnya jembatan Ampera. 

Sebelum dibangunnya jembatan yang jadi ikon Palembang tersebut, sekitaran taman Nusa Indah hanya terlihat pertokoan. Sedikit ke hilir depan Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, terdapat dermaga tempat moda angkutan sungai berlabuh. Disekitaran bawah ampera sekarang pun dulunya merupakan terminal. 

Sehingga aktivitas masyarakat Palembang termasuk mereka yang datang dari luar kota terpusat di tempat ini. Meski kala itu volume masyarakat yang datang tidak sepadat saat ini. Masalah copet, penodongan kecil-kecilan sudah dianggap biasa. Termasuk bermunculannya para Pekerja Seks Komersil (PSK) yang menjajakan diri. “Kalau dulu orang jadi PRT (Pembantu Rumah Tangga) kan masih malu,” ujar Ali Mansyur ditemui Sumeks Minggu belum lama ini. 

Nama Bunga, Terbenam Ketika Berkembang

Dari mana asalnya nama Nusa Indah? Keterangan Kepala UPTD Museum SMB II, RM Ali Hanafiah kemungkinan berasal dari nama bunga, banyak ditanami di kawasan tersebut. Ketika ia kecil, ia mengingat banyak bunga berwarna merah dan putih dalam kawasan taman. Sekarang bunga tersebut menghilang. Tertinggal pepohonan besar tempat warga berteduh. Tak hanya ditaman, di seluruh sudut kota, bunga Nusa Indah tak pernah lagi ia jumpai. 
 
“Taman Nusa Indah kalau dulu itu, yang sekarang banyak pohon-pohon besarnya arah masjid Agung, dekat Bundaran Air Mancur. Bukan taman bawah jembatan Ampera sekarang. Waktu pertama dibangun, banyak bunga disebut Nusa Indah. Warnanya itu merah dan putih. Tapi sudah lama bunga itu hilang di taman. Dicari tempat lain pun sudah tidak ada,” ungkap Mang Amin, sapaan akrab RM Ali Hanafiah.

Lalu apa menariknya Taman Nusa Indah pertama kali muncul hingga namanya terbenam era tahun 1990 lalu? Sempat merenung, sosok pria asli Palembang yang kini menjadi sejarawan serta budayawan Palembang ini mengingat jika taman Nusa Indah dulu menarik dan terkenal karena sisi negatifnya. 
Awal dibangun sekitar akhir era 1960 an, taman yang dekat dengan pasar 16 Ilir, dermaga hingga terminal ini menjadi pusat aktivitas masyarakat Palembang. Sedangkan kondisinya saat itu, selain becek, kusam, suram, juga rawan kriminalitas. Tak hanya itu, masalah PSK bahkan waria yang menjajakan diri memang sudah jadi rahasia umum. 

“Memang ada pasangan datang dan bermesraan di taman. Ada juga PSK dan waria yang datang sendiri mencari mangsa. Mereka ini datang sendiri karena malam hari tempat ini termasuk gelap,” jelas Mang Amin. 
Hanya saja, ditegaskan Mang Amin, meski terkenal dengan hal berbau esek-esek, taman Nusa Indah tidak seperti kawasan prostitusi lain seperti di Lrg Bambu (sebelum dibukanya Eks Lokalisasi Teratai Putih,red) atau di kawasan Panca Warna Cinde. Karena PSK dan waria yang menjajakan diri tak melulu berhubungan di tempat tersebut. Bisa jadi sekedar transaksi, lalu mencari tempat lain. Seperti dilakukan para PSK serta waria yang saat ini masih berkeliaran di sekitaran Gedung Museum Tekstil serta Jl Kol H Barlian.

 Dengan sisi kelam taman Nusa Indah inilah membuatnya bergairah dan terkenal. Ketika kesan becek, kusam, tidak lagi terdengar adanya penodongan, pencopetan serta menghilangnya para PSK serta waria, taman Nusa Indah tidak lagi menggairahkan. Padahal, kondisinya jauh berkembang menjadi lebih baik. 
Perubahan Taman Nusa Indah ditambahkan pria asli Palembang yang kini menjadi sosok sejarawan serta budayawan Palembang terjadi ketika masuknya sang Walikota Ir Eddy Santana Putra MT sebagai Walikota, terpilih tahun 2003 lalu. Para pedagang dipindahkan, taman dipercantik, membuat kesan becek, suram, kriminalitas serta asusila berkurang drastis. 

Di lain pihak, taman lain seperti Punti Kayu bermunculan, Kambang Iwak (KI) ikut dibenahi.  “Taman Nusa Indah itu taman pertama di Palembang. Setelah ada Monpera, masyarakat lebih senang ke sana (Monpera,red). Sekarang ada lagi BKB (Benteng Kuto Besak) yang jadi idola, termasuk tempat lain seperti Punti Kayu. Lalu KI yang sudah jadi ikon Palembang. Jadi, meskipun kondisi taman Nusa Indah sudah jauh lebih baik, konsentrasi masyarakat kita tidak lagi fokus ke Taman Nusa Indah,” ungkap Mang Amin. 

Yang ada, taman Nusa Indah hanya dijadikan tempat masyarakat yang kelelahan untuk duduk mencari angin. Tak lagi terlihat suasana zaman Mang Amin kecil, dimana pasangan asik bermesraan, keluarga besar berkumpul. 

Masalah kriminalitas serta asusila tak lagi terdengar dengan adanya pos polisi serta Pol-PP. Apalagi petugas Pol-PP terlihat aktif melakukan patroli meminimalisir kejahatan dan tindakan asusila yang dulunya kerap terjadi. (wwn)

 Sumber Tulisan : http://sumeksminggu.com/

Pasar Kuliner Palembang #2

Pasar kuliner di bidik dari atas jembatan Ampera.

"Pasar kuliner" yang baru saja berdiri beberapa waktu yang lalu terus berbenah, dengan variasi makanan tradisional dan moderen banyak tersaji di sini, kalau malam hari kawasan ini akan terlihat lebih indah dengan kombinasi lampu Jembatan Ampera dan lampu-lampu taman, tetapi keamanan di tempat ini perlu di perhatikan karena sekarang masih banyak warga yang masih takut untuk mengunjungi tempat ini terutama di malam hari.
-----------------------------------
KABAR gembira bagi masyarakat Palembang, karena sebentar lagi di bawah jembatan Ampera akan dibangun sebuah pasar kuliner. Rencananya pasar kuliner ini akan diresmikan pemerintah Palembang pada 26 September 2009 mendatang. "Pasar kuliner ini hanya menjual makanan-makanan khas Palembang, tujuan pembangunan pasar kuliner ini untuk menarik wisatawan lokal maupun wisatawan dari daerah lain,” kata Ade Jayamartin, kepala bidang Usaha Kecil Menengah (UKM) Dinas Industri Perdagangan dan Koperasi Palembang, Jalan Merdeka, Palembang, (15/9/09).

Tapi, kata Ade, hambatan dari pembangunan pasar kuliner ini karena masih banyaknya pedagang kaki lima yang berjualan di bawah jembatan Ampera. “Makanya kita kini tengah membina atau memberitahu kepada para pedagang kaki lima soal rencana pasar kuliner ini,” kata Ade.

Bagi masyarakat yang ingin berjualan dipasar kuliner ini, mereka harus melalui beberapa tes, diantaranya tes memasak, tes ini akan dilaksanakan pada tanggal 25 September pukul 09.00-10.00, yang dilakukan pemerintah Palembang, “Karena pasar kuliner ini memiliki tempat yang terbatas, ya itu hanya lima puluh tempat yang disediakan oleh pemerintah Palembang, sehingga harus diseleksi,” katanya.

Sumber tulisan : http://www.beritamusi.com/

16 November 2009

Pasar Kuliner Palembang

Pasar kuliner  Palembang yang terletak di tepian sungai musi

INILAH.COM, Palembang - Pasar kuliner di tepi Sungai Musi, dekat jembatan Ampera Kota Palembang mulai beroperasi pada, Sabtu malam (26/9).

Adi (20) penjual nasi goreng, di kawasan pasar kuliner Palembang mengatakan, pada hari pertama ini penjualan nasi goreng lumayan banyak.

Puluhan pembeli sejak usai maghrib memesan nasi goreng yang dijual Rp7.000/piring di pasar yang beroperasi sampai tengah malam.

Ia menambahkan, sangat berharap semakin malam penjualan nasi goreng milik bos tersebut bisa meningkat.

Meskipun malam perdana berjualan di kawasan tersebut, Adi mengaku optimistis bisa laris manis dagangannya karena lokasi mereka berdagang strategis dan memiliki pemandangan yang indah, tambahnya.

Dia menjelaskan, pengunjung yang datang ke pasar kuliner yang disediakan pemerintah setempat tidak hanya dapat merasakan kelezatan masakan pedagang yang terpilih melalui seleksi panjang tersebut.

Tetapi bisa memandang keindahan jembatan Ampera dengan latar belakang Sungai Musi yang menawan sehingga menambah nikmat makan malam pinggiran sungai tersebut, ujarnya.

Pada hari pertama beroperasinya pasar kuliner tersebut baru sebanyak 19 pedagang yang berjualan berbagai makanan, seperti nasi goreng, sop buah dan bakso.

Sebanyak 25 pedagang yang telah lulus seleksi tersebut berjanji akan berjualan pada hari kedua beroperasinya pasar tersebut.

Pedagang di pasar tersebut menempati gerobak-gerobak dan di depannya dipasang tenda yang menghadap langsung ke Sungai Musi. [L1] 

Sumber tulisan : http://www.inilah.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...