CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

27 Juli 2008

Sejarah Bioskop Majestic Palembang


Restourant World Bar ( Restouran Cina & Tempat Dansa ) dan Bioskop Majestic di tahun 1953 Sumber Foto : kitlv.nl
"JM" begitu yang sering terdengar sekarang, padahal pasar raya yang terletak di jalan Letkol Iskandar ini memiliki sejarah yang panjang. JM dulunya merupakan eks Majestic Bisokop pada sekitar tahun 50-an,  di mana merupkan bioskop yang cukup terkenal di zamannya sama  bioskop Capitol, Intium (Balai Prajurit), Bioskop Internasional, Bioskop elite ataupun bisokop Chung HWA yang terletak di ujung  jalan Pasar Baru.

Selain bioskop di atas nya juga terdapat Restourant the world bar yang merupakan restaurant kelas “Elit” yang menyedikan “Chinese Food”  dan juga tempat berdansa orang orang berduit di masa itu.

Di era tahun 1970-an bioskop ini berganti nama menjadi mioskop “Mahkota” dimana di bioskop ini juga memliki ciri khas sendiri yaitu pada hari Sabtu siang di adakan Liga yaitu menontong dengan ticket separuh harga. Sedangkan pada hari Jumat pagi biasanya banyak tentara yang menonton di bioskop mahkota ini.

Pasar Raya JM Tahun 2008
Seiring perjalanan waktu dan juga persaingan di antara bioskop yang semakin ketat mulai lah satu persatu “kenyamanan” bioskop ini hilang  mulai dari restaurant yang tidak beroperasi lagi, perawatan gedung yang seadanya sehingga banyak burung dan kelelawar yang berterbangan di atas pennonton.

Sehingga bioskop mahkota ini mengakhiri masa kejayaannya di tahun 1980-an yang di ambil alih oleh pedagang yang memulai usahanya di Pasar Kepandean yaitu Bapak Jusuf Masawan (JM) sehingga dengan pengelolaan yang baik dan saingan yang belum terlalu banyak membuat pasar raya ini menjadi besar. Di tambah kebakaran besar yang menghanguskan supermarket makmur sehingga banyak konsumen yang beralih ke pasar raya JM .

Dengan gedung berlantai empat yang berisi produk pakaian, mainan, supermarket dan perlengkapan rumah tangga, tetapi pada awal pendiriannya JM di lengkapi dengan arena bermain di lantai 4 yang menyediakan Boom car, mobil-mobilan untuk anak-anak dan Ding-dong, tetapi di tahun 1997-an tempat permainan anak tersebut di tutup diganti dengan tempat penjualan perlengkapan rumah tangga.

Walaupun di tahun 1991 mucul saingan besar dengan di bukanya Internasional Plaza tetapi JM tetap eksis dengan usahanya sampai dengan saat ini, malahan saat ini JM sudah banyak mengembangkan sayap seperti JM Pulau Mas ( Sudah terbakar di tahun 1995),  Grand JM di Palembang Square, JM Patal, JM Plaju, JM Sukarami,  dan beberapa tempat di luar kota dan propinsi Sumatera Selatan.

Sumber tulisan : Di rangkum dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...