CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

31 Mei 2008

30 Mei 2008

Ini Baru Awal



Pagelaran seni oleh seniman palembang dalam rangka kebangkitan 13 abad prasasti sriwijaya di BKB sabtu 24 Mei 2008.

Klik : Seni

29 Mei 2008

28 Mei 2008

Bermental Orang Miskin


Seperti itulah kalau di perhatikan di dalam kehidupan kita sehari-hari padahal banyak yang hidup dalam harta yang bisa di bilang berkecukupan di mana masih saja berusaha menggambil rezeki orang lain.

Seperti sekarang banyak program-program dari pemerintah yang membantu masyarakat yang hidup di garis kemiskinan di mana, program-program baik berupa fasilitas maupun bantuan uang tunai, seperti yang saya lihat di program BLT masih ada orang-orang yang "nota bene" tidak susah-susah banget di mana walau suami merupakan tukang ojek tetapi istri nya seorang pegawai negeri tetapi mereka mendapatkan fasilitas "BLT' yang seharga 700 ribu ini, atau saat konversi gas saat tim monitoring datang di suatu perkampung mereka mendapati sekitar 10 paket tabung dan gas yang tidak di berikan sebagai mana mesitnya.

Dan sekarang ini program berobat gratis yang di luncurkan oleh Bpk Alex Noerdin ini masih saja ada yang sebenarnya bukan menjadi haknya tetapi tetap di ambil, seandainya kalau program ini tepat sasaran akan dapat mensejahterakan, tetapi memang di perlukan kontrol yang kuat dari berbagai pihak.

Mental-mental seperti inilah yang saya sebut "bermental Orang Miskin" dimana orang-orang seperti ini lebih banyak meminta ketimbang memberi, memang sifat dasar manusia selalu merasa kekurangan tetapi kalau seluruhnya yang bukan hak kita juga turut di ambil apa beda kita dengan "Monyet", mungkin karena pengaruh keadaan di mana perlunya perbaikan dan kesadaran dari diri kita sendiri mengenai hak kita untuk kesejahteraan haklayak ramai.

Sebaiknya kita berkaca mulai dari sekarang "Apakah Mental Saya Masih Mental Orang Miskin ?", atau kita lebih banyak memberi ketimbang meminta, negara ini akan maju kalau orang-orang yang memiliki tangan di atas lebih banyak dari pada tangan di bawah.


"Berobat Gratis & BLT"

Graffity Palembang



Graffity yang mulai banyak menghiasi dinding bangunan di kota Palembang

Klik : Graffity

27 Mei 2008

Kampanye Pilkada 2008 Palembang



Salah satu kampanye yang di lakukan oleh salah satu pasangan kandidat Pilkada kota Palembang.

Kilik : Pilkada 2008

26 Mei 2008

Bantuan Langsung Tunai Palembang

BLT yang mulai di bayarkan pada hari Sabtu 24 Mei 2008 di kantor pos Besar Jl. Merdeka dan beberapa kantor pos pembantu lainnya.
PALEMBANG, KOMPAS.com- Bantuan langsung tunai atau yang sekarang disebut bantuan langsung sementara masyarakat hanyalah sekedar penenang sementara saat kenaikan harga BBM terjadi. Beban karena kenaikan harga dan biaya hidup tetap harus ditanggung masyarakat seterusnya. 

Demikian dikatakan Ketua 1 Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sumatera Selatan (Sumsel) Qisthy Yetti Handayani yang dalam unjukrasa ibu-ibu rumah tangga HTI Sumsel menentang kenaikan harga BBM bersubsidi di halaman gedung DPRD Sumsel di Palembang.

"Bantuan-bantuan pemerintah model BLT atau beras untuk masyarakat miskin itu penenang saja sifatnya, bukan penyelesaian. Beban berat masih harus ditanggung rakyat," katanya.

Menurut Qisthy, kenaikan BBM bersubsidi yang disebutkan akan berlangsung April mengatang merupakan bentuk kebohongan dan kekejaman penguasa. Penyelesaian sesungguhnya adalah mewujudkan kedaualatan energi di Indonesia dengan mengelola dan memanfaatkan sendiri sumber-sumber energi. Dengan demikian, BBM tetap murah.

"Selama ini pemerintah terlalu menghamba pada asing sehingga harga BBM pun sangat tergantung dari kemauan asing," ujarnya.

Sumber tulisan : regional.kompas.com

Demo Tolak Kenaikan BBM

Demo tolak kenaikan BBM di bundaran air mancur pada hari Sabtu, 24 Mei 2008.

Antrian BBM

Suasan antrian BBM di SPBU Radial sesaat sebelum pemerintah mengumumkan kenaikan BBM.

23 Mei 2008

PT Semen Baturaja



PT Semen Baturaja ini merupakan produsen semen yang memproduksi semen merek 3 gajah.

Klik : PT SB

22 Mei 2008

Taman Wisata Patra



Taman yang baru di buat persis di depan jalan masuk komplek pertamina plaju.

21 Mei 2008

20 Mei 2008

Sisa kejayaaan sang "Mobil Ketek"


Mobil-mobil "ketek" yang mulai tersingkirkan dari hasi wawancara dengan Bpk M Amin atau yang sering di panggil dengan Bapak Sangkut yang pernah menjadi juragan mobil "ketek" di Seberang Ulu.

Pak M Amin 
Beliau membeli pertama kali mobil ketek tersebut tahun 1944 pada tahun 1961 dengan 90 suku emas, dan yang paling mahal yaitu beliau beli dengan 200 suku emas. (Saat ini (2008) di Palembang satuan emas suku seharga 1, 6 Juta s/d 1,7 Juta, 1 suku = 6.3 gram).


Berdasarkan informasi beliau bahwa mobil "ketek"/jeep yang masuk ke Palembang mulai tahun 1944 sampai dengan 1961.

Hingga tahun 2004 karena adanya pelarangan penggunaan mobil ketek ini maka beliau saat ini menjadi mekanik mobil ketek sesuai dengan pesanan yang ada.




Mobil jeep yang di restorasi oleh Pak Amin 

19 Mei 2008

Pedagang di Pasar 16 ilir



Pedagang di pasar 16 ilir sedang menjajakan dagagan

Pelataran 10 Ulu



Pelataran Pinggir Sungai Musi di kawasa 10 ulu sedang dalam proses pembuatan seperti yang ada di BKB.

Mekanik Mobil Ketek



Pak Amin atau pak Sangkut yang telah dari awal berkecimpung dengan mobil "ketek" ini sangat ahli dengan seluk beluk kendaraan jeep ini.

16 Mei 2008

TPKS Karang Anyar



Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya dianggap pernah menjadi pusat kerajaan sriwijaya tetapi sayang taman ini kurang terawat.

Klik :

15 Mei 2008

Musolah Komplek Assegaff


Di kawasan komplek Assegaff, juga terdapat sebuah musollah yang terletak di tepian sungai Diyakini, musollah itu didirikan hampir bersamaan dengan perkembangan awal perkampungan. Namun, bentuknya saat ini sudah berubah. Hal ini disebabkan musibah yang terjadi sekitar tahun 1969. Kala itu, sebuah kapal laut, yang disebut-sebut sebagai milik Rusia, menabrak musollah yang sebagian badannya (disanggah tiang) berada di Sungai Musi ini. Baru beberapa tahun kemudian, musollah itu direhabilitasi dengan bentuk dan bahan yang lebih permanen

Pabrik Es Komplek Assegaf

Kantor Pabrik ES Assegaf

Salah seorang dari komunitas ini, Habib Alwi Al Assegaff, kemudian menikah dengan salah seorang putri Habib Abdurrahman Al Munawar, pemukim Arab pertama di Kampung Arab Al Munawar. Setelah pernikahan, Habib Alwi pindah ke kawasan 16 Ulu dan mulai membangun rumah di kawasan itu, tepat di tepi Sungai Musi. Perkampungan ini kian berkembang apalagi pada tahun 1929 didirikan pabrik es.

Pabrik kedua letaknya berdampingan?dibangun pada tahun 1932. Selanjutnya, pabrik es yang hingga kini balok esnya dimanfaatkan oleh para pedagang ikan yang membeli ikan di kawasan Sungsang, Bangka, dan Belitung itu makin berkembang dengan penambahan pabrik baru pada tahun 1974. 





Komplek Assegaf


Lokasi : Kawasan 16 Ulu

Kompleks perumahan yang saat ini masuk dalam wilayah Kelurahan 16 Ulu Kecamatan Seberang Ulu II ini merupakan salah satu perkampungan Arab yang tumbuh dan berkembang di kawasan Seberang Ulu pada akhir abad ke-19 menjelang awal abad ke-20. Pendirinya adalah Habib Alwi Al Habsyi.


Tokoh ini semula adalah keturunan keluarga di Kampung Arab 14 Ulu (sekarang masuk dalam wilayah Kelurahan 14 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II). Kampung ini, bersama Kampung 12 Ulu dan 13 Ulu, semula menjadi kediaman bangsa Arab dari Hadramaut yang datang ke Palembang dan menetap. Pemukim Arab pertama di Kampung Arab 14 Ulu adalah Abdullah bin Ahmad Al Habsyi.

Salah seorang dari komunitas ini, Habib Alwi Al Assegaff, kemudian menikah dengan salah seorang putri Habib Abdurrahman Al Munawar, pemukim Arab pertama di Kampung Arab Al Munawar. Setelah pernikahan, Habib Alwi pindah ke kawasan 16 Ulu dan mulai membangun rumah di kawasan itu, tepat di tepi Sungai Musi. Perkampungan ini kian berkembang apalagi pada tahun 1929 didirikan pabrik es.

Pabrik kedua letaknya berdampingandibangun pada tahun 1932. Selanjutnya, pabrik es yang hingga kini balok esnya dimanfaatkan oleh para pedagang ikan yang membeli ikan di kawasan Sungsang, Bangka, dan Belitung itu makin berkembang dengan penambahan pabrik baru pada tahun 1974. Di kawasan ini, juga terdapat sebuah masjid yang terletak di tepian sungai.

Diyakini, masjid itu didirikan hampir bersamaan dengan perkembangan awal perkampungan. Namun, bentuknya saat ini sudah berubah. Hal ini disebabkan musibah yang terjadi sekitar tahun 1969. Kala itu, sebuah kapal laut, yang disebut-sebut sebagai milik Rusia, menabrak masjid yang sebagian badannya (disanggah tiang) berada di Sungai Musi ini.

Baru beberapa tahun kemudian, masjdi itu direhabilitasi dengan bentuk dan bahan yang lebih permanen. Hampir serupa dengan Kompleks Pertamina, kawasan tepian sungai di kompleks ini juga didam dengan beton. Sehingga, kondisi kompleks, yang letak perumahannya teratur jarak dari tepian sungai dipisah oleh jalan yang dapat dilalui kendaraan roda empat itu tampak sedap dipandang








Kerupuk Kempalang



Salah satu makanana khas dari Palembang renyah dan gurih.

14 Mei 2008

Songket Palembang



Songket merupakan salah satu cindera mata yang bisa di bawa setelah berkujung ke Palembang.

13 Mei 2008

Asian Orchid Exibiton 2008



Acara yang berlangsun dari tanggal 11 s/d 18 Mei 2008 di Kambang Iwak selain menampilkan anggrek dari dalam negeri juga anggrek-anggrek dari luar negeri.

Klik :Asian Orchid Exibiton 2008

12 Mei 2008

Tower Lama



Tower yang cukup lama sekarang sudah tidak terpakai lagi (Kawasan Pasar Kertapati).

Klik : Daerah Kolonial

Kampung Al Munawar



SEKILAS INFO OBJEK WISATA KAMPUNG ARAB
Palembang memiliki berbagai etnis dan budaya yang ada di masyarakatnya. Ada etnis Tiong Hoa, etnis India, etnis Arab, dan lain-lain. Setiap etnis tersebut memiliki komunitasnya masing-masing. Baik itu berupa tempat tinggal, organisasi, maupun hanya sekedar perkumpulan. Tempat tinggal atau pemukiman yang ada di suatu masyarakat etnis tertentu, sebagian besarnya adalah masyarakat dari etnis tersebut. Misalnya, Sekumpulan masyarakat yang berasal dari Arab, bermukim di suatu tempat besar, dinamakan Kampung Arab. 
Sebagian besar penduduk di Kampung Arab adalah orang-orang yang berasal dari Arab. Diperkirakan sekitar 300 tahun yang lalu, orang-orang yang berasal dari Arab datang ke Palembang untuk berdagang dan menyebarkan Agama Islam. Sebagian besar dari mereka adalah penduduk yang berasal dari Hadramaut, yang terletak di daerah pesisir Jazirah, Arab bagian Selatan (yang sekarang telah menjadi Yaman).Banyak di antara mereka yang akhirnya menetap dan menikah dengan orang asli Palembang, yang akhirnya kemudian bermukim di suatu tempat bersama kelompoknya.
Menurut Teori Segregasi Ekologis H. D. Evers, penduduk keturunan Arab tersebut bermukim di suatu tempat atau terkonsentrasi di suatu tempat tertentu dikarenakan persamaan latarbelakang mereka yang sama-sama berasal Arab. Kesamaan budaya dan kebiasaan yang sama juga menyebabkan penduduk yang berasal dari Arab lebih betah berada bersama dengan penduduk yang juga berasal dari daerah yang sama.
Kampung Arab yang berada di Palembang terletak di sepanjang Sungai Musi, baik di bagian Ilir, maupun yang di bagian Ulu, yang tepatnya berada di Lorong Asia dan kampung Sungai Bayas, Kelurahan Kotabatu, Kecamatan Ilir Timur 1; Lorong Sungai Lumpur di Kelurahan 9-10 Ulu, Kemudian di Lorong BBC di Kelurahan 12 Ulu, Lorong Almunawar di Kelurahan 13 Ulu, Lorong Al-Hadad, Lorong Al-Habsy dan Lorong Al-Kaaf di Kelurahan 14 Ulu, dan Kompleks Assegaf di Kelurahan 16 Ulu. Dalam masyarakat tersebut terdapat beragam paham yang berkembang. Diantaranya, Assegaf, Al-Habsy, Al-Kaaf, Hasny,Syahab (Shyhab), dan sebagainya. Secara Administratif, situs-situs yang berda di kawasan seberang ulu tersebut termasuk dalam wilayah Kecamatan Seberang Ulu II. Meski paham yang mereka anut tersebut berbeda-beda, sebagian besar dari mereka masih bersaudara.
Bentuk-bentuk rumah penduduk yang berada di Kampung Arab, tepatnya di Lorong Al-Munawar Kelurahan 13 Ulu, sama seperti bentuk rumah masyarakat Palembang pada umumnya. Hal tersebut dikarena, menurut mereka, mereka datang jauh-jauh ke Palembang hanya untuk menyebarkan Agama Islam. Yang mereka bawa hanyalah Kitab dan Nisan. Kitab artinya ajaran-ajaran Agama Islam yang harus di sebarkan, Nisan artinya tanda makam jika mereka meninggal di daerah rantauan. Sehingga, bentuk-bentuk rumah mereka cenderung mengikuti bentuk-bentuk rumah, seperti rumah panggung dan rumah Indies, yang sedang berkembang saat itu.
Rumah-rumah penduduk Kampung Arab tersebut mengelilingi sebuah lapangan terbuka, dan rumah orang-orang yang dipertuakan menghadap ke arah Sungai Musi. Selain itu, banyak rumah-rumah penduduk yang berada di sepanjang Sungai Musi, dan menghadap ke arah Sungai. Pembagian tersebut didasarkan oleh tingkat pengetahuan agama mereka. Rumah-rumah tersebut biasanya setiap rumahnya memiliki beberapa Kepala Keluarga. Hal terebut dikarenakan rumah-rumah mereka di tinggali secara turun-temurun dari keluarga mereka.
Budaya Masyarakat Kampung Arab
Meski mereka melakukan adaptasi terhadap lingkungan sekitar mereka, Masyarakat Kampung Arab memiliki kebudayaan mereka tentang Pernikahan. Menurut kebudayaan mereka, seorang perempuan keturunan Arab tidak boleh menikah dengan laki-laki Pribumi (masyarakat dari daerah sekitar). Namun, laki-laki keturunan Arab boleh menikah dengan perempuan Pribumi. Perempuan keturunan Arab yang menikah dengan laki-laki Pribumi akan dianggap aib oleh masyarakat Kampung Arab. Karena menurut mereka, Laki-laki-lah yang masih memiliki darah keturunan dari Rasulullah, sedangkan perempuan tidak. Oleh sebab itu jika perempuan keturunan Arab menikah dengan laki-laki Pribumi, maka garis dari Rasulullah tersebut akan terputus hanya pada perempuan tersebut, karena laki-laki Pribumi tidak memiliki darah keturunan dari Rasulullah. 
Sumber : http://palembang-tourism.com/

Kereta Api di Palembang



Kereta Api yang merupakan salah satu angkutan masuk dan keluar penumpang dari dan ke Palembang, selain itu kereta api ini digunakan untuk angkutan batu bara, semen, minyak, dan pengiriman dokumen.

Klik : Kereta Api

Kampung Al Munawar #4







Kampung Al Munawar #3










Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...