CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

28 Februari 2008

26 Februari 2008

21 Februari 2008

Persemian Hotel Sahid Imara Hotel Palembang

Sahid Imara Hotel Palembang


Sahid Imara Hotel Palembang tampil dengan arsiterktur khas bergaya mediterania. Kombinasi warna putih pada bangunan serta lampu-lampu berwarna biru yang dipergunakan sebagai penerang di setiap sudut Hotel, mencuatkan kesan tenang dan nyaman. Dari hotel ini Anda dapat langsung menikmati indahnya pemandangan Kota Palembang.

Hotel berbintang 3 ini memiliki jumlah 73 kamar, terdiri dari 26 Superior Room, 22 Deluxe Room, 22 Business Room, dan 3 Suite Room. Hotel ini kerap dipilih wisatawan lokal maupun mancanegara saat berwisata di Kota Palembang. 

Fasilitasnya sangat lengkap berikut sarana pendukungnya seperti 24 jam Picasso Restaurant, 3 ruang rapat yang bisa menampung sampai 250 orang, executive lounge, save deposit box, laundry and dry cleaning, IDD Telephone, taxi service, business center, drug store, dan gratis layanan Internet dengan kecepatan tinggi.
Tak sulit menjangkau hotel ini. Hanya butuh waktu ±15 menit dari Sultan Mahmud Badaruddin II Internasional Airport. Lokasinya sangat dekat dengan Palembang Square, Palembang Indah Mall, dan Internasional Plaza. Jadi Anda dapat dengan mudah berbelanja bermacam kebutuhan.

Soal Menu, Hotel ini menyajukan beragam menu kuliner terbaik saat ini yang diolah oleh juru masak andalan. Disajikan dengan indah, rasa yang enak dan tentu harganya terjangkau. Anda dapat pergi ke Picasso Restaurant yang terletak di lantai 1 hotel ini. Resto ini berkapasitas 52 orang dengan menu Internasional, Cina, dan Indonesia yang lengkap dari seluruh penjuru tanah air seperti pindang ikan, soup buntut, nasi timbel Siliwangi, tom yam kung, kepiting, sapi lada hitam, ayam cabe kering, dan aneka pilihan lain.

Bila ingin menikmati keindahan malam hari Kota Palembang, Anda bisa pergi ke executive lounge di lantai 8 hotel ini. Anda akan menyaksikan lampu lampu yang menghiasi kota termasuk Jembatan Ampera yang menjadi landmark kota ini, sambil dihibur live music berirama pop, jazz, dan klasik.
Sahid Imara Hotel Palembang adalah proyek Brand pertama Imara dari Sahid International Hotel Management and Consultant. Pemiliknya adalah kerjasama antara PT. Feodora Fidelity Fortimo dan Sahid International Hotel Management and Consultant.

hotel sahid imaraReview by Majalah Travel Club

Hotel Sahid Imara ***
Jalan Jenderal Sudirman No.1111 A
Palembang - 30128
Telepon (0711) 371000
Web site : www.imarahotel.com

Sumber tulisan : metropalembang.com/

20 Februari 2008

Pagoda Pulau Kemaro



Salah satu tempat dimana umat Budda beribadah, ramai pada saat Imlek & Cap Go Mee

19 Februari 2008



Mati lampu.....gelap, seringkali terjadi di Palembang belakangan ini...
Krisis energi....mungkin salah satu alasan utama

14 Februari 2008

Sejarah Kecelakaan Pesawat DC-2 Di Palembang 1937


Pada 06 Oktober 1937 pernah juga terjadi kecelakaan terhadap pesawat Douglas DC-2 PH ALS "Specht" milik maskapai Belanda KLM di Palembang tepatnya di Talang Betutu dengan rute Batavia - Singapura yang sempat transit di Palembang, yang menyebabkan tewasnya Kapten F.M Strok  teknisi J.J. Ruben, operator radio J.J. Stodieck, dan seorang penumpang bernama Mr. G.A. Steenbergen, sedangkan Kopilot dan penumpangg lainnya mengalami luka-luka. Hal ini di sebabkan pesawat terhempas tak lama setelah take Off dari bandara Talang Betutu yang menyebabkan kerusakan parah.


Lihat Link : Penerbangan Civil Pertama di Palembang

Sumber Foto : gahetna.nl

07 Februari 2008

Taman Kambang Iwak Besak Palembang

Gedung yang dibangun merupakan kerjasama antara provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Jepang.
Kambang Iwak sebuah danau wisata yang terletak di tengah kota, dekat dengan tempat tinggal walikota Palembang. Di tepian danau ini terdapat banyak arena rekreasi keluarga dan ramai dikunjungi pada hari libur. Selain itu di tengah danau ini terdapat air mancur yang tampak cantik di waktu malam. Dengan tenant-tenat yang terdapat di pinggir kolam ini menambah lengkap sebagai tempat tujuan wisata.
Di tahun 1950-an justru kolam ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah kota Palembang, di karenakan kolam ini banyak di jadikan tempat mencuci kendaraan baik roda 2 maupun roda 4.
 
Era 90-an kawasan ini merupakan kolam retensi yang kurang terawat di mana sekeliling kolam ini banyak terdapat penjual bunga hias pada saat siang hari dan di malam hari banyak di penuhi oleh kupu-kupu malam dan waria yang "menjajakan" diri disini. kondisi ini hanya sampai di awal tahun 2000 an, semenjak pergantian banyaknya event yang ada di Palembang seperti PON 2004 di mana, seluruh tempat bersolek seiring dengan BKB yang mulai di percantik di tahun 2003, jembatan Ampera juga mulai berganti warna, dan beberapa tempat lainnya yang mulai berbenah.

Begitu juga Kambang iwak besak yang bekerja sama dengan Bank Sumsel yang merupakan salah satu BUMD di kota ini, mulai berbenah begitu juga dukungan dari pihak asing seperti bangunan yang ada di atas ini merupakan kerjasama antara pihak propinsi Sumatera Selatan dan pemerintah Jepang.

Palembang, Kambang Iwak, 0508 Dodi NP

05 Februari 2008

Imlex Tahun 2008 di Palembang

Gerbang Kelenteng Chandra Nadi 10 Ulu Palembang (2008)

Sejarah Imlek di IndonesiaAsal Usul Imlek Tionghoa. Setiap tahunnya, perayaan Tahun Baru Imlek jatuh pada tanggal yang berbeda-beda, yaitu antara tanggal 21 Januari sampai 20 Februari. Di hari itulah adalah satu hari bersejarah atau perayaan terpenting oleh orang Tionghoa.

Dalam kalender Tionghoa, titik balik mentari musim dingin harus terjadi di bulan 11, yang berarti Tahun Baru Imlek biasanya jatuh pada bulan baru kedua setelah titik balik mentari musim dingin (dan kadang yang ketiga jika pada tahun itu ada bulan kabisat).

Dalam perayaan tahun baru imlek Tionghoa, ternyata ada beberapa kesemaan antara budaya imlek dengan islam. Salah satunya yaitu warna merah. Budaya imlek sangat identik dengan AngPao (Ang = Merah, Pao = Amplop/bungkusan). Dengan kata lain, di dalam perayaan tahun baru imlek tentu banyak didominasi oleh warna merah atau amplop merah (AngPao), dimana warna merah ternyata merupakan salah satu warna kebanggaan Rosulullah SAW. Untuk selengkapnya, silakan Anda bisa baca pada artikel “Kesemaan Budaya Imlek dengan Islam“.

OK. kembali ke inti permasalahan yaitu sejarah tahun baru imlek. Di Tiongkok, adat dan tradisi wilayah yang berkaitan dengan perayaan Tahun Baru Imlek sangat beragam. Namun, kesemuanya banyak berbagi tema umum seperti perjamuan makan malam pada malam Tahun Baru, serta penyulutan kembang api.

Dan berikut adalah sejarah dan mitos tahun baru imlek seperti yang dilansir wikipedia indonesia.
Pernak pernik imlek di berbagai tempat di palembang

Sejarah : Sebelum Dinasti Qin, tanggal perayaan permulaan sesuatu tahun masih belum jelas. Ada kemungkinan bahwa awal tahun bermula pada bulan 1 semasa Dinasti Xia, bulan 12 semasa Dinasti Shang, dan bulan 11 semasa Dinasti Zhou di China. Bulan kabisat yang dipakai untuk memastikan kalendar Tionghoa sejalan dengan edaran mengelilingi matahari, selalu ditambah setelah bulan 12 sejak Dinasti Shang (menurut catatan tulang ramalan) dan Zhou (menurut Sima Qian). Kaisar pertama China Qin Shi Huang menukar dan menetapkan bahwa tahun tionghoa berawal di bulan 10 pada 221 SM. Pada 104 SM, Kaisar Wu yang memerintah sewaktu Dinasti Han menetapkan bulan 1 sebagai awal tahun sampai sekarang.

Mitos : Menurut legenda, dahulu kala, Nián adalah seekor raksasa pemakan manusia dari pegunungan (atau dalam ragam hikayat lain, dari bawah laut), yang muncul di akhir musim dingin untuk memakan hasil panen, ternak dan bahkan penduduk desa. Untuk melindungi diri merka, para penduduk menaruh makanan di depan pintu mereka pada awal tahun. DIpercaya bahwa melakukan hal itu Nian akan memakan makanan yang telah mereka siapkan dan tidak akan menyerang orang atau mencuri ternak dan hasil Panen. Pada suatu waktu, penduduk melihat bahwa Nian lari ketakutan setelah bertemu dengan seorang anak kecil yang mengenakan pakaian berwarna merah. Penduduk kemudian percaya bahwa Nian takut akan warna merah, sehingga setiap kali tahun baru akan datang, para penduduk akan menggantungkan lentera dan gulungan kerta merah di jendela dan pintu. Mereka juga menggunakan kembang api untuk menakuti Nian. Adat-adat pengurisan Nian ini kemudian berkempang menjadi perayaan Tahun Baru. Guò nián yang berarti “menyambut tahun baru”, secara harafiah berarti “mengusir Nian”.

Sejak saat itu, Nian tidak pernah datang kembali ke desa. Nian pada akhirnya ditangkap oleh Hongjun Laozu, seorang Pendeta Tao dan Nian kemudian menjadi kendaraan Honjun Laozu.

Sejarah Tahun Baru Imlek di Indonesia : Di Indonesia, selama tahun 1968-1999, perayaan tahun baru Imlek dilarang dirayakan di depan umum. Dengan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967, rezim Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto, melarang segala hal yang berbau Tionghoa, di antaranya Imlek.

Masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia kembali mendapatkan kebebasan merayakan tahun baru Imlek pada tahun 2000 ketika Presiden Abdurrahman Wahid mencabut Inpres Nomor 14/1967. Kemudian Presiden Abdurrahman Wahid menindaklanjutinya dengan mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 19/2001 tertanggal 9 April 2001 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur fakultatif (hanya berlaku bagi mereka yang merayakannya). Baru pada tahun 2002, Imlek resmi dinyatakan sebagai salah satu hari libur nasional oleh Presiden Megawati Soekarnoputri mulai tahun 2003.

Sumber Tulisan :http://id.wikipedia.org/

Taman Bawah Jembatan Ampera Palembang

Suasana taman di bawah jembatan ampera saat menjelang senja Tahun 2008




01 Februari 2008

Memories From Aston Hotel Palembang

Aston Hotel Palembang 2004


Sudah banyak yang berubah terutama crew-crew yang ada di dalam nya....., dokumentasi ini tentang kegiatan seputar kegiatan 17 Agustus 2005

Sweet memories....

Alamat : Jl. Angkatan 45 Kampus POM IX Komp. Palembang Square
Telepon : 0711- 383838 Fax : 0711-377900
E-Mail :
Website : http://www.astonpalembang.com

                                                                     Jumlah Kamar : 174
Tipe Kamar :
Superior Club , Superior , Yunior Suite , President Suite ,Deluxe Club ,
Deluxe Room ,Executive Suite

Tarif berkisar 650 ribuan s/d 1.5 juta an/Nite

Full Foto see here : http://dodinp.multiply.com/


Activity after Independent Ceremony
Activity after Independent Ceremony 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...