CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

13 Desember 2007

Sejarah Hotel Musi Palembang

Hotel Jolink Palembang (1940 - 1950) Sumber : beeldbankwo2.nl
Pedagang di hotel Zwart 1930 Sumber : Tropenmuseum
 Bangunan yang sampai saat ini tidak lagi berfungsi sebagai penginapan dulunya merupakan hotel yang terbaik di Palembang pada tahun 1930-an. Pada awalnya hotel ini bernama Hotel Schwartz dan dibangun pada tahun 1903 dengan gaya Indis. Secara keseluruhan bangunan terdiri atas dua bangunan, yaitu bangunan utama dan bangunan penunjang. Pada bangunan utama terdapat dua bagian, yaitu ruang aula dan kamar tamu yang terdiri dari 20 kamar. Pada bangunan penunjang terdapat beberapa ruangan yang difungsikan sebagai gudang, dapur dan kamar mandi untuk kamar-kamar kelas ekonomi.

Hotel Musi yang strategis yang berdekatan dengan kantor ledeng dan pusat kota saat ini merupakan hotel yang paling bagus pada masanya.

Seiring waktu hotel tersebut mengalami keterpurukan sehingga pada saat 2000 awal menjadi hotel kelas rendahan, ada loket bus juga dan lain lain.

Hotel musi masih menghadapi polemic kepemilikan tanah dan bangunan dimana saat itu hotel musi di bangun oleh lim Kim Sik pada tahun 1903 bekerjasama dengan pemerintah belanda maka hotel itu diberinama dengan Hotel Julling dan kemudian menjadi Hotel Zwart. Pada saat masa penjajahan jepang hotel ini di ambil alih dan di menjadi penginapan Kompeitai barulah pada tahun 1946 pemerintah Indonesia dapat mengambil alih dan di beri nama Hotel Musi.

Adapun hotel lainnya yang terkenal adalah hotel smith ( sehati ) yang telah rata dengan tanah dan berganti dengan Kantor Ditjen Pajak Palembang di Jl Wahidin No 1. 

Sumber tulisan : di rangkum dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...