CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

18 November 2007

Sejarah Becak Cina di Palembang


Jalanan dengan becak Cina ( rikshaw) dan toko pakaian di Pasar 16 Ilir Palembang Sumber Foto : Tropen Museum
Pejabat Belanda sedang naik becak Cina ( rikshaw) di Jalan Sekanak Palembang Sumber Foto : Kitlv.nl
Becak cina /Rikshaw adalah kendaraan roda dua yang memiliki atap dari kain/kanvas yang mudah di lipat. Kendaraan ini di tarik manusia biasanya dari etnis cina yang memiliki kuncir rambut yang panjang. Penarik Becak pada saat itu memang seluruhnya orang Cina karena pada masa kesultanan Palembang, orang cina di anggap sebagai pendatang dan tinggalnya pun di kelompokan di rumah-rumah rakit. 


Sumber Foto : Kitlv.nl
Penarik “rikshaw” di Palembang jaman dulunya umumnya orang Tiong Hoa “totok”  yang masih susah (pelat)  berbahasa Palembang, yang oleh orang  Palembang sendiri disebut “sengkek” (sin kek = cino dusun). Adapun Ongkos menarik rikshaw  dari Pasar 16 Ilir ke Pasar Lingkis ( sekarang Pasar Cinde) adalah seringgit sen (1/40 Rupiah). 

Biasanya uang dari hasil pembayran yang diterimanya  ini ditaruh dalam kotak dibawah pijakan kaki penumpang (lihat foto). Para pemuda preman (pada jaman itu disebut “bujang juaro”) yang menumpang rikshaw ini sering mengambil duit tersebut di saat rikshaw sedang jalan tapa diketahui oleh sengkek penarik rikshaw.
 
Kendaraan ini dulunya banyak di dapati sekitar tahun 1920-1940an ,  dimana kendaraan tersebut dipakai oleh orang-orang Belanda orang-orang pribumi yang "berada" sebagai salah satu sarana transportasi pada saat itu dan, untuk Sekarang beca cina ini sudah tidak ada lagi selain kalah dengan trasnportasi yang ada saat ini dan juga sudah di anggap tidak manusiawi.

Sumber tulisan : di rangkum dari berbagai tulisan.
Sumber Foto Lama : kitlv & Tropen Museum  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...