CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

30 November 2007

Sejarah Bank Indonesia Cabang Palembang

Gedung BI Palembang Tahun 1955 sumber Tropen Museum
Gedung BI Cabang Palembang Saat ini tahun 2008
 Kantor De Javasche Bank Cabang Palembang yang dibuka pada tanggal 20 September 1909 merupakan "Agentschap" keenam belas dari De Javasche Bank yang merupakan pendahulu dari Bank Indonesia sekarang ini. Gagasan pembukaan kantor cabang di Palembang ini sudah muncul sejak perjalanan dinas ke Padang tanggal 3 September 1908 yang dilakukan Direktur E.A. Zeilinga Azn. mulai dari Padang, Bengkulu, Rejanglebong, Kepayang, Tebing Tinggi, Keban, Lahat, Muara Enim, dan akhirnya ke Palembang.

Kantor BI Palembang sumber : bi.go.id
Gagasan ini disampaikan dengan alasan bahwa Palembang merupakan suatu kota niaga yang penting, sehingga pemerintah menyetujui untuk membuka Kantor Cabang di Palembang. Dengan didudukinya Hindia Belanda mulai bulan Februari/Maret 1942, maka segala kegiatan De Javasche Bank dan bank-bank lainnya terhenti. Fungsi dan tugas bank-bank segera digantikan oleh bank-bank Jepang seperti Yokohama Specie Bank, Taiwan Bank, dan Mitsui Bank, yang bertindak sebagai koordinator adalah Nanpo Kaihatsu Ginko.

Setelah penyerahan Jepang kepada Sekutu, keadaan tak menentu masih berlangsung sampai tanggal 10 Oktober 1945. Kantor Cabang Palembang dinyatakan dibuka kembali pada tanggal 1 Agustus 1947. Susunan kepemimpinan pertama adalah J.B. Schadd (Pemimpin), dan M.H.A. de Rooy sebagai Pemegang Buku/Pemimpin Cabang Pengganti Kantor Cabang.

Gedung BI 1947 saat Perang Sumber Foto : kitlv.nl
Untuk periode terakhir berdirinya DJB yaitu periode laporan tahun 1952/1953 pemimpinnya adalah J.C. Wink. Pada awal pembukaannya, Kantor Cabang Palembang menempati sebuah rumah sewa di Jl.Sekolah. Kemudian pada tanggal 29 Mei 1916 tanah sewaan tersebut dibeli dari pemiliknya, Tjoa Ham Hien, seorang kapten tituler kaum Cina Palembang, lalu rumah sewa tersebut dibongkar dan didirikanlah sebuah gedung kantor sementara yang terbuat dari kayu.

Gedung kedua adalah gedung permanen pada bulan Mei 1920 untuk menggantikan gedung sementara. Gedung kedua ini dibongkar pada tahun 1965 karena terkena proyek Jembatan Ampera, dan sebagai gedung ketiga digunakan bangunan kantor yang terletak di Jl. Veteran hingga tahun 1971. Dan terakhir adalah ditempatinya gedung kantor keempat yang sekarang ini digunakan

Sumber tulisan : bi.go.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...