CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

15 Juni 2006

Delivery Service Daging Kurban


Terdengar di berita pagi tadi bahwa banyak penerima kurban yang berdesak-desakan untuk menukarkan kupon kurban mereka malahan ada salah satu kantor pemerintahan pagarnya roboh karena banyaknya masyarakat yang berkumpul untuk menukarkan kupon kurban tersebut dan ada juga yang terjepit dan sampai pingsan.

Aneh juga kalau setiap saat pembagian zakat atau kurban akan berakibat bahaya kepada masyarakat, seperti di tempat tinggal saya tiap tahun kami melakukan pemotongan dan pembagian kurban karena memang di tempat tinggal saya ada yang namanya tabungan kurban dan tiap tahun pasti ada jemaah yang ikut, seperti tahun ini kami bisa memotong 3 sapi dan 10 ekor kambing.

Tetapi sejak 5 tahun yang lalu kepanitiaan kurban di tempat kami tidak pernah membagikan kupon sama sekali, karena kami berpendapat bahwa selain repot untuk menyiapkan kupon tersebut juga mengatur warga yang jumlahnya ratusan bukan merupakan hal yang mudah.

Sehingga di tempat tinggal saya ada yang namanya “Delivery Service” dimana warga yang berhak untuk menerimanya tidak perlu datang ketempat panitia pemotongan hewan tetapi cukup menunggu di rumah saja, sekitar jam 2 siang kurban selesai di bungkus dan di hitung saatnya untuk di bagikan di perumahaan tempat tinggal saya dalam satu RW ada +/- 300 an warga dan jarak dari ujung ke ujung bukan juga jarak yang dekat, tetapi disinilah uniknya kepanitiaan daging kurban kami menggunakan banyak cara agar kurban tersebut sampai langsung kerumah warga yang berhak menerimannya, di RW kami memiliki 3 RT dan masing-masing memiliki ketua RT sendiri yang juga bertindak sebagai koordinator untuk pembagian daging kurban kepada warga yang berhak, dari sinilah kami menggunakan gerobak untuk mengangkut daging-daging kurban yang sudah di bungkus dalam kantong Asoy ( Kantong Kresek), gerobak tersebut berkeliling di masing-masing RT dan langsung menuju rumah-rumah warga yang berhak.

Inilah spirit kebersamaannya, lantunan doa dan ucapan syukur mengalir saat kita mengetuk pintu dan memberikan sebungkus daging kurban yang berisi 1,5 kilo ini, banyak ucapan syukur karena mungkin saat lebaran ini mereka tidak bisa membeli daging untuk perayaan Idul Adha, bukan hanya mengumpulkan warga yang berdesak-desakan yang berubah menjadi “Massa” seperti saat kampanye.

Mengapa kita tidak merubah system pembagian kurban atau zakat yang sering rutin kita lakukan dari tahun-ketahun dengan hanya memberikan kupon untuk pengambilan daging kurban, apalagi untuk daerah yang warganya kurang dari 1000 KK, sistem seperti ini bisa di terapkan apalagi kalau ada donatur yang bersedia meminjamkan mobil pickup, pekerjaan bisa lebih cepat lagi, mungkin ini bisa menjadi salah satu cara kepada panitia-panita kurban pada tahun-tahun berikutnya.

Berkurban dan pembagian daging hewan kurban hendaknya bisa menyentuh langsung kepada penerima daging tersebut, bukan justru untuk menambah “Kurban” kepada penerima kurban.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...